Pilihan Hidup Ku

Pilihan Hidup Ku
PHK 119


__ADS_3

Alicia keluar dari mobil nya menghampiri anak yang berada di depan mobil nya itu


Alicia" ya ampun nak,kamu ngapain malam malam disini,dan dimana ibu mu


Alicia mengendong anak kecil yang berusia kisaran setahun,anak itu hanya berdiam diri,memandang Alicia


Alicia" kamu pasti masih takut kan,tidak apa apa nak,kamu baik baik saja,astaga dimana ibu mu nak,kenapa bisa membiarkan kamu berkeliaran seperti ini


memperhatikan Alicia mengomel sendirian anak yang tengah di gendong nya mulai bereaksi


"mama" anak itu mulai menangis


Alicia" astaga,tidak apa apa nak,tidak apa apa,semua baik baik saja,jangan menangis sayang semau baik baik saja,kita cari mama mu ya,oke


Alicia melihat taman yang berada di sebrang jalan yang terlihat ramai


Alicia" aku yakin mama mu pasti ada di sana kan,ayo kita cari mama mu


Alicia membawa anak itu untuk mencari ibu nya,kini anak itu mulai tenang tangis nya mulai mereda


Alicia mengitari taman itu,namun dirinya belum juga menemukan ibu anak itu,namun Alicia tidak menyerah dirinya kembali mencari


"Raffa" seseorang berteriak ke arah Alicia,membuat langkah Alicia terhenti seketika


"Windy" dalam hati Alicia


wanita yang berada cukup jauh itu sedikit berlari menghampiri Alicia dan anak kecil yang di ketahui bernama Raffa itu


Windy" astaga Raffa mama sangat panik,kenapa kamu berlari begitu saja,maaf kan mama tidak memperhatikan mu,resto sedang ramai,jadi mama tida memperhatikan Raffa


Alicia menatap Windy yang berada di hadapan nya itu,dirinya tida percaya jika tuhan memberinya jalan yang begitu mudah untuk meminta maaf,walau dirinya tau akan begitu sulit mendapatkan maaf itu


Alicia" wi-windy


mendengar nama nya di panggil Windy memperhatikan wanita yang membawa anak nya itu,melihat Alicia berada di hadapan nya seketika windy memundurkan langkah nya


Windy" mau apa kamu kemari,apa yang kamu lakukan pada putra ku


Alicia hanya berdiam diri,menatap Windy dengan mata berkaca kaca


Windy" ayo kita pergi Raffa,ayah mu pasti menunggu kita


Alicia masih berdiam diri melihat Windy dan putra kecil nya itu meninggalkan diri nya


Windy masuk kedalam kafe yang berada tak jauh dari taman itu


Wahyu" Raffa sudah bersama mu


Windy" sudah


Wahyu melihat wajah khawatir istri nya ,dari sang istri yang membuat nya bertanya tanya

__ADS_1


Wahyu" apa yang terjadi


Windy" tidak ada,Raffa hanya bermain di taman


Wahyu" mama Raffa,kamu tidak bisa berbohong dengan ku,kenapa wajah mu terlihat khawatir


belum sempat menjawab seorang pelanggan memanggil Windy


"mba saya mau order"


Windy" pegang Raffa


memberikan putra nya pada suami nya


Windy" iya tunggu sebentar


dengan cepat Windy melangkah meninggalkan Wahyu yang juga pergi membawa putra mereka


sepanjang bekerja Windy menjadi hilang konsentrasi,membuat nya beberapa kali salah memberikan pesanan


Wahyu yang melihat itu menghampiri istri nya yang kini tengah duduk beristirahat


Wahyu" ada apa,apa yang terjadi?


