Pilihan Hidup Ku

Pilihan Hidup Ku
PHK 34


__ADS_3

hari pernikahan Arisya hanya tinggal menghitung hari,semua persiapan pernikahan akan segera selesai,semua persiapan Arisya di atur oleh gara dan juga Alicia,dimana Arisya hanya bisa menuruti nya,walau terkadang Arisya merasa jika pilihan mereka terlalu berlebihan


Alicia" sya aku rasa gaun ini kami gunakan untuk pesta makan malam akan bagus


Fara" tidak bagus yang seperti ini


kedua nya saling berdebat mengenai pilihan mereka,bahkan mereka tidak sedikit pun bertanya kemauan Arisya,Arisya merasa seperti boneka yang siap terima di dandani apa saja oleh pemilik nya


Arisya hanya bisa menyaksikan kedua nya bertengkar,kini Arisya mulai merasa lapar,bagaimana tidak Alicia meminta nya untuk diet,agar baju baju yang sudah ia pilihkan tetap pas di badan Arisya


kadavi datang bersama Kholik,kadavi datang untuk mencoba baju milik nya


Alicia" sayang menurut mu gaun mana yang bagus untuk Arisya ini atau ini


kadavi" ini saja (Asala menunjuk)


Alicia" aku juga suka yang,biak lah sya baju ini akan kamu kenakan saat makan malam,sayang coba lah baju mu,aku sudah melihat nya


Arisya hanya bisa tersenyum,saat ini dirinya sangat ingin makan,bahkan kepala Arisya sampai terasa pusing


kini Fara dan Alicia beralih pada kadavi,sementara Arisya hanya duduk diam di tempat nya


Kholik" nona Arisya apa anda haus


Arisya" hah ... iya maaf pak ada apa ?


Kholik" apa saya mengejutkan anda nona


Arisya" ah tidak,ada apa pak ?


Kholik" apa anda haus nona,nona anda terlihat sangat pucat apa anda baik baik saja


Arisya" oh saya baik baik saja,hanya sedikit lapar


Kholik" tunggu sebentar nona


Kholik meninggalkan Arisya sendirian


Arisya" apa wajah ku terlihat pucat sampai pak Kholik melihat nya


Arisya melihat pantulan dirinya di ponsel,tidak menunggu lama Kholik kembali dengan membawa sebotol air dan juga roti


Kholik" nona minum lah,dan makan lah ini,kebetulan saya membeli ini tadi saat di perjalanan


Arisya" maaf merepotkan,terimakasih


Kholik" tidak nona,silahkan nona


Arisya membuka minum lebih dulu,karena sejak tadi tenggorokan nya terasa kering seperti gurun pasir,Arisya merasa sangat lega,Arisya baru saja akan membuka roti namun Alicia melarang nya


Alicia" stop sya,jangan kamu makan rotinya,ini belum waktunya kamu makan

__ADS_1


Arisya" baik lah (pasrah)


Kholik yang melihat itu merasa sangat kasihan pada Arisya,bahkan hanya untuk makan Arisya harus di atur


Alicia" Kholik lain kali jangan pernah memberi sembarang makanan pada Arisya mengerti


Kholik" maaf nyonya saya mengerti


kadavi keluar menggunakan baju pilihan Alicia,


kadavi" bagaimana apa bagus (tersenyum pada Alicia)


"dia sangat mencintai Alicia,lihat tatapan nya sangat berbeda saat dia memandang ku,tidak ada keraguan,kebencian bahkan Amara di sana,pernikahan di landasi kebencian apakah akan bertahan" dalam hati Arisya


setelah seharian full pergi bersama Alicia dan Fara Arisya sangat merasa kelelahan,setibanya di rumah Arisya hanya ingin membaringkan tubuh nya


tok tok tok


Ningrum" boleh bunda masuk


Arisya" masuk saja Bun


Ningrum masuk dengan membawa nampan berisi buah dan jus


Ningrum" apa merasa lelah


Arisya" jangan tanyakan itu pada sya Bun


Arisya" (tersenyum) terimakasih Bu


Arisya menghabiskan semuanya kemudian Arisya membersihkan dirinya,setelah selsai Arisya masih melihat Ningrum berada di kamar nya


Arisya" bunda apa masih ada yang mau di bicarakan ?


