Pilihan Hidup Ku

Pilihan Hidup Ku
PHK 101


__ADS_3

kadavi dan keluarga nya tengah menikmati pesta kecil yang di persiapkan Arisya untuk suami nya itu,Sorang asisten rumah tangga datang dengan wajah sedikit panik


PRT" nyonya nyonya (berlari kecil)


Arisya yang melihat hal itu mendatangi asisten rumah tangga nya itu


Arisya" ada apa Bu


PRT" nyonya di luar ada anak sekolah yang babak belur dia mencari nona Avila


Arisya" anak sekolah,oh astaga biar aku yang temui,dan bawakan kotak obat ya Bu


PRT" baik nyonya


Arisya berjalan mendekati kadavi yang bertanya tanya


kadavi" ada apa sayang


Arisya" adik tiri avila,dia mencari Avila,tapi wajah nya babak belur


kadavi" mau apa dia kemari (kesal)


Abe" ada apa ? (melihat ke arah Arisya)


kadavi" tidak ada Apa apa dad


Abe" jangan bohong kadavi,Arisya? (menatap Arisya )


Fara" apa ada masalah ?


Abe" Arisya (masih menatap Arisya menuntut jawaban)


Arisya mau tidak mau angkat bicara


Arisya" begini dad,a-adik Tiri Avila


Abe" adik tiri? maksud mu


Arisya ingin menjawab namun asisten rumah tangga Arisya datang


PRT" nyonya ini kotak obat nya


Arisya" ah terimakasih


Arisya mengambil kotak obat itu,dan meminta asisten rumah tangga nya mempersilahkan Aryan masuk


Abe" apa Naila mempunyai anak lagi,dan kenapa kami tidak tahu ? (bingung) bukankah Naila mengangkat rahim nya saat Avila lahir


kadavi dan Arisya terdiam karena mereka tidak tahu apa apa


Fara" iya Naila melahirkan anak itu,saat Avila berusia tujuh tahun


Abe,kadavi dan Arisya sontak menoleh ke arah Fara


Abe" kamu tahu hal itu,dari mana kamu tahu,kenapa tidak memberi tahu aku ?


Fara" saat itu kadavi sakit,kamu tidak di rumah,aku tidak sengaja bertemu Naila di sana,yang mengendong seorang bayi laki laki,yang baru beberapa hari ia lahirkan,saat itu Naila memohon pada ku agar aku menyembunyikan anak,karena ia tidak mau kekejaman ayah Jeremy menyakiti putra nya


Abe" kekejaman ayah Jeremy ? maksud mu ?

__ADS_1


Fara" nanti aku ceritakan,Arisya obati anak itu,dan berikan dia minum dan makan,kamu harus bicara


Arisya" oh,baik mom


Arisya membawa Fari dan kotak obat nya,untuk mengobati Aryan


Arisya" Aryan


Aryan" Kak,dimana kak Avila


Arisya" duduk lah,dan pegang Fari,biar obati dulu luka mu,kenapa bisa seperti ini


Aryan" kak apa,kak Avila baik baik saja,terakhir aku bertemu,Kak Avila sakit,dan aku beberapa kali mencarinya mereka tidak memberi tahu,kak hanya kakak yang mau mendengarkan ku,tolong beri tahu aku,tidak ada tempat lain lagi buat ku bertanya selain pada kakak


Arisya" Avila baik baik saja (membersihkan luka di wajah Aryan) Avila sedang sibuk,karena sebentar lagi dia akan kembali ke Jerman,karena urusan nya sudah selsai


Aryan" kenapa cepat sekali,dia belum bertemu mama


Arisya" Aryan,rasa sakit hati seseorang mungkin akan hilang,tapi ingatan buruk sulit untuk hilang,apa ada lagi yang luka


Aryan" (menunjukan siku nya) tapi kak,aku ingin kak Avila menemui mama walau sekali,aku ingin kak Avila mendengar sesuatu


Arisya" apa itu,kamu tidak pernah mau memberi tahu ku


Aryan" aku mau kak Avi yang mendengar pertama kali kak,agar semua ini berakhir


Arisya" baik lah,aku mengerti sekarang sudah selsai,pulang lah istirahat,Aryan


Aryan" iya kak


Arisya" apa kamu bertengkar dengan seseorang


Arisya" jika tidak sengaja tidak sebanyak ini,Aryan jaga diri mu dengan baik,agar bisa menjaga mama mu,jika seperti ini mama mu akan khawatir


