Pilihan Hidup Ku

Pilihan Hidup Ku
PHK 89


__ADS_3

kita cerita soal Avila sebentar ya gak apa apa ya hehe


_____________________


Avila terjatuh dalam pelukan Bara


brug


Avila menatap Bara sesaat


Avila" aku tengah bermimpi


setelah mengucapkan hal itu Avila tidak sadarkan diri


Bara" Avi,Avi,Avi


melihat Avila yang sudah tidak sadarkan diri,Bara membawa Avila kembali ke apartemen nya,sesampainya di sana Bara memegang kening Avila yang terasa panas


Bara" astaga Avila demam


Bara dokter untuk memeriksa Avila,sambil menunggu dokter mencoba mengompres Avila


Avila" jangan tinggalkan aku,aku mohon,jangan benci aku,lihat aku sebentar saja aku mohon


bara mendekatkan telinganya pada Avila yang terus mengigau


bara menggenggam tangan Avila


Bara" aku tidak akan meninggalkan mu,aku janji


tidak menunggu lama dokter telah tiba,dan mulai memeriksa Avila


Bara" bagaimana dok ?


dokter" nona ini apa dia tinggal sendiri


Bara" iya dok,ada apa dok?


dokter" seperti nya nona ini tidak makan apa pun,apa nona ini bekerja


Bara" iya dok


dokter" anda siapa nya ?


Bara" calon suami nya dok


dokter itu melihat Bara sinis


dokter" anda ini bagaimana,membiarkan calon istri mu sampai seperti ini


Bara" saya juga gak tahu dok,kan gak serumah


dokter" (menatap malas) apa guna nya anda memiliki ponsel (mengumpat)

__ADS_1


Bara" apa dok


dokter" tidak ada,ini saya beri resep anda bisa menebusnya,dan saya beri saran agar tidak membiarkan Nona ini telat makan lagi,karena resiko nya berat


Bara" baik lah dok


setelah selesai Bara mengantar dokter itu pulang,setelah itu Bara berniat pergi namun ia bingung karena tidak mungkin dirinya meninggalkan Avila sendiri


Bara mengambil ponselnya,dan menghubungi seseorang,setelah menunggu beberapa lama,orang itu datang,dan membantu Bara mengurus Avila sementara dirinya pergi membeli obat


setelah selesai,secepat mungkin Bara kembali,dan mendapati Avila sudah berganti pakaian dan terlihat bersih


Bara" (menatap Avila yang memejamkan mata nya) aku baru tahu jika kamu selalu bersedih,maaf kan aku


flashback


setelah pertengkaran nya dengan Avila siang itu Bara pergi menemui papa Vero,untuk menanyakan hal yang tidak dia pahami


Bara" papa ada yang ingin bara tanya kan pada papa


Vero" Bara bukan nya kamu mengantar Avila,kenapa di sini?


Bara" nanti Bara jelaskan,sekarang jawab dulu pertanyaan bara


Vero" cepat katakan


Bara" apa yang terjadi pada uncle Jeremy dan mama Avila,kenapa sampai tidak mau menerima Avila,apa salah Avila


Vero"(menatap Bara) papa tahu kenapa kamu bertanya,baik lah papa beritahu pada mu,uncle Jeremy dan mama Avila dulu menikah karena untuk membayar hutang keluarga mama Avila,saat itu mama Avila baru saja masuk kuliah,dan sudah memiliki kekasih,namun karena hal itu dirinya harus merelakan sua impian dan orang terkasih nya, uncle Jeremy bukan orang lembut seperti sekarang,dirinya tidak pernah bisa menunjukan kasih sayang nya dengan benar,karena memang dirinya hidup tanpa ibu dan kakek Avila mendidik nya dengan didikan militer


Vero" paksaan,ibu Avila diperbolehkan untuk melanjutkan kuliah dan keluar dari rumah jika bisa memberikan cucu,mau tidak mau dirinya menyerahkan semua hidup nya pada Jeremy,namun setelah mengandung Avila,kakek Avila berbohong,justru ibu Avila semakin terkekang,beberapa kali dirinya mencoba membunuh Avila namun tidak pernah berhasil selalu saja gagal,pada suatu hari, Jeremy sudah muak dengan aturan ayah nya dan memutuskan pergi dari rumah itu,namun ibu Avila sudah tidak perduli dengan yang terjadi pada mereka,setelah Avila lahir ibu nya pergi tidak tahu kemana bahkan dirinya tidak melihat atau menyusui Avila, Jeremy mulai berubah saat ke hadiran Avila bahkan aku dan Abe saja sempat takut jika Jeremy akan memperlakukan Avila seperti ayah nya,namun ketakutan kami tidak terbukti, Jeremy justru menumpahkan kasih sayang berlimpah pada Avila,bahkan dirinya tidak mau anak nya merasakan sakit walau hanya gigitan nyamuk,sampai suatu hari avila kecil menanyakan keberadaan ibunya,dengan meminta bantuan Abe Jeremy berhasil menemukan keberadaan mama Avila,namun jangan kan mengendong Avila,melihat saja tidak,aku ingat yang di katakan nya


