Perselingkuhan Berakhir Penyesalan

Perselingkuhan Berakhir Penyesalan
Bab 96 Mencari Alasan


__ADS_3

Angga kembali dengan wajah uring-uringan, kali ini Ia benar-benar terancam akan gulung tikar. Perusahan itu adalah harapan satu- satunya untuk dirinya, tapi ternyata kerjasamanya sudah di atur sedemikian rupa.


Sampai di rumah Ia juga tidak menemukan istrinya, ini sudah hari ketiga dirinya tidak bertemu dengan wanita itu. Bukan hanya tidak bertemu saja, nomor telponnya pun tidak bisa di hubungi.


" Bu...... Ibu. " Panggil Angga karena tidak menemukan keberadaan sang Istri.


Angga mencari sampai kedapur namun tidak menemukan keberadaan sang Ibu, tiba-tiba Ia terkejut karena disana ada Susi asisten rumah tangga mereka.


Susi pun terkejut melihat kedatangan Angga, Ia masih trauma dengan apa yang terjadi sebelum nya.


" Tunggu dulu Sus. "


Susi yang berniat kabur terpaksa menghentikan langkahnya karena suara Angga yang memintanya untuk tetap disana.


" Iy, iya Pak. Maaf, Bapak mau apa, biar saya siapkan. " Ucap Susi ketakutan.


" Yang lain kemana Susi, Asma atau Ibu. Aku tidak melihat mereka. " Tanya Angga sembari menoleh ke kiri dan kanan.


Susi mencoba menenangkan diri dan tersenyum.


" Maaf Pak, Bu Asma belum kembali. Kalau Ibu ada, beliau baru saja kembali ke kamar. "


Angga manggut-manggut mendengar jawaban Susi.


" Ya sudah kalau begitu, tolong buatkan aku kopi dan antarkan ke kamar. Aku ingin mandi sebentar. "


Angga langsung melangkah kembali ke kamarnya, sementara Susi mulai ketakutan. Apalagi Ia di minta membawa kopi buatannya kedalam kamar majikan laki-laki nya itu.


" Makasih ya Susi, oh ya itu uang yang tadi aku janjikan ada di atas meja, kamu ambil sa.... ... Ibu !! "


Angga terkejut, tadinya Ia mengira kalau yang masuk kedalam kamarnya adalah Susi, nyatanya bukan melainkan sang Ibu tercinta.

__ADS_1


" Uang ? Uang apa Nak. " Tanya Bu Aminah.


Angga gelagapan, Ia bingung harus memberi alasan apa pada Ibunya.


" Ah itu Bu, kemarin Susi bilang dia perlu uang. Katanya sih buat saudaranya di kampung, karena Asma tidak ada jadi dia minjam nya sama Angga. Kemarin Angga nggak punya uang cash jadi baru hari ini niatnya mau kasih. "


Bu Aminah nampak berpikir, Ia mengingat kejadian pagi tadi kalau Susi memang meminta ijin mengirim uang ke kampung halamannya.


" Ya ampun kamu ini Angga, seharusnya kalau kamu tidak punya uang kasih tau Ibu saja langsung. Kan kasihan Susi, bagaimana kalau di kampung kebutuhannya benar-benar mendesak. Pantesan pas di luar tadi dia ijin kirim uang pada Ibu. "


Di tempat lain, hanya dengan selimut menutup tubuh keduanya. Asma yang baru usai bergelut mencari kepuasan bersama, Asma bergelayut manja kedalam pelukan Danang.


" Kenapa, apa mau lagi. " Tanya Danang mencoba menggoda wanita yang selama beberapa minggu ini menjadi pemuas hasratnya.


Asma menggeleng pelan, jujur Ia merasa bagian bawah miliknya seperti tidak berasa lagi. Itu karena Danang memang menghajarnya tanpa mengenal waktu, mereka hanya istrahat ketika makan dan benar-benar lelah.


