Perselingkuhan Berakhir Penyesalan

Perselingkuhan Berakhir Penyesalan
Bab 104 Persiapan Pernikahan


__ADS_3

Semalaman Erlangga memikirkan ucapan Ibunya, hingga sebuah ketukan di pintu membuyarkan lamunannya.


       " Eh Bimo. "


Erlangga berpikir bagaimana caranya Ia mengatakan maksudnya.


             " Emm Bimo, aku punya tugas penting untuk mu. "


Bimo mendengarkan dengan seksama apa yang di utarakan Angga, Bimo sedikit terkejut mendengar tugas yang di berikan Angga kali ini.


         " Ada apa Bimo, kok kamu sepertinya terkejut. Ada apa. "


Bimo menggeleng pelan dan mengatakan kalau tidak apa- apa.


       " Baik, aku ijin pamit. "


Angga menatap aneh pada tingkah sekertaris nya.


      " Ada apa dengan nya. "


Angga menghela nafas dan kembali duduk untuk melanjutkan pekerjaan nya. Sementara Bimo terus membatin sepanjang langkahnya sampai ke ruangan nya. Ia kemudian mengetikkan sesuatu di ponselnya dan mengirimkannya pada seseorang.


Di tempat berbeda


Sean tengah berbahagia, Ia begitu antusias menyambut hari bahagianya. Hal itu juga di dukung oleh kedua adiknya, Leony dan Leonal yang juga tidak kalah antusias.


        " Sudahlah Mas, tidak perlu sampai seheboh ini. Acara resepsinya kita adakan disini saja, cukup mengundang kerabat terdekat saja dan juga semua tetangga di komplek dekat sini saja. "


Kanaya yang sejak tadi melihat kehebohan Sean dan juga kedua adiknya hanya bisa geleng-geleng kepala.


" Tidak Ka, pokoknya kita harus membuat acara resepsi yang meriah. Abang kan punya banyak kolega bisnis tuh, masa iya sih nikahnya kaya orang kawin lari, diam-diaman begitu. " Protes Leony.

__ADS_1


Emang perempuan selalu ingin mendapatkan yang terbaik, itulah yang di lakukan Leony. Meskipun calon kakak iparnya tidak menginginkan apapun namun mereka akan berusaha memberikan yang terbaik.


Di saat diskusi tengah berlangsung, tiba-tiba Sean mengeluarkan pendapat nya dan membuat kedua adiknya terdiam.


" Sudah Dek, kita ikuti saja kemauan Naya. Kita akan adakan resepsinya disini dan mengundang beberapa kerabat dekat saja. "


Kanaya tersenyum bahagia berbeda dengan Leony, Ia menarik tangan Sean dan membawanya menjauh dari ruang tengah. Begitu juga dengan Leonal, Ia mengangguk pelan di depan Kanaya dan ikut mengejar kedua saudaranya.


" Abang, apa- apaan sih. Kok malah setuju dengan permintaan Kaka Naya, Abang kan bukan orang yang kere dan masih sanggup memberikan yang terbaik untuk Kak Naya. "


Leony melipat kedua tangannya di dada dengan wajah cemberut. Akhirnya Sean mengatakan alasan mengapa dirinya menyetujui apa yang di inginkan Kanaya, hal itu membuat Leony dan juga Leonal nampak shock.


Akhirnya mereka kembali ke dalam rumah menemui Kanaya dengan wajah yang masih shock. Kanaya memperhatikan sikap ketiganya yang menurutnya aneh.


" Kalian bertiga baik- baik saja kan. " Tanya Kanaya.


Sean tersenyum dan mengatakan mereka baik- baik saja.


" Baik-baik saja sayang, memangnya kenapa. " Tanya Sean balik.


Mereka kembali merundingkan mengenai rencana pernikahan yang akan di adakan dalam waktu dekat ini. Meskipun Sean menyetujui untuk resepsi di adakan di rumah saja bukan di gedung-gedung seperti kebanyakan pernikahan dari kalangan elite lainnya, namun tentu Ia akan memberikan sesuatu yang tentu berkesan untuk wanita yang sangat di cintainya itu. Hal itu tentu untuk membuktikan betapa besar rasa cintanya pada calon pendamping hidupnya itu.


Berbeda dengan Kanaya yang tengah di sibukkan dengan persiapan pernikahannya, di tempat berbeda Asma tengah menghabiskan waktu bersama Pria yang selama ini mampu memenuhi semua kebutuhannya. Keringat yang mengucur deras menandakan kalau keduanya benar-benar menikmati aktivitas yang mereka lakukan saat ini, suara ******* keduanya semakin menambah panas suasana.


