
Arisya menghubungi Lusi untuk memberitahu ke adaan nya,Lusi yang mengetahui adik nya tengah hamil senang bukan main
Lusi* benarkah selamat ya dek ya ampun udah mau jadi ibu aja adek nya kakak ini
Arisya* bunda mana kak
Lusi*bunda lagi keluar sama ayah,nanti kakak kasih tahu bunda sama ayah,bunda pasti senang banget ini tahu kamu hamil,kamu mau apa biar kakak beliin kalo mau apa apa bilang aja sama kakak
Arisya*iya kak,nanti kalo aku kepingin sesuatu aku kasih tahu kakak ya
Lusi* ya sudah besok kakak sama bunda ke rumah kamu,pokonya kamu jangan capek capek jangan lupa vitamin dan obat di minum,makan yang banyak oke
Arisya* iya kak,pasti aku minum,kakak (menahan Ari mata)
Lusi*iya sya,kenapa,kamu nangis ?
Arisya* ah enggak,sya cuma kangen kakak sama yang lain
Lusi* kamu sih liburan lama,jadi kita gak gak bisa ketemu
Arisya* maaf ya kak
Lusi* (tertawa) ada ada saja,minta maaf kamu ini
setelah percakapan panjang,Lusi dan Arisya mengakhiri panggilan nya
Arisya menatap layar ponsel nya dimana foto dirinya dan Alicia berada di sana
"kenapa aku merasa ada hal berbeda dari mu cia,kenapa aku merasa kamu menyembunyikan sesuatu dari ku,bahkan ke pulangan kalian saja tidak memberi tahu ku,padahal yang meminta ku untuk berpura pura berbulan madu kamu,tapi kenapa kamu melakukan ini pada ku" dalam hati Arisya
pintu kamar Arisya di ketuk oleh seseorang
Arisya" masuk
Bu sari" nyonya sudah waktunya minum obat
Arisya" oh baik Bu, terimakasih sudah menjaga ku dengan baik Bu
Bu sari" sudah kewajiban saya nyonya,nyonya sudah saya anggap seperti anak saya sendiri
Arisya" terimakasih sudah sangat baik pada ku
Bu sari" ini obat nya nyonya,oh iya tadi tuan besar pesan besok nyonya akan di jemput oleh tuan besar,untuk periksa ke dokter
Arisya" oh baik lah
Arisya meminum obat itu
Bu sari" saya permisi nyonya,nyonya istirahat dan jangan banyak memikirkan hal yang tidak penting
Arisya" baik Bu,lihat nak bunda mu banyak sekali yang memperhatikan (terkekeh)
Bu sari" tuan muda harus kuat,agar bisa melindungi bunda nya,sekarang tuan muda tidur ya
Bu sari membelai kepala Arisya,hal yang selalu Arisya suka
__ADS_1
ke esokan pagi nya,pagi pagi sekali Arisya terbangun kerena mendengar kebisingan di kamar nya,Arisya membuka mata nya perlahan dan melihat mommy Fara,bunda Ningrum,Lusi dan juga Alicia sedang berbincang di kamar itu
Arisya" apa yang terjadi (mengusap kedua matanya)
Ningrum yang melihat putri nya sudah terbangun langsung mendekati dan memeluk Arisya
Ningrum" selamat ya nak,bunda sangat bahagia mendapat kabar ini dari kakak mu (menangis haru)
Arisya" terimakasih Bun,ini semua berkat doa bunda
Ningrum" cucu nenek (mengelus perut) ini nenek mu nak,baik baik di sini ya
Alicia" sya mandi,sya habis itu kamu sarapan setelah itu kita akan ke dokter
Fara" benar nak,kita akan ke dokter
Lusi" kamu bisa bangun kan dek
Arisya" iya,bisa kok kak,baik lah sya mandi dulu
selsai membersihkan dirinya Arisya sudah bersiap dan turun menuju meja makan
Abe" sini sayang duduk di sini
Arisya" terimakasih dad
Ningrum" mau makan apa sya,biar bunda ambil kan
Fara" atau mau makan buah dulu
Alicia" minum dulu mungkin
Arisya terkekeh melihat wajah keluarga nya
Arisya" sya mau roti saja dan susu (tersenyum)
setelah selesai sarapan pagi,mereka semua bersiap akan pergi ke dokter untuk memeriksakan kandungan Arisya
