Perselingkuhan Berakhir Penyesalan

Perselingkuhan Berakhir Penyesalan
Bab 91 Sidang Putusan


__ADS_3

Suasana di ruang sidang kembali memanas karena ulah Erlangga, Ia tidak terima dengan semua poin poin yang di utarakan pihak Kanaya. Berulang kali Angga mengajukan keberatan setiap kali mendengar sesuatu yang memberatkan dirinya.


Ini adalah sidang kedua yang di laksanakan setelah sidang pertama di tunda, dalam sidang kali ini adalah menghadirkan para saksi yang bisa menguatkan putusan para Hakim dalam mengambil keputusan.


" Saya Rahayu, dalam hal ini adalah Ibu kandung dari tergugat. Saya berdiri disini untuk memberikan kesaksian dan saya berjanji bahwa apa yang saya katakan adalah benar adanya. "


Umi Rahayu akhirnya maju kedepan guna memberikan kesaksiannya, beliau masih merasakan sakit hati ketika melihat mantan menantu dan juga besannya. Ini adalah yang kedua kalinya mereka di pertemukan dalam ruang sidang yang sama.


Umi Rahayu hanya menjawab apa yang di tanyakan oleh Hakim dan terlihat para jajaran petinggi negara itu saling pandang satu sama lain.


" Itu tidak benar yang Mulia, saya tidak tau kalau tergugat waktu itu tengah mengandung anak kami. Dan sepertinya memang mereka sengaja menyembunyikan kepada kami, hal itu karena tergugat menjalin hubungan dengan Pria masa lalunya. "


Angga mengatakan semua dengan berapi-api, sedangkan di sudut lain ada yang tersenyum senang mendengar ucapan Angga.


" Menjalin hubungan, Pria lain. Maksudnya, apa bisa Pria lain itu di hadirkan sebagai saksi disini. "


Tanpa Erlangga sadari semua hal yang dia katakan justru membuka boroknya sendiri.


Satu persatu saksi di hadirkan, baik itu dari pihak Kanaya dan juga dari pihak Erlangga. Sidang lagi-lagi di tunda karena kegaduhan yang di perbuat oleh Angga, seolah semua yang hadir disana mendukung pihak Kanaya. Bahkan saksi yang Ia hadirkan pun secara tidak langsung mendukung Kanaya dalam perebutan hak asuh si kembar.


Kini giliran pengacara dari Kanaya yang berbicara, beliau nampak tenang. Sungguh berbanding terbalik dengan Erlangga dan juga sang pengacara, sejak tadi Angga selalu menyikut pengacaranya agar mencarikan alasan yang tepat. Itu semua agar mereka bisa memenangkan sidang kali ini.


" Mohon maaf yang Mulia, seperti yang sudah kita lihat sama-sama. Dari sidang perdana sampai saat ini, kami hanya menegaskan bahwa penggugat tidak layak untuk memperoleh hak asuh anak klien kami. Terlepas dari semua bukti yang ada, yang Mulia bisa lihat sendiri tempramen yang di miliki penggugat. Beliau tidak bisa mengendalikan diri setiap kali menghadapi masalah, itu sebabnya klien kami memohon agar hak asuh anak tetap ada padanya. Menimbang banyak hal dan juga bagaimana seyogyanya mengenai pengasuhan anak yang masih di bawah umur, agar tetap berada di bawah asuhan orang tua perempuan. "

__ADS_1


Erlangga kembali berbuat ulah hingga harus di tenangkan oleh pihak berwajib yang memang di tugaskan untuk berjaga disana.


" Hei tutup mulut mu, kamu di bayar berapa hingga berani mengatakan omong kosong seperti itu disini. Kamu tidak tau apa- apa, jadi lebih baik diam. " Bentak Erlangga.


Erlangga ingin memberikan hadiah bogem mentah pada pengacara Kanaya namun polisi dengan sigap menahannya agar tetap berada di tempatnya.


" Pak Erlangga Saputra Wardhana, tolong jaga ketertiban di dalam ruang sidang. Kalau sampai Anda membuat kegaduhan maka kami tidak akan segan- segan memberi tindakan hukum kepada Bapak. "


Bu Aminah dan juga Pak Agus Kuncoro selaku pengacara Erlangga, turut serta menenangkan Erlangga agar bisa mengendalikan diri.


