
kadavi dan keluarga nya tengah menikmati pesta kecil yang di persiapkan Arisya untuk suami nya itu,Sorang asisten rumah tangga datang dengan wajah sedikit panik
PRT" nyonya nyonya (berlari kecil)
Arisya yang melihat hal itu mendatangi asisten rumah tangga nya itu
Arisya" ada apa Bu
PRT" nyonya di luar ada anak sekolah yang babak belur dia mencari nona Avila
Arisya" anak sekolah,oh astaga biar aku yang temui,dan bawakan kotak obat ya Bu
PRT" baik nyonya
Arisya berjalan mendekati kadavi yang bertanya tanya
kadavi" ada apa sayang
Arisya" adik tiri avila,dia mencari Avila,tapi wajah nya babak belur
kadavi" mau apa dia kemari (kesal)
Abe" ada apa ? (melihat ke arah Arisya)
kadavi" tidak ada Apa apa dad
Abe" jangan bohong kadavi,Arisya? (menatap Arisya )
Fara" apa ada masalah ?
Abe" Arisya (masih menatap Arisya menuntut jawaban)
Arisya mau tidak mau angkat bicara
Arisya" begini dad,a-adik Tiri Avila
Abe" adik tiri? maksud mu
Arisya ingin menjawab namun asisten rumah tangga Arisya datang
PRT" nyonya ini kotak obat nya
Arisya" ah terimakasih
Arisya mengambil kotak obat itu,dan meminta asisten rumah tangga nya mempersilahkan Aryan masuk
Abe" apa Naila mempunyai anak lagi,dan kenapa kami tidak tahu ? (bingung) bukankah Naila mengangkat rahim nya saat Avila lahir
kadavi dan Arisya terdiam karena mereka tidak tahu apa apa
Fara" iya Naila melahirkan anak itu,saat Avila berusia tujuh tahun
Abe,kadavi dan Arisya sontak menoleh ke arah Fara
Abe" kamu tahu hal itu,dari mana kamu tahu,kenapa tidak memberi tahu aku ?
Fara" saat itu kadavi sakit,kamu tidak di rumah,aku tidak sengaja bertemu Naila di sana,yang mengendong seorang bayi laki laki,yang baru beberapa hari ia lahirkan,saat itu Naila memohon pada ku agar aku menyembunyikan anak,karena ia tidak mau kekejaman ayah Jeremy menyakiti putra nya
Abe" kekejaman ayah Jeremy ? maksud mu ?
__ADS_1
Fara" nanti aku ceritakan,Arisya obati anak itu,dan berikan dia minum dan makan,kamu harus bicara
Arisya" oh,baik mom
Arisya membawa Fari dan kotak obat nya,untuk mengobati Aryan
Arisya" Aryan
Aryan" Kak,dimana kak Avila
Arisya" duduk lah,dan pegang Fari,biar obati dulu luka mu,kenapa bisa seperti ini
Aryan" kak apa,kak Avila baik baik saja,terakhir aku bertemu,Kak Avila sakit,dan aku beberapa kali mencarinya mereka tidak memberi tahu,kak hanya kakak yang mau mendengarkan ku,tolong beri tahu aku,tidak ada tempat lain lagi buat ku bertanya selain pada kakak
Arisya" Avila baik baik saja (membersihkan luka di wajah Aryan) Avila sedang sibuk,karena sebentar lagi dia akan kembali ke Jerman,karena urusan nya sudah selsai
Aryan" kenapa cepat sekali,dia belum bertemu mama
Arisya" Aryan,rasa sakit hati seseorang mungkin akan hilang,tapi ingatan buruk sulit untuk hilang,apa ada lagi yang luka
Aryan" (menunjukan siku nya) tapi kak,aku ingin kak Avila menemui mama walau sekali,aku ingin kak Avila mendengar sesuatu
Arisya" apa itu,kamu tidak pernah mau memberi tahu ku
Aryan" aku mau kak Avi yang mendengar pertama kali kak,agar semua ini berakhir
Arisya" baik lah,aku mengerti sekarang sudah selsai,pulang lah istirahat,Aryan
Aryan" iya kak
Arisya" apa kamu bertengkar dengan seseorang
Arisya" jika tidak sengaja tidak sebanyak ini,Aryan jaga diri mu dengan baik,agar bisa menjaga mama mu,jika seperti ini mama mu akan khawatir
