
sore hari tiba,dimana keluarga kadavi,dan keluarga Alicia akan datang untuk meminta Arisya pada orang tuanya,dan kembali menanyakan kesiapan Arisya sebagai madu dari Alicia
Lusi" loh kamu belum siap sya,sebentar lagi mereka datang
Arisya" kak apa tidak apa apa sya melakukan hal ini
Lusi" sya jika kita mundur sekarang itu tidak mungkin,sya nasi sudah menjadi bubur,tinggal kita saja bagaimana cara mengolah bubur itu agar bisa di terima dan menjadi enak,Karena keputusan sudah kamu ambil,jadi tinggal kita bagaimana cara nya mengatur agar semuanya baik baik saja
Arisya" kakak apa,kakak tidak marah pada ku
Lusi" marah,tentu saja aku marah,kesal,kecewa,tapi sya aku kakak mu,aku akan selalu ada untuk mu karena kamu lebih membutuhkan aku memeluk mu dari pada aku memarahi mu
Arisya" kakak (memeluk)
Lusi" bersiap lah,mereka sebenatar lagi tiba,ingat sya apa pun yang terjadi,kami selalu ada untuk mu
Arisya" terimakasih kak,maaf jika sedari kecil aku selalu membuat kalian dalam masalah
Lusi" bukan kan itu sudah biasa (terkekeh)
Arisya" kakak
Lusi" mereka sudah datang,cepat bersiap,jangan lama lama
Lusi meninggalkan Arisya untuk bersiap,sementara Lusi menyambut kedatangan Alicia dan keluarga nya
Alicia" kak Lulu (memeluk)
Lusi" cia bagaimana ke adaan mu
Alicia" sangat baik,dimana sya ?
Lusi" sedang bersiap,silahkan masuk semua nya,maaf keadaan rumah kami hanya seperti ini
Emma" sudah tahu (ketus)
Fara" tidak apa apa,Lusi dimana ayah dan bunda mu
Abe" dimana Arisya,aku belum pernah melihat nya
Lusi" (tersenyum) masuk lah dulu,mereka sedang bersiap
Hardi" sudah datang tamu nya maaf,taun Abe apa kabar (mengulurkan tangan)
Abe"(memeluk Hardi) seperti ini jika bersama keluarga,bukan seperti kolega bukan Hardi
Hardi yang merasa terkejut dengan perlakuan Abe merasa sedikit canggung
Hardi" ah iya benar (tersenyum)
Hardi mengajak semua tamu untuk duduk bersama,mereka saling berbincang
Abe" dimana Arisya,aku sangat ingin melihat nya,aku hanya mendengar nya dari cerita cia dan istri ku saja (tersenyum)
Ningrum" aku akan panggilkan sebentar
__ADS_1
Ningrum memanggil Arisya yang masih duduk di depan meja rias nya
Ningrum" astaga anak ini,kenapa belum keluar sya
Arisya" sya merasa sedikit gugup Bun
Ningrum" sya,jangan takut ada bunda,ayah,kakak mas mu dan lani,ayo keluar tuan Abe dari tadi menanyakan mu
Arisya" iya Bu
Arisya dan Ningrum menuju ruang tamu,Alicia yang melihat kehadiran Arisya langsung menghampiri Arisya yang terlihat sangat cantik dengan riasan natural,dengan baju yang sangat sopan,membuat siapa pun yang melihat nya akan terpana
Arisya" maaf saya terlalu lama
Abe" kamu Arisya ?