Nini" lah nyonya mau priksa kandungan udah kayak mau demo rame
Bu sari"(menutup mulut Nini) maaf tuan nyonya,Nini terkadang suka bicara asal
Abe" tidak apa apa,maklum cucu pertama jadi begini (terkekeh)
sedang asik berbincang kadavi tiba bersama Kholik
Abe" sampai juga pelakunya (terkekeh)
melihat kadavi,Alicia langsung menghampiri kadavi dan memeluk kadavi,hal itu membuat Arisya merasa tidak enak,dan lebih memilih melihat ke arah lain
Alicia" kenapa kamu lama sekali (dengan manja)
kadavi" maaf aku baru saja membatalkan pekerjaan
Alicia" baik lah
__ADS_1
Abe" Hem ... Daddy rasa tidak ada yang harus di tunggu lagi,kita pergi sekarang saja,sya kamu mau naik mobil bersama siapa
Alicia" bersama ku dan mas Davi saja
Arisya" ah tidak karena sudah lama tidak bertemu bunda aku naik mobil bersama bunda dan kak Lulu saja
Fara dan Abe saling pandang
Fara" baik lah,jika begitu kita pergi sekarang
Arisya masuk kedalam mobil Lusi bersama bunda nya
Ningrum" apa Alicia sering seperti itu,apa dia tidak memikirkan perasaan mu,lihat kadavi bahkan menyapa saja tidak,tidak usah menyapa bunda,menyapa kamu dan calon anak nya saja tidak (kesal)
Lusi melihat dari kaca depan,memperhatikan bunda dan adiknya itu
Arisya" tidak Bun,cia memang begitu,dia selalu manja,jangan seperti itu Bun,krena kita terburu buru,makanya dia tidak menyapa,sudah lah Bun tidak usah di bahas,aku mau memeluk bunda saja,aku sangat merindukan bunda
Arisa memeluk Ningrum dengan erat,Lusi yang sesekali memperhatikan melihat bulir bening yang terjatuh dari mata indah adik nya itu
"kakak yakin kamu tidak sebahagia itu sya,kenapa kamu terus berbohong pada kami sya" dalam hati Lusi
setiba nya di rumah sakit,Arisya langsung di periksa walau yang mengantar ramai namun yang boleh masuk hanya kadavi dan Arisya saja
dokter mulai memeriksa kandungan Arisya,dan untuk pertama kali nya Arisya dan kadavi mendengar detak jantung bayi yang ada di kandungan Arisya,Arisya merasa sangat terharu namun tidak dengan kadavi,kadavi bahkan terlihat biasa saja
setelah selesai,dokter menjelaskan kondisi kandungan Arisya pada kadavi dan Arisya
setelah selesai kadavi dan Arisya di minta untuk menebus obat dan vitamin
kadavi" apa kamu yakin itu anak ku
Arisya menatap tajam kadavi
Arisya" kamu boleh menghina ku,tapi jangan tidak mengakui anak mu,tidak kah kamu memiliki perasaan sedikit saja
kadavi" perasaan pada wanita seperti mu (tersenyum sinis) tidak akan pernah
Arisya" baik lah jika begitu,terserah pada mu,mau tidak mengakui atau mengakui tidak masalah bagiku,setelah ini kamu akan meninggalkan ku juga aku sudah tidak perduli,dan satu lagi,tolong bersikap sopan dan bijak sana jika memang kamu adalah manusi mulia
Arisya pergi meninggalkan kadavi,yang menatap kesal pada Arisya yang meninggalkan nya begitu saja
Kholik" tuan obat milik nona Arisya
kadavi" berikan padanya,dan bilang padanya jika aku tidak akan pernah melihat nya
Kholik" ba-baik tuan
Kholik merasa sangat bingung pada atasan nya itu,terkadang khawatir,terkadang kesal,terkadang membenci,terkadang marah sendiri, jika sudah berhadapan dengan arisya
Arisya kembali ke keluarga yang sudah menunggu nya begitu pula kadavi yang masih merasa kesal pada Arisya
_________________
TBC
__ADS_1
next
jangan lupa berikan dukungan kalian buat aku ya,dalam bentuk apa pun,dan jangan lupa tinggalkan jejak kalina ya 🥰🥰🥰