
setelah merencanakan bersama Avila,Arisya merasa ragu dengan rencana mereka
Arisya" bagaimana jika mas Davi memang bekerja,dan bagaimana jika mas Davi ada urusan penting,mas Davi pasti akan marah pada ku,ah tidak tidak apa apa aku akan mencari tahu dari pada aku terus memikirkan hal buruk lebih baik aku mencarikan kebenaran nya
pukul sepuluh malam Arisya mulai menutup mata nya namun kadavi belum juga kembali,pukul empat pagi Arisya terbangun,dan melihat kadavi masih tertidur
Arisya mengambil ponselnya,dan menghubungi Avila
Arisya * apa kamu sudah bangun
Avila* iya
Arisya m* baik lah kalo begitu kita bertemu di tempat yang sudah kita rencanakan
Avila * baik lah kak
Arisya mengakhiri panggilan nya dengan Avila
Avila yang terlihat sangat semangat menghubungi Bara
Avila* apa kamu sudah bangun
Bara* sudah sayang,ada apa,tumben jam segini nelpon,kangen ya
Avila* ge'er deh,aku tuh mau minta izin sama kamu,buat pergi sama kak sya
Bara* mau kemana? gak kangen aku apa,udah dua hari gak ketemu
Avila* ih gak tuh,lagian kan yang gak mau ketemu kamu bukan aku
Bara* (tertawa) iya deh iya,abis aku takut buat dosa kalo ke temu kamu,kamu sama dya mau kemana Hem,aku boleh ikut
Avila* tidak boleh,ini misi wanita,laki laki tidak boleh ikut
Bara* misi apa sih,jadi penasaran
Avila* tapi kamu jangan bilang bilang ya
dengan polos nya Avila bercerita pada Bara
Bara* ah gak mungkin kadavi melakukan hal itu,mungkin memang ada pekerjaan,sudah lah tidak usah di lalukan
Avila* pokok nya kamu izinin atau enggak aku tetap pergi sama kak sya
Bara* baik lah,baik,tapi jika terjadi masalah aku tidak mau membantu,paham
Avila* iya bawel,ya udah sudah adzan aku mau salat terus siap siap,kami selamat bekerja ya
Bara* iya sayang
Avila mengakhiri panggilan nya bersama Bara
kadavi terbangun dari tidur nya karena mendapatkan panggilan,kadavi melihat layar ponsel nya,dan buru buru berlari menuju balkon untuk menerima panggilan itu ,Arisya yang melihat hal itu merasa curiga,karena tidak biasa nya kadavi melakukan hal seperti itu
Arisya" mas Davi makin mencurigakan,biasanya mas Davi tidak pernah melakukan hal ini,kenapa sekarang begini,apa benar apa yang di katakan. Avila
__ADS_1
setelah selesai mendapatkan panggilan kadavi kembali masuk ke dalam kamar
kadavi" selamat pagi sayang (mencium kening Arisya)
Arisya" pagi sayang,sudah mau pergi (menatap tajam kadavi)
kadavi" belum sayang,di mana jagoan ku,apa sudah bangun
Arisya" lihat jam Daddy,ini pukul berapa
kadavi" baik lah kalo begitu,oh iya siapkan baju untuk ku,aku harus pergi pagi pagi
Arisya" baik lah (tersenyum)
sebelum masuk kamar mandi kadavi mengetik sebuah pesan pada seseorang,membuat kadavi tersenyum,melihat hal itu Arisya merasa curiga pada suaminya itu
"pesan dari siapa itu,kenapa dia tersenyum senyum seperti itu) dalam hati Arisya
setelah selsai kadavi masuk kedalam kamar mandi,melihat kadavi masuk kedalam kamar mandi dengan sigap Arisya mengambil ponsel kadavi,dan melihat pesan dari seseorang yang bernama Zia
Arisya" siapa Zia ?