Arisya" (tersenyum) saya Arisya,maaf membuat semua nya menunggu
Emma" sudah tahu masih bertanya
Alicia" mama
Abe" kamu sangat cantik nak,duduk lah ke mari
Abe meminta Arisya duduk di sebelah nya,Alicia dengan senang hati mengantar teman nya duduk di sebelah ayah mertuanya itu
Abe" Hardi,selama ini kita hanya berbicara dari telpon dan jarang bertemu,jika bertemu kita akan membahas banyak hal,tapi hari ini aku menemui mu untuk membicarakan hal yang sangat penting ,Hardi aku sebagai orang tua dari kadavi mewakili putra ku untuk meminta putri mu,menjadi istri dari putra ku,aku tahu jika ini mungkin berat untuk mu dan keluarga,namun ini adalah harapan besar untuk keluarga kami,Hardi sebagai seorang ayah aku tahu apa yang kamu fikirkan,tapi kamu bisa pegang janji ku,jika putri mu tidak akan pernah kami sia siakan kami akan menganggap nya sebagai putri kami sendiri,kami harap kamu dan keluarga bisa menerima niat baik kami
Hardi" pertama saya ucapkan terimakasih atas kedatangan pak Abe dan keluarga,dengan datang membawa niat baik saja saya sudah sangat senang,tapi pak apa yang anda minta saya tidak bisa memberi keputusan nya karena semua itu adalah keputusan putri saya,yang akan menjalankan nya,saya tidak berhak atas itu,jika ingin bertanya silahkan tanya kan langsung pada putri saya,sya
Arisya"(memejamkan matanya) bismillah, insyaallah sya siap,tuan eh pak
Abe" (terkekeh) terimakasih sya,panggil aku Daddy nak (memeluk)
Alicia" terimakasih sya,terimakasih banyak
Fara" terimakasih nak,terimakasih
Emma" selamat ya (dengan ketus)
kadavi hanya bisa berdiam diri,dirinya tak berkata sedikit pun di pertemuan itu
Fara" kami akan melakukan semua yang seharusnya di lakukan,kami akan memberikan Arisya semua yang terbaik,mulai dari lamaran secara resmi,dan resepsi kami tidak akan menutupi apa pun,jadi kapan kami boleh datang melamar sya secara resmi
keluarga Arisya sedikit terkejut dengan perkataan Fara
Hardi" oh... kapan saja keluarga kadavi siap,kami akan siap menyambut
Abe" baik lah,dua Minggu lagi kami akan datang melamar sya secara resmi,bagaimana ?
Ningrum" dua Minggu lagi ?
Fara" bukan kah lebih cepat lebih baik
Hardi" baik lah kami siap,dua Minggu lagi kita akan bertemu di rumah ini lagi
__ADS_1
Abe" baik lah
mereka mulai berbincang,sampai Abe meminta waktu untuk bicara bersama Arisya
Abe" boleh saya bicara pada Arisya empat mata
Hardi" oh tentu,silahkan sya pergi lah
Arisya" baik yah
Abe dan Arisya pergi ke halaman rumah Arisya dimana ada bangku bangku,dekat dengan tanaman bunga
Abe" bunga bunga ini sangat indah
Arisya" bunda yang menanam,bunda sangat senang dengan tanaman
Abe" apa sya tidak suka
Arisya" suka,beberapa bunga bunga ini aku juga ikut menanam
Abe" kamu sangat berbeda (bergumam)
Arisya" Daddy bicara sesuatu
Abe" ah tidak,arisya apa boleh Daddy bertanya sesuatu pada mu
Arisya" tentu saja,apa dad ?
Abe" sya apa kamu menikah dengan kadavi karena unsur terpaksa atau ancaman seseorang,atau iming iming dari seseorang
Arisya" tidak,aku melakukan nya hanya ingin menyelamatkan Alicia hanya itu,dan di Allah aku tidak menerima apa pun dari siapa pun,ini murni ke putusan ku
Abe" sya,kamu anak baik,Daddy sangat berterimakasih pada mu,sya apa pun masalah mu kelak ceritakan pada Daddy,Daddy akan membantu mu,sya Daddy tahu kadavi bukan lah tipe orang yang mudah menyukai seseorang,jadi Daddy akan membantu mu,sya setelah kamu sah menjadi istri kadavi jangan pernah sungkan pada Daddy,sya kamu anak baik,Daddy benar benar berterimakasih,besar harapan Daddy pada mu sya
tak terasa Abe mengeluarkan air matanya di hadapan Arisya,hal itu membuat arisya semakin terbebani
Abe" ah maaf Daddy jadi terlihat cengeng di hadapan mu
Arisya" ini dad,sapu tangan ku (tersenyum)
Abe" sapu tangan,kamu wanita yang unik,masih menggunakan benda ini (terkekeh)
Arisya" tidak tahu kenapa aku selalu membawa nya,mungkin karena terbiasa,maaf aku terlihat kuno
Abe"(mengelus kepala Arisya) tidak nak kamu unik,mari kita masuk,Daddy rasa mama Emma sudah tidak betah (terkekeh)
Arisya" iya dad
Arisya dan Abe masuk kedalam rumah kembali,Arisya memperhatikan semua keluarga nya yang sedang asik berbincang
"kamu bisa sya,kamu bisa,kamu bisa" hanya itu yang saat ini ada di fikiran Arisya
_________________
TBC
__ADS_1
next