Pilihan Hidup Ku

Pilihan Hidup Ku
PHK 26


__ADS_3

"apa Alicia mencoba meminum racun" kadavi terkejut mendengar penuturan asisten rumah tangga nya,hal itu membuat arisya dan yang lain mendengar ,mendengar sahabat nya mencoba bunuh diri sontak Arisya mendekati kadavi


Arisya" (memegang jas kadavi) bagaimana ke adaan dimana dia sekarang?


kadavi" diam lah kamu mengerti tidak (berteriak) baik lah Bu saya akan segera ke rumah sakit tolong jaga dia


Arisya dan kadavi berlari meninggalkan kantor,Evan mengejar Arisya karena ia yakin Arisya sedang panik saat ini


Evan" sya,sya


Arisya" ada apa lagi,aku harus menemui Alicia,dia butuh aku


Evan" Lo mau naik apa ke sana sya,jalan kaki ?


Arisya" cepat Van,kejar kadavi, kita jangan sampai ke hilangan jejak


Evan dan Arisya berlari ke parkiran mengambil motor Evan,dan mengikuti kadavi yang baru saja keluar dari parkiran,sepanjang perjalanan Arisya terus berdoa agar sahabatnya itu selamat,dan baik baik saja,karena dirinya merasa sangat bersalah jika terjadi sesuatu pada sahabat nya itu


Arisya dan Evan tiba di rumah sakit,Arisya langsung berlari masuk


Arisya" mba pasien atas nama Alicia,baru saja masuk di ruangan apa


resepsionis" sebentar nona,nyonya Alicia berada di ruangan VVIP nomor kamar dua tiga Lima lantai empat


Arisya" terimakasih mba


Evan" sudah sya


Arisya" ah sudah ayo Van cepat. kita temui Alicia


Arisya dan Evan berlari masuk kedalam lift,pintu lift terbuka menandakan mereka sudah sampai di tujuan


Arisya langsung berlari mencari kamar Alicia


Arisya" ini dia


Arisya masuk kedalam dan melihat ruangan itu sangat berantakan dan kadavi tengah memegang botol infus


Alicia" pergi kalian dari sini,aku tidak mau melihat kalian,kenapa kalian menyelamatkan ku,aku benci kalian


Arisya" ci-cia


Alicia melihat ke arah pintu dimana Arisya tengah berdiri


kadavi" pergi kamu,untuk apa kamu kesini


kadavi mendekati Arisya namun Alicia menghentikan langkah kadavi


Alicia" jangan mengusir nya,aku meminta kalian semua untuk pergi,aku tidak suka melihat kalian,aku tidak perduli lagi,aku hanya ingin menyusul papa ku,tidak ada lagi yang menyayangi ku di dunia ini tidak ada lagi yang perduli lagi pada ku,kalian semua sama saja (menangis )


Arisya" (mendekati Alicia) cia aku bisa jelaskan,sungguh aku menyayangimu,kamu sudah ku anggap saudara ku cia


Alicia" heh omong kosong,aku tidak percaya dengan kata kata mu itu


Arisya" cia (menangis)


kadavi" sayang jangan seperti ini aku benar benar minta maaf karena ke dibukan ku,kamu jadi ke sepian


Alicia" diam !!! (berteriak) kalian sama saja pergi kalian dari sini,jangan pernah temui aku lagi


Arisya" tidak aku tidak akan pergi,cia aku mohon


Alicia" jika begitu aku yang akan pergi

__ADS_1


alicia mengambil sebuah pisau kecil dan mengarahkan nya ke tangan nya,melihat itu Arsita dengan sigap merebut pisau itu hingga tangan nya berdarah


Arisya" jangan lakukan ini cia,aku mohon jangan akhiri hidup mu


Arisya memeluk Alicia dengan erat


Alicia" untuk apa aku hidup,tidak ada yang menginginkan ku,tidak ada yang menyayangi ku,semua orang yang aku sayangi semuanya meninggalkan ku


Arisya" aku menyayangi mu,aku tidak akan meninggalkan mu


Alicia" bullshit... kamu sama saja,setelah nya membaik kamu juga akan meninggalkan ku


Arisya" tidak,tidak aku tidak akan meninggalkan mu aku janji


Alicia" aku tidak percaya


Arisya" apa yang harus aku lakukan agar kamu percaya,berada di samping mu akan aku lakukan


Alicia"(menatap Arisya) berikan anak pada ku


Arisya sedikit terkejut dengan permintaan Alicia,dirinya melonggarkan pelukan nya pada Alicia


Alicia" lihat kamu tidak sanggup bukan,jangan pernah berjanji pada ku (tersenyum getir)


Arisya kembali memeluk erat Alicia


Arisya" baik jika itu bisa membuat mu percaya pada ku,aku akan memberikan mu anak,aku berjanji,tapi jangan lakukan ini alicia jangan akhiri hidup mu