Apalagi mendengar ucapan Hakim dan juga di sampingnya sudah ada pihak berwajib, hal itu membuat Bu Aminah ketar ketir.


Setelah tenang akhirnya sidang putusan pun di bacakan, Kanaya menunduk dengan merapalkan banyak do'a- do'a yang Ia bisa. Berharap putusan sidang memberikan yang terbaik untuk nya.


Terdengar ucapan bahagia dari pihak Kanaya yang langsung mengucap syukur mendengar apa yang baru saja di bacakan oleh Hakim.


" Memberikan hak asuh anak yang SAH kepada Tergugat, Bu Kanaya Putri dalam hal ini selaku Ibu kandung. Memberikan kewajiban kepada saudara penggugat untuk tetap menafkahi kedua anak- anak tersebut sesuai kemampuan, dan ini berlaku sampai anak- anak tersebut tumbuh dewasa........... "


Pihak Kanaya mendengarkan dengan seksama setiap poin yang di bacakan oleh Hakim, mereka begitu puas dengan putusan pengadilan.


Akhirnya mereka bisa hidup dengan tenang tanpa gangguan dari pihak Erlangga, mereka mempunyai perlindungan hukum yang kuat. Meskipun begitu Kanaya tetap tidak ingin egois, Ia berjanji tidak akan menghalangi kalau Erlangga atau Ibunya ingin menemui kedua buah hatinya. Karena bagaimana pun juga mereka juga berhak untuk mendekatkan diri kepada si kembar.


" Naya. "

__ADS_1


Kanaya menoleh ketika mendengar namanya di panggil, begitu juga dengan Umi dan yang lainnya. Bu Aminah melangkah menghampiri Kanaya dengan tersenyum.


Sean yang faham akan situasi saat ini mengajak pengacaranya untuk meninggalkan Kanaya bersama mantan Ibu mertuanya.


Bukan hanya putusan hak asuh anak yang jatuh di tangan Kanaya namun Kanaya juga terbebas dari hubungan tak jelasnya bersama Angga, kini Ia menyandang status janda beranak dua.


Pengadilan juga mengabulkan permohonan pihak Kanaya setelah melihat semua bukti lengkap yang di bawa oleh mereka.


" Selamat ya Nak, kamu memang pantas mendapatkannya. Ibu minta maaf atas semua kesalahan yang sudah Ibu perbuat padamu, Ibu tau semua ini terjadi karena ke egoisan Ibu. Maukah kamu memaafkan Ibu Nak. "


Kanaya langsung menahan tubuh Bu Aminah yang hampir saja merosot ke bawah, seakan ingin bersujud memohon ampun padanya.


" Sudahlah Bu, semuanya sudah terjadi dan Kanaya sudah memaafkan Ibu. Lagipula Kanaya tidak pernah membenci Ibu, ini semua memang sudah takdir Kanaya dan Kanaya sudah ikhlas menerimanya. " Ucap Kanaya tersenyum.


Bu Aminah memeluk tubuh Kanaya, ada sejuta penyesalan menyeruak di hati namun apalah daya. Penyesalan memang selalu datang terlambat, kalau di datang nya di depan namanya pendaftaran.


" Bu, Ibu bisa menemui mereka kapan pun Ibu mau. Kanaya tidak akan melarang nya. "


Bu Aminah sangat bahagia, beliau bersyukur karena kebaikan Kanaya yang tetap mengijinkannya menemui kedua cucunya.


" Alhamdulillah Nak, terima kasih banyak. Pasti Ibu akan kesana karena Ibu juga sangat merindukan mereka. "


Akhirnya mereka berpelukan sebelum berpisah, Kanaya kembali menemui Umi Rahayu yang sudah menunggunya di mobil.

__ADS_1


Hari ini adalah hari yang sangat bersejarah bagi Kanaya, akhirnya Ia mendapatkan status yang jelas. Tidak di gantung layaknya jemuran, kedepan nya Ia hanya tinggal menata hati sembari menunggu masa idahnya berakhir.


__ADS_2