
Pukul sepuluh pagi menjelang siang, Kevin tiba di kediaman Angga. Setelah semalam Ia numpang tidur dirumah teman lamanya, pagi ini Ia memutuskan menemui Kanaya sang adik.
Sebenarnya malam tadi Ia ingin mencari penginapan, namun temannya memaksanya bermalam dirumahnya saja.
Kevin turun dari mobil dan memanggil satpam, satpam yang mendengar namanya di panggil segera keluar dari tempat pertapaannya.
" Siapa ya. " Tanyanya sembari mengernyitkan kening.
" Saya Pak, Bapak lupa sama saya. Saya saudaranya Kanaya, nama saya Kevin Pak. "
Si satpam menepuk jidatnya pelan dan tertawa.
" Oalah, Bapak lupa Mas. Maaf, maklum sudah tua. "
Kevin ikut tersenyum, si satpam memang suka melawak. Orang masih gagah dan tampan begitu malah ngaku- ngaku sudah tua.
Satpam membukakan pintu pagar untuk Kevin, Kevin masuk sembari mengucapkan terima kasih.
" Maaf Pak, apa Ibu saya ada disini. "Tanya Kevin kemudian.
Satpam kembali mengerutkan kening, beliau tidak pernah melihat Ibu dari majikan perempuannya itu datang kerumah itu.
" Nggak ada Mas. " Jawab Satpam ramah ramah.
" Oh, kok nggak ada. Kalau bukan disini lalu kemana Umi perginya. " Gumam Kevin namun masih di dengar oleh satpam.
" Maaf Mas, sebenarnya ada apa ya. Kok Mas Kevin kaya lagi bingung. "
Kevin yang masih kebingungan mencoba untuk tetap tersenyum.
" Ah nggak apa- apa Pak, kalau Adik saya apa ada dirumah. Saya ingin bertemu dengannya. "
Raut wajah satpam mendadak berubah, Ia bingung harus menjawab apa.
" Ah anu Mas, anu........ itu.... "
Kevin menjadi bingung mendengar jawaban satpam serta melihat reaksinya.
" Anu apa, Adik saya ada dirumah kan. "
Saat satpam sedang kebingungan, terdengar suara seseorang di pintu depan.
" Ada siapa Pak. " Tanya Asma yang sejak tadi mengintip dari balik tirai.
Diam-diam Ia kagum melihat ketampanan Kevin, apalagi tubuh atletisnya itu, membuat Ia membayangkan sesuatu yang yang tidak semestinya.
" Ini anu Bu, ada tamu. "
Kevin mulai merasa bingung, namun Ia mencoba tenang.
" Kenapa tidak disuruh masuk saja Pak. "
Satpam akhirnya mengajak Kevin masuk kerumah, Kevin mengangguk dan mengikuti langkah kaki Pak satpam.
" Silahkan duduk. " Asma meminta Kevin duduk di sofa.
Kevin duduk dengan perasaan bingung, rumah itu nampak sudah berbeda sejak terakhir dia berkunjung, bahkan tidak ada lagi foto pernikahan adiknya yang dulu terpampang di dinding rumah itu.
Beberapa kali Kevin melihat ke lantai atas, berharap sang Adik turun namun yang di harapkan tak kunjung datang.
" Maaf, kalau boleh tau Mas siapa ya. Dan ada keperluan apa Mas datang kemari. " Tanya Asma yang memang tidak tau menau siapa Kevin sebenarnya.
__ADS_1
Kevin menatap Asma dengan tatapan bingung, pasalnya Dia juga tidak pernah melihat wanita itu di rumah mewah itu sebelumnya.
" Maaf, kalau boleh tau anda siapa. Saya kemari ingin bertemu dengan Adik saya. "
Kini giliran Asma yang bingung, Ia mengira Angga punya saudara.
" Oh jadi Mas saudaranya Mas Angga ya, maaf tapi Mas Angga nya tidak ada dirumah. Dirumah hanya ada aku dan juga Ibu. "
Diam-diam satpam memanggil Bu Aminah dari arah luar, satpam mengetuk jendela Bu Aminah. Bu Aminah yang masih rebahan karena lelah habis memasak perlahan bangun, Ia membuka tirai dan langsung bertanya ketika melihat siapa yang mengetuk jendela.
