Perselingkuhan Berakhir Penyesalan

Perselingkuhan Berakhir Penyesalan
Bab 101 Datanglah Ke Rumah


__ADS_3

Sonia tersenyum bahagia karena ternyata Sean lebih memilihnya ketimbang wanita yang selalu di anggap nya saingannya. Ia mulai mengajak Sean untuk bicara namun Pria itu sama sekali tidak mengubrisnya, justru Ia semakin mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


" Sayang, jangan ngebut dong. Hati-hati, kamu bisa nabrak kalau terus seperti ini. "


Sonia yang panik mulai mencari tempat untuk berpegangan,bukannya mengurangi kecepatan Sean justru semakin menggila.


" Sean, berhenti nggak. Ini juga kita mau kemana. " Tanya Sonia mulai panik, Ia terus berteriak-teriak meminta Sean untuk berhenti.


" Bisa diam nggak. " Bentak Sean yang langsung mengerem secara mendadak.


Sonia berteriak karena kepala terbentur dengan sangat keras.


" Sean, apa kamu sudah gila. Kalau ingin bunuh diri silahkan bunuh diri sendiri, jangan ngajak- ngajak orang lain. "


Sean tersenyum sinis mendengar ucapan Sonia.


" Tunggu apalagi, bukannya kamu ingin berhenti. Cepat keluar sekarang juga. " Bentak Sean.


Sonia memperhatikan sekitar, Ia mulai ketakutan. Bagaimana mungkin Ia turun di tempat sepi seperti ini, mereka sudah cukup jauh keluar dari perkotaan.


" Ah sayang, aku hanya bercanda saja. Ayo kita pergi dari sini. " Sonia mencoba untuk berbicara baik- baik, agar hati Sean luluh, namun ternyata Ia tidak berhasil.


Sean membuka pintu dan keluar, Ia berlari ke pintu yang lain dan membukanya. Ia menarik paksa Sonia agar keluar dari mobilnya.


" Cepat keluar dari mobilku. "


Sonia berontak, Ia tidak mau turun namun tentu sajaIa tidak bisa, tenaganya tidak cukup untuk membuatnya tetap disana.


" Sean, tolong dong. Jangan tinggalkan aku disini. Aku harus kemana di tempat sepi seperti ini, aku mohon bawa aku pergi dari sini. "


Sonia berpegangan pada lengan Sean, tidak ingin di lepaskan. Sean mengibaskan tangannya hingga membuat genggaman tangan Sonia lepas.


" Terserah kamu mau kemana Sonia, bukankah kamu sudah terbiasa sendiri. Kamu bisa datang dari Australi sendiri, menyebrang pulau. Lagipula tidak jauh dari sini ada panti asuhan, kamu bisa tinggal disana kalau kamu mau. "


Sonia semakin panik, bisa- bisanya Ia jauh jauh dari luar negeri hanya untuk menetap di panti asuhan.


" Sayang, sudah dong bercandanya. Ini tidak lucu, ayo kita pulang. "

__ADS_1


Sonia ingin meraih lengan Sean namun Pria itu menghindar.


" Aku tidak bercanda Sonia, sikap mu sudah benar-benar keterlaluan. Ya, dia ada calon istriku dan kami akan menikah secepatnya dalam waktu dekat ini. Kamu sudah sangat keterlaluan merendahkannya, asal kamu tau saja. Hotel tempat mu menginap sebelumnya adalah miliknya, kamu beruntung karena dia wanita yang baik sehingga tidak membawa masalah ini ke jalur hukum, karena kamu sudah berlaku kasar padanya. "


Sonia terkejut, Ia sampai melongo mendengar ucapan Sean.


" Bagaimana mungkin, wanita dengan penampilan seperti itu menjadi pemilik hotel Swiss yang terkenal itu. " Gumam Sonia.


Ternyata gumaman nya masih terdengar di telinga Sean dan membuat Pria itu tertawa kecil.


" Kenapa, masih tidak percaya. "


Sean berlari kecil masuk ke dalam mobilnya, Sonia yang menyadari akan di tinggalkan sendirian ikut berlari menyusul.


" Sean, tunggu aku. Jangan tinggalkan aku, aku mohon. Aku janji tidak akan mengganggumu, tapi tolong jangan tinggalkan aku disini. Bawa aku kembali, aku ingin minta maaf padanya. Aku mohon Sean.......!!! "


Sean mencoba tidak peduli namun akhirnya Ia luluh karena Sonia terus memohon padanya.