Evan,kadavi,bahkan Alicia pun terkejut mendengarkan jawaban yang di berikan Arisya pada nya


Evan" sy-sya


kadavi hanya terdiam kini dirinya tidak mungkin memaki Arisya,karena ia takut jika Alicia akan bertidak bodoh lagi


Alicia tidak berkata apa pun,kini dirinya memeluk Arisya dengan erat


Evan dan kadavi hanya bisa terdiam melihat kedua wanita itu saling menangis


setelah ke adaan lebih baik,Arisya meminta perawat mulai memasang infus pada Alicia,dan membereskan ruangan itu,Arisya,Evan dan kadavi menunggu di luar


"apakah ini yang harus aku lakukan,apa aku salah,apa tindakan ku benar" Arisya bertanya tanya di dalam hatinya


Evan hanya bisa terdiam melihat rentetan kejadian di depan matanya


kadavi mendekati Arisya dan menarik Arisya menjauh dari sana


kadavi" apa kamu sudah gila,oh atau ini memang rencana mu iya,aku tidak sangka permainan mu sungguh kotor,baik lah kali ini aku akan ikut permainan mu,tapi setelah ini aku pastikan kamu akan menderita sampai kamu mengakhiri hidup mu sendiri,camkan baik baik


kadavi meninggalkan Arisya,yang masih mencerna kata kata kadavi,Evan menghampiri Arisya yang tengah melamun


Evan" sya Lo gak apa apa


Arisya" Van tolong jangan beri tahu siapa pun masalah ini aku mohon


Evan" Lo bisa percaya gue sya


Arisya" terimakasih Van


Evan" tapi sya apa lo yakin dengan pilihan Lo


Arisya" aku yakin Van


Evan" sya jika lo ragu,mending Lo gak usah jalanin itu,karena sesuatu yang di jalan kan dengan ke raguan akan berakhir gak baik

__ADS_1


Arisya" akan ku ingat nasehat mu Van,ayo kita lihat Alicia setelah itu kita kembali ke kantor,kak Danu pasti khawatir melihat kita berlari seperti tadi (tersenyum)


Evan dan Arisya kembali ke ruang rawat Alicia,kini ruangan itu sudah rapih,dan tangan Alicia kini sudah terpasang infus


Arisya melihat kadavi yang berbeda dimana mata nya penuh cinta menatap Alicia,dan terlihat khawatir


kadavi" aku tidak akan pergi aku akan menemani mu di sini,mama dan mommy sebenatar lagi tiba aku memberi tahu mereka


Alicia tidak menanggapi perkataan kadavi,saat melihat Arisya berada di depan pintu


Alicia" sya


Arisya"(tersenyum) iya cia (berjalan mendekati Alicia)


Alicia" kamu akan menepati janji mu kan,kamu akan menikahi mas Davi kan


Arisya"(menganggukkan kepala) em aku tidak akan bohong( tersenyum) tapi kamu harus berjanji untuk tidak menyakiti diri mu lagi,dan cepat pulih,oke


Alicia" (memeluk) terimakasih sya


Arisya" sama sama cia,kalo begitu aku harus kembali ke kantor,karena pekerjaan ku sangat banyak,karena mendengar ke adaan mu aku langsung berlari ke mari (terkekeh)


Alicia" kamu kebiasaan sya,tapi janji jika kamu akan kembali lagi ke mari


Arisya" em aku janji


Alicia" mas Davi antarkan sya mas


Arisya" tidak perlu,aku bersama Evan saja,biar mas Davi menunggu mu di sini,aku kan butuh orang yang mengirim bukti jika kamu mengabiskan makanan mu (tersenyum)


Alicia" baik lah jika begitu,Van titip sya ya,jangan sampai lecet


Evan" iya ibu model


Arisya dan Evan berpamitan,dan meninggalkan ruangan Alicia


Evan" sya gue tahu sekarang Lo lagi gak baik baik saja,gue tahu Lo kepaksa ngelakuin ini,sya kalo Lo mau mundur gue bakal bela Lo,tapi kalo Lo gak mau gue juga akan tetap bela Lo


Evan bicara panjang lebar namun Arisya hanya bisa diam,dan sibuk dengan fikiran nya sendiri


brug


Arisya menabrak seseorang,membuat nya terjatuh


Evan yang melihat itu langsung membantu Arisya


Evan" Lo gak apa apa sya


Arisya" (tersenyum) em aku baik baik saja (berdiri) maaf mba saya gak sengaja


orang itu berlalu,meninggalkan Evan dan Arisya


Evan" sya


Arisya" gak usah khawatir aku baik baik saja,ayo kita kembali ke kantor


Evan" (tersenyum) ayo


"gue tahu sya Lo lagi gak baik baik aja sya" dalam hati Evan


__________________


TBC

__ADS_1


next


__ADS_2