Pilihan Hidup Ku

Pilihan Hidup Ku
PHK 93


__ADS_3

setelah merencanakan bersama Avila,Arisya merasa ragu dengan rencana mereka


Arisya" bagaimana jika mas Davi memang bekerja,dan bagaimana jika mas Davi ada urusan penting,mas Davi pasti akan marah pada ku,ah tidak tidak apa apa aku akan mencari tahu dari pada aku terus memikirkan hal buruk lebih baik aku mencarikan kebenaran nya


pukul sepuluh malam Arisya mulai menutup mata nya namun kadavi belum juga kembali,pukul empat pagi Arisya terbangun,dan melihat kadavi masih tertidur


Arisya mengambil ponselnya,dan menghubungi Avila


Arisya * apa kamu sudah bangun


Avila* iya


Arisya m* baik lah kalo begitu kita bertemu di tempat yang sudah kita rencanakan


Avila * baik lah kak


Arisya mengakhiri panggilan nya dengan Avila


Avila yang terlihat sangat semangat menghubungi Bara


Avila* apa kamu sudah bangun


Bara* sudah sayang,ada apa,tumben jam segini nelpon,kangen ya


Avila* ge'er deh,aku tuh mau minta izin sama kamu,buat pergi sama kak sya


Bara* mau kemana? gak kangen aku apa,udah dua hari gak ketemu


Avila* ih gak tuh,lagian kan yang gak mau ketemu kamu bukan aku


Bara* (tertawa) iya deh iya,abis aku takut buat dosa kalo ke temu kamu,kamu sama dya mau kemana Hem,aku boleh ikut


Avila* tidak boleh,ini misi wanita,laki laki tidak boleh ikut


Bara* misi apa sih,jadi penasaran


Avila* tapi kamu jangan bilang bilang ya


dengan polos nya Avila bercerita pada Bara


Bara* ah gak mungkin kadavi melakukan hal itu,mungkin memang ada pekerjaan,sudah lah tidak usah di lalukan


Avila* pokok nya kamu izinin atau enggak aku tetap pergi sama kak sya


Bara* baik lah,baik,tapi jika terjadi masalah aku tidak mau membantu,paham


Avila* iya bawel,ya udah sudah adzan aku mau salat terus siap siap,kami selamat bekerja ya


Bara* iya sayang


Avila mengakhiri panggilan nya bersama Bara


kadavi terbangun dari tidur nya karena mendapatkan panggilan,kadavi melihat layar ponsel nya,dan buru buru berlari menuju balkon untuk menerima panggilan itu ,Arisya yang melihat hal itu merasa curiga,karena tidak biasa nya kadavi melakukan hal seperti itu


Arisya" mas Davi makin mencurigakan,biasanya mas Davi tidak pernah melakukan hal ini,kenapa sekarang begini,apa benar apa yang di katakan. Avila

__ADS_1


setelah selesai mendapatkan panggilan kadavi kembali masuk ke dalam kamar


kadavi" selamat pagi sayang (mencium kening Arisya)


Arisya" pagi sayang,sudah mau pergi (menatap tajam kadavi)


kadavi" belum sayang,di mana jagoan ku,apa sudah bangun


Arisya" lihat jam Daddy,ini pukul berapa


kadavi" baik lah kalo begitu,oh iya siapkan baju untuk ku,aku harus pergi pagi pagi


Arisya" baik lah (tersenyum)


sebelum masuk kamar mandi kadavi mengetik sebuah pesan pada seseorang,membuat kadavi tersenyum,melihat hal itu Arisya merasa curiga pada suaminya itu


"pesan dari siapa itu,kenapa dia tersenyum senyum seperti itu) dalam hati Arisya


setelah selsai kadavi masuk kedalam kamar mandi,melihat kadavi masuk kedalam kamar mandi dengan sigap Arisya mengambil ponsel kadavi,dan melihat pesan dari seseorang yang bernama Zia


Arisya" siapa Zia ?


