Pilihan Hidup Ku

Pilihan Hidup Ku
PHK 104


__ADS_3

"tiba tiba saja detak jantung pasien berhenti" kata kata seorang suster membuat semua orang memucat,kini mereka hanya bisa berdoa lebih banyak lagi,menunggu cukup lama,akhirnya jantung Aryan kembali berdetak itu membuat semuanya memiliki harapan.


semua orang orang masih menunggu,kabar dari dalam ruangan itu,namun tidak ada satu pun yang keluar dari ruangan itu


Avila" kenapa lama sekali,apa yang terjadi,ya Tuhan aku mohon selamat kan adik ku


Jeremy" sabar lah sayang,Daddy yakin semua akan baik baik saja


seorang dokter keluar dari kamar operasi


dokter" keluarga Aryan


"kami" bersamaan


dokter" kami membutuhkan donor darah untuk pasien segera


Jeremy" apa golongan darah pasien dok


dokter" B RH negatif


Jeremy" ambil darah saya dok,saya berdarah B negatif


Leon menatap Naila yang masih terduduk lemas


Arisya" saya juga B negatif dok


dokter" kami hanya membutuhkan satu saja,dan kami tidak menyarankan untuk wanita melakukan nya,karena wanita yang berdarah B cendrung mudah lelah,dan kekurangan darah


Arisya" baik lah dok


dokter" mari pak ikut dengan saya


Jeremy pergi bersama dokter itu,saat jeremy pergi Leon menarik Naila dan Zainab ke tempat lain


Leon" kenapa Aryan bisa berdarah B negatif Naila


Naila hanya diam


Zainab" sayang nanti saja,ini bukan waktu yang tepat untuk menanyakan hal ini


Leon" Naila jawab aku,Lian dan aku kami tidak ada yang berdarah B,dan kamu kamu juga tidak,Naila!!! jawab aku


Leon mencengkram kuat lengan Naila,sampai Naila merasakan sakit


Leon" katakan pada ku Naila


zainab" lepaskan Naila sudah aku bilang,ini bukan waktu yang tepat untuk membahas hal ini


Leon" apa Aryan bukan anak Lian,katakan Naila


Zainab" lepaskan tangan mu,Naila kesakitan

__ADS_1


Leon mendorong Zainab,hingga Zainab jatuh tersungkur


Leon" Naila,katakan pada ku ? (menatap tajam Naila)


Naila membalas tatapan tajam Leon


Naila" Aryan bukan anak Lian


seketika tubuh Leon terasa lemas,anak yang selama ini ia anggap putranya sendiri,bahkan ia sangat menyayangi Aryan,ternyata bukan putra dari adik nya


bagai tersambar petir Leon mendengar ucapan Naila


Leon" siapa ayah nya,siapa AYAH NYA !!!


Naila kembali menunduk,dirinya sudah tidak sanggup lagi untuk bicara


Leon" siapa ayah nya Naila,jawab aku,kamu telah membohongi ku dan Lian,kamu membohongi nya Naila


Naila" tidak,aku tidak membohongi Lian,Lian tahu semua ini,dia mengetahui semua nya


Leon terhuyung mundur mendengar perkataan Naila


Leon" apa yang kamu katakan (kembali mencengkram kedua lengan Naila)


Zainab" Naila cukup,hentikan Naila


Leon" apa yang kalian sembunyikan dariku!!!


kini kepala Leon benar benar terasa di hantam benda seberat ribuan ton


Zainab" Naila (menangis)


Naila" semua harus jelas Zainab sudah belasan tahun kita menyimpan semua ini,Aryan bukan lah putra Lian,dia putra Jeremy,seharusnya mempelai wanita Lian adalah Zainab bukan aku,karena mereka berdua saling mencintai,tapi Lian tahu jika kamu juga mencintai Zainab,Lian menikahi ku agar Zainab menerima lamaran mu,dan menyelamatkan ku dari omongan orang,Lian mengetahui semua ini


Leon" apa kamu tahu juga soal ini Zainab (menatap Zainab)


