
pagi pagi sekali kediaman Alicia sudah ramai karena Alicia yang marah pada kadavi
Alicia" kamu tega masukin mama aku ke penjara mas,kenapa kamu gak kasih tahu aku hah (berteriak)
kadavi" bagaimana aku bisa memberitahu mu jika nomor mu selalu tidak bisa di hubungi
Alicia" kamu mas,kamu benar benar berubah,kamu sudah menyukai Arisya,kamu gak perduli lagi sama aku reputasi keluarga aku,kamu jahat mas
kadavi" ini semua bukan mau ku,tapi Daddy lagi pula mama juga sudah keterlaluan kamu bayangkan jika peluru itu menembus perut Arisya apa yang akan terjadi pada anak kita
Alicia" itu alasan mu saja,aku yakin Daddy melakukan ini karena,Arisya yang meminta,kenapa kamu membela nya,aku istri mu
kadavi" aku tidak membela Alicia,tapi Arisya juga istri ku
Alicia" oooo benar,dia juga istri mu,dan bisa memberikan ke turunan buat mu,dan keluarga mu yang terus menuntut ku itu benar
kadavi" Alicia jangan keterlaluan,ingat siapa yang meminta ku menikahi gadis malang itu,yang dari dulu mama mencoba menyakiti nya,tahukah kamu hal itu,pantas kah kamu di sebut sahabat nya (geram kadavi)
Alicia" mas kamu berani bentak aku,kamu benar benar sudah berubah mas,kamu bukan mas Davi yang aku kenal,apa yang di perbuat Arisya membuat mu menjadi seperti ini,baik lah aku akan pergi karena lebih bahagia bersama Arisya
Alicia berlari meninggalkan rumah itu,kadavi tidak mengajar Arisya karena dirinya tahu jika ia mengejar Arisya masalah nya akan semakin rumit
Alicia pergi meninggalkan rumah itu,Alicia menghubungi Windy
Alicia* Windy besok aku akan bekerja
Windy* baik lah,aku menjemput atau mba akan datang sendiri
Alicia* besok aku akan pergi bersama Mario
Windy* mba gak pulang ke rumah (terkejut)
Alicia* aku sedang marah pada kadavi,sudah lah Windy kamu urus saja pekerjaan mu,tidak usah mengurusi hidup ku,dan satu lagi,aku tidak mau di pasangkan dengan pria jelek itu besok
Windy* baik mba
Alicia menutup panggilan nya
Windy" enak sekali mengatakan orang jelek,kasihan mas Davi,terus di bohongi mba Alicia,seandainya tidak hutang Budi,sudah kuberi tahu kelakuan buruk istrinya itu
Windy kembali mengerjakan tugas nya
Alicia menghampiri Mario yang tengah bekerja
Mario" kamu tidak bersama kadavi
Alicia" (memeluk Mario) aku tengah bertengkar dengan nya,gara gara Arisya sialan itu
Mario" bagus dong,malam ini kita bisa bersama,lagi pula kamu mau tunggu apa lagi meninggalkan kadavi,oh ya aku dengar mama mu tidak masuk bekerja beberapa bulan ini
Alicia" mama ku di penjara
Mario" hah,apa ? kamu serius,kenapa bisa ?
__ADS_1
Alicia" sudah tidak usah di bahas,yang penting penghalang kita sudah di singkirkan,dan tidak perlu menguras tenaga kita
Mario" (memeluk Alicia) lalu kapan kamu akan meninggalkan kadavi,aku sudah bosan jika harus sembunyi sembunyi seperti ini,dari sejak SMA hingga saat ini selalu saja begini
Alicia" aku tidak bisa meninggalkan nya sekarang,karir ku masih membutuhkan nya,bersabar lah,kamu pun tahu hati ku hanya milik mu
Alicia mencium sekilas bibir Mario
"aku tidak akan melepaskan tambang emas ku Mario,kamu saja masih bekerja di perusahaan ku,mana mungkin aku melepaskan dia" dalam hati Alicia
kadavi memilih pergi menemui Arisya,tidak tahu mengapa dirinya merasa ingin sekali memeluk Arisya saat ini
kadavi sampai di rumah Arisya melihat Arisya tengah menyiram tanaman,kadavi langsung memeluk Arisya dari belakang
Arisya" astagfirullah (terkejut) mas Davi buat aku kaget
Arisya berbalik dan melihat kadavi,terlihat wajah kadavi yang sedih
Arisya" kenapa mas ?