Aryan" (menunduk kan kepala) aku tahu kak
Arisya" minum lah dulu,lalu pulang lah,tenang saja Avila baik baik saja
Aryan meneguk teh yang masih terlihat berasap itu dnegan sekali teguk,membuat Arisya terkejut
Aryan" jika begitu aku pulang kak
Arisya mengantar Aryan sampai di depan rumah memastikan anak itu benar benar meninggalkan rumah nya
sementara Abe,Fara dan kadavi berada di ruang kerja kadavi
Abe" apa yang kamu tidak tahu,ceritakan
Fara" Naila saat itu bercerita pada ku,jika setelah dirinya berpisah dari Jeremy,saat itu ayah Jeremy tidak membiarkan Naila hidup tenang,Naila selalu saja di ganggu oleh anak buah nya,bahkan Naila sampai berpura pura menjadi gembel agar mereka tidak mengenali Naila
Abe" ayah jeremy melakukan itu,apa jeremy tahu soal itu
Fara" aku rasa jeremy tidak tahu,jika dia tahu mungkin Naila tidak harus melakukan itu
Abe" lalu anak itu,anak Lian
Fara" em
Abe" tapi bukan nya Lian meninggal dua Minggu dari mereka menikah
__ADS_1
Fara" aku juga tidak tahu
kadavi" tunggu siapa Lian dan kenapa dia meninggal?
Abe seketika mengingat perkataan istrinya itu
Abe" aku harap kepergian Lian tidak ada hubungan dengan ayah Jeremy
kadavi" tunggu dulu,apa ada hal yang kami tidak tahu
Fara" kadavi jangan beritahu Avila mengenai masalah ini
kadavi" beri tahu aku
Fara" kami tidak pernah cerita mengenai masalah kakek nya bahkan pada uncle Jeremy,jadi jangan beri tahu
kadavi" kenapa kakek Avila begitu kejam
Abe" didikan tentara,dan dia tidak mau jika tidak ada yang mengikuti peraturan nya,dan lagi mereka mendapatkan Naila karena hutang
kadavi" lalu apa yang harus kita lakukan pada anak itu
Abe" biarkan saja,sebentar lagi Avila akan pulang ke Jerman,dan dua hari lagi Jeremy akan tiba untuk menjemput Avila
kadavi" dad kenapa aku merasa ada hal yang janggal
Abe" Daddy pun begitu,Daddy akan cari tahu,sampai semua jelas jangan ada yang buka suara oke,sayang kembali ke rumah dulu,aku akan menemui Vero
kadavi" biar Davi yang antar bersama Arisya
sementara Aryan yang sudah tiba di rumah nya enggan untuk masuk,karena ia takut jika ibunya panik melihat wajah babak belur nya,tapi seperti biasa Naila selalu tahu jika putra nya itu kembali
Naila" Aryan (dengan lembut) Daddy mencari mu tadi datang lah dulu ke rumah nya
Aryan" iya ma,aku ganti baju dulu
Aryan hendak masuk ke kamar namun Naila menghentikan langkah putra nya itu
Naila" apa kamu di bully lagi,dan membela diri mu
Aryan" (menundukan kepala) aku kesal ma,aku tidak bisa diam saja saat mama di hina
Naila" sudah berapa kali mama katakan,jangan ladeni mereka anggap saja mereka itu tidak ada,jangan pedulikan lihat wajah mu,apa kamu menemui nya lagi
Aryan" em (menundukan kepala)
Naila" menyerah lah,mereka tidak akan menerima mu,dan mereka juga tidak akan pernah tahu,Aryan jangan buat diri mu menderita nak,cukup mama saja
Aryan" tapi ma
Naila" Aryan sudah lah,mama sudah cukup senang bersama mu,jangan lagi berhubungan dengan mereka,pergi lah ke rumah Daddy mu dia menunggu
Naila pergi meninggalkan Aryan,yang masih menatap Naila
"mama boleh berbicara seperti itu,tapi mata mama tidak bisa bohong pada ku ma,aku janji aku akan bawa kakak menemui mama,apa pun caranya" dalam hati Aryan
_________________
TBC
__ADS_1
next