
sudah seminggu berlalu,kadavi masih belum bisa juga menemukan Arisya,dirinya kini benar benar putus asa,bahkan Bara pun membantu karena merasa kasihan melihat kadavi yang terlihat tak terurus
berbeda dengan Alicia yang tidak mau makan dan mengabaikan bayi dalam kandungan nya
membuat Mario sangat kesal,karena Alicia ingin membalaskan dendam pada Arisya dan Windy,namun Mario menguncinya di dalam kamar
Mario" makan lah,jangan hanya fikirkan diri mu,tapi bayi itu tak bersalah,kenapa kamu sangat egois Alicia
Alicia" jika bukan karena anak ini,mungkin semua rencana ku sudah berhasil,dan Windy sialan itu aku akan membuat nya menderita
Mario" cukup Alicia (berteriak) kenapa kamu tidak sadar juga,jika kamu akan kehilangan semuanya jika kamu melakukan hal itu,dan kamu jika bukan karena rasa cinta ku pada mu mungkin saat ini sudah aku telantarkan kamu di jalan
Alicia" (tersenyum sinis) hey Mario sadar diri kamu saja bekerja di perusahaan ku,dan kamu itu beruntung kemampuan apa yang kamu miliki jika bukan mencintai aku
Mario sudah sangat habis ke sabar nya menghadapi Alicia
Mario" baik lah jika begitu aku akan berhenti dari perusahaan mu,dan lakukan apa pun yang ingin kamu lakukan,ingat jika kamu membutuh kan ku aku siap membantu mu
Mario pergi namun kali ini dirinya tidak mengunci pintu kamar itu karena dirinya sudah lelah menghadapi Alicia yang tetap tidak berubah
setelah kepergian Mario Alicia mengambil makanan itu dan memakan nya karena dirinya membutuhkan tenaga untuk beraksi
setelah selsai Alicia mulai menghubungi orang orang yang biasa membantunya,namun semua orang itu tidak ada yang mau membantu Alicia,karena kabar perceraian nya dengan kadavi sudah tersebar luas
Alicia" aaarrrgghhh lihat saja kalian semua (berteriak) aku akan kerjakan sendiri
Alicia bangkit dari tempat tidur nya,Alicia merasa sangat lemas,dan pusing namun ia berusaha untuk berjalan sampai akhirnya Alicia merasa tidak kuat dan jatuh dari tangga
asisten rumah tangga yang melihat Alicia tergeletak dengan darah yang mengalir banyak langsung menghubungi mario yang baru saja pergi
asisten rumah" tuan nyonya tuan (panik) nyonya jatuh dari tangga
mendengar hal itu Mario langsung kembali ke rumah tidak menunggu lama Mario tiba di kediaman nya dan melihat Alicia sudah tidak sadarkan diri dengan darah yang terus mengalir
Mario langsung mengangkat Alicia dan membawanya ke rumah sakit,sesampai nya di rumah sakit Alicia langsung di tangani para tim medis
Mario amat menyesal,karena dirinya takut kehilangan anak nya
menunggu cukup lama,seorang dokter keluar dari ruangan itu dan menghampiri Mario
dokter" tuan Mario
Mario" bagaimana dok
dokter" tuan maaf kami tidak bisa menyelamatkan anak anda
__ADS_1
tubuh Mario terasa sangat lemas,rasanya mario ingin berteriak
dokter" tuan Mario ada berita buruk yang harus anda terima lagi
Mario melihat kearah dokter itu
dokter" nyonya Alicia kemungkinan tidak akan bisa berjalan,karena salah satu syaraf nya,mengalami gangguan dan membuat nya tidak bisa menggerakan tubuh bagian bawah nya
Mario sudah tidak bisa berkata kata,kini dirinya hanya bisa pasrah,setelah kehilangan anak nya,kini dirinya harus menerima keadaan Alicia yang kemungkinan cacat
dokter" saya harap anda tabah tuan,saya permisi
seketika tubuh Mario lemas membuat nya terduduk di lantai rumah sakit
Mario" tidak Mario kamu tidak boleh begini kamu harus kuat,kamu gak boleh kayak gini ingat Alicia masih membutuhkan mu
