
setelah menempuh penerbangan delapan belas jam,pukul dua belas siang kadavi dan keluarga Arisya tiba di Jerman,setibanya di bandara mereka sudah di tunggu
kadavi" uncle Vero apa Arisya belum juga melahirkan
Vero" belum sepertinya anak mu itu menunggu mu,dari subuh tadi hanya pembukaan delapan saja,Arisya sudah terlihat lelah
kadavi" apa kalian menemui nya
Vero" ya dan hal itu membuat darah Arisya naik,karena dia takut jika kita akan mengambil anak nya
kadavi" cepat lah uncle,aku tidak mau terjadi sesuatu pada mereka
setiba nya di rumah sakit,mereka semua langsung menuju ke ruangan
Hardi" bagaimana Arisya,apa kami boleh masuk
Bu Dewi" Arisya sudah masuk ruang bersalin
Ningrum" apa kami boleh menemui nya
Bu Dewi" hanya satu orang yang boleh menemui nya
kadavi" apa mereka akan baik baik saja aunty?
Bu Dewi" tenang lah mereka akan baik baik saja,apa kamu mau masuk
kadavi" tidak,aku takut membuat Arisya marah dan menyebabkan hal lain,biarkan ayah atau bunda yang masuk
Ningrum" aku saja aku ibunya
Lusi" kadavi masuk lah,Arisya lebih membutuhkan mu dari pada kami
kadavi melihat kearah Lusi yang memegang bahunya
kadavi" tapi
Lusi" masuk dan jelaskan pada Arisya,dan dampingi dia
Bu Dewi" bantu dia kadavi
Hardi" masuk lah nak
dengan hati tidak tenang,kadavi masuk kedalam ruangan bersalin,dirinya melihat Arisya yang sudah terlihat tidak berdaya
Bu Dewi" Arisya
Arisya menoleh kearah bu Dewi dan melihat kadavi berada di samping Bu Dewi
Arisya" buat a-apa kamu kemari aaa,suruh dia pergi Bu,mereka akan mengambil anak sya Bu
kadavi" aku tidak akan mengambil anak kita,dia anak kita,kita akan mengurus nya bersama
Arisya" diam lah jangan banyak bicara,pergi kamu dari sini,tinggalkan kami,pergi aaaaa
kadavi sungguh tidak tega melihat arisya yang berteriak ke sakitan
kadavi" tenang lah, jangan seperti ini aku tidak tega melihat mu
Arisya" kamu pas-pasti senang kan melihat ku seperti ini (tersengal sengal)
__ADS_1
kadavi" tidak demi Allah aku tidak tega melihat mu
Bu Dewi" aku beri waktu kalian lima belas menit untuk bicara,setelah itu kami akan kembali memeriksa
Bu Dewi keluar meninggalkan Arisya dan juga kadavi,kadavi mendekati pembaringan Arisya
kadavi" aku minta maaf pada mu,sungguh aku tidak mau kehilangan kamu atau anak kita
Arisya" sudah lah,kamu bicara seperti ini karena kamu kehilangan anak mu dengan Alicia bukan,sudah lah pergi jangan pernah mengganggu kami
kadavi" aku dan Alicia sudah bercerai
Arisya sedikit terkejut mendengar perkataan kadavi
Arisya" aku tidka perduli!!!!!! (menjambak rambut kadavi)
kini Arisya kembali merasakan sakit yang sangat hebat
plak
tanpa sadar Arisya menampar kadavi dengan kuat
Arisya" aaaaaaa Bu Dewi sakit sekali
Arisya meremas dengan kuat lengan kadavi,menarik rambut,dan mengigit lengan kadavi,namun kadavi hanya diam saja karena. dirinya merasa pantas mendapatkan perlakuan seperti itu
Arisya" aaaaaaa ibu !!! (menjambak rambut kadavi)
mendengar Arisya terus berteriak akhirnya Bu Dewi dan para tim medis lain nya masuk dan memeriksa keadaan Arisya
suster"Erรถffnung ist komplett Arzt (pembukaan sudah lengkap dokter)
Bu Dewi" Bereiten Sie alles vor, was wir jetzt tun labor (persiapkan semua kita akan melakukan persalinan sekarang)
Bu Dewi" iya,temani dia oke
Arisya" aaaaaa (meremas tangan kadavi) pergi kamu dari sini jangan dekati aku,pergi!!!