Arisya membuka pesan itu dan melihat isi pesan,beberapa pesan sudah terhapus,hanya tersisa satu pesan
"oke kita bertemu di kafe D*****,tidak sabar bertemu kamu,jangan lupa bawakan yang aku mau oke😉"
Arisya" mau apa mereka bertemu di tempat ini
dengan kesal Arisya meletakan kembali ponsel kadavi,dan menghubungi Avila jika mereka akan pergi ke kafe dimana kadavi dan seseorang yang bernama Zia itu bertemu
Avila" kak lihat kadavi rapih sekali
Arisya" dan lebih parah nya lagi Avi dia memakai minyak wangi sampai berlebihan,mau apa dia
Avila" sudah tanda tanda ini,aku tidak menyangka mas Davi melakukan itu
kedua wanita itu terus mengikuti kadavi,setiba nya fi kafe kedua wanita ini mengunakan penyamaran nya masuk kedalam kafe tersebut
di dalam kafe kedua nya melihat kadavi duduk berhadapan dengan seorang wanita yang terlihat sangat cantik,
Arisya tidak tahan melihat suaminya itu terus tertawa bersama wanita lain,Arisya ingin menghampiri kedua nya namun Avila menahan Arisya
Avila" kak sya jangan gegabah,siapa tahu itu hanya klien, mereka hanya mengobrol biasa kita lihat saja
Arisya" tapi Vi
Avila" jangan berisik kak nanti kita ketahuan
Arisya" baik lah aku akan sabar
setelah beberapa lama,kadavi dan wanita itu pergi,Avila dan Arisya kembali mengikuti kadavi dan wanita itu
Arisya" ngapain mereka ke mall
Avila" Avi juga gak tahu kak
__ADS_1
Arisya" awas aja ya mas Davi,sampai kamu macem macem
Arisya dan Avila mengikuti kadavi bersama wanita itu berkeliling mall,mereka tertawa bersama,membeli beberapa barang dan satu hal yang membuat Arisya semakin panas saat melihat kadavi merangkul pundak wanita itu
Arisya" ini gak bisa di diemin Vi,ini udah keterlaluan
Avila" sabar kak,kita lihat dulu,kakak jangan mudah terpancing emosi
Arisya" tapi Avi lihat yang di lakukan mas Davi
Avila" iya Avi juga tahu,mas Davi ke lewatan
sedang asik mengikuti kadavi dan wanita itu mereka di kejutkan dengan kedatangan Bara yang juga terlihat akrab. dengan wanita itu
Avila" apa apaan ini,kenapa kak Bara
Arisya" dasar laki laki,memang tidak bisa di percaya
Arisya dan Avi yang sudah mulai emosi ingin menghampiri kedua pria itu,namun kedua pria itu pergi bersama wanita itu
Arisya dan Avila kembali mengikuti ke dua pria itu
Avila" lihat saja Bara sampai kamu berani macem macem
Arisya"kita harus buat pelajaran pada merek Vi
kedua wanita itu terus mengikuti,hingga mereka tiba di sebuah hotel
Arisya" Avi buat apa mereka ke hotel
Avila" awas kamu Bara sampai macam macam
Avila dan Arisya merasa kesulitan mencari tempat parkir membuat keduanya sedikit jengkel,saat masuk ke lobi hotel kedua nya melihat kadavi,Bara dan wanita itu masuk kedalam lift
Avila" bagaimana ini kak,mereka sudah naik
Arisya" tunggu lah di sini
Arisya mendekati meja resepsionis
Arisya" maaf mba saya mau tanya boleh,dua pria tadi dan dari wanita itu adalah teman kami,kami tertinggal karena memarkir mobil apa kami boleh tahu mereka naik ke lantai mana
resepsionis" jika saya boleh tanya siapa nama teman anda itu Nona
Arisya" kadavi Carl dan Baskara Carl dan Zia
resepsionis" oh iya baik lah nona,mereka menuju lantai dua belas ruangan nomor seratus dua
Arisya" terimakasih mba
Arisya dan avila naik kelantai dimana kadavi dan Bara berada
sesampainya di depan pintu kamar itu,mereka berdua merasa jika jantung mereka berdetak dengan kencang,berharap jika mereka tidak melihat hal yang tidak di inginkan
____________________
__ADS_1
TBC