kadavi tak menjawab ia langsung kembali memeluk Arisya
kadavi" bisa diam saja,tidak usah banyak tanya
Arisya terdiam dan membiarkan kadavi memeluk dirinya,ia tahu jika kadavi tidak dalam keadaan baik baik saja
Arisya mengelus punggung kadavi dengan lembut membuat kadavi merasa sangat nyaman berada di pelukan Arisya
cukup lama kadavi memeluk Arisya,membuat bayi dalam perut Arisya protes karena Daddy nya tak menyapa nya
kadavi" em,sepertinya anak Daddy lelah,ya berdiri
kadavi langsung membawa Arisya masuk kedalam rumah
kadavi" apa kamu tidak pernah menceritakan pada Arisya bagaiman perlakuan keluarga nya pada mu
Arisya" jangan kan Alicia,orang tua ku saja tidak,kamu orang pertama yang aku ceritakan
kadavi" kenapa kamu menceritakan nya pada ku
Arisya" karena kamu membenci ku (tersenyum) jadi tidak ada rasa takut,atau merasa kamu akan bersedih karena cerita ku (terkekeh)
kadavi" (te senyum) apa kamu selalu menganggap jika aku membenci mu
Arisya" memang kenyataan nya seperti itu bukan,mas Davi sudah makan,jika belum mari makan bersama ku
Arisya berjalan menuju meja makan
kadavi" terus lah seperti itu,Jangan menganggap ku baik,aku takut tidak bisa melepas mu nanti (bergumam)
Arisya" mas Davi bicara sesuatu
kadavi" ah tidak,aku hanya merasa jika tubuh mu sekarang terlihat gemuk
__ADS_1
Arisya" biar saja yang penting anak ku sehat
kadavi" kamu aneh,biasanya wanita akan marah jika ada yang bilang dia terlihat gemuk (terkekeh)
Arisya" mungkin aku bukan wanita,sudah lah cepat aku sudah lapar
kadavi" lihat nak,Buna mu makan saja,semua yang di lihat ingin dimakan
Arisya" astaga tidak seperti itu nak,jangan dengarkan Daddy mu,dia tidak tahu jika anak nya yang menginginkan nya
kadavi terkekeh dirinya merasa sangat gemas jika melihat Arisya sudah geram pada dirinya,kadavi mencubit hidung Arisya
kadavi" seperti anak kecil
Arisya" astaga mas Davi,tidak usah menarik hidung ku sakit
kadavi" habis tingkah mu itu seperti anak anak
Bu sari" nyonya kue nya sudah siap mau saya bawakan sekarang
Arisya" oh iya Bu,bu haji gak kesini ya Bu
Bu sari" Bu haji lagi ada acara keluarga,jadi hari ini tidak memeriksa tuan kecil (mengelus perut Arisya) ini kue nya nyonya,tuan apa tuan mau makan kue juga atau mau saya buat kan sarapan lain
kadavi bangkit dari tempat duduk nya,dan duduk tepat di sebelah arisya dan menyendok kue milik Arisya
kadavi" tidak,aku akan makan bersama sya saja
Arisya" mas Davi,ini punya aku,kamu kalo mau biar Bu sari ambilkan
kadavi" tidak aku mau yang punya kamu
Arisya" astaga masa Davi,Bu ambil kan lagi untuk ku,ini biar mas Davi yang makan
Bu sari mengambilkan kue lagi,namun kadavi melakukan hal yang sama seperti tadi membuat Arisya sangat kesal dan bahagia,melihat wajah kadavi sudah tidak sedih lagi
kadavi" baik baik,aku tidak akan menganggu lagi,makan lah ini (memberikan kue nya) jangan marah aku janji tidak akan mengambilnya lagi
Arisya" benar,janji
kadavi" em
Arisya segera mengambil kembali piring berisi kue itu dan langsung melahap nya,kadavi merasa senang melihat nya
"tidak tahu kenapa aku merasa dunia ku berwarna saat bersama mu" dalam hati kadavi
____________________
TBC
next
maaf ya baru up,sedikit ada pekerjaan soalnya,hehe jadi baru sempet up
__ADS_1
yang udah baca cerita nya jangan lupa ya,kasih dukungan apa pun itu buat aku biar makin semangat nulis nya ,terimakasih semua 💖💖💖💖