
Alicia menemui Arisya yang tengah berada di rumah nya,sudah beberapa hari ini kadavi berada di rumah Arisya,hal itu membuat Alicia tidak senang
Arisya yang melihat kedatangan Alicia sangat senang,setelah sekian lama akhirnya dirinya bisa bertemu dengan sahabat serta madu nya itu
Arisya" cia!!! ya ampun aku sangat merindukan mu,sudah lama rasa nya kita tidak bertemu seperti ini
alicia" aku datang ke mari bukan sebagai sahabat mu,tapi sebagai madu mu,yang suami ku sudah beberapa hari ini tidak kembali kerumah
mendengar perkataan Alicia, Arisya sontak terdiam dan melepaskan pelukan nya dari Alicia
Arisya" ma-maafkan aku Alicia,bukan maksud ku tapi
Alicia" tapi kamu mau merebut mas Davi dari ku iya,karena kamu bisa beri keturunan pada mas Davi iya,maka dari itu kamu merebut nya dari ku
Arisya" bukan begitu Alicia,tak ada sedikitpun terlintas hal seperti itu di fikiran ku,tidak ada sedikit pun Alicia
Alicia" oh atau kamu mulai mau menguasai harta kelurga Carl,dengan anak ini ya,oh jangan jangan benar yang dikatakan mama jika kamu memang mengincar harta,jangan jangan kamu menyetujui semua ini karena harta iya
plak
Arisya menampar Alicia,tangan Arisya bergetar hebat tidak pernah dirinya berfikir akan melakukan hal itu pada sahabat nya,
kadavi" Arisya (berteriak)
melihat kadavi Alicia langsung berlari ke arah kadavi,sambil memegang pipi nya yang merah
Alicia" mas Davi (memeluk) lihat Arisya sangat kasar pada ku,dia bahkan menampar ku,padahal aku bicara baik baik,dan dia malah marah,dan meminta ku untuk pergi dari sini
kadavi" Arisya apa yang kamu lakukan,aku tidak menyangka kamu melakukan ini
Arisya" tidak bukan seperti itu mas,aku bisa jelaskan
kadavi" akhirnya kamu memperlihat kan sifat asli mu Arisya,aku sangat kecewa pada mu,kita pergi dari sini Alicia
kadavi membawa Alicia pergi,Alicia melihat kearah Arisya dan tersenyum pada Arisya
Arisya merasa sangat sedih,dirinya merasa kecewa pada sahabat nya sendiri,bahkan kini ada rasa sesal pada hatinya
Arisya masuk kedalam kamar dan menangis sejadi jadinya,ponsel Arisya berbunyi menandakan pesan masuk
Alicia
"dia juga suami ku,dan aku akan menjaga apa yang menjadi milik ku,dan kamu jangan pernah berharap lebih"
Arisya semakin menjadi,kini dirinya merasa hancur,menerima pesan itu dari Alicia
Arisya menangis hingga dirinya tertidur,setelah bangun Arisya melihat dirinya di cermin
Arisya" bodoh buat apa kamu menangis,Alicia benar kamu merebut suami nya,wanita mana yang tidak cemburu jika suaminya berada di rumah wanita lain,sekali pun itu madunya,aku sangat bodoh,harusnya aku sadar akan posisi ku,sejak awal kamu kan tahu Arisya jika hanya ini yang mereka ingin kan,tidak ada yang lain,kenapa kamu berharap lebih,dan membiarkan hati mu menaruh harapan (tertawa)
Arisya menundukan kepalanya
__ADS_1
Arisya" tenang lah nak,buna akan melahirkan mu dengan selamat,dan tidak akan Buna biarkan siapa pun menyakiti mu,biar Buna yang menanggung semua itu
setelah selesai Arisya merapihkan kembali kamar nya,dan membersihkan dirinya,setelah selesai Arisya menunaikan tugas nya sebagai muslimah,setelah selsai Arisya merasa lapar,ia lupa jika dirinya belum memakan apa pun malam ini
Arisya turun dari kamar nya menuju ke dapur,untuk membuat makanan
Bu sari" nyonya lapar
Arisya melihat ke sumber suara itu
Arisya" ibu belum tidur,iya Bu ini baby ini minta makan (terkekeh)
