Perselingkuhan Berakhir Penyesalan

Perselingkuhan Berakhir Penyesalan
Bab 68 Terkuaknya Sebuah Rahasia


__ADS_3

Albert merasa ada yang mengikutinya sejak tadi, Ia memutuskan kembali kerumah lamanya namun sepertinya itu tidak berjalan mulus, selalu saja ada kendala yang berarti.


Albert mengambil langkah kaki seribu untuk menghindari kejaran beberapa orang Pria, namun semakin Ia belari beberapa orang itu semakin mengejarnya.


Ponselnya berdring, pertanda ada panggilan masuk.


" Halo, Albert. Dimana saja kamu, cepat kembali atau kau akan menyesal nanti. "


" Aku tidak ingin kembali kesana, tolong ijinkan aku memulai hidupku sebagaimana mestinya. Aku ingin hidup seperti orang lain pada umumnya. "


Terdengar seseorang dari seberang sana tertawa terbahak- bahak.


" Terserah padamu, aku tidak harus memaksamu kembali. Tapi bagaimana kalau seseorang yang sangat berarti bagimu saat ini sedang bertaruh nyawa demi menggantikan kehadiran mu disini. " Ucapannya pun di akhiri dengan tawa.


Albert terkejut, Ia mulai memikirkan siapa saat ini yang sangat berati dalam hidupnya. Langkah kakinya terhenti, tubuhnya bergetar, rasanya untuk melangkah saja terasa berat.


" Ayah, cukup. Tolong jangan sakiti Dia, Dia tidak tau apa- apa. Akulah yang menginginkannya, aku mohon Ayah. Tolong lepaskan Dia. "


Terdengar kembali suara di ujung telpon, seakan saat ini Ia tengah bahagia.


" Semua itu tergantung keputusan mu, kalau dalam satu jam kau belum juga tiba di markas, jangan salahkan kalau kau tidak akan pernah melihatnya lagi. "


Panggilan di putus secara sepihak, hal itu membuat Albert semakin frustasi. Ia meremas ponsel mewahnya yang masih berada di genggamannya.


" Aku sangat mencintaimu dan aku tidak akan pernah membuatmu ikut merasakan apa yang aku rasakan selama ini, tunggu aku. Aku akan datang untuk mu. "


Sementara di kediaman Sean, Ray mendengar suara Leony yang sedang memanggil- manggil seseorang yang sepertinya tidak asing baginya.


" Albert....  Al, kau dimana. Albert..... " Panggil Leony terus menerus.


Ia sudah mencari ke sudut- sudut kamar, namun tidak menemukan apa yang Ia cari.


" Dimana sih Dia, di kamar nggak ada. Di mana-mana nggak ada, baru juga sembuh sudah hilang. Apa jangan- jangan dia sudah kembali, dasar lelaki. Setidaknya pamit dulu kek kalau mau pulang, masa iya sih mau kabur saja. Sudahlah, mungkin Dia sudah tidak betah disini. " Gumam Leony.


Ray datang menghampiri Leony, Ia melihat wajah sang Dokter sedang murung.


" Ada apa Dok, maaf tadi aku dengar sepertinya Dokter memanggil- manggil nama seseorang. Al, Albert begitu kalau nggak salah. "


Leony melongo mendengar kalau Ia masih saja di panggil Dokter oleh Ray, rasanya Ia ingin sekali menggetok kepala adiknya itu namun kemudian di urungkannya setelah mengingat apa yang sedang di alaminya.

__ADS_1


" Ah iya Ray, dia pasien ku. Mungkin sekarang dia sudah kembali ke rumahnya. "


Leony memandang sang Adik yang ber oh ria setelah mendengar apa yang Dia katakan.


" Bagaimana keadaanmu sekarang, apa masih ada yang sakit. " Tanya Leony mengalihkan pembicaraan.


Ray menggeleng pelan, sebenarnya Ia ingin mengatakan apa yang Ia alami beberapa hari terakhir ini. Dirinya selalu mendapatkan mimpi yang sama, dan tiba-tiba kepalanya terasa sakit setiap kali ada bayangan gelap yang tiba-tiba muncul di alam bawah sadarnya.


" Ah, aku baik- baik saja Dok. Oh ya, dimana Pria besar itu. " Tanya Ray lagi.


Dari cara bicaranya nampak jelas kalau Ia ketakutan. Di arahkannya pandangannya kekiri dan kanan mencari seseorang yang di maksud.


" Abang Sean maksudnya. " Ray mengangguk membenarkan.


