Pilihan Hidup Ku

Pilihan Hidup Ku
PHK 33


__ADS_3

kini berita mengenai Arisya semakin hari semakin menjadi,kini setelah tahu siapa yang akan menjadi suami Arisya kini semua orang mulai membandingkan Arisya dengan Alicia


"lihat lihat,dia fikir dia akan menyaingi sekelas model ternama seperti Alicia"


"iya bermimpi sekali,dia fikir,dia bisa menandingi wanita seperti Alicia"


"eh tapi yang aku dengar mereka bersahabat,tapi tidak mungkin bukan,model ternama sekelas Alicia berteman dengan wanita plakor seperti nya" orang orang itu terus mencibir Arisya dan tertawa di belakang Arisya


Arisya hanya bisa diam,dan menahan cibiran semua orang,bahkan rekan seruangan nya banyak sekali yang mulai tidak mau bekerja bersama nya


Evan" nih sya,yang udah di edit,gue heran deh orang orang ini kenapa gak bisa proposional sih,kenapa bekerja menyangkut masalah seseorang


Lucia" gue geram sya,boleh ya gue cakar satu satu tuh orang orang


Arisya" (tersenyum) apa sih kalian,itu hak mereka,mulut mereka,dan biarkan mereka mau bicara apa,yang pasti aku tidak melakukan apa pun dan kalian sangat tahu


Lucia" sya Lo dah gak waras,Lo masih bisa senyum udah kayak gini


Evan" itu beda nya sya sama Lo,Lo harus banyak banyak sabar sya,gue yakin ke depan nya bakal ada hal yang baik buat Lo


Arisya" aku harus apa Uci,menangis (terkekeh) ada ada saja sudah lah kembali bekerja


Evan dan Lucia hanya bisa bergeleng kepala melihat Arisya yang sama sekali tidak sedih atau apa pun di hadapan mereka


pukul dua belas siang Arisya di perbolehkan untuk pergi karena dirinya mau menemui kadavi


Tamara" sya (melambaikan tangan)


Tamara menghampiri Arisya yang hendak masuk ke dalam lift


Tamara" mau kemana sya ?


Arisya" oh aku ada sedikit urusan yang harus aku urus,maaf tidak bisa ikut makan siang bersama kalian


Tamara" Hem,baik lah,hati hati sya,jangan lupa makan ya kalo sudah selesai urusan mu


Arisya" terimakasih mara,pasti aku akan makan (tersenyum)


Arisya masuk kedalam lift,seperti biasa Arisya menjadi pusat perhatian,dan bahan perbincangan setiap orang yang melintas atau berada di dekat nya


Arisya masuk kedalam lift,dan meninggalkan kantor


sesampainya di perusahaan kadavi Arisya sedikit takut,karena ini kali pertama dirinya melihat kantor milik kadavi


satpam" permisi nona ada yang bisa saya bantu ?


Arisya" oh iya pak,saya mau bertemu pak kadavi apa ada ?


satpam" apa anda nona Arisya ?


Arisya" be-benar pak


satpam" mari ikut saya nona,tuan Kholik sudah menunggu


Arisya mengikuti satpam itu untuk menemui seseorang yang sudah menunggu nya


satpam" pak Kholik,nona Arisya sudah tiba


Kholik" nona


perkataan Kholik terhenti saat Abe berteriak memanggil Arisya


Abe" Arisya (sangat gembira)


Abe mendekati Arisya yang kini jadi pusat perhatian semua orang


Abe" Hay sayang


Abe hendak memeluk namun Arisya lebih dulu mencium tangan Abe,hal itu membuat Abe sedikit terkejut

__ADS_1


Abe" (mengelus kepala Arisya) sedang apa kamu kemari nak,ada keperluan


Kholik" tuan kadavi yang meminta nona Arisya datang tuan


Abe" em... jika sudah selesai dengan kadavi makan siang bersama Daddy ya,biar Arisya yang menjawab Kholik


Kholik seketika terdiam mendengar perkataan Abe


Arisya" baik dad,sya akan menemui Daddy nanti


setelah selsai berbincang bersama Abe,Arisya dan Kholik menuju ruangan kadavi


tok tok tok


kadavi" masuk


Kholik" tuan nona Arisya sudah tiba


kadavi" silahkan duduk,Kholik mana yang aku minta kemarin


Kholik mengambil,sebuah berkas,dan memberikan nya pada Arisya


kadavi" baca dengan teliti setelah itu tanda tangani


Arisya melakukan perintah kadavi,Arisya merasa sangat sedih melihat syarat yang di berikan kadavi,seolah olah dirinya hanyalah beban,yang harus di tutupi oleh kadavi


dengan berat hati Arisya menadatangani persyaratan itu


kadavi" apa ada syarat yang ingin kamu berikan,biar kita buat sekarang


Arisya" ada


"keluar juga asli mu wanita j*****" dalam hati kadavi


kadavi" sebut kan agar Kholik membuat nya (tersenyum sinis)


Arisya" tolong lindungi keluarga ku,buat mereka terus bahagia,itu saja sudah cukup bagi ku


