Pilihan Hidup Ku

Pilihan Hidup Ku
PHK 47


__ADS_3

Arisya menghubungi Lusi untuk memberitahu ke adaan nya,Lusi yang mengetahui adik nya tengah hamil senang bukan main


Lusi* benarkah selamat ya dek ya ampun udah mau jadi ibu aja adek nya kakak ini


Arisya* bunda mana kak


Lusi*bunda lagi keluar sama ayah,nanti kakak kasih tahu bunda sama ayah,bunda pasti senang banget ini tahu kamu hamil,kamu mau apa biar kakak beliin kalo mau apa apa bilang aja sama kakak


Arisya*iya kak,nanti kalo aku kepingin sesuatu aku kasih tahu kakak ya


Lusi* ya sudah besok kakak sama bunda ke rumah kamu,pokonya kamu jangan capek capek jangan lupa vitamin dan obat di minum,makan yang banyak oke


Arisya* iya kak,pasti aku minum,kakak (menahan Ari mata)


Lusi*iya sya,kenapa,kamu nangis ?


Arisya* ah enggak,sya cuma kangen kakak sama yang lain


Lusi* kamu sih liburan lama,jadi kita gak gak bisa ketemu


Arisya* maaf ya kak


Lusi* (tertawa) ada ada saja,minta maaf kamu ini


setelah percakapan panjang,Lusi dan Arisya mengakhiri panggilan nya


Arisya menatap layar ponsel nya dimana foto dirinya dan Alicia berada di sana


"kenapa aku merasa ada hal berbeda dari mu cia,kenapa aku merasa kamu menyembunyikan sesuatu dari ku,bahkan ke pulangan kalian saja tidak memberi tahu ku,padahal yang meminta ku untuk berpura pura berbulan madu kamu,tapi kenapa kamu melakukan ini pada ku" dalam hati Arisya


pintu kamar Arisya di ketuk oleh seseorang


Arisya" masuk


Bu sari" nyonya sudah waktunya minum obat


Arisya" oh baik Bu, terimakasih sudah menjaga ku dengan baik Bu


Bu sari" sudah kewajiban saya nyonya,nyonya sudah saya anggap seperti anak saya sendiri


Arisya" terimakasih sudah sangat baik pada ku


Bu sari" ini obat nya nyonya,oh iya tadi tuan besar pesan besok nyonya akan di jemput oleh tuan besar,untuk periksa ke dokter


Arisya" oh baik lah


Arisya meminum obat itu


Bu sari" saya permisi nyonya,nyonya istirahat dan jangan banyak memikirkan hal yang tidak penting


Arisya" baik Bu,lihat nak bunda mu banyak sekali yang memperhatikan (terkekeh)


Bu sari" tuan muda harus kuat,agar bisa melindungi bunda nya,sekarang tuan muda tidur ya


Bu sari membelai kepala Arisya,hal yang selalu Arisya suka

__ADS_1


ke esokan pagi nya,pagi pagi sekali Arisya terbangun kerena mendengar kebisingan di kamar nya,Arisya membuka mata nya perlahan dan melihat mommy Fara,bunda Ningrum,Lusi dan juga Alicia sedang berbincang di kamar itu


Arisya" apa yang terjadi (mengusap kedua matanya)


Ningrum yang melihat putri nya sudah terbangun langsung mendekati dan memeluk Arisya


Ningrum" selamat ya nak,bunda sangat bahagia mendapat kabar ini dari kakak mu (menangis haru)


Arisya" terimakasih Bun,ini semua berkat doa bunda


Ningrum" cucu nenek (mengelus perut) ini nenek mu nak,baik baik di sini ya


Alicia" sya mandi,sya habis itu kamu sarapan setelah itu kita akan ke dokter


Fara" benar nak,kita akan ke dokter


Lusi" kamu bisa bangun kan dek


Arisya" iya,bisa kok kak,baik lah sya mandi dulu


selsai membersihkan dirinya Arisya sudah bersiap dan turun menuju meja makan


Abe" sini sayang duduk di sini


Arisya" terimakasih dad


Ningrum" mau makan apa sya,biar bunda ambil kan


Fara" atau mau makan buah dulu


Alicia" minum dulu mungkin


Arisya terkekeh melihat wajah keluarga nya


Arisya" sya mau roti saja dan susu (tersenyum)


setelah selesai sarapan pagi,mereka semua bersiap akan pergi ke dokter untuk memeriksakan kandungan Arisya


