
sudah dua hari Arisya dan kadavi mencari keberadaan Alicia namun mereka tak menemukan jejak mereka,bahkan mereka mendatangi rumah Tantri atau kerabat lain nya kedua nya tidak berada di sana
Arisya merasa cemas,karena dirinya merasa takut jika sesuatu terjadi pada sahabatnya itu
Avila" tenang lah kak,aku yakin mereka pasti baik baik saja,lagi pula aunty Tantri pasti tidak akan meninggalkan kak cia sendirian
Arisya" iya aku tahu,tapi jika terjadi sesuatu pada aunty Tantri dan ada Alicia tidak bisa berbuat apa apa,dan mereka mengalami sesuatu bagaimana Avila,Alicia kamu dimana apa yang terjadi
Bara" jangan berfikir terlalu jauh sya,siapa tahu mereka sedang berlibur,dan tidak mau di ganggu,jangan berfikir hal yang buruk sya
Arisya" bagaimana aku tidak berfikir buruk jika seperti ini,mereka tidak bisa di hubungi,pergi tidak pamit,bahkan rumah aunty kosong,bagaimana aku tidak berfikir buruk,atau jangan jangan ada yang mengganggu Alicia dan aunty Tantri atau ada perampok atau
kadavi" sayang tenang lah,aku mohon jangan berfikir berlebihan seperti itu,nanti kamu akan jatuh sakit jika seperti itu
Arisya" tapi sayang
Lusi" sya jangan terlalu berfikir buruk
Arisya" kalian tidak ada yang mengerti,jika kalian tahu Alicia yang sekarang seperti apa maka kalian akan berfikir sama dengan ku
Arisya pergi membawa Fari menuju ke kamar nya,karena dirinya merasa kesal pada semua orang yang tidak bisa membuat nya tenang
Lusi" Arisya jika sudah panik seperti itu... huff (menghela nafas) Diaman Alicia,kenapa dia tiba tiba menghilang,kakak yakin pasti ada sebab nya dia menghilang tiba tiba begini
Bara dan kadavi saling pandang
Lusi" jika begitu karena ini sudah sore,kakak akan pamit,sampaikan salam pada sya,jika sedang seperti ini dia tidak akan mau bertemu orang orang
Avila" hati hati kak
Bara" mau aku antar kak
Lusi" tidak usah,aku sudah memesan taksi
kadavi" hati hati kak,salam buat ayah dan bunda
Lusi" baik lah
Lusi pergi meninggalkan kediaman kadavi
kadavi" aku temui Arisya dulu,kalian berdua tunggu lah di sini
kadavi meninggalkan Bara dan juga Avila
kedua nya hanya saling diam tidak ada yang mengajak berbincang,melihat keadaan yang terasa canggung,Avila hendak pergi namun langkah nya terhenti saat Bara mengajukan pertanyaan
Bara" mau kemana kamu?
Avila" bukan urusan mu
Bara" kenapa kamu marah,seharusnya aku yang marah,ternyata kamu masih menyimpan perasaan untuk laki laki lain
Avila" sudah berapa kali aku katakan jika aku tidak menaruh perasaan pada laki laki mana pun,tentu saja aku marah,kamu seenak nya saja membuka buku ku,itukan privasi ku,seharusnya kamu minta maaf pada ku
Bara" kamu itu hanya menghindar saja,mama dan papa ku minta penjelasan,bagaimana aku bisa memberi penjelasan pada mereka jika kamu masih menyimpan masa lalu
Avila" sudah aku katakan aku tidak masa lalu dengan pria mana pun,dan jika kamu mau tahu
__ADS_1
perkataan Avila terhenti saat seorang irt mendatangi mereka
irt" mba ada orang yang mencari mba,katanya teman lama
Avila" saya,teman lama,maksud nya
irt" saya juga tidak tahu,katanya dia mencari mba vila
Avila" oh terimakasih
Avila beranjak dari tempat duduk nya menuju pintu meninggalkan Bara yang merasa penasaran dengan orang yang mengatakan teman lama avila
sementara di di dalam kamar,kadavi berusaha membujuk Arisya yang masih merasa kesal
kadavi" sayang jangan marah lagi,aku dan yang lain itu hanya ingin kamu tidak terlalu panik hanya itu
Arisya" tapi kalian menyudutkan ku,kalian tidak tahu ke adaan Alicia sekarang,aku takut jika ada yang mengancam nya
kadavi" (kadavi menghela nafas) sayang aku kenal Alicia,dia tidak mungkin kalah hanya dengan sebuah ancaman
Arisya" itu dulu, tidak untuk sekarang,dia lebih rapuh,hanya mendengar atau melihat seseorang berbisik saja membuat nya sedih dan merasa dialah bahan pembicaraan nya
deg
perasaan kadavi berubah menjadi tidak tenang mendengar perkataan Arisya,kini iya baru menyadari jika ke Adaan Alicia tidak baik baik saja saat ini
kadavi" sayang
Arisya" ada apa ?
