
setelah pulang bekerja Arisya memutuskan untuk mampir ke rumah orang tuanya,karena Arisya sangat merindukan keluarga nya
Arisya" assalamualaikum
Arisya masuk kedalam rumah itu,dengan wajah ceria
Ningrum" walaikumsalam,sya ya ampun anak bunda (memeluk)
Arisya" bunda sya sangat merindukan bunda
Ningrum" bunda juga,kamu hanya sendiri suami mu mana
arisya' iya Bun,mas Davi masih bekerja,aku sangat merindukan bunda,ayah dan yang lain kemana
Ningrum" ayah di belakang,kakak mu sedang mengajak lani jalan jalan bersama mas mu
Arisya" sya mau ketemu ayah dulu
Ningrum" sana temui ayah mu,biar bunda buatkan minum
Arisya" siap bos
Arisya berlari menghampiri ayah nya,yang tengah menikmati suasana sore
Arisya perlahan untuk mengejutkan ayah nya,namun usaha nya sia sia,ayah nya mengetahui kehadiran nya
Hardi" gak usah ngagetin ayah,ayah tahu kamu yang datang sya
Arisya memanyunkan bibirnya,merasa kesal karena rencananya gagal
Arisya" ayah selalu saja tahu jika aku ingin memberi kejutan
Hardi" kamu tidak pandai melakukan itu (memeluk Arisya)
Arisya" sya merindukan ayah
Hardi" ayah juga nak
Arisya memilih duduk di samping ayah nya
Hardi" nak apa semua baik baik saja
Arisya" baik,kenapa ayah bertanya seperti itu (tersenyum)
Hardi" tidak ayah hanya bertanya saja,apa kamu merasa bahagia sya
Arisya" apa ayah bahagia,jika ayah bahagia Arisya pun bahagia percaya lah pada sya
Hardi" ayah sangat bahagia sya
Arisya" Arisya pun bahagia
Hardi" (mencium kening putrinya) ayah selalu berdoa jika kalian selalu bahagia
Ningrum datang membawa nampan berisi minuman dan makanan ringan untuk mereka
Ningrum" aduh duh romantis sekali ayah dan anak ini (terkekeh)
Hardi" bunda iri minta di peluk juga
Ningrum" enak aja,emang nya bunda anak kecil
Hardi" uluh Uluh,ngambek biasanya juga minta di peluk terus bunda ini (terkekeh)
Ningrum" enak saja ayah tuh yang kayak gitu
Arisya sangat merindukan suasana ini,rasanya Arisya ingin menangis,biasanya iya menyaksikan guyonan ayah nya kini dirinya hanya menjadi seorang wanita yang terpenjara di rumah besar,hanya berdiam diri di dalam kamar
__ADS_1
Arisya" sya sangat merindukan semua ini (gumam Arisya)
sementara di tempat lain,Emma meminta kadavi untuk datang ke rumah nya karena ada satu hal yang ingin di beri tahu Emma pada kadavi
kadavi" ada apa ma ?
Emma" kadavi ini gawat,kamu ingat Vero
kadavi" Vero ?
Emma" Vero yang dulu mendekati Arisya dan menjebak Alicia
kadavi" iya ma,ada apa ?
Emma" lihat ini,laki laki ini kembali mendekati cia
Emma memberi sebuah foto pada kadavi
nila" ih aunty mah yakin ini semua kerjaan Arisya,nyuruh laki laki ini deketin cia biar kamu salah paham dan marah pada cia
Emma" mama juga berfikir begitu,mama yakin mereka sudah merencanakan ini semua,agar kamu dan Alicia terpisah
Audy" kasihan cia,sudah berbaik hati malah di khianati
kadavi merasa sangat emosi dirinya mulai merasa kesal melihat istrinya di sentuh oleh laki laki lain
Emma" mama memberitahu ini agar kamu lebih hati hati dengan wanita itu,dia sangat licik
kadavi" mama tenang saja aku tidak akan pernah terperangkap oleh nya,aku akan membuat nya menderita
Audy" kenapa tidak kamu ceraikan saja
kadavi" tidak mungkin,selama cia masih percaya padanya,maka cia tidak akan membiarkan itu,aku akan membuat nya menyerah dan pergi dengan sendirinya
Emma" itu akan lebih seru dari pada harus langsung membiarkan nya pergi
kadavi pergi meninggalkan rumah Emma dan pergi menuju rumah Arisya
brakk
pintu kamar Arisya terbuka dengan kuat membuat Arisya terkejut di buat nya
Arisya"mas Davi
kadavi" apa ini semua
melempar foto foto itu ke arah Arisya,Arisya mengambil foto foto itu dan melihat Alicia dan Vero
Arisya" cia ber-bersama dia
kadavi" kenapa terkejut,kenapa rencana mu menjadi gagal iya benar begitu
Arisya" re-rencana,maksud mas Davi ?