" Maaf Bu kalau saya mengganggu Ibu, di ruang tengah ada Mas Kevin saudaranya Bu Naya. "
Bu Aminah terkejut, Ia menutup mulutnya dengan satu tangannya sedangkan yang satunya mengelus dadanya pelan.
" Siapa yang menyuruhnya masuk, apa dia sudah tau kalau Naya sudah tidak ada disini. "
Satpam menggeleng pelan, Ia belum memberitahukan keadaan rumah itu.
" Saya belum memberitahukan apapun Bu, kalau yang memintanya masuk adalah Bu Asma sendiri. Sekarang mereka ada di ruang tengah. "
Sementara di ruang tengah, Kevin sedang bertanya siapa sebenarnya Asma.
" Memangnya kamu siapa, kok saya belum pernah melihat anda. "
Asma tersenyum, Ia harus terlihat baik kepada seluruh keluarga suaminya, apalagi melihat ketampanan Kevin. Kelak seandainya Ia pisah dengan Angga, mungkin Ia bisa memiliki pria tampan di depannya itu.
" Saya ini Istrinya Angga, ipar kamu juga Mas. "
Kevin terkejut bukan kepalang, namun Ia mencoba berpikir positif. Mungkin Ia salah dengar, atau wanita mengada- ngada.
" Istri, bagaimana bisa Anda menjadi Istri Angga. "
Asma tertawa kencang, Ia merasa kalau ucapan Kevin lucu dan hanya main- main.
Kevin langsung berdiri, hatinya benar-benar sudah tidak nyaman.
" Apa maksudnya, jadi adik saya sudah diceraikan oleh suaminya begitu. "
Bukan hanya Kevin yang bingung, kini Asma pun bingung ketika mendengar kata Adik saya yang sudah di ceraikan oleh suaminya.
" Iya Nak Kevin. "
Kevin menoleh ke asal suara dan melihat Bu Aminah yang baru keluar dari kamarnya.
" Apa maksudnya ini Bu, apa Angga sudah menceraikan Naya adikku, tapi kenapa. "
Bu Aminah juga nampak bingung menjawab, selama sebulan ini wanita itu mulai menyadari kesalahannya. Apalagi ketika melihat perubahan rumah itu dan juga pekerjaan Angga, semua yang terjadi dirumah itu nampak sangat berbeda, saat Naya menjadi menantu dirumah itu dan ketika Asma menggantikannya, semua menjadi di luar kendali .
" Iya Kevin, semua sebenarnya terjadi karena salah faham. Angga ingin mendapatkan anak dari darah dagingnya sendiri, tapi Naya tidak bisa menerima semuanya, padahal dia sudah di vonis mandul oleh Dokter. "
Kevin tersenyum sinis, Ia merasa keluarga itu sangat kolot.
" Di vonis Dokter dan kalian percaya Bu, apa Dokter itu Tuhan. Keluarga yang aneh, benar- benar aneh. "
Asma tidak suka mendengar ucapan Kevin yang seolah menghina dirinya.
" Hei kamu yang sopan dong, mentang- mentang kamu aku ijinkan masuk lalu seenaknya kamu berkata seperti itu. Disini sudah sangat jelas kalau adikmu itu mandul, apa sepuluh tahun itu tidak cukup untuk membuktikan. Aku yang hanya satu bulan saja sudah bisa hamil, lalu apa itu namanya kalau bukan mandul. "
Kevin manggut-manggut, Ia juga masih tersenyum sinis pada wanita di depannya.
" Baiklah, sepertinya adik ku memang tidak pantas berada di keluarga ini. Keluarga yang katanya bermartabat tapi otaknya nihil, sekarang katakan dimana adik ku berada sekarang. "
__ADS_1
Asma ingin melayangkan tamparan pada Kevin namun di tahan oleh Bu Aminah, beliau tidak merasa marah atau tersinggung dengan ucapan Kevin.