Arisya" (tersenyum) ya hanya itu tuan


Kholik" ah jangan panggil aku seperti itu nona,panggil saja Kholik


Arisya" (tersenyum) baik lah


kadavi merasa kesal mendengar syarat yang di minta oleh Arisya,dirinya berharap jika Arisya mengeluarkan sifat aslinya


Kholik memberikan kertas yang sudah di beri materai untuk di tanda tangani kedua nya


Arisya kembali menandatangani surat itu,kemudian memberikan nya pada kadavi


kadavi" baik lah surat ini akan aku simpan,dan surat itu kamu yang menyimpan,dan aku tidak mau sampai Alicia atau keluarga ku tahu mengerti


Arisya" (te senyum) baik lah aku mengerti


Kholik yang sedari tadi memperhatikan Arisya,tidak sedikit pun melihat keburukan Arisya seperti yang di bicarakan kadavi,Kholik melihat hal yang berlawanan


"dari sorot matanya banyak sekali luka yang nona ini pendam,bahkan dirinya terus tersenyum walau matanya sudah berkaca kaca" dalam hati Kholik


kadavi" baik lah aku rasa tidak ada yang perlu kita bicarakan,silahkan pergi tinggalkan ruangan ini,Kholik bawa dia pergi


Kholik" baik tuan


Arisya" aku permisi


Kholik dan Arisya keluar dari ruangan kadavi,dan bertemu Vero asisten dari Abe


Kholik" pak Vero


Vero" oh Kholik,apa ini nona Arisya

__ADS_1


Kholik" ah iya,kami Baru saja akan menemui tuan Abe


Vero" baik lah biar aku yang membawa nya kholik ini perintah


Kholik" baik pak,nona silahkan pergi bersama pak Vero untuk menemui tuan Abe


Arisya dan Vero pergi meninggalkan Kholik dan menuju ruangan Abe dimana semua jenis makanan sudah memenuhi meja membuat Arisya sedikit terkejut


Abe" halo menantu ku,kemari lah kita makan bersama,Daddy sudah lapar


Arisya dengan cepat duduk tepat di sebelah Abe yang berada di lantai


Abe" loh kenapa kamu duduk di lantai,duduk lah di atas,Daddy sudah terbiasa makan di tempat seperti ini


Arisya" tidak apa apa dad,aku juga lebih nyaman duduk seperti ini


Abe hanya tersenyum,Arisya membantu Abe memenuhi piring nya dengan segala macam makanan yang diinginkan Abe


Abe" terimakasih sayang,sekarang kamu yang ambil makan untuk mu


Arisya melihat asisten dan beberapa orang yang ada di ruangan itu hanya diam melihat merkea berdua yang sedang makan


Abe" sya kenapa tidak makan


Arisya" dad mereka tidak ikut makan (melihat para staf yang berdiri)


Abe" biar kan saja sya


Arisya yang merasa tidak enak melihat makanan sebanyak itu di hadapan nya


Arisya" makanan ini sangat banyak dad


Abe" lalu ?


Arisya" kita tidak mungkin bisa menghabiskan nya,lagi pula aku yakin mereka semua pasti lapar,dan juga bukan kan makan akan terasa lebih nikmat jika kita makan bersama


Abe menatap Arisya dengan lekat,membuat Arisya merasa jika dirinya sudah melebihi batasan nya


Arisya" maaf dad jika aku lancang


Abe tertawa membuat Arisya menjadi bingung


Abe" sya kamu sangat berbeda,bahkan kamu sangat baik,kamu benar tidak baik membuang makanan bukan,kalian kemari lah makan bersama kami


para staf dan asisten mendekati meja dan makan bersama Arisya dan Abe


setelah kepulangan Arisya Abe masih terus tersenyum


Vero" apakah dia lulus ujian mu


Abe" yah seperti yang kamu lihat,Alicia memang tidak salah pilih,Arisya sama persis seperti yang di katakan oleh Alicia,bagaimana menurut mu


Vero" gadis kecil itu,sangat baik bahkan dia sangat pemerhati,aku berharap kadavi tidak akan menyakiti gadis itu,jika dilihat gadis kecil itu sangat kuat dari pada penampilan nya


Abe" kamu benar Vero,untung saja dia menjadi menantu ku tidak bersama Danu (tertawa)


Vero" kamu sangat serakah,menantu mu bahkan sampai dua,lihat putra putra ku,satu pun belum ada yang berfikir untuk menikah


Abe" aku rasa kamu harus banyak berdoa Vero (tertawa)


Abe sangat bahagia sekali hari ini,karena rasa ragunya pada Arisya sudah sepenuh nya sirna dengan melihat sendiri


"aku harap kadavi tidak bertindak bodoh" dalam hati Abe


________________


TBC


next

__ADS_1


Hay Hay Hay,cuma mau ngingetin jangan lupa berikan dukungan kalian buat aku,dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian setelah membaca cerita ku ya terimakasih semua nya 🥰🥰🥰🤗🤗


__ADS_2