Pilihan Hidup Ku

Pilihan Hidup Ku
PHK 66


__ADS_3

pagi ini Arisya sudah bersiap seperti biasanya untuk bekerja,tak lupa Arisya mengajak bayi nya untuk bekerja sama,agar tidak rewel saat dirinya bekerja


Arisya"( mengelus perut nya) anak Buna,pagi ini kita akan bekerja,kamu jangan rewel ya,biar Buna bisa kerja l,em satu lagi,jangan minta Buna untuk bertemu Daddy,karena sekarang Daddy sedang sibuk kita tidak bisa menganggu nya oke


bayi itu bergerak,menandakan jika ia setuju dengan perkataan Arisya


Arisya" anak pintar


sudah sebulan berlalu,kini usia kandungan Arisya menginjak delapan bulan,dan Alicia memasuki bulan ke dua


hari hari Arisya hanya di isi dengan bekerja tidak ada hal lain


Bara" pagi Buna cantik,ini dari ibu ku untuk mu,kata nya ini baik buat wanita hamil


Arisya" terimakasih uncle tampan


Avila" hallo ponakan aunty yang pasti sangat gemoy,pagi ini aku bangun tidak kesiangan,aku membuat sarapan ku sendiri seperti biasa,dan kamu tahu,hari ini aku bisa membuat omlet mie tanpa rusak


Avila tertawa senang,di hadapan perut Arisya,hal itu selalu ia lakukan setiap pagi saat bertemu Arisya


Bara" aku yakin,bayi mu pasti sangat bising mendengar suara Avila


Avila" aku rasa hanya kamu saja yang merasa seperti itu


Bara" aku tidak membayangkan bagaimana nanti pria yang akan menjadi suami mu,setiap hari mendengar suara mu itu,aku yakin jodoh mu pasti laki laki tuli


Avila" lebih baik laki laki tuli,dari pada laki laki normal tidak punya hati


Avila meninggalkan Bara dan Arisya


Arisya" Bara kamu ke terlaluan kasian Avila


Bara" kenapa aku,itu kan nyata


Arisya" sudah lah kamu tidak akan mengerti


Arisya mengejar Avila,Arisya melihat Avila yang tengah menangis di sebuah bangku


Arisya" jangan sedih Avila


Avila" kak sya,aku rasa aku akan kembali ke Jerman,menemani Daddy di sana,lagi pula aku ke sini dan bertahan hanya kerena sebuah janji anak kecil,yang tanpa aku sadari,sebenar nya aku tidak akan pernah dapat janji itu


Arisya" apa kamu sudah memikirkan nya baik baik


Avila" aku sudah beri tahu paman Abe,dan aku juga sudah berfikir


Arisya" apa Daddy setuju


Avila" ya paman Abe setuju


Arisya" apa Daddy tidak sibuk bisa mengangkat panggilan mu


Avila" sangat sibuk,prusahaan di Jerman butuh perhatian besar,jadi paman Abe meminta ku membantu


Arisya" baik lah jika,itu keputusan mu,kapan kamu akan pergi ?


Avila" Minggu depan


Arisya" kenapa cepat sekali Avi,aku akan merindukan adik perempuan ku ini (memeluk Avila)


Avila" hey baby maaf aku tidak bisa menemani mu nanti saat kamu hadir di dunia ini,maaf ya,kak sya aku akan sangat merindukan mu pasti,oh iya jangan beritahu kak Bara soal ini,aku tidak mau dia tahu

__ADS_1


Arisya" baik lah Avi,aku akan simpan rahasia ini


setelah selsai berbincang kedua wanita itu kembali bekerja,setelah pulang bekerja Avila mendatangi meja Arisya


Avila" kak malam ini aku bermalam di rumah kakak boleh


Arisya" (tersenyum) nanti aku pamit dulu sama mas Davi


Arisya mengambil ponselnya dan mengirim sebuah pesan pada kadavi,sesuai perkiraan Arisya jika kadavi akan membalas sesingkat mungkin pesan yang ia kirim


Arisya" boleh Avi,tapi kita belanja bulan dulu sebelum pulang tidak apa apa ya


Avila" tidak masalah aku suka berbelanja kebutuhan rumah


kedua wanita bergegas menuju pusat perbelanjaan,keduanya mulai memasukan barang barang yang mereka butuhkan keranjang


