
kini berita mengenai Arisya semakin hari semakin menjadi,kini setelah tahu siapa yang akan menjadi suami Arisya kini semua orang mulai membandingkan Arisya dengan Alicia
"lihat lihat,dia fikir dia akan menyaingi sekelas model ternama seperti Alicia"
"iya bermimpi sekali,dia fikir,dia bisa menandingi wanita seperti Alicia"
"eh tapi yang aku dengar mereka bersahabat,tapi tidak mungkin bukan,model ternama sekelas Alicia berteman dengan wanita plakor seperti nya" orang orang itu terus mencibir Arisya dan tertawa di belakang Arisya
Arisya hanya bisa diam,dan menahan cibiran semua orang,bahkan rekan seruangan nya banyak sekali yang mulai tidak mau bekerja bersama nya
Evan" nih sya,yang udah di edit,gue heran deh orang orang ini kenapa gak bisa proposional sih,kenapa bekerja menyangkut masalah seseorang
Lucia" gue geram sya,boleh ya gue cakar satu satu tuh orang orang
Arisya" (tersenyum) apa sih kalian,itu hak mereka,mulut mereka,dan biarkan mereka mau bicara apa,yang pasti aku tidak melakukan apa pun dan kalian sangat tahu
Lucia" sya Lo dah gak waras,Lo masih bisa senyum udah kayak gini
Evan" itu beda nya sya sama Lo,Lo harus banyak banyak sabar sya,gue yakin ke depan nya bakal ada hal yang baik buat Lo
Arisya" aku harus apa Uci,menangis (terkekeh) ada ada saja sudah lah kembali bekerja
Evan dan Lucia hanya bisa bergeleng kepala melihat Arisya yang sama sekali tidak sedih atau apa pun di hadapan mereka
pukul dua belas siang Arisya di perbolehkan untuk pergi karena dirinya mau menemui kadavi
Tamara" sya (melambaikan tangan)
Tamara menghampiri Arisya yang hendak masuk ke dalam lift
Tamara" mau kemana sya ?
Arisya" oh aku ada sedikit urusan yang harus aku urus,maaf tidak bisa ikut makan siang bersama kalian
Tamara" Hem,baik lah,hati hati sya,jangan lupa makan ya kalo sudah selesai urusan mu
Arisya" terimakasih mara,pasti aku akan makan (tersenyum)
Arisya masuk kedalam lift,seperti biasa Arisya menjadi pusat perhatian,dan bahan perbincangan setiap orang yang melintas atau berada di dekat nya
Arisya masuk kedalam lift,dan meninggalkan kantor
sesampainya di perusahaan kadavi Arisya sedikit takut,karena ini kali pertama dirinya melihat kantor milik kadavi
satpam" permisi nona ada yang bisa saya bantu ?
Arisya" oh iya pak,saya mau bertemu pak kadavi apa ada ?
satpam" apa anda nona Arisya ?
Arisya" be-benar pak
satpam" mari ikut saya nona,tuan Kholik sudah menunggu
Arisya mengikuti satpam itu untuk menemui seseorang yang sudah menunggu nya
satpam" pak Kholik,nona Arisya sudah tiba
Kholik" nona
perkataan Kholik terhenti saat Abe berteriak memanggil Arisya
Abe" Arisya (sangat gembira)
Abe mendekati Arisya yang kini jadi pusat perhatian semua orang
Abe" Hay sayang
Abe hendak memeluk namun Arisya lebih dulu mencium tangan Abe,hal itu membuat Abe sedikit terkejut
__ADS_1
Abe" (mengelus kepala Arisya) sedang apa kamu kemari nak,ada keperluan
Kholik" tuan kadavi yang meminta nona Arisya datang tuan
Abe" em... jika sudah selesai dengan kadavi makan siang bersama Daddy ya,biar Arisya yang menjawab Kholik
Kholik seketika terdiam mendengar perkataan Abe
Arisya" baik dad,sya akan menemui Daddy nanti
setelah selsai berbincang bersama Abe,Arisya dan Kholik menuju ruangan kadavi
tok tok tok
kadavi" masuk
Kholik" tuan nona Arisya sudah tiba
kadavi" silahkan duduk,Kholik mana yang aku minta kemarin
Kholik mengambil,sebuah berkas,dan memberikan nya pada Arisya
kadavi" baca dengan teliti setelah itu tanda tangani
Arisya melakukan perintah kadavi,Arisya merasa sangat sedih melihat syarat yang di berikan kadavi,seolah olah dirinya hanyalah beban,yang harus di tutupi oleh kadavi
dengan berat hati Arisya menadatangani persyaratan itu
kadavi" apa ada syarat yang ingin kamu berikan,biar kita buat sekarang
Arisya" ada
"keluar juga asli mu wanita j*****" dalam hati kadavi
kadavi" sebut kan agar Kholik membuat nya (tersenyum sinis)
Arisya" tolong lindungi keluarga ku,buat mereka terus bahagia,itu saja sudah cukup bagi ku
