
sudah sebulan Arisya bekerja dan semua berjalan baik baik saja,walau terkadang dirinya sedikit terganggu dengan pesan pesan yang masuk dengan nada mengancam,namun Arisya tidak ambil pusing dengan hal itu,dirinya selalu menganggap jika itu adalah ulah orang iseng
pagi ini Arisya seperti biasa bekerja,kini Arisya dan bara semakin dekat bahkan Arisya menjadi tempat bara bertanya pendapat untuk mendekati sorang wanita
bara" sya jika ingin memberi hadiah pada seorang wanita,tapi wanita itu tidak kekurangan suatu apa pun,bisa di bilang hidup nya tercukupi,kira kira berikan dia hadiah apa
Arisya" beri dia barang barang yang unik atau lucu,wanita biasanya suka hal hal seperti itu,apakah wanita ini yang membuat tergila gila
bara" sangat aku menyukainya sejak masih di bangku SMA,walau dia sudah bersama yang lain,tapi aku pantang menyerah sya
Arisya" kamu sungguh pejuang sejati bara,apa wanita ini tahu kamu menyukai nya
bara" ya dia tahu,dan dia selalu menghindar setiap kali bertemu dengan ku,aku merasa sedih tapi tenang aku tidak akan menyerah
Arisya" sungguh beruntung wanita itu jika nanti bersama mu,aku yakin dia akan bahagia
bara" kamu bisa saja sya,ya sudah terimakasih saran nya ya sya,oh iya ini untuk mu
bara memberikan Arisya sekotak coklat
Arisya" coklat ini mengingatkan ku pada cia,dia sangat menyukai coklat ini,sudah lama tidak bertemu cia
bara" semua wanita menyukai coklat ini sya (tersenyum sambil mengedipkan sebelah mata)
Arisya" bisa saja kamu,semangat bara
Avila yang melihat bara memberikan sekotak coklat pada Arisya merasa tidak suka
melihat Avila melihat ke arah nya Arisya langsung tersenyum,namun Avila membuang wajah nya
Arisya" ada apa dengan Avi,kenapa dia seperti marah pada ku
Arisya kembali bekerja,saat jam istirahat tiba Avila pergi meninggalkan ruangan tanpa mengajak Arisya,membuat Arisya sedikit heran
Arisya" tidak biasanya Avi seperti ini pada ku,apa aku membuat kesalahan padanya (bergumam)
Arisya seperti biasa,memakan bekalnya di sebuah taman kecil yang berada tepat di belakang kantor tidak tahu apa fungsi taman tersebut ,karena taman itu selalu sepi,membuat Arisya merasa nyaman karena semua orang tidak harus berpura pura baik padanya,dan itu sangat nyaman
Arisya masih memikirkan sikap Avila padanya
"apa aku membuat kesalahan,ah atua aku melakukan yang melukai nya" fikiran itu terus berputar di kepala Arisya
setelah selesai,Arisya membereskan bekal nya dan kembali ke ruangan nya,saat di dalam lift Arisya bertemu Avila yang langsung pergi saat melihat Arisya ,Arisya yang melihat itu langsung mengejar Avila
Arisya" Avi,Avi tunggu Avi,kenapa kamu marah pada ku,apa aku memiliki salah pada mu
Avi menaiki tangga,Arisya pun mengikutinya
Arisya" Avi,Avi tunggu
Arisya berhasil menarik tangan Avila,membuat Avila menggantikan langkah nya
__ADS_1
Arisya" Avila,maaf jika aku memiliki salah,sungguh aku tidak tahu dimana letak salah ku,jangan seperti ini,aku sangat sedih
Avila yang sudah mulai berkaca kaca menepis tangan Arisya,dan hendak melanjutkan langkah nya
Arisya" Avi jika kamu marah pada ku,lakukan tapi jangan diamkan aku seperti ini
mendengar kata kata Arisya Avila melihat ke arah Arisya
Avila" kakak tahu apa salah kakak
Arisya mengekang kan kepala nya
Avila" kakak tahu Kakak merebut kak bara dari ku
Arisya" apa,tidak Avi,sungguh aku tidak ada maksud seperti itu,aku dan bara tidak memiliki hubungan apa pun
Avila" lalu kenapa mas bara selalu menemui kak sya dan memberikan coklat
Arisya" Avi kamu menyukai bara
Avila" (menangis) aku menyukai kak bara dari dulu,bahkan aku berjuang masuk ke perusahaan ini karena kak bara,tapi kakak telah mengambilnya dari ku
