Pilihan Hidup Ku

Pilihan Hidup Ku
PHK 88


__ADS_3

setelah seminggu berada di Indonesia,Avila semakin menghindari Bara,dirinya kini tidak mau banyak berharap pada Bara,dan dirinya hanya fokus pada pekerjaan nya


Nurma" Avi (berbisik) Avi!!


Avila melihat ke arah Nurma yang menunggunya di balik tiang,Avila menghampiri Nurma


Nurma" Avi ini untuk mu,bukan kah kamu menyukai masakan ku ini


Avila" Nurma kamu masih ingat,wah terimakasih Nurma,aku akan memakan nya nanti di jalan


Nurma" apa kamu akan pergi lagi


Avila" aku harus melihat lokasi proyek nya Nurma,jadi aku harus pergi lagi


Nurma" baik lah hati-hati,dan jangan lupa makan


Avila" terimakasih sudah memperhatikan ku


Nurma" jika begitu aku kembali bekerja lagi ya


Avila" sekali lagi terimakasih


Nurma dengan cepat berlari meninggalkan tempat itu,Avila kembali menemui Kholik


Avila" apa supir ku sudah selesai


Kholik" aku masih menghubunginya,kemana dia,kenapa lama sekali


Avila dan Kholik menunggu kedatangan pak Diman yang akan mengantar Avila ke lokasi proyek


Avila" apa tidak ada jawaban


Kholik" belum


avila" biar aku naik taksi saja,lagi pula tidak jauh kan


Kholik" iya,tapi jika kamu akan pergi kemana mana bagaimana,tunggu aku coba hubungi lagi


Avila setia berdiri di tempat nya,memeperhatikan Kholik yang sibuk dengan ponselnya


Bara" maaf apa menunggu lama


Kholik dan Avila melihat ke arah Bara


Kholik" menunggu?? (bingung)


Bara" ah... apa papa tidak memberitahu kalian


Kholik" apa ? tidak ada yang memberitahu


Bara" pak Diman sakit tadi,dia pamit pulang,jadi tidak bisa mengantar Avila pergi melihat proyek,jadi papa meminta ku mengantar Avila,padahal aku juga sibuk


Avila" (memejamkan matanya) jika begitu tidak perlu mengantarku,pak Kholik aku sudah bilang biarkan aku naik taksi,aku tidak akan kemana mana,percaya pada ku,kasihan juga semua orang jadi repot karena aku,jika begitu aku pergi

__ADS_1


melihat reaksi Avila yang terkesan menyerah membuat Bara menahan Avila


Bara" biar aku,yang akan mengantar mu


Avila" tidak,tidak usah kamu sibuk bukan,lebih baik selesaikan pekerjaan mu


kholik yang melihat kedua nya berdebat tidak mau ambil pusing,langsung pergi meninggalkan bara dan Avila


Bara" aku bilang,aku saja yang mengantarkan jangan membantah


Bara menarik tangan Avila,membuat Avila sedikit terseret oleh Bara


Avila" lepaskan tangan ku ini sakit


bara terus berjalan seolah tidak mendengarkan perkataan Avila yang mengaduh kesakitan karena ulah nya


sesampainya di parkiran bara langsung menuju mobil milik nya dan memaksa masuk Avila


Avila" aku akan pergi sendiri lepaskan


Bara"aku bilang masuk (meninggikan suara)


mendengar Bara membentaknya mau tidak mau Avila masuk kedalam mobil milik Bara


bara sudah berada di belakang kemudi keduanya meninggalkan kantor,sepanjang perjalanan Avila hanya diam,kini dirinya benar benar ketakutan


Bara yang merasa bersalah melihat ke arah Avila yang terus menggosok pergelangan tangan nya yang merasa sakit


di pertengahan jalan,Bara menghentikan mobil nya


Bara" maaf


Avila tidak mendengar ucapan Bara,membuat nya kembali bertanya


Avila" kamu bicara apa ?


