Perselingkuhan Berakhir Penyesalan

Perselingkuhan Berakhir Penyesalan
Bab 52 Mengetahui Kebenaran


__ADS_3

Angga sedang berada di dalam kegelapan ketika tiba-tiba ada suara anak kecil memanggilnya.


" Pa, papa.... papa......! " Suara itu begitu jelas di pendengaran nya.


Angga mencoba mencari kemana suara itu berasal namun tidak menemukannya, Ia tiba-tiba terbangun ketika mendapat tepukan keras dari Istrinya.


" Aw........ ! " Angga membuka mata dan melihat Istrinya mengangkat tangan bersiap- siap memukulnya untuk yang kesekian kali.


" Sayang, kamu apa- apaan sih, ini sakit tau. " Protes Angga sambil mengelus bahunya yang sakit.


" Bodoh amat, siapa juga yang suruh kamu tidur usik. Mau main bola apa, mengganggu tau. Kalau Mas terus tidur seperti ini maka lebih baik Mas tidur di luar saja. "


Asma merebahkan tubuhnya dan kembali tidur membelakangi suaminya, sedangkan Angga mencoba mengingat- ingat mimpi yang beberapa hari ini selalu menghantui tidurnya.


Bukan hanya sekali tapi setiap kali Ia tertidur mimpi yang sama itu selalu berulang kali Ia alami.


" Ada apa ini, siapa yang selalu memanggilku Papa. Apa ini semua karena keinginan ku yang begitu ingin mendambakan seorang anak, sebagai penerus ku kelak. "


Di kota T


Sean masih enggan untuk pulang ke Jakarta, Ia selalu datang ke kediaman Naya, takut kalau mereka membutuhkan bantuannya.


Sama seperti hari ini, Sean ikut membantu Umi menggendong baby kembar yang belum mereka beri nama itu.


" Mas, kenapa Mas masih disini. Apa Mas nggak ada kerjaan. " Tanya Naya merasa tak enak hati.


Sean tersenyum sambil memandangi wajah baby boy yang ada di gendongannya.


" Aku kan Bos, tidak apa- apalah kalau aku nggak masuk kerja satu minggu atau bahkan satu bulan, kan bisa di wakilkan sama sekertaris. "


Naya memilih tidak membahas lebih lanjut, toh bukan rananya Ia harus ikut campur.


" Angga, ada apa. Apa ada masalah, sudah dua hari ini Istrimu mengadu bahwa kamu selalu gelisah ketika tidur. Apa ada masalah lagi di kantor. " Tanya Bu Aminah ketika sarapan berlangsung.


Angga menggeleng, meskipun tidak selancar dulu tapi alhamdulillah masih bisa di atasi.


" Nggak ada masalah Bu, di kantor semua aman- aman saja. Hanya saja semenjak pulang dari rumah sakit Angga selalu bermimpi aneh. "


Bu Aminah meletakkan sendoknya diatas piring ketika mendengar ucapan Angga, wanita paruh baya itu begitu di buat penasaran dengan yang baru saja di katakan Putranya itu.


" Apa maksud mu dengan aneh, aneh bagaimana Nak. " Tanya Bu Aminah lagi.


Angga lagi- lagi menggeleng pelan, Ia juga bingung.


" Angga mimpi berada di sebuah tempat yang gelap, tiba-tiba ada suara anak kecil yang memanggil Angga dengan sebutan Papa. Angga terbangun karena di gebukin oleh Asma. "


Dari ruang tengah Asma muncul, Ia sempat mendengar apa yang di ucapkan Angga dan itu membuatnya tidak terima.


" Enak saja Mas bilang aku gebukin, Mas saja di bangunin nggak bangun- bangun, malah tangannya begini- begini. " Jelas Asma sambil memperagakan tangannya meraba-raba.


Bu Aminah hanya bisa tertawa melihat tingkah Asma yang memperagakan bagaimana suaminya ketika tidur, beliau kemudian meminta keduanya untuk sarapan karena mereka harus berangkat bekerja.


" Ya sudah Nak, tidak apa- apa. Itu hanya bunga tidur, sekarang lanjutkan sarapannya saja. "


Setelah Angga berangkat bekerja Bu Aminah kembali ke kamarnya, Ia duduk di sofa sambil menebak-nebak apa yang sebenarnya terjadi.


" Apa itu anak Angga yang sempat keguguran, bukankah menurut kepercayaan disana bisa saja yang keguguran itu menemui orang tuanya melalui mimpi. Atau jangan- jangan ini pertanda kalau Asma akan segara hamil kembali. " Gumam Bu Aminah.

__ADS_1


Ponsel Bu Aminah berdering, wanita itu langsung menerimanya ketika melihat kalau yang memanggil adalah Arhan.


" Iya Nak, ada apa. "


Bu Aminah mendengarkan apa yang dikatakan Angga melalui sambungan telpon.


" Baiklah Nak, Ibu cari dulu ya. "


Bu Aminah mengambil kunci duplikat dan menaiki anak tangga perlahan menuju lantai dua


Kreekย  ! Bunyi pintu ketika di buka perlahan.


Bu Aminah melangkah masuk dan mencari apa yang di inginkan putranya.


" Map warna merah. " Gumam Bu Aminah.


Beliau mencari map yang berwarna merah dari laci satu kelaci yang lain namun belum juga Ia menemukan apa yang dicari.


Bu Aminah tidak putus asa dan terus mencari, tiba-tiba ekor matanya melihat sebuah gambar.


" Apa ini. " Gumamnya


Beliau memperhatikan benda itu dengan seksama.


" Oh hasil USG. " Bu Aminah menghela nafas.


Beliau mengingat kembali kejadian beberapa bulan yang lalu saat Dokter mengatakan tidak bisa menyelamatkan janin yang berada di rahim Asma.