Ningrum" tidak ada nak,kemari lah biar bunda keringkan rambut mu


Arisya dengan senang hati menuruti perintah ibunya,Ningrum mengeringkan rambut Arisya


Ningrum" dulu saat kecil kalian akan saling bertengkar hanya karena meminta bunda mengeringkan rambut,bahkan kamu akan menangis tersedu sedu (tersenyum) tidak terasa sekarang kedua putri Bunda sudah dewasa,bahkan kalian sudah memiliki jalan hidup sendiri


Arisya" maaf kan Arisya ya Bun jika sya,selalu merepotkan bahkan belum bisa membuat bunda bangga pada sya


Ningrum" kalian adalah kebanggaan bunda dan ayah,kalian berdua itu harta ayah dan bunda yang tak ternilai,nah sudah selsai,sekarang tidur lah,besok hari terakhir bekerja bukan


Arisya" iya Bun,terimakasih bun (memeluk) bunda temani aku tidur,aku ingin di peluk bunda


Ningrum tersenyum,melihat putri bungsunya itu


Ningrum" kemari,biar bunda temani sampai kamu tertidur


Arisya dan Ningrum berbaring di tempat tidur,Ningrum memeluk Arisya sambil terus mengelus kepalanya

__ADS_1


"Arisya akan merindukan hal ini,karena setelah besok Arisya harus menjadi wanita yang kuat,dan baik baik saja,bunda selalu doakan Arisya,dan terus lah tersenyum agar sya tidak menyerah" dalam hati Arisya tak terasa air mata Arisya terjatuh,namun dengan cepat Arisya menyeka nya,agar Ningrum tidak melihat


lambat laun Arisya mulai tertidur pulas,ke esokan paginya Arisya terbangun dan langsung bersiap karena hari ini iya harus bekerja sebelum besok pernikahan nya bersama kadavi


yah walau pernikahan di depan mata,namun Arisya harus bekerja karena sedikit ada masalah pada pekerjaan Arisya


ke esokan paginya Arisya terbangun,dan langsung bersiap untuk pergi bekerja


Ningrum" sya ini bekal nya,mas Panji yang akan antar kamu


Arisya" wah senang deh bisa punya supir baru (terkekeh)


Panji" apa sih yang enggak buat adik mas yang cantik ini


Arisya" sya memang cantik,kata bunda tapi (terkekeh)


Lusi" sudah sana berangkat,biar cepat selesai dan cepat kembali,calon manten masih aja kerja


Arisya" harus sya yang kerjain kak,mereka gak tahu


Lusi" ya udah sana,berangkat


Arisya pergi bersama Panji,sesampainya di kantor Arisya langsung turun ia melupakan bekal yang di berikan oleh bunda nya


Panji yang melihat bekal Arisya dengan mengejar turun dan memanggil Arisya


Panji" sya (melambaikan kotak bekal)


Arisya" bekal sya


langsung berlari ke arah Panji


Arisya" makasih mas,untung di ingetin


Panji" dasar kamu ya,kalo gitu mas pulang nanti hubungi mas jika sudah selsai (mengelus kepala Arisya)


Arisya langsung masuk kedalam lift sementara Panji kembali ke mobil,saat sampai di dekat beberapa karyawan Panji tidak sengaja mereka membicarakan Arisya,namun Panji tidak ambil pusing karena ia mengira jika dirinya salah mendengar


Arisya sibuk bekerja sampai dirinya melewatkan makan siang sampai pukul enam tepat baru lah ia merasakan lapar,Arisya melihat di sekelilingnya sudah tidak seorang pun,hanya tinggal dirinya sendiri


Arisya" selsai juga,hah aku harus segera pulang


Arisya bersiap,setelah itu Arisya berjalan hendak meninggalkan ruangan nya,Arisya melihat dimana undangan pernikahan nya tergeletak begitu saja di meja karyawan,hal itu membuat Arisya merasa sedih


"tidak apa apa Arisya,jangan bersedih,mereka hanya butuh waktu,ya hanya butuh waktu( menarik nafas)" Arisya kembali berjalan dan meninggalkan ruangan itu


__________________


TBC


next ya

__ADS_1


jangan lupa setelah membaca berikan dukungan kalian buat aku berupa apa pun,karena dukungan kalian adalah semangat untuk ku,trimakasih 🤗🤗🥰🥰


__ADS_2