" Bu, orang macam dia harus di beri pelajaran. Ucapannya sudah sangat keterlaluan. " Ucap Asma dengan nada amarah.
" Diam Asma, sebaiknya kamu duduk dan tidak perlu ikut campur dengan masalah ini. "
Mendengar bentakkan Bu Aminah akhirnya Asma pun duduk, nyalinya mendadak ciut karena tidak pernah mendengar suara keras mertuanya seperti ini sebelumnya.
" Maaf Kevin, tapi Naya sudah tidak ada disini semenjak dua bulan yang lalu. Ibu juga tidak tau, kemungkinan dia pulang kampung bersama Nur. "
Kevin mengingat apa yang di katakan tetangganya di kampung, sama persis. Bahwa Naya sang adik datang bersama Bi Nur pengasuhnya dua bulan yang lalu.
Kevin akhirnya pergi meninggalkan rumah itu, saat ini Ia harus mencari dimana keberadaan adiknya itu.
" Dasar orang sombong, nggak ada akhlak. Main pergi saja tanpa pamit, memangnya dia pikir dia siapa. " Gumam Asma.
Bu Aminah memandang Asma, makin kesini semakin kelihatan sifat buruknya. Kini Bu Aminah tau satu hal, bahwa keputusannya selama ini adalah salah besar.
Bu Aminah meninggalkan Asma seorang diri di ruang tengah dan kembali ke kamarnya, tubuh tuanya benar-benar lelah. Biasanya Ia dilayani tapi sekarang semua pekerjaan Dia yang kerjakan.
Kevin kembali ke mobilnya, disana Ia benar-benar bingung memikirkan dimana keberadaan Umi dan Adiknya.
Ia mengemudikan mobilnya menelusuri Ibukota, ketika melewati pertokoan Kevin melihat sebuah butik yang sepertinya Ia kenali.
Kevin memarkirkan mobilnya dan mencoba mengingat- ingat.
" Iya benar, kalau nggak salah ini butik milik Naya. Meskipun sudah berganti nama, namun tempatnya sepertinya masih sama. Tidak ada salahnya juga kalau aku turun, siapa tau aku bertemu Umi atau mendapat kabar soal mereka. "
Kevin turun dari mobilnya dan melangkah masuk kedalam butik, disana Ia disambut oleh seorang Pria berkepribadian ganda. Nampak cantik tapi punya tonjolan di leher.
" Selamat datang Mas, aih si tampan mau cari apa. "
Kevin berusaha tersenyum, Ia mengarahkan pandangannya kesana kemari namun tidak menemukan orang yang Ia kenal.
" Maaf, apa ini butik milik Bu Kanaya. "
Betty memindai penampilan Kevin, Ia nampak ragu untuk memberikan informasi yang sebenarnya pada Pria itu.
" Saya Kevin, kakaknya Kanaya "
Kevin mengeluarkan kartu pengenalnya dan juga satu foto di dompertnya yang menunjukkan kalau dia punya hubungan dengan Naya.
" Ah iya Mas, mari ikut saya. "
Kevin mengangguk dan ikut kemana Betty membawanya.
" Aulia, ada cowok tampan nyariin lo. "
Aulia yang sudah terbiasa dengan gaya bicara rekan kerjanya itu tidak heran lagi.
" Kamu ini ada- ada saja, siapa yang nyariin. " Tanya Aulia.
Betty meminta Kevin masuk, Aulia terkejut melihat siapa yang datang.
" Hai. "
Aulia meneguk salivanya sendiri ketika mendengar saudara dari sahabatnya itu menyapanya.
" Hai juga Mas, Betty bisa tolong tinggalkan kami berdua. "
Betty mengangguk dan pergi, Aulia mempersilahkan Kevin duduk.
__ADS_1
" Silahkan Mas Kevin. "
Kevin duduk di sofa, Ia melirik wanita di depannya yang nampak sibuk dengan ponselnya. Ia menunggu dengan sabar, mungkin wanita itu masih sibuk dengan urusan nya.