Bara" maaf kan aku,sungguh aku tidak bermaksud menyakiti mu


Bara mencoba menyentuh pergelangan tangan Avila,namun Avila lebih dulu menarik nya


Avila" tidak apa,aku tanya apa kita sudah sampai


Bara" (menatap tajam Avila) Avi apa kamu mencoba menghindar dari ku,apa kamu sudah tidak lagi mau mengenal ku


Avila" hah... t-tidak a-a-aku tidak menghindari mu,dan em aku hanya sibuk dengan proyek ini,la-lagi pula aku si sini tamu,dan aku harus harus menyelesaikan pekerjaan ku dengan cepat


Bara" Avi apa kamu lupa dengan yang ku katakan pada mu waktu itu


Avila" apa ? aku tidak ingat


Bara" jangan bercanda Avila,aku tidak sendang bercanda pada mu


Avila" aku tidak sedang bercanda,aku tidak ingat

__ADS_1


Bara" perkataan ku saat di bandara,saat di Jerman


Avila mencoba mengingat


Avila" ah ... aku tidak dengar,suara mesin pesawat saat itu sangat bising


Bara" (membuang nafas kasar) jadi kamu tidak dengar


Avila" tidak,sudah lah tidak perlu membahas,lebih baik kita pergi,aku ingin melihat lokasi proyek


Bara" Avila bisa tidak kamu berhenti memikirkan pekerjaan ini


Avila" tidak,ini tugasku,bukan kah,kamu selalu bilang jika aku ini anak kecil yang tidak bisa bertanggung jawab,jadi aku akan buktikan,sudah lah tidak usah menghambat ku bekerja,jika kamu hanya ingin mengajak ku berdebat,lebih baik sampai di sini saja kamu mengantar ku,aku akan naik taksi,terimakasih


Avila turun dari mobil Bara,begitu pula bara yang mengejar Avila


Bara" Avila tunggu


Avila" ada apa lagi,apa masih belum puas mengejek atau menghina ku,atau yang lain (kesal)


bara" Avila,tidak kah kamu merasakan nya


Avila" apa,kesal,marah,sakit hati,semua sudah ku rasakan karena mu,apa lagi,apa masih kurang yang aku rasakan,tidak bisa kah aku bahagia sedikit saja,tidak bisa kah aku bahagia,kenapa semua orang harus menyakiti ku,kenapa (berteriak ) kenapa tuhan melahirkan ku,dari rahim wanita yang tidak menginginkan ku,kenapa apa masih kurang penderitaan ku


Avila tidak bisa lagi menahan dirinya,dan air mata nya sudah tidak bisa di bendung lagi


Avila" apa masih kurang penderitaan ku,apa kurang puas melihat ku tersiksa apa tidak puas,aku lelah,aku lelah,tolong hentikan semua nya aku hanya ingin mencari kebahagian ku,aku tahu kamu sudah mengetahui perasaan ku pada mu dari kak sya,puas puas kan tertawa,jika itu bisa membuat ku terlepas,aku mohon jangan membuat ku terus merasa sakit


Bara terdiam diri nya tidak bisa menjawab perkataan Avila,bahkan dirinya tidak tahu apa yang di ucapkan Avila


Avila yang melihat Bara terdiam langsung memberhentikan taksi yang lewat di depan nya dan pergi


Bara masih terdiam di tempat nya menatap Avila yang sudah pergi dengan taksi


melihat Avila pergi Bara tidak mengejar Avila,namun dirinya pergi menemui seseorang


sepanjang perjalanan Avila hanya menangis tanpa suara,sesampainya di lokasi proyek,Avila mulai bekerja,di tengah pekerjaan nya Avila merasakan pusing di kepalanya,namun dirinya mencoba menahan rasa sakit itu dan kembali bekerja


setelah selsai bekerja Avila memutuskan ketempat kesukaan nya jika dirinya tengah suntuk atau sedih


Avila" tidak biasa nya tempat ini sepi


Avila duduk di salah satu kursi yang tersedia,Avila terus melihat air mancur yang berada di hadapan nya,cukup lama Avila berdiam diri di sana hingga dirinya memutuskan untuk pergi,namun rasa sakit di kepalanya kembali menyerang kali ini dirinya tidak bisa menahan rasa sakit nya membuat Avila tidak sadarkan diri


burg


Avila terjatuh dalam pelukan seseorang


___________________


TBC


next

__ADS_1


jangan lupa ya dukungan nya buat aku 🤭🤭


__ADS_2