kadavi" sayang kamu ingat saat aku pergi pagi pagi sekali
kadavi" sayang aku menemui Alicia saat itu
Arisya seketika berdiri dari duduk nya menghampiri kadavi yang berdiri tidak jauh dari nya
Arisya" apa kata mu? apa yang kamu lakukan padanya,kamu mengancam nya ?
kadavi" sayang,aku ... aku
Arisya" apa yang kamu lakukan cepat katakan pada ku
kadavi" aku bilang padanya jika dia harus sembuh karena aku ingin membalas dendam padanya
Arisya memegang kepalanya tidak percaya menatap ke arah kadavi
kadavi" sungguh bukan maksud ku begitu,aku hanya ingin dia termotivasi dan ingin menjalankan perawatan nya hanya itu,aku tidak tahu jika sampai membuatnya pergi
Arisya" kamu jahat mas,kamu egois,kamu hanya berfikir dengan cara mu tanpa mengetahui keadaan nya,aku kecewa pada mas
kadavi" maaf sayang sungguh aku minta maaf
Arisya" aku mau kamu berfikir mengenai masalah ini,dan temukan Alicia,aku akan pergi aku tidak tahan jika harus melihat wajah mu
Arisya hendak pergi membawa Fara namun kadavi menahan langkah Arisya
kadavi" biar aku yang pergi,aku akan mencari Alicia,kamu dan Fari tetap lah di sini,jangan pergi
__ADS_1
kadavi mencium putra nya,setelah itu ia pergi meninggalkan kamar itu,Arisya menatap punggung kadavi yang mulai hilang dari pandangan nya,ada sedikit rasa sedih saat melihat suami nya memilih pergi,namun rasa kesal lebih menguasai hati Arisya
sementara Avila menemui tamu yang mencari nya,seorang pria yang memakai pakaian seragam sekolah
Avila" permisi
anak sekolah itu melihat ke arah Avila
Aryan" kak Avila (tersenyum)
Avila menatap anak itu,mencoba mengingat wajah anak itu,namun dirinya tidak bisa mengingat wajah anak itu
Avila" iya benar saya Avila
Aryan" akhirnya aku menemukan mu kak,sudah hampir sebulan ini aku mencari mu
Avila" mencari ku? ada apa ? dan kamu siapa ?
Aryan" aku Aryan kak,aku anak dari mama Naila
Avila terkejut bukan main mendengar perkataan Aryan ,dia tidak menyangka jika adik tirinya akan menemui nya,namun Avila bukan senang dirinya justru sangat kesal
Avila" mau apa kamu kemari (perkataan Avila berubah dingin)
Aryan" aku ingin mengenal kak Avi,aku tahu aku memiliki kakak perempuan,tapi mama tidak pernah mau cerita tentang kakak
Avila" (tersenyum getir) pergi dari sini,jangan pernah temui aku,dan anggap kamu tidak pernah melihat ku atau aku ada mengerti
Avila langsung pergi meninggalkan kediaman Arisya tanpa berpamitan,di dalam Bara melihat kadavi yang berjalan menyusuri tangga dengan lemas
Bara" kenapa,apa ada masalah ?
kadavi" gue ngerasa merasa bersalah sama cia
Bara" maksud Lo,Lo ngomong ya sama sya masalah cia (menatap tajam Davi)
kadavi" ( menganggukkan kepala) iya
Bara" trus
kadavi" sya marah sama gue,gue gak mikir kalo sekarang lagi dalam ke adaan drop,gak seharusnya gue bilang gitu ke dia,gue sekarang ngerasa takut dia kenapa napa
Bara" yang gue tahu cia bukan orang seperti itu,sedrop drop nya cia dia gak mungkin nyerah buat buktiin ke orang orang yang perduli sama dia,gue yakin dia biak baik saja,dan kita belum nemu aja alasan cia pergi
kadavi" gue gak tahu harus gimana,gue pusing
Bara" jadi sekarang gimana?
kadavi" gue di milih pergi,dari pada sya sama anak gue yang pergi
Bara" ya udah Lo ke apartemen gue aja,sampai sya tenang,sambil kita cari keberadaan cia
kadavi dan Bara pergi,Bara lupa akan masalah nya dengan Avila,bahkan kepergian Avila pun dirinya tidak menyadari
______________
TBC
__ADS_1
next
maaf baru up,karena akun ku habis bermasalah,karena tiba tiba semua tulisan hilang,aku panik banget biasanya cuma di tunggu sampai beberapa jam udah balik ini dua hari baru nongol ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜,nah kan aku jadi curhat,setelah drama panjang akhirnya balik lagi,jadi baru bisa up maaf ya sekali lagi