Aryan" (menunduk kan kepala) aku tahu kak


Arisya" minum lah dulu,lalu pulang lah,tenang saja Avila baik baik saja


Aryan meneguk teh yang masih terlihat berasap itu dnegan sekali teguk,membuat Arisya terkejut


Aryan" jika begitu aku pulang kak


Arisya mengantar Aryan sampai di depan rumah memastikan anak itu benar benar meninggalkan rumah nya


sementara Abe,Fara dan kadavi berada di ruang kerja kadavi


Abe" apa yang kamu tidak tahu,ceritakan


Fara" Naila saat itu bercerita pada ku,jika setelah dirinya berpisah dari Jeremy,saat itu ayah Jeremy tidak membiarkan Naila hidup tenang,Naila selalu saja di ganggu oleh anak buah nya,bahkan Naila sampai berpura pura menjadi gembel agar mereka tidak mengenali Naila


Abe" ayah jeremy melakukan itu,apa jeremy tahu soal itu


Fara" aku rasa jeremy tidak tahu,jika dia tahu mungkin Naila tidak harus melakukan itu


Abe" lalu anak itu,anak Lian


Fara" em


Abe" tapi bukan nya Lian meninggal dua Minggu dari mereka menikah

__ADS_1


Fara" aku juga tidak tahu


kadavi" tunggu siapa Lian dan kenapa dia meninggal?


Abe seketika mengingat perkataan istrinya itu


Abe" aku harap kepergian Lian tidak ada hubungan dengan ayah Jeremy


kadavi" tunggu dulu,apa ada hal yang kami tidak tahu


Fara" kadavi jangan beritahu Avila mengenai masalah ini


kadavi" beri tahu aku


Fara" kami tidak pernah cerita mengenai masalah kakek nya bahkan pada uncle Jeremy,jadi jangan beri tahu


kadavi" kenapa kakek Avila begitu kejam


Abe" didikan tentara,dan dia tidak mau jika tidak ada yang mengikuti peraturan nya,dan lagi mereka mendapatkan Naila karena hutang


kadavi" lalu apa yang harus kita lakukan pada anak itu


Abe" biarkan saja,sebentar lagi Avila akan pulang ke Jerman,dan dua hari lagi Jeremy akan tiba untuk menjemput Avila


kadavi" dad kenapa aku merasa ada hal yang janggal


Abe" Daddy pun begitu,Daddy akan cari tahu,sampai semua jelas jangan ada yang buka suara oke,sayang kembali ke rumah dulu,aku akan menemui Vero


kadavi" biar Davi yang antar bersama Arisya


sementara Aryan yang sudah tiba di rumah nya enggan untuk masuk,karena ia takut jika ibunya panik melihat wajah babak belur nya,tapi seperti biasa Naila selalu tahu jika putra nya itu kembali


Naila" Aryan (dengan lembut) Daddy mencari mu tadi datang lah dulu ke rumah nya


Aryan" iya ma,aku ganti baju dulu


Aryan hendak masuk ke kamar namun Naila menghentikan langkah putra nya itu


Naila" apa kamu di bully lagi,dan membela diri mu


Aryan" (menundukan kepala) aku kesal ma,aku tidak bisa diam saja saat mama di hina


Naila" sudah berapa kali mama katakan,jangan ladeni mereka anggap saja mereka itu tidak ada,jangan pedulikan lihat wajah mu,apa kamu menemui nya lagi


Aryan" em (menundukan kepala)


Naila" menyerah lah,mereka tidak akan menerima mu,dan mereka juga tidak akan pernah tahu,Aryan jangan buat diri mu menderita nak,cukup mama saja


Aryan" tapi ma


Naila" Aryan sudah lah,mama sudah cukup senang bersama mu,jangan lagi berhubungan dengan mereka,pergi lah ke rumah Daddy mu dia menunggu


Naila pergi meninggalkan Aryan,yang masih menatap Naila


"mama boleh berbicara seperti itu,tapi mata mama tidak bisa bohong pada ku ma,aku janji aku akan bawa kakak menemui mama,apa pun caranya" dalam hati Aryan


_________________


TBC

__ADS_1


next


__ADS_2