Naila" Zainab tahu saat Lian meninggal,aku memberi tahu semuanya pada nya


Leon berjalan mundur dan meninggalkan kedua wanita itu


Zainab" Naila,kenapa kamu lakukan ? (menangis)


Naila" sampai kapan kita akan menyimpan ini dari Leon,dia harus tahu,semuanya sudah berantakan Ina


Zainab" Naila,aku tidak tahu apa yang akan di lakukan mas Leon,Naila kamu tahu bukan jika aku sudah sangat mencintai mas Leon


Naila" aku yakin mas Leon tidak akan melakukan hal bodoh,biarkan mas Leon berfikir


Zainab" Naila,apa kamu akan memberi tahu Jeremy mengenai Aryan?


Naila" tidak,aku tidak akan memberitahu nya,aku tidak mau putra mu hidup dalam kesengsaraan dari mereka

__ADS_1


Zainab dan Naila saling berpelukan,keduanya kini memikirkan masalah mereka masing masing


Avila berjalan tertatih dengan wajah pucat


Bara" sayang kamu kenapa ?


Avila" (menatap Bara dan kembali menangis) semua nya salah ku


Bara"(memeluk erat Bara) jangan berkata seperti itu sayang,sudah jangan menangis lagi,kita berdoa agar Aryan selamat


Avila terus menangis di pelukan Bara,waktu terus bergulir seorang dokter keluar dari ruangan itu,seketika semua berdiri


Naila" bagaimana dok ?


dokter" Alhamdulillah, operasi nya selesai,dan pasien sudah melewati masa kritis nya,walau sempat ada kendala tapi berkat doa kota semua pasien terselamatkan


mendengar kabar itu semua orang merasa lega


Avila" apa aku boleh melihat adikku dok ?


dokter" tunggu lah,kami akan memindahkan pasien ke kamar observasi,untuk memastikan keadaan nya,di sana kalian bisa melihat nya secara bergantian


Avila" terimakasih dok (tersenyum)


setelah melakukan semua prosedur Aryan sudah di pindahkan ke ruang observasi


Avila" aku akan melihat adik ku lebih dulu


semua orang baru menyadari jika Avila sedari tadi menyebut Aryan adalah adik nya


Naila" aku ibunya aku yang berhak melihat nya


Avila terdiam mendengar perkataan Naila,dengan berat hati Avila membiarkan Naila masuk lebih dulu


Naila" Aryan kamu membuat mama takut nak, mama tidak tahu apa yang akan mama lakukan jika tidak ada kamu nak,Aryan mama mohon cepat lah bangun,jangan tinggalkan mama nak,mama sangat menyayangi mu nak,nak bangun lah mama akan menemani mu di sini,mama janji mama tidak akan melarang mu bermain basket,mama tidak akan mengomel jika kamu tidak menghabiskan bekal mu,mama tidak akan melarang mu menemui kakak mu,tapi mama mohon kembali pada mama nak,buka mata mu (menangis)


Naila tidak henti mencium punggung tangan putra nya,sampai seorang perawat meminta Naila untuk bergantian pada yang lain


kini giliran Avila masuk kedalam ruangan itu,Avila melihat Aryan yang terbaring dengan alat alat medis di tubuhnya,dan beberapa luka di tubuhnya


Avila" (meneteskan air mata) kenapa kamu tidak katakan pada ku,kenapa terus menganggu ku,kenapa tidak mengatakan nya,lihat kamu sudah terbaring aku baru mengetahui nya,bodoh (menangis) hal ini kah yang akan kamu katakan pada ku,apa ada cerita lain nya yang tidak aku ketahui


Avila menggenggam tangan Aryan


Avila" kamu adik ku,kenapa tidak mengatakan nya,kenapa tidak bilang pada ku,kenapa malah membuat ku marah pada mu,anak bodoh,aku mohon bangun lah,kamu memiliki hutang pada ku,kamu mau mengajakku ke sesuatu tempat bukan,jadi cepat bangun agar aku bisa ikut dengan mu,dasar asik bodoh (Avila tersenyum sambil menangis)


________________


TBC


next

__ADS_1


__ADS_2