
di tempat lain,Arisya tengah menangis sedih,melihat ayah nya terbaring di ruang ICU karena dirinya,rasanya Arisya tidak akan bisa memaafkan dirinya jika sampai terjadi sesuatu pada ayah nya
Lusi" minum dulu sya,kasihan anak mu
Arisya" kak maaf kan sya,seharus nya sya tidak memberi tahu kalian masalah ini
Lusi" sya,lebih baik seperti ini,dari pada kami tahu dan kami melihat mu menderita itu jauh lebih sakit sya
Arisya" tapi ayah kakh
Lusi" percaya sama kakak,ayah hanya kaget kakak yakin ayah tidak marah pada mu dan semua akan baik baik saja,yang penting sekarang fikirkan masa depan kamu dan anak mu
Arisya" aku tidak tahu kak,saat ini fikiran ku tidak bisa di ajak kerja sama
Lusi" tenang lah,lebih baik malam ini kamu pulang biar kami di sini
Arisya" tidak aku tidak mau aku mau menunggu ayah kak
Ningrum" sya
Arisya melihat ke arah Ningrum
Arisya" iba Bun
Ningrum" pulang lah,ke rumah kakak mu,dekat dari sini,istirahat di sana tenang kan fikiran mu,besok kembali lah ke mari
tanpa penolakan Arisya setuju dengan perkataan bundanya
akhirnya Arisya pulang ke rumah Lusi,yang tidak jauh dari rumah sakit,di antar Panji
Panji" sya istirahat lah,Bu sari dan nini ada dalam,jangan memikirkan apa pun,kasihan bayi mu
Arisya" baik mas,maafkan Arisya mas
Panji" (tersenyum) adek nya mas gak salah kok,adek nya mas gak boleh sedih,kasihan keponakan papa Panji sedih nanti,dan lagi kamu tahu,kamu terlihat jelek saat menangis sya (terkekeh)
Arisya" mas Panji (tersenyum)
Panji" gak kerasa adek nya mas sebentar lagi akan jadi ibu,udah besar kamu sya
Arisya" ibu tunggal ya mas
Panji" kata siapa,ada papa Panji,ada eyang ada mama Lulu ada kakak lani,kata siapa kamu sendiri
Arisya" mas Panji emang paling bisa kalo buat sya senyum lagi
Panji" masuk lah,dan istirahat
Arisya" iya mas
__ADS_1
Arisya berjalan masuk ke rumah itu,dan di sambut oleh Bu sari dan nini yang sudah menunggu nya
Bu sari" gimana pak Hardi?
Arisya" ayah masih belum sadar Bu,tapi kata dokter masa kritisnya sudah lewat
Nini" ini gara gara nini keceplosan deh
Arisya" enggak Nini,tujuan kita memang memberi tahu keluarga ku,kamu gak salah,tidak ada yang salah di sini,udah gak usah sedih
arisya berusaha tersenyum agar nini tidak lagi menyalahkan dirinya
flashback
Bu Dewi mengantar Arisya kembali ke rumah bersama Bu sari dan Nini,setibanya di rumah Arisya langsung memeluk bunda nya dan menangis sejadi jadinya
membuat seluruh keluarga Arisya,bingung melihat Arisya menangis
Ningrum" ada apa Arisya, cerita nak ada apa
Arisya" maaf kan sya Bu,selama ini tidak pernah jujur pada kalian,ternyata Arisya gak bisa mengatasi masalah sya sendiri
Ningrum mempersilakan semua nya untuk duduk,tak lupa memanggil suami nya dan Lusi yang saat itu tengah berkunjung
Arisya menceritakan semua masalah nya sejak awal menikah bersama Davi,bunda Ningrum serta tidak bisa menahan air mata,ayah Hardi hanya terdiam
Lusi" jadi apa masalah nya sekarang,sampai kamu kembali bersama orang lain,dan bukan suami mu yang mengantar,bajingan
Nini" nyonya di ceraikan tuan
semua orang menatap ke arah Nini yang tiba tiba angkat bicara
mendengar hal itu Hardi berdiri
Hardi" tinggalkan saja dia,aku masih sanggup menghidupi anak dan cucu ku
wajah ayah Hardi terlihat merah menahan emosi nya,ayah Hardi hendak pergi namun,langkah nya terhenti saat dada sebelah kirinya terasa nyeri
ayah Hardi langsung terjatuh membuat semua orang panik,Bu Dewi memeriksa keadaan ayah Hardi,setelah merasa aman untuk membawa ayah Hardi ke rumah sakit mereka mengangkat ayah hardi ke dalam mobil
Bu sari dan Nini menjaga lani di rumah Lusi yang tak jauh dari rumah sakit,sementara mereka semua pergi ke rumah sakit.