setelah mengumpulkan tenaga nya kembali Mario mengurus semua keperluan Alicia,Mario tidak sedetik pun meninggalkan Alicia yang masih berbaring
sementara di tempat lain Arisya tengah merasakan lelah karena dirinya baru saja selsai menjaga ayah nya di rumah sakit
Bu Dewi" sya
Arisya" ibu (tersenyum)
Bu Dewi" sya aku sudah bicarakan hal ini pada keluarga mu,mereka setuju,hanya tinggal menunggu keputusan ayah mu
Bu Dewi" begini sya,aku punya kerabat di Jerman,dan dia menawarkan ku untuk mengelola sebuah toko,aku fikir jika aku mengajak mu pergi kesana,kamu dan anak mu bisa memulai hidup baru di sana,maaf tidak memberitahu mu lebih dulu
Arisya" (tersenyum) tidak apa apa Bu,sya tahu kalian semua mau membantu sya agar merasa lebih baik,bisa Arisya tunggu jawaban ayah dulu baru Arisya memutuskan untuk pergi atau tidak
Bu Dewi" baiklah sya akan ku tunggu jawaban mu
Arisya yang sudah hampir seminggu tidak melihat ponselnya,memilih memeriksa ponsel nya
dan melihat panggilan dan pesan banyak sekali dari kadavi,Bara,bahkan Windy,namun Arisya mengabaikan semua nya,hanya menghubungi Bara saja
Bara* akhirnya kamu menjawab ku sya
Arisya* ada apa ?
Bara" kadavi sya
Arisya* jika kamu menghubungi ku hanya untuk bicara masalah itu,lebih baik jangan pernah menghubungi ku
Bara* tapi sya denger dulu
__ADS_1
Arisya* baik lah bara ini pilihan mu
Arisya langsung mematikan panggilan nya begitu juga ponsel nya,Arisya sudah tidak mau mendengar apa pun tentang kadavi atau pun yang lainya walau hatinya nya sangat merindukan kadavi,namun rasa sakit yang di terima lebih mengalahkan rasa rindu tersebut
sepanjang malam Arisya berfikir dengan tawaran Bu Dewi untuk nya,karena iya juga harus bisa bangkit dari semua ini
setelah berfikir cukup lama,Arisya akhirnya tertidur pulas
ke esokan paginya Arisya kembali ke rumah sakit untuk menemui ayah nya
Hardi" sya
Arisya" iya yah,apa ada yang ayah mau
Hardi" sya setelah ayah berfikir dan meminta petunjuk pada Allah,ayah mantap dan siap untuk melepas mu pergi bersama Bu Dewi,karena ayah mau kamu membuka lembaran baru bersama cucu ayah sya
Arisya" ayah (berkaca kaca )
Hardi" kamu tenang saja kami di sini akan baik baik saja
Arisya tidak bisa berkata kata lagi,kini dirinya memeluk ayah nya dengan erat
Hardi" nak kamu juga berhak bahagia,tinggalkan semua yang membuat sakit hati mu,dan berbahagialah di tempat yang baru,ayah yakin cucu ayah akan senang di sana
Arisya" ayah,sya sangat menyayangi ayah (menangis)
setelah pembicaraan nya dengan ayah nya,Arisya menemui Bu Dewi
Bu Dewi" apa ayah mu sudah menjawab nya sya
Arisya" susah Bu
Bu Dewi" lalu
Arisya" Bu setelah aku berfikir dan mendengar jawaban ayah,sya mantap untuk pergi Bu,sya butuh hidup baru,sya butuh tempat di mana tidak ada yang akan memanfaatkan sya dan anak sya,tempat dimana kami akan membangun semua nya dari awal bersama Bu,sya juga mau anak sya tumbuh dengan kasih sayang bukan rasa takut dan was was ku
Bu Dewi" (tersenyum) baik lah sya tiga hari lagi kita pergi,semua berkas mu sudah di urus oleh Kakak mu,mari kita memulai hidup baru di sana sya (memeluk Arisya)
"semoga ini langkah yang terbaik untuk ku dan anak ku,dan kami akan mendapatkan kebahagian di sana " dalam hati Arisya
_____________________
TBC
next
__ADS_1
terimakasih yang sudah membaca cerita ku,jangan lupa ya kasih aku dukungan apa pun, dan tinggalkan jejak kalian ya 💖💖💖💖