Nini" lah nyonya mau priksa kandungan udah kayak mau demo rame


Bu sari"(menutup mulut Nini) maaf tuan nyonya,Nini terkadang suka bicara asal


Abe" tidak apa apa,maklum cucu pertama jadi begini (terkekeh)


sedang asik berbincang kadavi tiba bersama Kholik


Abe" sampai juga pelakunya (terkekeh)


melihat kadavi,Alicia langsung menghampiri kadavi dan memeluk kadavi,hal itu membuat Arisya merasa tidak enak,dan lebih memilih melihat ke arah lain


Alicia" kenapa kamu lama sekali (dengan manja)


kadavi" maaf aku baru saja membatalkan pekerjaan


Alicia" baik lah

__ADS_1


Abe" Hem ... Daddy rasa tidak ada yang harus di tunggu lagi,kita pergi sekarang saja,sya kamu mau naik mobil bersama siapa


Alicia" bersama ku dan mas Davi saja


Arisya" ah tidak karena sudah lama tidak bertemu bunda aku naik mobil bersama bunda dan kak Lulu saja


Fara dan Abe saling pandang


Fara" baik lah,jika begitu kita pergi sekarang


Arisya masuk kedalam mobil Lusi bersama bunda nya


Ningrum" apa Alicia sering seperti itu,apa dia tidak memikirkan perasaan mu,lihat kadavi bahkan menyapa saja tidak,tidak usah menyapa bunda,menyapa kamu dan calon anak nya saja tidak (kesal)


Lusi melihat dari kaca depan,memperhatikan bunda dan adiknya itu


Arisya" tidak Bun,cia memang begitu,dia selalu manja,jangan seperti itu Bun,krena kita terburu buru,makanya dia tidak menyapa,sudah lah Bun tidak usah di bahas,aku mau memeluk bunda saja,aku sangat merindukan bunda


Arisa memeluk Ningrum dengan erat,Lusi yang sesekali memperhatikan melihat bulir bening yang terjatuh dari mata indah adik nya itu


"kakak yakin kamu tidak sebahagia itu sya,kenapa kamu terus berbohong pada kami sya" dalam hati Lusi


setiba nya di rumah sakit,Arisya langsung di periksa walau yang mengantar ramai namun yang boleh masuk hanya kadavi dan Arisya saja


dokter mulai memeriksa kandungan Arisya,dan untuk pertama kali nya Arisya dan kadavi mendengar detak jantung bayi yang ada di kandungan Arisya,Arisya merasa sangat terharu namun tidak dengan kadavi,kadavi bahkan terlihat biasa saja


setelah selesai,dokter menjelaskan kondisi kandungan Arisya pada kadavi dan Arisya


setelah selesai kadavi dan Arisya di minta untuk menebus obat dan vitamin


kadavi" apa kamu yakin itu anak ku


Arisya menatap tajam kadavi


Arisya" kamu boleh menghina ku,tapi jangan tidak mengakui anak mu,tidak kah kamu memiliki perasaan sedikit saja


kadavi" perasaan pada wanita seperti mu (tersenyum sinis) tidak akan pernah


Arisya" baik lah jika begitu,terserah pada mu,mau tidak mengakui atau mengakui tidak masalah bagiku,setelah ini kamu akan meninggalkan ku juga aku sudah tidak perduli,dan satu lagi,tolong bersikap sopan dan bijak sana jika memang kamu adalah manusi mulia


Arisya pergi meninggalkan kadavi,yang menatap kesal pada Arisya yang meninggalkan nya begitu saja


Kholik" tuan obat milik nona Arisya


kadavi" berikan padanya,dan bilang padanya jika aku tidak akan pernah melihat nya


Kholik" ba-baik tuan


Kholik merasa sangat bingung pada atasan nya itu,terkadang khawatir,terkadang kesal,terkadang membenci,terkadang marah sendiri, jika sudah berhadapan dengan arisya


Arisya kembali ke keluarga yang sudah menunggu nya begitu pula kadavi yang masih merasa kesal pada Arisya


_________________


TBC

__ADS_1


next


jangan lupa berikan dukungan kalian buat aku ya,dalam bentuk apa pun,dan jangan lupa tinggalkan jejak kalina ya 🥰🥰🥰


__ADS_2