Arisya" em semua sudah,hanya tinggal susu untuk ku


Avila" Dimana itu kak


Arisya" di sebelah sana,kita kesana


Avila dan Arisya menuju ketempat susu khusu ibu hamil


Arisya" hah,kenapa selalu di taruh di rak tinggi,dimana pegawai nya


Avila" biar aku coba


Avila mencoba mengambil susu itu namun iya tidak sampai meraih kotak susu itu


"makanya jangan pendek,agar mudah menggapai yang tinggi" Avila membalikan tubuhnya menghadap laki laki yang kini berada persis di hadapan nya


Arisya" Bara,sedang apa kamu


Bara" aku menemani wanita yang aku ceritakan pada mu,membeli keperluan pernikahan nya


Avila melihat ke arah Arisya


Arisya" kenapa kamu,kemana calon suami nya


Bara" sedang ada kesibukan,maka dari itu dia meminta bantuan ku


"Bara ayo kita pu.." kata kata wanita terhenti saat ini lihat Arisya


Windy" kak sya


Arisya" Windy


kedua nya terkejut


Bara" kalian saling kenal


Windy" dia sahabat mba cia


Arisya" dia asisten Alicia


Avila yang melihat situasi ini semakin tidak mengerti


Arisya" jadi wanita itu


Windy" jadi sahabat yang kamu bilang itu

__ADS_1


Bara" kalian berdua benar


mendengarkan perkataan Bara Windy langsung memeluk Arisya,dengan erat dan menangis hal itu membuat Arisya bingung dengan sikap Windy


Arisya" Windy ada apa,kenapa kamu menangis


Windy" aku hanya merindukan kak sya,sudah lama sekali rasanya tidak melihat kak sya,terakhir aku bertemu saat pernikahan


Arisya" (tersenyum) kamu sangat mengemaskan Windy


Windy" ini siapa (mengalihkan pembicaraan)


Arisya" oh ini


kata kata Arisya di hentikan oleh Bara yang langsung menjelaskan pada Windy


Bara" ini lebih baik tidak usah kenal Dy,kamu akan menyesal jika mengenal dia


Arisya" Bara !!


Avila" iya kak lebih baik jangan mengenal ku,karena aku ini berisik,tidak becus,ceroboh,manja,sepeti anak kecil,lebih baik tidak mengenal ku


Avila langsung pergi meninggalkan ketiga orang itu


Arisya" Avi,Avi


Arisya mencoba memanggil Avila namun Avila sudah tidak mendengarkan Arisya


Arisya" Bara,kamu keterlaluan


Windy" begini lah bara jika sudah salah tingkah di hadapan wanita yang di suka


Bara" apa suka,Windy jangan suka mengarang,wanita seperti itu bukan tipe ku


Arisya" terserah,sekarang kamu bantu aku bawa keranjang ini


dengan senang hati Bara membantu Arisya,sepanjang perjalanan menuju kasir Windy terus menatap Arisya,dengan perihatin


"kasihan kak sya,dia yang harus menanggung nya,seandainya aku tidak ikut menjerumuskan nya dulu,mungkin ini tidak akan terjadi" dalam hati Windy


Arisya" win,Windy (melambaikan tangan di hadapan wajah Windy)


Windy" ah iya kak (terkejut)


Arisya" (terkekeh) kenapa melamun hah


Windy" tidak ada apa apa kak,hanya memikirkan pekerjaan saja


Arisya hanya tersenyum setelah selsai,Windy dan Bara mengantar Arisya ke mobil,dimana Avila sudah berada di sana dengan wajah kesal


setelah selsai,Arisya dan Avila meninggalkan pusat perbelanjaan itu,begitu pun dengan Windy dan Bara


sepanjang perjalanan Windy lebih banyak berdiam diri,membuat Bara sedikit bingung


"aku tidak akan membiarkan mu Alicia,cukup keluarga ku kamu telantarkan,dan membuat ku pontang panting bekerja untuk mu,tidak akan aku biarkan kak sya menjadi korban mu juga" dalam hati Windy


______________________


TBC


next

__ADS_1


jangan lupa setelah membaca kasih dukungan buat aku apa pun itu,oke oke 😘😘


__ADS_2