Arisya" (tersenyum) ya hanya itu tuan
Kholik" ah jangan panggil aku seperti itu nona,panggil saja Kholik
Arisya" (tersenyum) baik lah
kadavi merasa kesal mendengar syarat yang di minta oleh Arisya,dirinya berharap jika Arisya mengeluarkan sifat aslinya
Kholik memberikan kertas yang sudah di beri materai untuk di tanda tangani kedua nya
Arisya kembali menandatangani surat itu,kemudian memberikan nya pada kadavi
kadavi" baik lah surat ini akan aku simpan,dan surat itu kamu yang menyimpan,dan aku tidak mau sampai Alicia atau keluarga ku tahu mengerti
Arisya" (te senyum) baik lah aku mengerti
Kholik yang sedari tadi memperhatikan Arisya,tidak sedikit pun melihat keburukan Arisya seperti yang di bicarakan kadavi,Kholik melihat hal yang berlawanan
"dari sorot matanya banyak sekali luka yang nona ini pendam,bahkan dirinya terus tersenyum walau matanya sudah berkaca kaca" dalam hati Kholik
kadavi" baik lah aku rasa tidak ada yang perlu kita bicarakan,silahkan pergi tinggalkan ruangan ini,Kholik bawa dia pergi
Kholik" baik tuan
Arisya" aku permisi
Kholik dan Arisya keluar dari ruangan kadavi,dan bertemu Vero asisten dari Abe
Kholik" pak Vero
Vero" oh Kholik,apa ini nona Arisya
__ADS_1
Kholik" ah iya,kami Baru saja akan menemui tuan Abe
Vero" baik lah biar aku yang membawa nya kholik ini perintah
Kholik" baik pak,nona silahkan pergi bersama pak Vero untuk menemui tuan Abe
Arisya dan Vero pergi meninggalkan Kholik dan menuju ruangan Abe dimana semua jenis makanan sudah memenuhi meja membuat Arisya sedikit terkejut
Abe" halo menantu ku,kemari lah kita makan bersama,Daddy sudah lapar
Arisya dengan cepat duduk tepat di sebelah Abe yang berada di lantai
Abe" loh kenapa kamu duduk di lantai,duduk lah di atas,Daddy sudah terbiasa makan di tempat seperti ini
Arisya" tidak apa apa dad,aku juga lebih nyaman duduk seperti ini
Abe hanya tersenyum,Arisya membantu Abe memenuhi piring nya dengan segala macam makanan yang diinginkan Abe
Abe" terimakasih sayang,sekarang kamu yang ambil makan untuk mu
Arisya melihat asisten dan beberapa orang yang ada di ruangan itu hanya diam melihat merkea berdua yang sedang makan
Abe" sya kenapa tidak makan
Arisya" dad mereka tidak ikut makan (melihat para staf yang berdiri)
Abe" biar kan saja sya
Arisya yang merasa tidak enak melihat makanan sebanyak itu di hadapan nya
Arisya" makanan ini sangat banyak dad
Abe" lalu ?
Arisya" kita tidak mungkin bisa menghabiskan nya,lagi pula aku yakin mereka semua pasti lapar,dan juga bukan kan makan akan terasa lebih nikmat jika kita makan bersama
Abe menatap Arisya dengan lekat,membuat Arisya merasa jika dirinya sudah melebihi batasan nya
Arisya" maaf dad jika aku lancang
Abe tertawa membuat Arisya menjadi bingung
Abe" sya kamu sangat berbeda,bahkan kamu sangat baik,kamu benar tidak baik membuang makanan bukan,kalian kemari lah makan bersama kami
para staf dan asisten mendekati meja dan makan bersama Arisya dan Abe
setelah kepulangan Arisya Abe masih terus tersenyum
Vero" apakah dia lulus ujian mu
Abe" yah seperti yang kamu lihat,Alicia memang tidak salah pilih,Arisya sama persis seperti yang di katakan oleh Alicia,bagaimana menurut mu
Vero" gadis kecil itu,sangat baik bahkan dia sangat pemerhati,aku berharap kadavi tidak akan menyakiti gadis itu,jika dilihat gadis kecil itu sangat kuat dari pada penampilan nya
Abe" kamu benar Vero,untung saja dia menjadi menantu ku tidak bersama Danu (tertawa)
Vero" kamu sangat serakah,menantu mu bahkan sampai dua,lihat putra putra ku,satu pun belum ada yang berfikir untuk menikah
Abe" aku rasa kamu harus banyak berdoa Vero (tertawa)
Abe sangat bahagia sekali hari ini,karena rasa ragunya pada Arisya sudah sepenuh nya sirna dengan melihat sendiri
"aku harap kadavi tidak bertindak bodoh" dalam hati Abe
________________
TBC
next
__ADS_1
Hay Hay Hay,cuma mau ngingetin jangan lupa berikan dukungan kalian buat aku,dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian setelah membaca cerita ku ya terimakasih semua nya 🥰🥰🥰🤗🤗