kadavi" hey j***** jangan pura pura di hadapan ku,dulu kamu menyuruh laki laki ini mendekati Alicia agar Alicia meninggalkan ku,dan itu gagal dan sekarang kamu melakukan hal yang sama,agar aku menganggap Alicia berselingkuh bener begitu bukan
Arisya" mas Davi tidak bisa kah kamu berfikir baik,tentang ku,mas Davi jika kamu tidak tahu apa yang terjadi lebih baik kamu diam atau mencari tahu mas Davi,terserah kamu mau apa,tapi satu hal yang harus kamu tahu orang tua ku tidak pernah mengajariku hal memalukan seperti itu,dan satu lagi bahkan aku tidak mengenal Vero
kadavi" bukan kah orang tua mu sama saja seperti mu,mencari kekuasaan dan Harta,tapi itu tidak akan pernah kamu dapatkan dari ku
Arisya" kamu boleh menghina ku tapi jangan pernah menghina orang tua ku,mas boleh mengatai ku apa pun tapi jangan pernah mas Davi menghina mereka,aku tidak akan tinggal diam jika mas menyakiti mereka
kadavi" baik lah kita lihat apa yang bisa kamu lakukan untuk mereka
Arisya" jangan melukai mereka mas,cukup aku saja jangan pernah menyakiti mereka
kadavi" kita lihat saja
__ADS_1
kadavi pergi meninggalkan Arisya,setelah kadavi pergi Arisya langsung terduduk lemas dirinya tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada dirinya
Bu sari" nyonya baik baik saja
Arisya" apa salah sya Bu apa? kenapa harus sya Bu,apa salah sya sampai sya harus menerima hukuman ini (menangis)
Bu sari" tidak nyonya,nyonya tidak salah,mereka yang belum tahu betapa baik nyonya,betapa mulia nya nyonya,jangan bersedih nyonya
Arisya" apa yang akan terjadi pada keluarga sya Bu,sya tidak mau mereka mengetahui keadaan sya
Bu sari" saya yakin tuan Davi tidak akan melakukan itu
Arisya menangis di pelukan ibu sari,Nini yang melihat pun merasa iba pada Arisya,ibu sari dan Nini meninggalkan kamar Arisya setelah Arisya tertidur
Nini" kasian nyonya,gak ada senang senang nya,biasanya kan kalo di tv,tv tuh istri kedua jahat ya Bu,ini nyonya malah kasian ya Bu
Bu sari" hus kamu ini kebanyakan nonton sinetron deh,udah pokok nya kita tahu gimana nyonya kita,jadi kita jaga nyonya kita
Nini" iya Bu
ke esokan paginya Arisya yang sudah siap bekerja mendengar kebisingan di depan rumah nya
dengan cepat Arisya dan Bu sari berlari melihat yang terjadi
Arisya" astaga Nini
Arisya dan Bu sari langsung berlari memisahkan Nini yang tengah bertengkar dengan asisten rumah tangga yang lain
"heh emang nyonya mu ini pelakor ya,saya gak bohong dia kan istri kedua,apa coba namanya kalo bukan plakor "
deg kata kata itu seketika membuat Arisya merasakan sakit namun tak berdarah
Nini" jaga ucapan mu ya kamu fikir,nyonya mu itu suci apa,bangga jadi simpenan
"nyonya mu itu pelakor,sok suci"
Arisya" stop!!! Nini hentikan cukup,maaf mba saya tidak tahu apa masalah nya tapi saya mohon hentikan ini,saya benar benar minta maaf jika Nini melakukan kesalahan,tapi maaf jika anda tidak tahu masalah seseorang lebih baik diam dari pada anda menyebar berita tidak baik,saya mohon semuanya bubar
semua orang yang ada di sana meninggalkan rumah Arisya
tukang sayur" lah dagangan saya piye,sopo sing arep bayar (lah dagangan saya,siapa yang mau bayar ini)
Arisya" ini pak,biar saya yang bayar,maaf sudah membuat dagangan bapak
Arisya mengambil lima lembar uang ratusan dari dompet nya
tukang sayur" waduh nduk Ike akeh men,nduk (waduh nak,ini ke banyakan,nak)
Arisya" tidak apa apa pak ambil saja
Arisya dan Bu sari membawa Nini masuk
Bu sari" kamu tuh apa apaan sih ni,kenapa ribut coba malu sama tetangga
Nini" habis nya dia duluan Bu ngatain nyonya yang enggak enggak,kan Nini kesel jadinya
Arisya" saya tahu maksud kamu baik ni,tapi lain kali lebih baik kamu diam atau kamu tinggalkan saja,supaya tidak panjang masalah nya,kamu mengerti,terimakasih sudah membela saya Nini,tapi saya lebih suka jika kamu tidak membuat ke ributan (tersenyum)
Nini" maaf nyonya
Arisya" tidak apa apa,kalo begitu saya pergi dulu,pa ayo kita pergi
arisya pergi meninggalkan rumah,dengan perasaan yang campur aduk,membuat nya menjadi gelisah
_______________
TBC
__ADS_1
next
jangan lupa ya guys setelah membaca tinggalkan jejak kalian dan jangan lupa berikan aku dukungan kalian dalam bentuk apa pun,karena jejak kalian dan dukungan kalian adalah penyemangat untuk ku terimakasih buat yang sudah meluangkan waktu membaca cerita ku,aku sayang kalian 🥰🥰🥰💙💙💙