Pilihan Hidup Ku

Pilihan Hidup Ku
PHK 40


__ADS_3

sudah sebulan Arisya bekerja dan semua berjalan baik baik saja,walau terkadang dirinya sedikit terganggu dengan pesan pesan yang masuk dengan nada mengancam,namun Arisya tidak ambil pusing dengan hal itu,dirinya selalu menganggap jika itu adalah ulah orang iseng


pagi ini Arisya seperti biasa bekerja,kini Arisya dan bara semakin dekat bahkan Arisya menjadi tempat bara bertanya pendapat untuk mendekati sorang wanita


bara" sya jika ingin memberi hadiah pada seorang wanita,tapi wanita itu tidak kekurangan suatu apa pun,bisa di bilang hidup nya tercukupi,kira kira berikan dia hadiah apa


Arisya" beri dia barang barang yang unik atau lucu,wanita biasanya suka hal hal seperti itu,apakah wanita ini yang membuat tergila gila


bara" sangat aku menyukainya sejak masih di bangku SMA,walau dia sudah bersama yang lain,tapi aku pantang menyerah sya


Arisya" kamu sungguh pejuang sejati bara,apa wanita ini tahu kamu menyukai nya


bara" ya dia tahu,dan dia selalu menghindar setiap kali bertemu dengan ku,aku merasa sedih tapi tenang aku tidak akan menyerah


Arisya" sungguh beruntung wanita itu jika nanti bersama mu,aku yakin dia akan bahagia


bara" kamu bisa saja sya,ya sudah terimakasih saran nya ya sya,oh iya ini untuk mu


bara memberikan Arisya sekotak coklat


Arisya" coklat ini mengingatkan ku pada cia,dia sangat menyukai coklat ini,sudah lama tidak bertemu cia


bara" semua wanita menyukai coklat ini sya (tersenyum sambil mengedipkan sebelah mata)


Arisya" bisa saja kamu,semangat bara


Avila yang melihat bara memberikan sekotak coklat pada Arisya merasa tidak suka


melihat Avila melihat ke arah nya Arisya langsung tersenyum,namun Avila membuang wajah nya


Arisya" ada apa dengan Avi,kenapa dia seperti marah pada ku


Arisya kembali bekerja,saat jam istirahat tiba Avila pergi meninggalkan ruangan tanpa mengajak Arisya,membuat Arisya sedikit heran


Arisya" tidak biasanya Avi seperti ini pada ku,apa aku membuat kesalahan padanya (bergumam)


Arisya seperti biasa,memakan bekalnya di sebuah taman kecil yang berada tepat di belakang kantor tidak tahu apa fungsi taman tersebut ,karena taman itu selalu sepi,membuat Arisya merasa nyaman karena semua orang tidak harus berpura pura baik padanya,dan itu sangat nyaman


Arisya masih memikirkan sikap Avila padanya


"apa aku membuat kesalahan,ah atua aku melakukan yang melukai nya" fikiran itu terus berputar di kepala Arisya


setelah selesai,Arisya membereskan bekal nya dan kembali ke ruangan nya,saat di dalam lift Arisya bertemu Avila yang langsung pergi saat melihat Arisya ,Arisya yang melihat itu langsung mengejar Avila


Arisya" Avi,Avi tunggu Avi,kenapa kamu marah pada ku,apa aku memiliki salah pada mu


Avi menaiki tangga,Arisya pun mengikutinya


Arisya" Avi,Avi tunggu


Arisya berhasil menarik tangan Avila,membuat Avila menggantikan langkah nya

__ADS_1


Arisya" Avila,maaf jika aku memiliki salah,sungguh aku tidak tahu dimana letak salah ku,jangan seperti ini,aku sangat sedih


Avila yang sudah mulai berkaca kaca menepis tangan Arisya,dan hendak melanjutkan langkah nya


Arisya" Avi jika kamu marah pada ku,lakukan tapi jangan diamkan aku seperti ini


mendengar kata kata Arisya Avila melihat ke arah Arisya


Avila" kakak tahu apa salah kakak


Arisya mengekang kan kepala nya


Avila" kakak tahu Kakak merebut kak bara dari ku


Arisya" apa,tidak Avi,sungguh aku tidak ada maksud seperti itu,aku dan bara tidak memiliki hubungan apa pun


Avila" lalu kenapa mas bara selalu menemui kak sya dan memberikan coklat


Arisya" Avi kamu menyukai bara


Avila" (menangis) aku menyukai kak bara dari dulu,bahkan aku berjuang masuk ke perusahaan ini karena kak bara,tapi kakak telah mengambilnya dari ku