Arisya langsung memeluk Avila,Arisya merasa kasihan pada Avila,jika dirinya tahu bara memiliki wanita idaman lain
Arisya" Avi dengar kakak,coklat yang di berikan bara pada kakak itu adalah oleh oleh dari om Vero,kakak dan bara tidak memiliki hubungan apa pun,kami hanya berteman,tidak mungkin bara menyukai istri dari sepupunya
Avila melihat mata Arisya
Arisya" tidak apa apa Vi (memeluk)
setelah selesai Avila dan Arisya memutuskan untuk naik lift karena tidak mungkin mereka harus naik tangga menuju lantai dua puluh
pintu lift terbuka Arisya melihat aunty Audy berada di dalam lift tersebut
Arisya" aunty audy
Arisya hendak mencium tangan Audy namun seperti biasa Audy selalu menolak
Audy" jadi kamu bekerja di sini,aku rasa rencana mu berhasil,sekarang kami sudah bekerja di sini,sebarat lagi kamu akan,menguasai perusahaan ini benar kan (tersenyum sinis)
Avila" heh Tante Tante ikut nya gak ada filternya ya,seenak nya aja ngomongin orang
Audy" hey benalu keluarga Carl,jangan ikut campur urusan ku,mengerti kamu
pintu lift terbuka Arisya dan Avila keluar
Arisya" kami duluan Tante
Audy hanya diam tak menanggapi perkataan Arisya
pintu lift tertutup
__ADS_1
Avila" kakak ngapain sih menegur nenek sihir seperti dia
Arisya" tidak boleh seperti itu Avi,tidak baik
Avila" sungguh beruntung mas Davi memiliki kak sya
Arisya hanya tersenyum melihat tingkah laku Avila
waktu pulang kerja tiba,seperti biasa Arisya,selalu di antar jemput oleh pak Rahmat,sore ini Arisya tidak tahu mengapa merasakan perasaan tidak enak,membuat dirinya terus khawatir,setelah selsai salat magrib,Arisya memilih membaca buku di kamar nya
sedang asik membaca Arisya mendengar suara mobil kadavi,masuk kedalam halaman rumah nya
kadavi masuk kedalam rumah dengan raut wajah marah
kadavi" dimana wanita j***** itu
Nani" Nyo-nyonya di kamar nya tuan
kadavi langsung naik kemar Arisya,membuka dan menutup pintu dengan kasar,membuat Arisya terkejut
Arisya" a-ada apa mas
tanpa banyak berkata kadavi mendekati Arisya dan merobek pakaian Arisya
"aaaaa" Arisya berteriak karena merasa terkejut
Arisya mencoba lari dari kadavi namun usaha nya gagal
kadavi" mau kemana kamu wanita bayaran,sudah ku duga kau bersedia karena mendapat bayaran,tidak mungkin wanita seperti mu akan mau jika tidak di beri imbalan
Arisya"apa maksud mas Davi
kadavi" jangan berlagak suci di hadapan ku,sudah berapa pria yang membayar tubuh mu
plak
tanpa sadar Arisya menampar kadavi,hal itu membuat kadavi semakin marah
kadavi" baik lah jika begitu,karena mama Emma sudah membayar mu,bukan kah tubuh mu di bayar untuk di nikmati
kadavi langsung mendorong Arisya ketempat tidur dan merobek baju arisya,Arisya mencoba melarikan diri namun dirinya tidak bisa Melawan kadavi,kini tubuh Arisya sudah tidak ada sehelai benang pun,kadavi langsung menghujam tubuh Arisya tanpa ada aba aba,membuat Arisya berteriak merasa kesakitan air mata Arisya mulai mengalir, kadavi yang merasa dirinya merobek sesuatu terdiam sejenak,namun dirinya kembali melancarkan aksi nya,tidak ada kelembutan sedikit pun,yang Arisya rasakan hanyalah rasa sakit
tidak tahu sudah berapa kali kadavi melakukan hal itu pada Arisya,kini Arisya hanya bisa menangis merasakan sakit di sekujur tubuhnya,kini Arisya Merakan dirinya sudah tidak berdaya,kadavi sudah tertidur pulas,namun Arisya masih menangis dan merasakan ke sakitan yang laur biasa
_____________________
TBC
next
Hay Hay Hay,aku cuma mau ngingetin ke kalian,jangan lupa kasih like dan komen kalian setelah membaca cerita ku ya,dan jangan lupa berikan aku dukungan dalam bentuk apa pun thanks semuanya 💙💙💙
__ADS_1