Pilihan Hidup Ku

Pilihan Hidup Ku
PHK 70


__ADS_3

di tempat lain,Arisya tengah menangis sedih,melihat ayah nya terbaring di ruang ICU karena dirinya,rasanya Arisya tidak akan bisa memaafkan dirinya jika sampai terjadi sesuatu pada ayah nya


Lusi" minum dulu sya,kasihan anak mu


Arisya" kak maaf kan sya,seharus nya sya tidak memberi tahu kalian masalah ini


Lusi" sya,lebih baik seperti ini,dari pada kami tahu dan kami melihat mu menderita itu jauh lebih sakit sya


Arisya" tapi ayah kakh


Lusi" percaya sama kakak,ayah hanya kaget kakak yakin ayah tidak marah pada mu dan semua akan baik baik saja,yang penting sekarang fikirkan masa depan kamu dan anak mu


Arisya" aku tidak tahu kak,saat ini fikiran ku tidak bisa di ajak kerja sama


Lusi" tenang lah,lebih baik malam ini kamu pulang biar kami di sini


Arisya" tidak aku tidak mau aku mau menunggu ayah kak


Ningrum" sya


Arisya melihat ke arah Ningrum


Arisya" iba Bun


Ningrum" pulang lah,ke rumah kakak mu,dekat dari sini,istirahat di sana tenang kan fikiran mu,besok kembali lah ke mari


tanpa penolakan Arisya setuju dengan perkataan bundanya


akhirnya Arisya pulang ke rumah Lusi,yang tidak jauh dari rumah sakit,di antar Panji


Panji" sya istirahat lah,Bu sari dan nini ada dalam,jangan memikirkan apa pun,kasihan bayi mu


Arisya" baik mas,maafkan Arisya mas


Panji" (tersenyum) adek nya mas gak salah kok,adek nya mas gak boleh sedih,kasihan keponakan papa Panji sedih nanti,dan lagi kamu tahu,kamu terlihat jelek saat menangis sya (terkekeh)


Arisya" mas Panji (tersenyum)


Panji" gak kerasa adek nya mas sebentar lagi akan jadi ibu,udah besar kamu sya


Arisya" ibu tunggal ya mas


Panji" kata siapa,ada papa Panji,ada eyang ada mama Lulu ada kakak lani,kata siapa kamu sendiri


Arisya" mas Panji emang paling bisa kalo buat sya senyum lagi


Panji" masuk lah,dan istirahat


Arisya" iya mas

__ADS_1


Arisya berjalan masuk ke rumah itu,dan di sambut oleh Bu sari dan nini yang sudah menunggu nya


Bu sari" gimana pak Hardi?


Arisya" ayah masih belum sadar Bu,tapi kata dokter masa kritisnya sudah lewat


Nini" ini gara gara nini keceplosan deh


Arisya" enggak Nini,tujuan kita memang memberi tahu keluarga ku,kamu gak salah,tidak ada yang salah di sini,udah gak usah sedih


arisya berusaha tersenyum agar nini tidak lagi menyalahkan dirinya


flashback


Bu Dewi mengantar Arisya kembali ke rumah bersama Bu sari dan Nini,setibanya di rumah Arisya langsung memeluk bunda nya dan menangis sejadi jadinya


membuat seluruh keluarga Arisya,bingung melihat Arisya menangis


Ningrum" ada apa Arisya, cerita nak ada apa


Arisya" maaf kan sya Bu,selama ini tidak pernah jujur pada kalian,ternyata Arisya gak bisa mengatasi masalah sya sendiri


Ningrum mempersilakan semua nya untuk duduk,tak lupa memanggil suami nya dan Lusi yang saat itu tengah berkunjung


Arisya menceritakan semua masalah nya sejak awal menikah bersama Davi,bunda Ningrum serta tidak bisa menahan air mata,ayah Hardi hanya terdiam


Lusi" jadi apa masalah nya sekarang,sampai kamu kembali bersama orang lain,dan bukan suami mu yang mengantar,bajingan


Nini" nyonya di ceraikan tuan


semua orang menatap ke arah Nini yang tiba tiba angkat bicara


mendengar hal itu Hardi berdiri


Hardi" tinggalkan saja dia,aku masih sanggup menghidupi anak dan cucu ku


wajah ayah Hardi terlihat merah menahan emosi nya,ayah Hardi hendak pergi namun,langkah nya terhenti saat dada sebelah kirinya terasa nyeri


ayah Hardi langsung terjatuh membuat semua orang panik,Bu Dewi memeriksa keadaan ayah Hardi,setelah merasa aman untuk membawa ayah Hardi ke rumah sakit mereka mengangkat ayah hardi ke dalam mobil