Hal ini berlangsung sampai tiga hari sebelum mereka berpisah karena Danang harus kembali dengan rutinitas pekerjaan nya.


" Kenapa cemberut lagi sayang. " Tanya Danang.


Asma bergelayut manja seperti biasa, entah mengapa Ia merasa begitu nyaman bersama Pria yang sama sekali tidak Ia kenal asal usulnya itu. Ia juga tidak berniat menyelidiki latar belakang Danang, selama Ia merasa nyaman hal itu akan membuatnya terus menjalani perannya sebagai pemberi kepuasan. Lebih tepatnya sama-sama mencari kepuasan.


" Tentu saja aku sedih sayang, aku pasti akan merindukan mu. Aku juga takut kalau kamu tidak akan kembali untuk ku lagi, sedangkan aku sudah terbiasa dengan mu. "

__ADS_1


Danang mencium kening Asma dan berjanji akan kembali lagi, tak lupa juga Ia memberikan sejumblah uang seperti biasa. Mereka juga keluar dari hotel secara diam-diam dan terpisah.


" Eh, eh... coba lihat disana, bukankah itu Pria yang sama. " Ucap salah seorang Pria pada temannya.


Keduanya memperhatikan dengan seksama dan tak lupa mengambil foto sebagai bukti. Tidak lama berselang akhirnya yang mereka tunggu muncul juga, dengan cepat mereka mengabadikan momen tersebut.


" Baiklah, ayo ikutin. "


Keduanya saling pandang dan bergegas meninggalkan tempat mereka berdiri saat ini. Asma yang baru saja menerima sejumlah uang memutuskan untuk bersenang-senang terlebih dulu dan memilih kembali ke rumah pada malam hari.


Ia menghampiri beberapa pusat perbelanjaan dan juga sebuah salon langganan nya, tidak bisa di pungkiri kalau aktivitas nya selama tiga hari ini benar-benar menguras tenaganya begitu juga dengan bagian bawah tubuhnya yang hampir tak terasa lagi karena kebas.


Malam hari Ia baru kembali kerumah, Ia mengamati semua ruangan yang nampak sepi.


" Pada kemana semua orang, ah sudahlah aku lebih baik istrahat saja. Rasanya tubuhku lelah sekali. " Gumamnya.


Di tempat yang sama, seseorang datang mengendap-endap. Susi terkejut ketika seseorang sudah berada di kamarnya, Ia sontak berteriak karena terkejut dan sontak saja tubuhnya di tindih sesuatu yang sangat berat.


Susi kembali terkejut ketika melihat Angga yang sudah berada di atas tubuhnya, Ia dengan cepat meminta Angga agar segera menghindar dari tubuhnya.


" Bapak, cepat bangun. Saya tidak bisa nafas, cepat pergi dari kamar saya, bagaimana kalau ada yang melihat Bapak disini, pasti akan ada yang salah faham. " Usir Susi mulai ketakutan.


Benar saja tidak lama kemudian terdengar jeritan seseorang yang ternyata sudah berdiri di depan pintu. Susi yang ketakutan langsung minta maaf dan mencoba menjelaskan semua yang terjadi.


" Apa yang kalian lakukan disini. Oh, jangan bilang kalau kalian sudah bermain hal tidak senonoh di belakang ku. "


Susi kembali mengatakan kalau semua itu tidak benar, Ia merasa begitu frustasi karena Asma tidak mempercayai ucapannya dan justru mencoba melukainya. Angga dengan cepat menarik tangan Asma dan mendorong nya agar tidak menyakiti Susi.


" Kamu membela dia di banding aku istri mu sendiri, ternyata benar. Kalian memang sudah main serong di belakang ku selama ini. " Ucap Asma dengan mata memerah.


Angga yang geram langsung menarik tangan Asma menjauh dari kamar milik Susi, sementara Bu Aminah yang baru saja datang dan tidak tau menau mengenai apa yang telah terjadi langsung melangkah cepat memeluk tubuh Susi.

__ADS_1


Susi menangis terisak dan mengatakan kalau Ia tidak melakukan apapun seperti yang di tuduhkan oleh majikan perempuan nya.


Bu Aminah mengangguk dan membelai rambut Susi, beliau mencoba memberi kenyamanan pada asisten rumah tangga nya yang nampak tidak baik- baik saja.


__ADS_2