"jangan pernah temui aku,aku bukan ibunya,dan aku sangat membencinya"


Vero" aku tidak menyalahkan nya,namun aku juga merasa kasihan pada Avila kecil,sejak saat itu Avila beberapa kali mencoba melarikan diri hanya untuk menemui Mama nya,namun hasilnya sama,apa sudah puas mendengar nya


Bara" apa wanita seperti itu bisa di bilang seorang ibu,apa papa tahu di mana dia tinggal sekarang


Vero" ini,sudah aku siapkan aku tahu kamu akan meminta nya


Bara" terimakasih papa,jika begitu aku pergi,masih ada sesuatu yang harus aku selesaikan


bara pergi meninggalkan kantor itu dan pergi menemui Arisya


Arisya" ada apa,kenapa Suara terdengar berbeda saat menelpon ku


Bara" apa yang kamu tahu tentang Avila,apa yang aku tidak boleh tahu


Arisya" apa yang kamu katakan,aku tidak mengerti Bara


Bara" Arisya ayolah,beritahu aku,baik lah aku akui aku menyukai Avila,selama ini aku tidak menyadari,setelah Avila pergi aku baru menyadari nya jika aku tidak bisa jauh darinya,dan masalah Windy aku baru menyadari jika aku bukan menyukai nya namun mengangumi nya


Arisya" (terkekeh) lihat nak,uncle mu ini sedang menjilat ludah sendiri,rasakan sok jual mahal sekarang malah mencari tahu

__ADS_1


Bara" cepat beri tahu aku,atau aku beri tahu kadavi jika kamu tengah mempersiapkan kejutan ulang tahun nya


Arisya" Bara awas saja kamu


Bara" cepat katakan


Arisya" baik baik,karena kamu sudah mengakui perasan mu,jadi aku akan beri tahu,jika Avila juga menyukai mu,namun sekarang dirinya sedang berusaha melupakan mu,karena ia mengira jika kamu dan sekertaris mu ada hubungan


Bara" astaga,pantas saja dia terus menjauhi ku,jadi apa yang harus aku lakukan


Tiba tiba saja seseorang memukul kepala Bara


plak


"bodoh"


Bara menoleh ke arah belakang dan melihat kadavi berdiri di sana


kadavi" apa lagi bodoh,nyatakan perasaan mu,dan yakin kan dia,kamu mau jika ada yang mendahului mu


Bara" tidak,enak saja,aku yang akan mendapatkan nya


kadavi" bagaimana mau mendapat kan nya jika kamu saja masih berdiam diri di sini


Bara" baik lah aku pergi


Bara hendak berlari namun dirinya mengurungkan niat nya dan mendekati Arisya


Bara" terimakasih,dan doa kan aku,hey keponakan ku doakan uncle mu ini ya,Davi tidak masalah kan jika aku bersama Avila


kadavi" tidak,pergi lah,lihat mama mu di rumah sudah tidak sabar menunggu cucu


Bara" bodoh,menikah dulu baru memikirkan cucu,sesat Lo


kadavi" pergi Lo,sebelum gue usir


Bara" gue juga mau pergi,males gue liat Lo,sya aku pergi bye ponakan uncle


bara meninggalkan kediaman Arisya,dan mencari Avila,setelah sampai lokasi proyek,dirinya tidak menemui Avila


Bara bertanya salah satu pegawai di sana


Bara" di mana nona Avila?


"nona Avila sudah pulang pak,tadi dia terlihat tidak sehat"


Bara" baik lah jika begitu


bara pergi meninggalkan,tempat itu menuju apartemen,namun tidak menemukan Avila,setelah berfikir beberapa lama,akhirnya Bara teringat sesuatu tempat,dan dirinya menemui Avila


flashback off


___________________

__ADS_1


TBC


next


__ADS_2