Pilihan Hidup Ku

Pilihan Hidup Ku
PHK 69


__ADS_3

windy masih setia menunggu di ruangan itu,menit demi menit mulai berlalu tapi kadavi belum ada tanda tanda keluar,Windy sudah sangat cemas akan nasib Arisya,dirinya berharap jika Arisya tidak melakukan apa pun


setelah menunggu berjam-jam akhirnya kadavi keluar bersama beberapa dari ruangan itu,Windy menunggu kadavi selsai berbincang dengan orang tersebut,melihat kadavi selsai Windy langsung mendekati kadavi


Windy" mas Davi


kadavi menoleh ke arah suara yang memanggilnya,kadavi melihat Windy tengah berjalan menuju ke arah nya


kadavi" Windy,ada apa? tumben sekali kamu ke mari,apa ada Maslaah ?


Windy" iya,tapi aku tidak bisa bicara di sini,boleh kita pergi dari sini


kadavi" baik lah ke ruangan ku (merasa bingung)


Windy mengikuti kadavi dan Kholik menuju ruangan kadavi,sesampainya di sana kadavi langsung buka suara


kadavi" ada apa Windy,apa ada masalah dengan Alicia


Windy" bukan pada nya tapi Arisya


kadavi" Arisya? sudah lah aku sudah tidak perduli


Windy" dengarkan aku lebih dulu


kadavi" pergi lah Windy


Windy" anak yang di kandung Alicia bukan anak mu


kadavi melihat tajam ke arah Windy


kadavi" apa yang kamu katakan Windy,jangan memfitnah


Windy" aku tidak memfitnah,itu memang bukan anak mu


itu anak Mario,Alicia bukan lah wanita yang baik seperti kamu fikirkan tuan kadavi


kadavi" jaga ucapan mu,jangan coba menguji kesabaran ku Windy


Windy mengeluarkan benda panjang milik Alicia yang ia ambil waktu itu


Windy" dengar ini tuan kadavi


Kholik mengambil benda itu dan menekan tombol


kadavi mendengar suara Alicia,kadavi dan Kholik terus mendengar suara yang ada di rekaman itu,kadavi sangat tidak percaya jika wanita yang selama ini di cintai nya ternyata tidak lah baik

__ADS_1


kadavi" ja-jadi selama ini Alicia bohong pada ku tentang semua nya,dan dia bukan tidak bisa hamil,ta-tapi dia Memang tidak mau memiliki anak dari ku,dan


kadavi tak sanggup meneruskan kata kata nya,rasa sedih,kecewa,marah,kesal kini menjadi satu dalam hati kadavi


Kholik" Mario pemimpin perusahaan mereka sekarang


Windy" iya,dia adalah kekasih Alicia sejak di bangku SMA,sejak awal ia tidak mau di jodohkan,namun mama nya memaksa dengan alasan jika masa depan nya akan terjamin,namun Alicia tidak sedikit pun menyukai mas Davi,selama ini aku sungguh berdosa,menutupi semua kebusukan Alicia dengan ancaman ibu dan adik ku,namun aku baru tahu saat adik ku meninggal jika Alicia tidak pernah mengurus mereka,aku sangat percaya pada nya sampai apapun yang dia mau aku turuti tapi dia sangat lah jahat


tak terasa air mata Windy mengalir mengingat adik nya


Kholik" jadi nona sya hanya korban


Windy" sejak awal aku tidak mau membantu kebohongan Alicia,namun aku kasihan melihat mas Davi yang sebenarnya ingin memiliki anak,akhirnya aku membantunya menyusun semua drama,bunuh diri,drama pencarian jodoh,agar terlihat baik,sungguh aku sangat berdosa


kadavi" kamu bilang ada masalah dengan Arisya apa yang terjadi


dengan cepat kadavi bangkit dan mendekat ke arah Windy,dengan mata berkaca kaca


Windy" beberapa hari yang lalu Alicia meminta ku membuat surat cerai,atas nama mu dan juga Arisya,karena ancaman nya aku melakukan nya,sampai aku menemukan ini


kadavi" kamu bodoh,kamu membuat nya iya (berteriak)