Bu sari dan Nini menjaga lani di rumah Lusi yang tak jauh dari rumah sakit,sementara mereka semua pergi ke rumah sakit.


flashback off


sementara di tempat lain kadavi tengah menunggu Alicia pulang


setelah menunggu lama Alicia kembali ke rumah,dengan wajah bahagia Alicia menghampiri kadavi yang duduk di ruang keluarga


Alicia" Hay Daddy (memeluk)

__ADS_1


dengan kasar kadavi menghempaskan tangan Alicia yang berada di pinggang nya


kadavi" lepaskan tangan kotor mu itu


Alicia terkejut mendengar perkataan kadavi padanya


Alicia" mas kamu kenapa


kadavi" jangan bersandiwara lagi di hadapan ku,cukup Alicia (membentak)


Alicia" mas kamu bentak aku mas,kamu tega mas


kadavi" tega kata mu,lebih tega mana dengan orang yang berkhianat,dengan orang yang tega mempermainkan perasaan seseorang demi satu tujuan,orang yang menghalalkan segala cara agar tujuan nya tercapai,orang yang rela menyakiti orang yang menyayangi nya,tidak usah berpura pura lagi,aku sudah tahu semua nya Alicia ini (melempar alat perekam)


Alicia terkejut melihat benda itu berada di tangan kadavi,kali ini dirinya harus berfikir cepat untuk membuat kadavi percaya


Alicia" aku gak tahu itu apa mas,jangan dengarkan perkataan mereka yang ingin menjatuhkan ku,pasti ini kerjaan Arisya karena dia tidak bisa memiliki mu,kamu tenang mas dia sudah memberi surat cerai untuk mu,lihat ini


kadavi mengambil berkas itu dan merobek berkas itu dan melemparkan hingga berserakan di lantai


kadavi" surat itu palsu,hanya properti syuting,Alicia kamu sangat jahat,Arisya sangat tulus pada mu tapi kamu malah seperti ini pada nya


Alicia" (tersenyum) baik kata mu,semua orang yang dulu nya menyayangi ku,memilih menyayangi Arisya,bahkan eyang ku saja,memberikan giok berharganya pada Arisya,dan papa ku dia sangat baik pada Arisya,selalu membanggakan anak ob itu,dan sekarang kamu juga di rebut nya


kadavi" karena dia tulus,karena dia baik,dan Arisya jujur,tidak seperti mu,kenapa dulu kamu tidak menolak ku sedangkan kamu memiliki kekasih


Alicia" aku sudah pernah mencoba nya,tapi aku fikir sia sia jika,aku melepaskan mu,aku menguji mu dengan membawa Arisya saat pertemuan,saat itu aku fikir kamu akan sama seperti mommy yang sangat memperhatikan Arisya,ternyata tidak,dari situ aku berfikir jika kamu bisa menjadi pelindungku,tapi aku tidak sedikit pun mencintai mu


kadavi" baik lah,aku sudah mendapatkan jawaban ku,sekarang pergi dari rumah ini,kembali pada ayah bayi itu


Alicia benar benar terkejut mendengar kadavi mengetahui jika bayi ini bukan lah anak nya


Alicia" ini anak mu,bukan anak orang lain


kadavi" Alicia jangan menguji ke sabaran ku,hentikan sandiwara mu,aku tidak mau bayi itu mendengar kemarahan ku,Mario (berteriak) bawa dia pergi sekarang


Alicia sangat terkejut melihat Mario berada di rumah itu,dengan membawa semua barang barang milik nya


Alicia" tidak aku tidak mau,aku tidak mau pergi,mas Davi tolong aku,aku ini istri mu,aku tidak mau pergi mas Davi


kadavi pergi begitu saja tidak memperdulikan Alicia yang terus mengemis padanya


_____________________


TBC


next


maaf ya lama up nya ,soalnya sedikit sibuk hehe

__ADS_1


jangan lupa ya para readers yang cakep abis baca tinggalkan jejak kalian,kasih aku dukungan apa pun itu 💖💖💖💖💖💖


__ADS_2