" Lalu kenapa wajahnya muram begitu. "


Danang menggeleng pelan sembari tersenyum, reaksi Asma benar-benar tersa menggemaskan baginya.


" Kok sedih, bukannya kamu juga akan pulang. Kamu juga akan melayaninya bukan, tidak mungkin kalau suami mu itu tidak minta jatah setelah berhari-hari Istrinya tidak pulang. "


Asma mengeratkan pelukannya, Ia mengecup dada Danang yang di tumbuhan bulu-bulu halus.


" Aku hanya milik mu Mas Danang, aku janji hanya akan melayani mu saja Mas. "


Danang mengecup kening Asma sedangkan Asma memejamkan matanya.


" Mas, apa kamu janji akan menikahi ku kalau sampai hubungan kita ini di ketahui oleh Mas Angga. Jujur Mas, aku sangat menginginkan mu, aku bahagia bersamamu. Aku juga berharap kalau Mas akan bertanggung jawab padaku, apa Mas Danang mau. "


Asma menatap Danang dengan tatapan sayu sedikit memohon, Danang memeluk tubuh Asma sebagai jawaban atas keinginan wanita itu.

__ADS_1


Akhirnya mereka berakhir dengan bersenang-senang sebelum kembali pada aktivitas masing-masing. Keduanya tumbang dengan peluh membanjiri tubuh mereka, bukan hanya itu, keduanya kompak mengatakan puas atas servis yang mereka berdua lakukan.


Setelah membersihkan diri, Asma meninggalkan hotel tempat dirinya bersenang-senang selama tiga hari belakangan ini.


Asma masuk kedalam rumah tanpa mengucap salam, itu karena Ia tidak ingin terjadi drama saat ini. Apalagi kalau sampai Ibu mertuanya yang melihatnya, bisa-bisa Ia akan di tanyakan banyak hal yang membuatnya kesulitan dalam memberi jawaban dari pertanyaan Ibu mertuanya.


" Eh, Ibu. Bu Asma sudah pulang, apa mau di buatkan minum atau mau di siapkan makan. " Tanya Susi yang kebetulan melihat kedatangan Asma.


Asma menggeleng dan melambaikan tangannya dengan cepat.


" Tidak perlu Susi, aku ingin istrahat. Tolong jangan katakan pada siapapun kalau aku pulang, aku capek mau istrahat. "


Susi mengangguk dan melanjutkan pekerjaannya mengolah bahan untuk di jadikan makan malam buat semuanya.


Disaat Ia fokus bekerja, muncullah Bu Aminah yang keluar karena mendengar ada suara yang mengobrol di luar.


" Susi. "


" Eh iya Bu. " Jawab Susi terkejut.


Bu Aminah tersenyum dan minta maaf ketika melihat keterkejutan Susi karena kedatangan nya.


" Tadi aku dengar ada ramai disini, kamu bicara sama siapa. Sepertinya tadi aku dengar ada suara Asma, apa dia sudah pulang. "


Susi mengangguk ragu, karena sebelumnya Ia sudah menyanggupi permintaan Asma agar tidak mengatakan pada orang lain tentang kepulangan nya.


" Syukurlah kalau begitu, oh ya kamu lanjutkan saja masaknya, aku ingin menemuinya sebentar. "


Susi gelisah dan bingung, melihat Bu Aminah melangkah kearah kamar majikannya.


" Bu, Ibu. Maaf, tapi tadi Bu Asma bilang jangan ada yang mengganggu nya. Beliau ingin istrahat karena lelah dari perjalanan jauh, bukan hanya itu sih Bu. Sebenarnya tadi Bu Asma minta Susi untuk tidak mengatakan kepada siapapun soal kepulangannya. Sekali lagi saya minta maaf. "

__ADS_1


Bu Aminah menghela nafas panjang, sebelum akhirnya kembali ke dapur, membantu Susi menyiapkan makan malam untuk mereka semua.


__ADS_2