Windy" iya,tapi tenang aku membuat surat palsu,pengadilan tidak akan menerima surat itu,itu hanya lah surat untuk perlengkapan syuting aku meminta bantuan teman ku,yang jadi masal kita baik Alicia atau Arisya tidak tahu meraka akan menganggap jika surat itu benar,aku sudah memberikan nya pada Alicia pasti sekarang Alicia sudah menemui Arisya


dengan cepat kadavi meninggalkan kantor nya,membuat Bara merasa heran pada sepupu nya itu,dan tak lama Bara melihat Windy berlari di belakang kadavi


Bara" ada apa ini,kenapa Windy bersama kadavi


dengan rasa penasaran Bara mengikuti keduanya,sepanjang perjalanan Bara mencoba menghubungi Avila namun,tak ada jawaban dari Avila,bahkan nomor Avila sudah tidak aktif


Bara" kemana anak ini,kenapa di saat genting seperti ini tidak bisa membantu dengan kesal Bara meletakan ponsel nya


sesampai nya di rumah Arisya kadavi sangat terkejut melihat semua barang barang milik Arisya berada di luar,kadavi masuk kedalam rumah itu namun tak menemui siapa pun


kadavi melihat seseorang di taman


kadavi" pak Yanto,Diaman yang lain,Arisya dan ini ada apa


pak Yanto" saya juga tidak tahu tuan saya baru saja sampai,tapi semua nya sudah seperti ini


kadavi berlari ke arah keluar


Windy" bagaimana


kadavi" aku harap aku tidak terlambat,dimana Arisya

__ADS_1


kadavi terduduk lemas,iya mengingat semua kata kata nya pada Arisya saat itu,betapa bodohnya dirinya yang mempercayai begitu saja ucapan Alicia


kadavi" aku te lalu bodoh,sampai aku membiarkan anak dan istri ku terlantar


kadavi menundukan kepalanya menangis


Windy" dalam hal ini kamu atau pun Arisya tidak salah,tapi Alicia,dia yang membuat kalian dalam keadaan ini


kadavi" aku yang salah,sebagai laki laki aku hanya melihat kebahagian ku saja tidak memikirkan orang yang berada di sekitar ku,aku bodoh (kadavi mulai menangis)


bara yang melihat kadavi menangis langsung menghampiri keduanya


Bara" ada apa ini ? (menatap bingung pada Windy)


Windy" Bara (terkejut )


Bara" ada apa,kadavi kenapa kamu ?


Windy" bara untuk saat ini kami tidak bisa menjelaskan tapi bisa kah kamu membantu kami menemukan Arisya,karena jika mas Davi menghubunginya aku yakin dia tidak akan menjawab


Bara" ada apa ini Windy,aku tidak akan membantu jika aku tidak tahu masalah yang terjadi


Windy" (memegang tangan Bara) aku mohon,lakukan nanti aku akan menjelaskan pada mu


Bara yang melihat Windy memohon mau tidak mau melakukan ke inginan Windy


namun beberapa kali menghubungi Arisya tak ada satupun panggilan Bara yang di jawab,melihat tidak ada jawaban kadavi memutuskan untuk datang ke rumah mertua nya


dengan kecepatan penuh kadavi melintasi jalan,sesampainya di sana,rumah itu terlihat sepi,kadavi berfikir jika Arisya belum datang ke rumah itu


kadabi mencoba mengetuk pintu rumah namun tak ada tanda tanda orang di dalam rumah itu,rumah itu terasa sangat sunyi kadavi merasa putus asa kini dirinya tidak tahu harus mencari istrinya itu dimana


kadavi" aku harus memberi pelajaran pada Alicia,aku akan menceraikan nya dan aku akan membuat nya menyesal sudah mempermainkan ku


kadavi meninggalkan kediaman orang tua Arisya,dan menuju ke tempat dimana Alicia berada


sementara di tempat lain,seseorang tengah terbaring lemah di rumah sakit,dengan begitu banyak alat di pasang,membuat semua orang merasa sedih dan takut di buat nya


_________________


TBC


next


arigatou gozaimasu 🥰🥰🥰,jangan lupa Dukungan nya buat aku,dan jangan lupa tinggalkan jejak jejak kalian di kolom komen dan like okey

__ADS_1


__ADS_2