flashback off
sementara di tempat lain kadavi tengah menunggu Alicia pulang
setelah menunggu lama Alicia kembali ke rumah,dengan wajah bahagia Alicia menghampiri kadavi yang duduk di ruang keluarga
Alicia" Hay Daddy (memeluk)
__ADS_1
dengan kasar kadavi menghempaskan tangan Alicia yang berada di pinggang nya
kadavi" lepaskan tangan kotor mu itu
Alicia terkejut mendengar perkataan kadavi padanya
Alicia" mas kamu kenapa
kadavi" jangan bersandiwara lagi di hadapan ku,cukup Alicia (membentak)
Alicia" mas kamu bentak aku mas,kamu tega mas
kadavi" tega kata mu,lebih tega mana dengan orang yang berkhianat,dengan orang yang tega mempermainkan perasaan seseorang demi satu tujuan,orang yang menghalalkan segala cara agar tujuan nya tercapai,orang yang rela menyakiti orang yang menyayangi nya,tidak usah berpura pura lagi,aku sudah tahu semua nya Alicia ini (melempar alat perekam)
Alicia terkejut melihat benda itu berada di tangan kadavi,kali ini dirinya harus berfikir cepat untuk membuat kadavi percaya
Alicia" aku gak tahu itu apa mas,jangan dengarkan perkataan mereka yang ingin menjatuhkan ku,pasti ini kerjaan Arisya karena dia tidak bisa memiliki mu,kamu tenang mas dia sudah memberi surat cerai untuk mu,lihat ini
kadavi mengambil berkas itu dan merobek berkas itu dan melemparkan hingga berserakan di lantai
kadavi" surat itu palsu,hanya properti syuting,Alicia kamu sangat jahat,Arisya sangat tulus pada mu tapi kamu malah seperti ini pada nya
Alicia" (tersenyum) baik kata mu,semua orang yang dulu nya menyayangi ku,memilih menyayangi Arisya,bahkan eyang ku saja,memberikan giok berharganya pada Arisya,dan papa ku dia sangat baik pada Arisya,selalu membanggakan anak ob itu,dan sekarang kamu juga di rebut nya
kadavi" karena dia tulus,karena dia baik,dan Arisya jujur,tidak seperti mu,kenapa dulu kamu tidak menolak ku sedangkan kamu memiliki kekasih
Alicia" aku sudah pernah mencoba nya,tapi aku fikir sia sia jika,aku melepaskan mu,aku menguji mu dengan membawa Arisya saat pertemuan,saat itu aku fikir kamu akan sama seperti mommy yang sangat memperhatikan Arisya,ternyata tidak,dari situ aku berfikir jika kamu bisa menjadi pelindungku,tapi aku tidak sedikit pun mencintai mu
kadavi" baik lah,aku sudah mendapatkan jawaban ku,sekarang pergi dari rumah ini,kembali pada ayah bayi itu
Alicia benar benar terkejut mendengar kadavi mengetahui jika bayi ini bukan lah anak nya
Alicia" ini anak mu,bukan anak orang lain
kadavi" Alicia jangan menguji ke sabaran ku,hentikan sandiwara mu,aku tidak mau bayi itu mendengar kemarahan ku,Mario (berteriak) bawa dia pergi sekarang
Alicia sangat terkejut melihat Mario berada di rumah itu,dengan membawa semua barang barang milik nya
Alicia" tidak aku tidak mau,aku tidak mau pergi,mas Davi tolong aku,aku ini istri mu,aku tidak mau pergi mas Davi
kadavi pergi begitu saja tidak memperdulikan Alicia yang terus mengemis padanya
_____________________
TBC
next
maaf ya lama up nya ,soalnya sedikit sibuk hehe
__ADS_1
jangan lupa ya para readers yang cakep abis baca tinggalkan jejak kalian,kasih aku dukungan apa pun itu 💖💖💖💖💖💖