" Baiklah, cepat masuk. "


Sonia mengangguk, Ia berlari kecil menuju pintu sebelahnya dan masuk.


" Ingat dengan ucapan mu Sonia, kamu kembali karena ingin minta maaf padanya. Aku juga tidak main- main dengan ucapan ku. " Sonia mengangguk dengan cepat karena ketakutan.


Kanaya yang ingin pulang mendengar ponsel nya bergetar, Ia segera merogoh ponsel miliknya itu. Keningnya berkerut karena ternyata Sean yang mengirim pesan untuk nya dan meminta nya bertemu.


Tanpa berpikir lama Kanaya segera mengemudikan mobilnya menuju alamat yang di berikan Sean. Setelah mengemudi beberapa saat, Kanaya pun tiba di sebuah tempat, Ia segera menepikan mobilnya tepat di samping Sean berdiri menunggu kedatangan nya.


" Mas. " Sapa Kanaya ketika turun dari mobil.


Sean menggandeng tangan Kanaya membuat Kanaya sedikit bingung dengan perlakuan Sean padanya, Ia bahkan memperhatikan tangannya yang di genggam oleh Sean. Sean tersenyum dan mengajak Kanaya ke suatu tempat.


" Silahkan duduk. " Sean menarik sebuah kursi dan mempersilahkan Kanaya duduk.


Kanaya berterima kasih sambil tersenyum, Ia juga menatap wanita yang beberapa kali sudah berbuat kasar padanya.


" Sonia. " Tegur Sean karena wanita itu diam saja sejak tadi.

__ADS_1


Kanaya menatap heran pada kedua orang di depannya, Sonia akhirnya meminta maaf walaupun dengan keadaan terpaksa. Kanaya tidak terlalu mempermasalahkan apa yang di lakukan Sonia selama ini. Ia mengatakan tidak apa apa dan semua baik baik saja.


" Terima kasih, kalau begitu aku ijin pamit. Makasih Kanaya dan juga kamu Sean. "


Kanaya dan Sean pun mengangguk, selepas kepergian Sonia Kanaya pun berpamitan. Ia harus kembali ke rumah karena sebelumnya Uminya memintanya pulang.


" Ya sudah Mas, aku juga ingin pulang. " Kanaya melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya.


" Naya, kamu mau kemana. " Tanya Sean.


" Pulang Mas. " Jawab Kanaya sembari melangkah menuju mobil miliknya.


" Tunggu dulu calon istri. "


Kanaya sontak menghentikan langkahnya mendengar ucapan Sean, Sean berlari kecil dan berdiri tepat di depan Kanaya. Ia meraih tangan wanita pujaannya, dan menatap mata Kanaya dengan penuh cinta.


" Calon istri. Apa benar yang kamu ucapkan tadi, kamu bersedia menjadi istriku. " Tanya Sean penuh harap.


Jantung nya berdegub kencang antara senang namun juga khawatir Kanaya akan menolaknya. Kanaya tertawa kecil melihat tingkah lucu Sean.


" Mas, aku hanya bercanda. Lagipula aku tidak tega melihat mu selalu di ganggu oleh pengemar setiamu itu kan Mas, ayolah kita pulang, anak- anak sudah menunggu. "


Benar saja, Sean kecewa mendengar alasan Kanaya. Sebelumnya Ia berpikir Kanaya akan memiliki rasa yang sama dengan apa yang Ia rasakan selama ini.


Sean yang terlalu kecewa masih tetap berdiri di tempatnya, mungkin karena sudah melayang tinggi kemudian jatuh terhempas, jadi Ia benar-benar merasa kecewa.


Sean baru sadar ketika Kanaya menyentuh tangannya.


" Pulang yuk, apa Mas akan meminta ku menjadi calon istri di tempat seperti ini. Datanglah ke rumah kalau Mas memang serius. " Ucap Kanaya sebelum pergi meninggalkan Sean.


Sean mulai mencoba mengartikan apa yang baru saja di ucapkan Kanaya, bibirnya menyunggingkan senyum dengan sempurna.


" Yes.......... ! akhirnya........!!! " Teriak Sean


Ia mencari keberadaan Kanaya namun sudah tidak Ia temukan, bahkan mobilnya pun sudah tidak ada.


" Ya sayang, kok aku di tinggal. Tunggu aku, aku akan meminang mu...... !! " Teriak Sean sembari berlari menuju mobilnya.

__ADS_1


Karena suasana hatinya yang berbunga-bunga, Ia tidak menghiraukan tatapan orang sekitar yang memandang aneh padanya.


__ADS_2