Bu sari" tuan muda lapar ya,sini biar nenek buatkan makanan
Arisya" aduh sya jadi merepotkan Bu sari
Bu sari" mau makan apa nyonya
Arisya" nasi goreng sepertinya enak Bu (tersenyum)
Bu sari" bukan nya ibu mau ikut campur nyonya,hanya saja,kenapa nyonya tidak menjelaskan pada tuan,maaf ibu tidak sengaja mendengar
Arisya" (tersenyum) tidak apa apa Bu,cia gak salah kok Bu,mungkin itu cara nya agar mas Davi mau kembali ke rumah nya,lagi pula aku juga serakah,lupa jika aku bukan satu satunya istri mas Davi
Nini" nyonya yang kuat ya nyonya
Arisya dan Bu sari melihat ke arah Nini yang berada di pintu
Arisya" loh Nini belum tidur
Arisya" ya ampun,saya malah buat kalian khawatir,sungguh Nini aku tidak apa apa,berkat kalian yang selalu menyayangi ku aku tidak apa apa (tersenyum)
Nini dan Bu sari merasa lega bisa kembali melihat senyum Arisya
ketiga nya larut dalam pembicaraan mereka,ke esokan paginya rumah Arisya di datangi oleh Kholik
Arisya" maaf pak Kholik mas Davi tidak ada di sini,apa mas davi tidak memberi tahu bapak
Kholik"saya ke sini bukan mau menjemput tuan,tapi saya mau menjemput nona Arisya,tuan memberi tahu saya jika nona akan bekerja hari ini
Arisya" oh iya,tunggu sebentar pak saya bersiap dulu
Arisya meninggalkan pak Kholik masuk kedalam kamar nya,Arisya meraih ponselnya untuk menghubungi kadavi
menunggu beberapa saat panggilan Arisya mendapat jawaban
Arisya" halo mas
kadavi" em
Arisya" apa benar aku kembali bekerja
__ADS_1
kadavi" memang seharusnya kamu bekerja bukan,lagi pula kamu harus menghidupi diri mu bukan
mendengar perkataan kadavi Arisya merasa ingin menangis
Arisya" oh begitu,baik lah mas,jika begitu aku mengerti,aku akan bersiap siap dulu
belum selsai bicara kadavi sudah mengakhiri panggilan Arisya
Arisya menatap layar ponsel nya
Arisya" memang seharusnya seperti ini (tersenyum getir)
setelah selesai bersiap Arisya turun dari kamar nya
Bu sari" nyonya kembali bekerja lagi,bukan kah tuan melarang nyonya untuk bekerja
Arisya" tuan yang meminta nya Bu,ya sudah saya pergi dulu ya Bu (Arisya mencium tangan Bu sari)
Bu sari" hati hati nyonya,tuan kecil
Arisya tersenyum pada Bu sari
Arisya menghampiri Kholik yang sedari tadi menunggunya
Arisya" ayo pak kita pergi
Kholik" baik nona
sepanjang perjalanan tak ada pembicaraan seperti biasa,Arisya hanya menatap ke luar jendela,Kholik yang memperhatikan Arisya dari kaca merasa sangat kasihan pada Arisya
sesampainya di kantor,Arisya di sambut teriakan Avila yang sangat senang melihat Arisya kembali bekerja
Avila" kak sya !!!
Avila berlari dan memeluk Arisya
Avila" Avi senang mendengar kakak kembali bekerja dan berada di tim kami lagi
Arisya menaikan kedua alisnya bingung
Arisya" tim mu,maksud nya
Avila" Kakak kembali jadi anak buah kak bara,akhirnya Avi punya teman lagi (senang Avila)
Arisya" oh begitu (Arisya tersenyum)
"sebenci itu kah,hingga tidak mau melihat ku lagi,biar lah mungkin ini yang terbaik untuknya dan untuk ku,dengan begini tidak perlu ada kesalahpahaman antara aku dan cia,semuanya akan kembali seperti semula" Arisya memaksakan diri nya tersenyum,agar dirinya tidak terlihat sedih di hadapan Avila yang terus berceloteh pada Arisya
____________________
TBC
__ADS_1
next
maaf lama up,aku lagi banyak pekerjaan mohon pengertian nya semua,jangan lupa setelah membaca tinggalkan jejak kalian dan dan berikan aku dukungan dalam bentuk apa pun oke ðŸ¤ðŸ¤ðŸ˜ŠðŸ˜Š