" Abang..... kalau jam segini sedang bekerja, apa kamu ingin menemuinya. Dia ada di atas, aku bisa mengantarkan mu kalau kamu mau. "


Ray langsung menggeleng, Ia tidak mau cari masalah.


Di markas klan Cobra.


Albert akhirnya tiba di markas, waktu yang seharusnya di tempuh satu jam perjalanan, mampu di tempuh Albert hanya tiga puluh menit. Ia memandangi motor gede hasil curiannya, di tengah jalan. Ada rasa penyesalan dihatinya karena mencuri milik orang lain yang otomatis membuat sang empunya kesusahan.


Brakkk    !!!! Bunyi pintu di buka dengan keras.


Robert langsung tertawa ketika melihat kedatangan Albert, bahkan lebih cepat dari waktu yang ia tentukan.


" Cepat juga kamu sampainya, rupanya gadis itu benar-benar berati bagimu. "


" Cukup, tidak perlu omong kosong. Cepat katakan dimana dia sekarang. "


Robert lagi- lagi tertawa menanggapi kekhawatiran Albert.


" Dia saat ini sedang berada di tempat yang nyaman dan bahkan kami akan melepaskannya kalau kau mau menuruti apa yang aku katakan. "


Albert menatap wajah Robert dengan tatapan penuh amarah, demi menyelamatkan nyawa orang yang di cintainya akhirnya Albert memilih menuruti apa yang di inginkan oleh Robert.


Albert keluar dari ruangan Robert, meninggalkan Pria itu bersama Joseph bodyguard kepercayaannya.


" Bos, bagaimana kalau dia tau sebenarnya. "

__ADS_1


" Maksudmu apa, dia tidak akan pernah tau soal ini. Bahkan kebenaran tentangnya saja bisa kita tutupi selama bertahun-tahun. "


Albert menghentikan langkahnya ketika tanpa sengaja mendengar percakapan antara sang Ayah dan juga bodyguard kepercayaannya.


" Rahasia apa yang mereka maksud, aku jadi penasaran, apa ada rahasia besar yang aku tidak tau. "


Sampai beberapa menit kemudian, tidak ada lagi percakapan keduanya. Akhirnya Albert memutuskan untuk kembali keruangannya.


Albert melamun disana mencoba memahami apa yang sebenarnya terjadi. Tiba-tiba seseorang masuk keruangannya, Ia menoleh dan ternyata itu adalah orang kepercayaannya.


" Roy, masuk. Tolong tutup pintunya. "


Roy mengangguk dan menutup pintu rapat- rapat.


" Roy, apa kamu bisa melacak dimana mereka menyekap Leony. Entah mengapa, rasanya aku tidak percaya pada Pria itu. "


Roy nampak diam sesaat, sebelum akhirnya berkata.


" Saya tidak bisa melacak keberadaannya, sepertinya wanita itu tidak berada di lokasi kita saat sini. " Albert merasa sedikit tenang.


Seminggu telah berlalu setelah Albert memutuskan kembali ke markas dan menuruti semua yang di inginkan Robert.


" Bos, mohon maaf. Tapi coba lihat ini. "


Albert menerima ponsel dari tangan Roy, Ia memperhatikan dengan seksama apa yang ada di dalam video itu.


Jantung Albert berdetak lebih kencang, Ia mengepalkan tangannya.


" Apa, jadi dia bukan..... keterlaluan kau Robert. "


Albert sangat terkejut mengetahui semua rahasia tetang dirinnya. Ingin sekali menemui Robert namun di tahan oleh Roy.


" Bos, ada baiknya kalau Bos seperti ini saja. Anggap saja kalau Bos belum mengetahui mengenai hal ini, ini akan memudahkan kita untuk memantau apa yang sebenarnya mereka rencanakan.


Albert akhirnya mengalah dan memilih diam saja, mungkin benar apa yang di katakan oleh Roy bahwa dengan begini mereka bisa berbaur dengan sang Ayah.


Di tempat lain.


Asma yang semalaman melayani kegilaan suaminya kini kembali duduk seorang diri di depan meja rias.

__ADS_1


" Apa yang harus aku lakukan saat ini, aku wanita tidak berguna. Aku tidak bisa mengandung anak suamiku sendiri, apa yang harus aku lakukan. "


Asma menghubungi seseorang, Ia ingin sekali mencurahkan semua yang Ia rasakan saat ini. Tapi ponsel nya tidak bisa di hubungi.


__ADS_2