Arisya langsung memeluk Avila,Arisya merasa kasihan pada Avila,jika dirinya tahu bara memiliki wanita idaman lain


Arisya" Avi dengar kakak,coklat yang di berikan bara pada kakak itu adalah oleh oleh dari om Vero,kakak dan bara tidak memiliki hubungan apa pun,kami hanya berteman,tidak mungkin bara menyukai istri dari sepupunya


Avila melihat mata Arisya


Arisya" tidak apa apa Vi (memeluk)


setelah selesai Avila dan Arisya memutuskan untuk naik lift karena tidak mungkin mereka harus naik tangga menuju lantai dua puluh


pintu lift terbuka Arisya melihat aunty Audy berada di dalam lift tersebut


Arisya" aunty audy


Arisya hendak mencium tangan Audy namun seperti biasa Audy selalu menolak


Audy" jadi kamu bekerja di sini,aku rasa rencana mu berhasil,sekarang kami sudah bekerja di sini,sebarat lagi kamu akan,menguasai perusahaan ini benar kan (tersenyum sinis)


Avila" heh Tante Tante ikut nya gak ada filternya ya,seenak nya aja ngomongin orang


Audy" hey benalu keluarga Carl,jangan ikut campur urusan ku,mengerti kamu


pintu lift terbuka Arisya dan Avila keluar


Arisya" kami duluan Tante


Audy hanya diam tak menanggapi perkataan Arisya


pintu lift tertutup

__ADS_1


Avila" kakak ngapain sih menegur nenek sihir seperti dia


Arisya" tidak boleh seperti itu Avi,tidak baik


Avila" sungguh beruntung mas Davi memiliki kak sya


Arisya hanya tersenyum melihat tingkah laku Avila


waktu pulang kerja tiba,seperti biasa Arisya,selalu di antar jemput oleh pak Rahmat,sore ini Arisya tidak tahu mengapa merasakan perasaan tidak enak,membuat dirinya terus khawatir,setelah selsai salat magrib,Arisya memilih membaca buku di kamar nya


sedang asik membaca Arisya mendengar suara mobil kadavi,masuk kedalam halaman rumah nya


kadavi masuk kedalam rumah dengan raut wajah marah


kadavi" dimana wanita j***** itu


Nani" Nyo-nyonya di kamar nya tuan


kadavi langsung naik kemar Arisya,membuka dan menutup pintu dengan kasar,membuat Arisya terkejut


Arisya" a-ada apa mas


tanpa banyak berkata kadavi mendekati Arisya dan merobek pakaian Arisya


"aaaaa" Arisya berteriak karena merasa terkejut


Arisya mencoba lari dari kadavi namun usaha nya gagal


kadavi" mau kemana kamu wanita bayaran,sudah ku duga kau bersedia karena mendapat bayaran,tidak mungkin wanita seperti mu akan mau jika tidak di beri imbalan


Arisya"apa maksud mas Davi


kadavi" jangan berlagak suci di hadapan ku,sudah berapa pria yang membayar tubuh mu


plak


tanpa sadar Arisya menampar kadavi,hal itu membuat kadavi semakin marah


kadavi" baik lah jika begitu,karena mama Emma sudah membayar mu,bukan kah tubuh mu di bayar untuk di nikmati


kadavi langsung mendorong Arisya ketempat tidur dan merobek baju arisya,Arisya mencoba melarikan diri namun dirinya tidak bisa Melawan kadavi,kini tubuh Arisya sudah tidak ada sehelai benang pun,kadavi langsung menghujam tubuh Arisya tanpa ada aba aba,membuat Arisya berteriak merasa kesakitan air mata Arisya mulai mengalir, kadavi yang merasa dirinya merobek sesuatu terdiam sejenak,namun dirinya kembali melancarkan aksi nya,tidak ada kelembutan sedikit pun,yang Arisya rasakan hanyalah rasa sakit


tidak tahu sudah berapa kali kadavi melakukan hal itu pada Arisya,kini Arisya hanya bisa menangis merasakan sakit di sekujur tubuhnya,kini Arisya Merakan dirinya sudah tidak berdaya,kadavi sudah tertidur pulas,namun Arisya masih menangis dan merasakan ke sakitan yang laur biasa


_____________________


TBC


next


Hay Hay Hay,aku cuma mau ngingetin ke kalian,jangan lupa kasih like dan komen kalian setelah membaca cerita ku ya,dan jangan lupa berikan aku dukungan dalam bentuk apa pun thanks semuanya 💙💙💙

__ADS_1


__ADS_2