Arisya membuka pesan itu dan melihat isi pesan,beberapa pesan sudah terhapus,hanya tersisa satu pesan


"oke kita bertemu di kafe D*****,tidak sabar bertemu kamu,jangan lupa bawakan yang aku mau oke😉"


Arisya" mau apa mereka bertemu di tempat ini


dengan kesal Arisya meletakan kembali ponsel kadavi,dan menghubungi Avila jika mereka akan pergi ke kafe dimana kadavi dan seseorang yang bernama Zia itu bertemu


Avila" kak lihat kadavi rapih sekali


Arisya" dan lebih parah nya lagi Avi dia memakai minyak wangi sampai berlebihan,mau apa dia


Avila" sudah tanda tanda ini,aku tidak menyangka mas Davi melakukan itu


kedua wanita itu terus mengikuti kadavi,setiba nya fi kafe kedua wanita ini mengunakan penyamaran nya masuk kedalam kafe tersebut


di dalam kafe kedua nya melihat kadavi duduk berhadapan dengan seorang wanita yang terlihat sangat cantik,


Arisya tidak tahan melihat suaminya itu terus tertawa bersama wanita lain,Arisya ingin menghampiri kedua nya namun Avila menahan Arisya


Avila" kak sya jangan gegabah,siapa tahu itu hanya klien, mereka hanya mengobrol biasa kita lihat saja


Arisya" tapi Vi


Avila" jangan berisik kak nanti kita ketahuan


Arisya" baik lah aku akan sabar


setelah beberapa lama,kadavi dan wanita itu pergi,Avila dan Arisya kembali mengikuti kadavi dan wanita itu


Arisya" ngapain mereka ke mall


Avila" Avi juga gak tahu kak

__ADS_1


Arisya" awas aja ya mas Davi,sampai kamu macem macem


Arisya dan Avila mengikuti kadavi bersama wanita itu berkeliling mall,mereka tertawa bersama,membeli beberapa barang dan satu hal yang membuat Arisya semakin panas saat melihat kadavi merangkul pundak wanita itu


Arisya" ini gak bisa di diemin Vi,ini udah keterlaluan


Avila" sabar kak,kita lihat dulu,kakak jangan mudah terpancing emosi


Arisya" tapi Avi lihat yang di lakukan mas Davi


Avila" iya Avi juga tahu,mas Davi ke lewatan


sedang asik mengikuti kadavi dan wanita itu mereka di kejutkan dengan kedatangan Bara yang juga terlihat akrab. dengan wanita itu


Avila" apa apaan ini,kenapa kak Bara


Arisya" dasar laki laki,memang tidak bisa di percaya


Arisya dan Avi yang sudah mulai emosi ingin menghampiri kedua pria itu,namun kedua pria itu pergi bersama wanita itu


Arisya dan Avila kembali mengikuti ke dua pria itu


Avila" lihat saja Bara sampai kamu berani macem macem


Arisya"kita harus buat pelajaran pada merek Vi


kedua wanita itu terus mengikuti,hingga mereka tiba di sebuah hotel


Arisya" Avi buat apa mereka ke hotel


Avila" awas kamu Bara sampai macam macam


Avila dan Arisya merasa kesulitan mencari tempat parkir membuat keduanya sedikit jengkel,saat masuk ke lobi hotel kedua nya melihat kadavi,Bara dan wanita itu masuk kedalam lift


Avila" bagaimana ini kak,mereka sudah naik


Arisya" tunggu lah di sini


Arisya mendekati meja resepsionis


Arisya" maaf mba saya mau tanya boleh,dua pria tadi dan dari wanita itu adalah teman kami,kami tertinggal karena memarkir mobil apa kami boleh tahu mereka naik ke lantai mana


resepsionis" jika saya boleh tanya siapa nama teman anda itu Nona


Arisya" kadavi Carl dan Baskara Carl dan Zia


resepsionis" oh iya baik lah nona,mereka menuju lantai dua belas ruangan nomor seratus dua


Arisya" terimakasih mba


Arisya dan avila naik kelantai dimana kadavi dan Bara berada


sesampainya di depan pintu kamar itu,mereka berdua merasa jika jantung mereka berdetak dengan kencang,berharap jika mereka tidak melihat hal yang tidak di inginkan


____________________

__ADS_1


TBC


__ADS_2