
anda mau apa tuan permisi saya harus kembali.."ucap Amanda
kita akan kembali tapi tidak sekarang sayang sabar lah dulu."ada senyum miring di bibir Angkasa dia senang sekali melihat wajah tegang Amanda.
duh tuan kulkas ini kenapa semakin dekat sih aku kan jadi deg deg kan "batin Amanda.
"di usap nya pelan wajah Manda yang cantik dan ntah kenapa Angkasa yang tadi nya hanya berniat menjahili Amanda justru saat ini malah teransang sendiri dengan hanya melihat wajah Amanda dari dekat saja.
shittt kenapa kau bangun di saat yang tidak tepat boy, sabar lah sebentar lagi akan ku temukan tempat mu bersinggah jadi bersabar lah."ucap Angkasa dalam hati yang sadar si boy merespon sungguh dia sedikit terkejut karna selama ini mau wanita secantik apapun tak ada yang bisa membangun kan si boy..
Hemm dasar tuan mesum satu ini akan ku balas kau ya aku tak akan takut kita lihat sekarang "ucap Amanda dalam hati saat melihat mimik wajah angkasa yang seperti menahan sesuatu, dia pun punya ide gila.
emm ada apa tuan kenapa wajah mu merah sekali."tanya Amanda yang saat ini mengelus jakun Angkasa dan melangkah maju dan Kini giliran Angkasa yang melangkah mundur Amanda makin mendekat hingga angkasa dan Amanda terjatuh di atas ranjang Amanda yang melihat wajah Angkasa yang semakin merah dia malah dengan sengaja mengelus dada bidang Angkasa.
sial apa yang di lakukan wanita ini niat hati hanya mengerjai dia kenapa malah aku sendiri yang kepanasan."gerutu Angkasa dalam hati
__ADS_1
Jangan salah kan aku nona kau sudah membangun kan sesuatu yang sedang tidur dan kau harus bertanggung jawab.
"sungguh Angkasa tak sanggup lagi dengan cepat dia menarik Amanda dan mencium nya dan ******* nya,Amanda yang kaget akan pergi tapi ia di tarik kembalik.
"mereka sama sama normal apalagi Amanda seorang janda yang sudah lama tidak mendapat kan belaian kasih sayang seorang lelaki, yang awal nya saling mengerjai malah termakan kejahilan masing masing.
"awal nya hanya ciuman saja lama lama kedua nya hanyut begitu saja sampai tak terasa saat ini gaun atas Amanda sudah terbuka dan memperlihat kan dua gunung kembar yang sangat indah di depan Angkasa.
is you beautiful sayang "ucap Angkasa yang melihat dua gunung Amanda dan segera ia buka kain yang menutupi 2 gunung Amanda di remas nya dua gunung itu dan di ***** nya.
" desah Amanda yang sudah tak tahan tapi dia tak ingin lebih dari ini sungguh, dia takut saat ini tapi tubuh nya berbicara lain. sampai kegiatan mereka terhenti saat mendengar suara hp Amanda yang terus berbunyi dari tadi.
"karna terganggu angkasa berniat akan membuang hp Amanda namun di cegah oleh Amanda dan dilihat nya siapa yang menelfon nya saat ini.
Arumi calling...
__ADS_1
hah Rumi.."panggilan pun tersambung dengan segera Amanda beranjak dari ranjang dan menuju kamar mandi.
Hallo Rum ada apa..??
Lo dimana Man gue cariin gak ada Lo." tanya Rumi.
oh iya sebentar lagi gue kesitu rum tadi gue ke kamar mandi sebentar ini sudah siap tunggu ya."ucap Manda yang sambil membenarkan gaun dan riasan nya.
"setelah telfon mati dia keluar dari kamar mandi dan melihat Angkasa yang masih di atas ranjang saat ini.
maaf tuan saya harus pergi saat ini teman saya sudah menunggu.
pergilah.."ucap Angkasa yang masi menahan sesuatu di bawah sana dia harus segera menuntas kan ini jadi dia segera menjawab saat Amanda ingin pergi.
"sesampai nya di luar kamar hotel Amanda merasa lega karna hampir saja mereka berdua hanyut lebih jauh lagi dari yang tadi
__ADS_1
hufff hampir saja terima kasih Rumi kau menyelamat kan ku.