kadavi" tidak aku akan menemani mu,walau rambut ku harus botak
Arisya" aaaaa terserah apa kata mu (kembali menjambak rambut kadavi)
Bu Dewi dan para tim medis,memulai proses persalinan
Bu Dewi" Arisya tarik nafas dan dorong sekuat tenaga mu,tarik
Arisya mengikuti instruksi Bu Dewi namun karena sudah tidak banyak memiliki tenaga lagi Arisya di bantu oleh beberapa suster untuk mendorong bayi nya,kadavi yang menyaksikan itu sungguh tidak tega melihat Arisya
Bu Dewi" ayo sya lagi,kepala bayinya sudah keluar
Arisya" hemmmm .... aagghhh (tersengal sengal)
Bu Dewi" sedikit lagi arisya ayo nak kamu bisa
Arisya melakukan interuksi dari Bu Dewi
Arisya" hemmmmmm( mencengkram bahu kadavi dengan sangat kuat)
kadavi" aaaaaaa
__ADS_1
kadavi merasakan sakit yang luar biasa akibat cengkraman Arisya
Bu Dewi" Alhamdulillah sya bayi mu laki laki
Arisya merasakan senang,sedih,haru,bahagia,takut semua perasaan bercampur menjadi satu membuat nya meneteskan air mata
Bu Dewi dan para tim medis mulai melakukan pekerjaan mereka,setelah selesai bayi mungil itu di letakan di dada Arisya,hal itu membuat Arisya sangat terharu
Arisya" assalamu'alaikum anak Buna,akhirnya kita berjumpa juga nak (meneteskan air mata)
kadavi hanya bisa memandangi keduanya,kini dirinya pun tak bisa berkata kata,karena merasa bahagia dan juga terharu
Bu Dewi" kadavi kamu bisa keluar sekarang kami ingin menjalan kan tugas kami,nanti setelah bayi nya selsai baru bisa kamu jalan kan tugas mu sebagai ayah nya
mendengar Bu Dewi bicara seperti itu seketika Arisya emosi
Arisya" dia bukan ayah bayi ku,ayah bayi ku sudah mati,suruh dia pergi dan jangan pernah kembali,dan mengganggu kami lagi
kadavi sangat sedih mendengar perkataan Arisya,dirinya tahu jika Arisya masih sangat marah pada nya,tapi mendengar perkataan itu dari Arisya membuat nya semakin sedih
Bu Dewi memegang punggung kadavi
Bu Dewi" pergilah dulu,Arisya butuh waktu tunggu lah di luar (berbisik)
kadavi menatap bu Dewi penuh harap
Bu Dewi" pergi lah akan aku tangani masalah ini
kadavi menatap Arisya yang membuang wajah nya tak melihat ke arah kadavi
kadavi" baik lah aku akan ke luar,tapi aku mohon biar aku yang menjalan kan tugas ku (berbisik)
Bu Dewi" pergi lah aku tahu apa yang harus aku lakukan
kadavi meninggalkan ruang bersalin itu,melihat kadavi keluar para keluarga langsung mendekati kadavi
Ningrum" bagaimana Arisya,cucu ku ?
kadavi" mereka berdua baik baik saja,dad putra ku (kadavi menangis)
melihat putranya menangis dengan cepat Abe memeluk putranya
Abe" selamat atas gelar baru mu nak,sekarang kamu di panggil Daddy
Panji" kadavi apa kamu berperang di dalam,kenapa wajah dan lengan mu
Lusi" (terkekeh) aku tahu siapa yang melakukan itu pada nya,itu lah kenapa aku meminta nya untuk masuk kedalam
Abe hendak memeluk Hardi namun Hardi menghindar
Hardi" setelah masa nifas Arisya selsai,aku akan mengirimkan surat cerai Arisya,sudah cukup kalian melukai hati anak ku,dan aku tidak mau cucu ku menjadi orang sepeti kalian,ayo kita tunggu arisya biarkan mereka di sini,dan dia (menatap kadavi) pantas mendapat kan itu
Lusi yang tadi nya tertawa seketika terdiam mendengar ayah nya berkata seperti itu,mau tidak mau mereka meninggalkan kadavi dan Abe
kadavi" dad ... aku tidak mau berpisah dengan Arisya,anak ku dad
Abe hanya bisa menenangkan putra nya saat ini,karena dia tahu jika Hardi masih kecewa atas sikap keluarga nya yang di lakukan tanpa sepengetahuan nya itu
____________________
__ADS_1
TBC
next lanjut lagi ya,heh jangan lupa kasih dukungan dalam bentuk apa pun buat aku ya semua ๐๐๐๐