
Arisya dan Alicia tiba di sebuah tempat yang tak asing untuk kedua nya
Arisya" rumah eyang
Alicia" em.. eyang merindukan kita berdua katanya
Arisya" ah aku juga merindukan eyang
Arisya dan Alicia langsung masuk kedalam rumah itu untuk menemui eyang alicia yang sudah seperti nenek sendiri bagi Arisya
Tantri" loh sya,cia
"aunty" kedua nya berlari memeluk Tantri
Tantri" kalian datang juga,kalian tahu eyang menanyakan kalian terus
Alicia" maaf aunty kami sedikit sibuk,jadi baru bisa kemari
Arisya" benar aunty
Tantri" ya sudah kalian temui eyang aunty akan buat kan minum
"baik aunty" Alicia dan Arisya langsung menemui eyang alicia
Alicia" eyang ini cia
Arisya "sya hadir eyang
eyang" cia,sya (meraba raba)
Arisya dan Alicia memeluk wanita baya yang sudah tidak bisa melihat di akibatkan penyakit gula yang iya derita
Arisya" eyang apa kabar,sya rindu
eyang" eyang baik sayang,eyang juga rindu kalian,cia apa kalian datang bersama suami mu
Alicia" tidak eyang,kami hanya datang berdua saja
eyang" oh iya sya kemarin kamu berulang tahun kan
Arisya" eyang masih ingat ulang tahun sya
tantri yang masuk dengan membawa nampan berisi minum dan beberapa cemilan langsung memotong perkataan Arisya
Tantri" tentu bahkan eyang menyiapkan hadiah untuk mu
Arisya" benar kah
eyang" em,ambilkan Tantri
tantri mengambilkan sebuah kotak yang terukir dari kayu yang sangat indah
eyang" ini untuk mu,buka lah
Arisya membuka kotak itu dengan senang hati
Arisya" eyang ini indah sekali
eyang" itu giok milik keluarga kami sya,setiap anggota keluarga memiliki itu,sya kini kamu adalah keluarga kami,eyang mau kamu jadi keluarga kami sebelum ajal menjemput eyang
__ADS_1
Arisya" eyang bicara apa sih,eyang masih muda,masih cantik,malaikat tidak akan tega melakukan itu
eyang" sya papa nya cia masih muda malaikat juga mengambilnya,sya dengar eyang,apa pun yang terjadi tetap menjadi diri mu,dan jangan pernah tinggalkan cia ya,karena kalian keluarga
Arisya" em sya janji yang (memeluk)
Alicia tidak sanggup melihat pemandangan yang ada di hadapan nya,Alicia meneteskan bulir bening di pipi,dengan cepat Alicia menghapus nya
"sya aku harap kamu menepati janji mu" dalam hati Alicia
setelah selsai berbincang dengan eyang,keduanya keluar karena eyang harus beristirahat,Arisya dan Alicia berbincang bersama Tantri,sampai hari gelap,Arisya dan Alicia memutuskan pulang,walau Tantri meminta keduanya untuk bermalam
sepanjang perjalanan tidak tahu mengapa keduanya saling diam tak bicara,sampai Alicia memberhentikan mobilnya
Arisya" cia rumah ku di depan bukan di sini
Arisya merasa bingung karena Alicia tiba tiba berhenti
Alicia" sya ada yang ingin aku kata kan pada mu
Arisya" apa ?
Alicia" sya kamu tahu bukan jika mommy mas Davi meminta ku mencari kan istri untuk mas Davi
Arisya" em,lalu ?
Alicia" sya ... aku mau kamu menjadi madu ku
Arisya merasa sangat terkejut mendengar perkataan Alicia
Arisya" cia kamu sudah tidak waras,jangan gila cia,aku tidak akan pernah melakukan itu,apa pun alsan nya,dan satu lagi mas Davi tidak akan pernah setuju dengan hal ini,karena dia tidak pernah menyukai ku,aku harap kamu bisa memikirkan hal ini
Arisya keluar dari mobil Alicia dengan perasan bercampur aduk,membuatnya merasa kesal pada sahabat nya itu
Arisya tiba di rumah,dengan wajah kesal membuat Ningrum merasa bingung pada anak nya itu
Ningrum" sya ada apa ?