Windy" aku bertemu Alicia ,aku bertemu mba cia


Wahyu" lalu apa yang terjadi,apa dia menyakiti mu


Wahyu" tenang saja aku akan menghadapi nya jika dia melakukan hal buruk,sudah jangan khawatir,lebih baik kamu dan Raffa pulang saja, restoran kita sudah tidak terlalu ramai,beristirahat lah,biar aku yang mengurus restoran bersama karyawan lain nya


Windy" (menarik nafas) baik lah aku akan bawa Raffa pulang,kamu harus hati hati,mba cia bisa melakukan apa saja untuk membalas dendam nya


Wahyu" aku tidak pernah takut,untuk melindungi mu dan Raffa,pulang lah


windy langsung berkemas,dan meninggalkan restoran nya


sementara Alicia masih berdiam diri di taman itu,diri nya bingung harus melakukan apa,karena dirinya sangat melihat jelas,kemarahan,kesedihan,kebencian di mata Windy,bahkan dirinya belum mempersiapkan apa pun untuk bertemu lagi


"tuhan aku tau,ini cara mu untuk ku menebus kesalahan ku,tapi aku bingung harus bagai mana" dalam hati Alicia


Alicia kembali menundukkan kepalanya,ponsel Alicia berdering


Arisya* cia apa kamu sudah sampai rumah ?


Alicia*sya,aku bertemu Windy


Arisya* hah,benarkah,itu bagus jadi kita tidak perlu susah susah mencari Windy lagi


Alicia* kamu benar,tapi sya aku tidak bisa berkata apa pun,aku sungguh takut,bahkan pada Mario saja aku sampai detik ini belum juga meminta maaf


Arisya* cia,aku yakin kamu bisa,aku yakin dengan usaha mu,doa mu,dan kegigihan mu mereka lambat laun akan memaafkan mu,cia manusia itu tidak ada yang sempurna,semua manusia punya masa lalu buruk,tapi kita bisa memperbaiki itu,ayolah mommy cia jangan menyerah,putra mu di sini juga mendukung mu

__ADS_1


Alicia*sya,entah kata kata apa lagi yang harus aku ucapkan pada mu,kamu begitu baik,bahkan saat semua orang membenci ku,kamu tetap mendukung ku, terimakasih dan maaf sya,selalu menyusahkan mu


Arisya*cia kita adalah saudara,jangan sungkan,dan tidak ada yang kamu repot kan,ya sudah kalo begitu mommy,fari sudah mulai rewel,meminta susu,jadi semangat mommy jangan menyerah oke


Alicia kembali tersenyum,dan mengakhiri panggilan nya dengan Arisya


"bagaimana ini,bahkan dia terlihat takut,dan benci pada ku" dalam hati Alicia


Alicia kembali melajukan mobil nya,sampai tiba di rumah nya,Alicia membersihkan dirinya,setelah itu Alicia membuka leptop nya,memeriksa pekerjaan nya


sedang membuka file,Alicia membuka sebuah file dimana banyak terlihat foto—foto nya dan Mario


"harusnya aku membuang ini,dan tidak menyimpan nya lagi,Mario sudah bahagia,lalu aku berharap" Alicia tersenyum menatap layar yang ada di hadapan nya


Alicia kembali memeriksa pekerjaan nya hingga larut,dan ia tertidur di meja kerja nya


ke esokan paginya,di kediaman Arisya seperti biasa Arisya menyiapkan semua kebutuhan suami nya,dan tak lupa dengan putra nya


Faris" Buna mau ini


Arisya" sini biar Buna ambil buat kamu,papa mau apa


kadavi" papa mau,roti saja,bagaiman cia apa sudah bisa mengurus perusahaan ?


kadavi melihat ke arah istri nya


Arisya" ya seperti itu,masih dalam tahap belajar,tapi aku yakin dia bisa


memberikan roti yang sudah di beri selai untuk suami nya


kadavi" jika dia mau minta bantuan,beritau aku saja


mengambil roti yang di berikan istri nya


Arisya"(tersenyum) akan ku sampaikan pada cia


sementara di kediaman Alicia,wanita berparas cantik itu baru saja membuka mata nya


Alicia " astaga aku terlambat lagi,Alicia bagaimana kamu bisa mengatur perusahaan jika mengatur diri mu saja susah


Alicia cepat cepat berlari ke kamar mandi,bersiap tanpa sarapan Alicia pergi menuju kantor


sesampai nya di kantor dengan terburu buru Alicia berlari sampai diri nya menabrak seseorang


brug


Dengan sigap orang itu memegang Alicia yang akan terjatuh


_______________________


sampai sini dulu lanjut lagi nanti

__ADS_1


__ADS_2