Pilihan Hidup Ku

Pilihan Hidup Ku
PHK 76


__ADS_3

setelah menempuh penerbangan delapan belas jam,pukul dua belas siang kadavi dan keluarga Arisya tiba di Jerman,setibanya di bandara mereka sudah di tunggu


kadavi" uncle Vero apa Arisya belum juga melahirkan


Vero" belum sepertinya anak mu itu menunggu mu,dari subuh tadi hanya pembukaan delapan saja,Arisya sudah terlihat lelah


kadavi" apa kalian menemui nya


Vero" ya dan hal itu membuat darah Arisya naik,karena dia takut jika kita akan mengambil anak nya


kadavi" cepat lah uncle,aku tidak mau terjadi sesuatu pada mereka


setiba nya di rumah sakit,mereka semua langsung menuju ke ruangan


Hardi" bagaimana Arisya,apa kami boleh masuk


Bu Dewi" Arisya sudah masuk ruang bersalin


Ningrum" apa kami boleh menemui nya


Bu Dewi" hanya satu orang yang boleh menemui nya


kadavi" apa mereka akan baik baik saja aunty?


Bu Dewi" tenang lah mereka akan baik baik saja,apa kamu mau masuk


kadavi" tidak,aku takut membuat Arisya marah dan menyebabkan hal lain,biarkan ayah atau bunda yang masuk


Ningrum" aku saja aku ibunya


Lusi" kadavi masuk lah,Arisya lebih membutuhkan mu dari pada kami


kadavi melihat kearah Lusi yang memegang bahunya


kadavi" tapi


Lusi" masuk dan jelaskan pada Arisya,dan dampingi dia


Bu Dewi" bantu dia kadavi


Hardi" masuk lah nak


dengan hati tidak tenang,kadavi masuk kedalam ruangan bersalin,dirinya melihat Arisya yang sudah terlihat tidak berdaya


Bu Dewi" Arisya


Arisya menoleh kearah bu Dewi dan melihat kadavi berada di samping Bu Dewi


Arisya" buat a-apa kamu kemari aaa,suruh dia pergi Bu,mereka akan mengambil anak sya Bu


kadavi" aku tidak akan mengambil anak kita,dia anak kita,kita akan mengurus nya bersama


Arisya" diam lah jangan banyak bicara,pergi kamu dari sini,tinggalkan kami,pergi aaaaa


kadavi sungguh tidak tega melihat arisya yang berteriak ke sakitan


kadavi" tenang lah, jangan seperti ini aku tidak tega melihat mu


Arisya" kamu pas-pasti senang kan melihat ku seperti ini (tersengal sengal)

__ADS_1


kadavi" tidak demi Allah aku tidak tega melihat mu


Bu Dewi" aku beri waktu kalian lima belas menit untuk bicara,setelah itu kami akan kembali memeriksa


Bu Dewi keluar meninggalkan Arisya dan juga kadavi,kadavi mendekati pembaringan Arisya


kadavi" aku minta maaf pada mu,sungguh aku tidak mau kehilangan kamu atau anak kita


Arisya" sudah lah,kamu bicara seperti ini karena kamu kehilangan anak mu dengan Alicia bukan,sudah lah pergi jangan pernah mengganggu kami


kadavi" aku dan Alicia sudah bercerai


Arisya sedikit terkejut mendengar perkataan kadavi


Arisya" aku tidka perduli!!!!!! (menjambak rambut kadavi)


kini Arisya kembali merasakan sakit yang sangat hebat


plak


tanpa sadar Arisya menampar kadavi dengan kuat


Arisya" aaaaaaa Bu Dewi sakit sekali


Arisya meremas dengan kuat lengan kadavi,menarik rambut,dan mengigit lengan kadavi,namun kadavi hanya diam saja karena. dirinya merasa pantas mendapatkan perlakuan seperti itu


Arisya" aaaaaaa ibu !!! (menjambak rambut kadavi)


mendengar Arisya terus berteriak akhirnya Bu Dewi dan para tim medis lain nya masuk dan memeriksa keadaan Arisya


suster"Erรถffnung ist komplett Arzt (pembukaan sudah lengkap dokter)


Bu Dewi" Bereiten Sie alles vor, was wir jetzt tun labor (persiapkan semua kita akan melakukan persalinan sekarang)


Bu Dewi" iya,temani dia oke


Arisya" aaaaaa (meremas tangan kadavi) pergi kamu dari sini jangan dekati aku,pergi!!!