" Hanya tinggal kenangan. " Ucap Bu Aminah lagi.


Ketika akan mengembalikan pada tempatnya tiba-tiba matanya melihat sesuatu, niat hati ingin merapikan hasil USG agar tidak berantakan atau hilang, beliau justru di buat penasaran dengan sebuah kertas yang ada di amplop itu.


" Bapak Erlangga Saputra Wardhana dan Ibu Kanaya Putri Wulandari............. dinyatakan POSITIF HAMIL. "


Bu Aminah langsung shock, beliau sampai membacanya berulang-ulang namun hasilnya tetap sama. Bapak atas nama Erlangga Saputra Wardhana dan Ibu Kanaya Putri Wulandari.


Bayangan kurang lebih sembilan bulan yang lalu mencuat di ingatan Bu Aminah, dimana waktu itu Naya berulang kali mengatakan kalau dirinya tengah hamil namun tidak ada satupun yang percaya.


" Ya Allah, apa waktu itu Naya berkata jujur. Apa waktu itu dia benar-benar hamil. " Bu Aminah menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


Beliau nampak shock mendapati kenyataan itu, beliau berulang kali jatuh ketika akan berdiri. Ponselnya berdering kembali dan ternyata Angga yang menghubunginya.


" Hmm. "


" Iya Nak, biar Ibu yang antar kesana. "


Dengan jantung yang masih berdebar, Bu Aminah mencari map yang di minta Angga. Ternyata amplopnya terselip di laci paling atas.


Bu Aminah memeriksanya sebelum akhirnya mengantarkan ke perusahaan milik Putranya.


" Mang, kita ke kantor sekarang ya. Ada berkas Angga yang ketinggalan. "


Mang satpam mengangguk dan menerima kunci dari tangan Bu Aminah. Di dalam mobil Bu Aminah terdiam, Ia masih nampak shock dengan semua yang baru saja di ketahui nya.


" Jalan saja Mang, tidak ada apa-apa. "


Satpam yang bertugas menyupir pun mengangguk dan kembali menambah kecepatan.

__ADS_1


" Apa mau di antar Bu. " Tanya Mang satpam ketika mereka sudah tiba di area parkiran.


Bu Aminah menggeleng, Ia masih bisa masuk sendiri.


" Tidak perlu Mang, Mamang tunggu disini saja. "


Bu Aminah buru- buru masuk, Ia sudah sangat ingin bertemu dengan Angga untuk membicarakan apa yang baru saj Ia dapat.


Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu Bu Aminah angsung masuk. Angga terkejut melihat kedatangan Ibunya.


" Apa Ibu telat Nak. " Tanyanya dan Angga menjawab tidak.


Bu Aminah meletakkan map yang di minta Angga di atas meja, Angga mengambilnya dan membukanya.


Ia mengerutkan keningnya melihat ada sebuah amplop disana.


Angga meletakkan amplop itu di atas meja dan kembali pokus dengan pekerjaannya, yaitu memeriksa laporan yang ada di dalam map yang di bawa oleh Ibunya.


" Angga, apa kamu sudah tau isi amplop itu. " Tanya Bu Aminah hati- hati.


Angga mendongakkan wajahnya, menatap wajah Ibunya.


" Amplop, amplop apa Bu. " Tanya Angga.


Bu Aminah mendorong pelan amplop yang sebelumnya di anggurin oleh Angga.


" Apa ini Bu. "


" Buka saja Nak. "


Angga membukanya dan melihat hasil USG, sama seperti reaksi Bu Aminah. Angga juga tidak begitu menghiraukan nya.


" Oh, hasil USG. Untuk apa Bu, ini sudah tidak ada gunanya lagi. "


Angga hendak meremas hasil USG dan juga amplop itu namun Bu Aminah dengan cepat menahannya.


" Jangan di buang Nak, coba di baca dulu isinya. "


Bu Aminah memberikan amplop yang didalamnya berisi surat keterangan, dengan rada malas Angga mulai membacanya.


" Bapak Erlangga Saputra Wardhana dan Istri Kanaya Putri Wulandari........... dinyatakan POSITIF HAMIL. "


Lagi- lagi Angga yang belum loading tidak menyadari apa yang baru saja Ia sebutkan, Ia kembali ingin meremas kertas itu untuk di buang ke tong sampah.


" Bapak Erlangga dan Ibu Kanaya, Angga apa kamu tidak sadar juga kalau itu hasil USG milik Naya bukan Asma. "


Suara Bu Aminah sedikit meninggi, berhasil membuat Angga mulai menyadari kesalahannya, Ia langsung membaca isi surat itu lagi.


Angga terkejut ketika sudah sepenuhnya menyadari apa isi surat itu.


" Naya Bu, benarkah dia hamil. Ya Tuhan..... jadi waktu itu Dia...... ! "


Angga benar-benar shock, Ia memperhatikan hasil USG yang ada di tangannya.


" Iya Angga, itu hasil USG sembilan bulan yang lalu. Saat itu usia kehamilannya memasuki tujuh minggu atau sekitar dua bulan. Angga, kalauย  benar dia hamil berarti saat ini Dia sudah melahirkan anak kalian. "


Angga manggut-manggut, Ia membenarkan apa yang di katakan oleh Ibunya.

__ADS_1


" Ibu benar. Ya Allah Bu, Aku benar-benar bahagia saat ini. Aku punya anak sekarang, aku punya anak Bu. Aku harus mencari dimana Naya tinggal saat ini, di rumah Umi. Benar, dia dan juga bayiku pasti berada di rumah Umi. "


Angga sangat bahagia, saking bahagianya Ia sampai meneteskan air matanya. Ia bertekad akan menemui Naya di kampung halamannya.


__ADS_2