Arisya melihat ke arah Ningrum yang berada di hadapan nya
Arisya" bunda bikin sya kaget saja,tidak ada hanya seja tadi ada orang aneh yang bikin kesal
Ningrum" siapa ?
Arisya" tidak tahu (terkekeh)
Ningrum" kamu ya,ya sudah mandi sana,kamu bau sya
Arisya" benar kah
Arisya mencium tubuhnya,dan merasa benar apa yang dikatakan ibunya itu,Arisya memilih membersihkan dirinya
saat sedang membersihkan dirinya Arisya kembali mengingat perkataan konyol Alicia yang meminta dirinya menjadi madunya
Arisya" Alicia sangat tertekan,sampai sampai mengucapkan hal itu pada ku
Arisya kembali melanjutkan membersihkan diri setelah itu dirinya memilih untuk beristirahat
ke esokan paginya Arisya terbangun,karena sebuah mimpi buruk,dimana ia melihat sahabatnya itu berada di pinggir tebing siap untuk melompat,Arisya tidak dapat mendengar ucapan Arisya di mimpi itu,namun di mimpi itu Arisya seperti mengatakan sesuatu dan hal itu yang membuat Alicia melompat ke dalam jurang
__ADS_1
Arisya" cia!!
Arisya terbangun,dan melihat di sekitar nya
Arisya" astagfirulla ... hanya mimpi
Arisya menutup wajah nya dengan kedua tangan nya,Arisya melihat jam di dinding kamar nya yang menunjukan pukul empat pagi
Arisya melihat kotak giok yang di berikan padanya kemarin,Arisya teringat kotak yang di berikan alicia padanya,Arisya mencari tasnya dan mengambil kotak itu
Arisya membuka kotak pemberian Alicia,dimana ada sebuah cincin,dan sebuah surat
"Hay my dear,semoga saat kamu membaca ini,kita sudah sepakat,sya ini adalah daftar apa saja yang di sukai dan tidak di sukai mas Davi,aku mau kamu. membaca dan mengingat nya,sya sungguh aku merasa senang dan tenang jika kamu yang menjadi istri kedua dari mas Davi,aku kira cukup basa basi dari ku,aku harap kamu cepat mengingat semuanya"
Arisya melihat sebuah buku kecil dimana ada banyak tulisan Alicia di dalam nya
Arisya" Alicia benar benar sudah tidak waras
Arisya membuang kotak itu ke tempat sampah di kamar nya,dan masuk kedalam kamar mandi
berbeda dengan Alicia,yang tengah mencoba bicara pada kadavi mengenai rencananya
Alicia"mas boleh aku bicara sebenatar pada mu
kadavi" tentu sayang,bicara lah ada apa ?
Alicia" mas aku sudah menemukan wanita yang cocok untuk mu,dan aku yakin mommy akan menyukainya
kadavi" benarkah (tersenyum)
"kenapa secepat ini" dalam hati kadavi
Alicia" benar mas
kadavi" siapa wanita itu dan kapan kita akan bertemu dengan nya,dan kapan kita akan mempertemukan nya dengan mommy,mommy pasti. akan senang mendengar ini
Alicia" kamu kenal dengan wanita itu,mommy juga sangat kenal dengan nya
kadavi" jangan bilang jika wanita itu anggun
Alicia" bukan mas,bukan,bukan dia
kadavi" jangan jangan Windy iya,ah aku tidak yakin jika mommy menyukainya
Alicia" bukan mas,bukan Windy
kadavi" lalu siapa?
kadavi merasa sangat penasaran
Alicia" aku harap mas akan terima dengan pilihan ku,karena menurut ku dia wanita terbaik yang pantas menjadi madu ku
kadavi" siapa ? (menatap tajam alicia)
Alicia" (menarik nafas) Arisya
wajah kadavi berubah menjadi marah saat mendengar nama Arisya di sebutkan oleh istrinya nya itu,kadavi langsung pergi begitu saja tanpa mengatakan apa pun pada Alicia
__________________
__ADS_1
TBC
next