kadavi" tidak aku akan menemani mu,walau rambut ku harus botak


Arisya" aaaaa terserah apa kata mu (kembali menjambak rambut kadavi)


Bu Dewi dan para tim medis,memulai proses persalinan


Bu Dewi" Arisya tarik nafas dan dorong sekuat tenaga mu,tarik


Arisya mengikuti instruksi Bu Dewi namun karena sudah tidak banyak memiliki tenaga lagi Arisya di bantu oleh beberapa suster untuk mendorong bayi nya,kadavi yang menyaksikan itu sungguh tidak tega melihat Arisya


Bu Dewi" ayo sya lagi,kepala bayinya sudah keluar


Arisya" hemmmm .... aagghhh (tersengal sengal)


Bu Dewi" sedikit lagi arisya ayo nak kamu bisa


Arisya melakukan interuksi dari Bu Dewi


Arisya" hemmmmmm( mencengkram bahu kadavi dengan sangat kuat)


kadavi" aaaaaaa

__ADS_1


kadavi merasakan sakit yang luar biasa akibat cengkraman Arisya


Bu Dewi" Alhamdulillah sya bayi mu laki laki


Arisya merasakan senang,sedih,haru,bahagia,takut semua perasaan bercampur menjadi satu membuat nya meneteskan air mata


Bu Dewi dan para tim medis mulai melakukan pekerjaan mereka,setelah selesai bayi mungil itu di letakan di dada Arisya,hal itu membuat Arisya sangat terharu


Arisya" assalamu'alaikum anak Buna,akhirnya kita berjumpa juga nak (meneteskan air mata)


kadavi hanya bisa memandangi keduanya,kini dirinya pun tak bisa berkata kata,karena merasa bahagia dan juga terharu


Bu Dewi" kadavi kamu bisa keluar sekarang kami ingin menjalan kan tugas kami,nanti setelah bayi nya selsai baru bisa kamu jalan kan tugas mu sebagai ayah nya


mendengar Bu Dewi bicara seperti itu seketika Arisya emosi


Arisya" dia bukan ayah bayi ku,ayah bayi ku sudah mati,suruh dia pergi dan jangan pernah kembali,dan mengganggu kami lagi


kadavi sangat sedih mendengar perkataan Arisya,dirinya tahu jika Arisya masih sangat marah pada nya,tapi mendengar perkataan itu dari Arisya membuat nya semakin sedih


Bu Dewi memegang punggung kadavi


Bu Dewi" pergilah dulu,Arisya butuh waktu tunggu lah di luar (berbisik)


kadavi menatap bu Dewi penuh harap


Bu Dewi" pergi lah akan aku tangani masalah ini


kadavi menatap Arisya yang membuang wajah nya tak melihat ke arah kadavi


kadavi" baik lah aku akan ke luar,tapi aku mohon biar aku yang menjalan kan tugas ku (berbisik)


Bu Dewi" pergi lah aku tahu apa yang harus aku lakukan


kadavi meninggalkan ruang bersalin itu,melihat kadavi keluar para keluarga langsung mendekati kadavi


Ningrum" bagaimana Arisya,cucu ku ?


kadavi" mereka berdua baik baik saja,dad putra ku (kadavi menangis)


melihat putranya menangis dengan cepat Abe memeluk putranya


Abe" selamat atas gelar baru mu nak,sekarang kamu di panggil Daddy


Panji" kadavi apa kamu berperang di dalam,kenapa wajah dan lengan mu


Lusi" (terkekeh) aku tahu siapa yang melakukan itu pada nya,itu lah kenapa aku meminta nya untuk masuk kedalam


Abe hendak memeluk Hardi namun Hardi menghindar


Hardi" setelah masa nifas Arisya selsai,aku akan mengirimkan surat cerai Arisya,sudah cukup kalian melukai hati anak ku,dan aku tidak mau cucu ku menjadi orang sepeti kalian,ayo kita tunggu arisya biarkan mereka di sini,dan dia (menatap kadavi) pantas mendapat kan itu


Lusi yang tadi nya tertawa seketika terdiam mendengar ayah nya berkata seperti itu,mau tidak mau mereka meninggalkan kadavi dan Abe


kadavi" dad ... aku tidak mau berpisah dengan Arisya,anak ku dad


Abe hanya bisa menenangkan putra nya saat ini,karena dia tahu jika Hardi masih kecewa atas sikap keluarga nya yang di lakukan tanpa sepengetahuan nya itu


____________________

__ADS_1


TBC


next lanjut lagi ya,heh jangan lupa kasih dukungan dalam bentuk apa pun buat aku ya semua ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2