Pilihan Hidup Ku

Pilihan Hidup Ku
PHK 61


__ADS_3

kandungan Arisya kini menginjak usia enam bulan,kini hidup Arisya semakin baik setiap hari nya,terlebih hubungan nya dengan kadavi semakin baik pula


walau terkadang ada pertengkaran kecil antara kedua nya,seperti hari ini hanya mempermasalahkan baju bayi saja ke duanya harus berdebat,namun seperti biasa kadavi akan mengalah pada Arisya


Arisya" mas Davi,kata mas bagus baju warna coklat ini atau baju warna biru ini,aku suka warna coklat ini


kadavi" bagus biru dong sya,kan jagoan anak Daddy


Arisya" mas Davi,warna biru sudah banyak boleh ya aku ambil yang coklat,kan juga warna nya netral


kadavi" tidak bisa biru


Arisya" mas Davi warna coklat saja ya,ya aku mohon boleh ya


kadavi yang tidak tahan melihat wajah sedih Arisya akhirnya menyetujui keinginan Arisya


kadavi" baik lah kita mabil yang warna coklat ini


Arisya" yey ... terimakasih Daddy


Arisya langsung berlari ke kasir untuk membayar baju yang ia inginkan


setelah selsai kadavi dan Arisya kembali berkeliling,saat berkeliling Arisya tidak sengaja melihat toko mainan


Arisya" mas aku boleh ke situ gak,seperti nya aku mau melihat lihat


kadavi" baik lah ayo kita masuk


Arisya melihat semua mainan lucu untuk bayi,dan mata nya tertuju pada sebuah permainan kuda yang terbuat dari kayu dan di warnai dengan indah


kadavi" ini seperti nya bagus untuk jagoan Daddy


Arisya" mas yakin sekali jika anak ini adalah jagoan (tersenyum) lebih baik kita cari mainan yang bisa di gunakan laki-laki dan perempuan bagaimana


kadavi" itu juga boleh


Arisya" bagiamana jika ini


Arisya mendekat pada kuda kudaan yang sedari tadi mencuri perhatian nya


Arisya" ini bisa dimainkan laki-laki atau perempuan dan warna nya juga bagus


kadavi" kamu benar,bagus sekali ini,kalo begitu kita beli ini,apa anak Daddy suka


Arisya merasakan bayi itu bergerak


Arisya" dia suka Daddy


kadavi" baik lah kita minta mereka mengirim ini ke rumah


kadavi langsung mengurus pembayaran nya setelah itu mereka meninggalkan toko itu dan melihat lihat yang lain


sedang asik melihat lihat,kedua nya di kejutkan oleh seseorang


"mas Davi " Arisya dan kadavi menoleh ke arah suara tersebut

__ADS_1


orang itu berlari ke arah kadavi dan memeluk kadavi dengan erat


Arisya seperti tertampar oleh kenyataan jika dirinya bukan lah satu satunya,dan dirinya lupa jika hati kadavi sudah ada pemiliknya


Alicia" mas Davi aku sangat merindukan mu


kadavi" aku juga sangat merindukan mu sayang,kenapa baru kembali


Arisya yang berada di sebelah mereka berusaha menahan air mata nya


Alicia melihat ke arah Arisya yang berada di sebelah mereka


Alicia" sya aku juga merindukan mu,hah anak mommy sudah besar ternyata,Hay sayang aku mommy Alicia aku juga ibu mu,bagaimana ke adaan mu


Arisya" baik mommy,kenapa mommy baru kembali


Alicia" pekerjaan mommy banyak,jadi mommy harus menyelesaikan nya


Arisya"(memeluk) aku merindukan mu cia,kenapa lama sekali baru kembali


Alicia" aku juga (melepaskan pelukan nya) mas Davi sedang belanja apa


kadavi" peralatan bayi, mommy sudah ribut saja,kamu tahu mommy kan kalo sudah mau sesuatu


Alicia" ya ampun hanya segini,baik lah kita lanjut kan belanja kita,aku yang akan memilih,kamu tahu kan selera fashion aku gak kampungan


deg


perkataan Alicia seketika membuat sakit hati Arisya,secara tidak langsung Alicia mengatai Arisya


Arisya" kalian saja yang pergi


kadavi" (bingung) kenapa,jarang jarang kita bisa pergi bersama seperti ini


Arisya" aku lelah mas,sungguh tidak apa apa kalian saja,aku sudah tidak sanggup berjalan


kadavi" baik lah biar aku minta pak Rahmat menjemput mu


Arisya" tidak usah,aku naik taksi saja,lagi pula belanjaan ini tidak banyak dan aku masih ingin beristirahat dulu


kadavi" tidak kamu harus bersama pak Rahmat


Arisya" tapi mas


Alicia" sudah lah mas,jika sya ingin seperti itu,mungkin itu bawaan bayi,ya kan sya


Arisya"ah iya,aku menunggu kalian saja di rumah,dan barang barang ini biar aku yang bawa,Carikan baju yang lucu untuk baby nya ya (tersenyum)


Alicia" ya sudah mas kita pergi sekarang,sudah lama tidak berbelanja bersama mu


Alicia berjalan lebih dulu


kadavi" kamu hati hati ya,barang barang ini biar aku saja yang bawa


Arisya" tidak apa apa mas,aku saja,tidak masalah kok,ini tidak berat,aku janji bayi ini tidak akan kelelahan

__ADS_1


kadavi" aku tahu,tapi ibunya bisa saja lelah


sedang berbincang Alicia berteriak memanggil kadavi


Arisya" pergi lah mas,kasihan Alicia


kadavi" baik lah kamu hati hati ya


kadavi mengelus kepala Arisya dan tak lupa mengelus perut Arisya untuk berpamitan pada bayi nya


setelah kadavi dan Alicia tidak terlihat lagi,arisya memilih duduk di sebuah kursi yang tak jauh dari dirinya


Arisya" ingat lah Arisya apa dan dimana posisi mu,kenapa kamu lengah,kenapa kamu terbuai,kenapa kamu melupakan hal itu


rasanya Arisya tidak bisa lagi menahan air mata nya yang siap untuk jatuh


"saya rasa mba sedang butuh tisu,oh atau butuh bahu saya,atau butuh dada saya untuk di peluk" laki laki itu sambil terkekeh menghadap ke arah Arisya


Arisya" Bara,kamu membuat ku terkejut


Bara" tidak usah menangis karena kamu ye lihat jelek jika menangis


Arisya memukul bahu Bara,membuat laki laki itu mengaduh kesakitan


Arisya" rasain


Bara" baby Buna mu sangat galak,nanti jika sudah lahir jangan macam macam pada Buna mu (terkekeh) sya ada apa ? kenapa kamu menangis


Arisya" boleh aku bercerita pada mu,tapi tidak di sini kota cari tempat lain saja


Bara" baik lah,untuk saudaraku yang cantik ini,apa pun akan aku lakukan


Arisya" sungguh aku sangat tersentuh tuan Bara (terkekeh)


Bara dan Arisya pergi meninggalkan mall itu,kini kedua nya berada di sebuah taman yang tidak terlalu ramai


Bara" cerita lah,aku siap mendengar


Arisya" (tersenyum) dulu saat aku berusia tujuh tahun,kakak ku memiliki sebuah boneka,awalnya aku tidak tertarik dengan boneka itu,karena boneka itu selalu di tinggalkan kakak ku,dan aku tidak ada hiburan lain akhirnya aku memainkan boneka itu,aku mulai menyukai boneka itu,dan berfikir jika boneka itu adalah milik ku,sampai suatu hari kakak mengambil boneka itu dari ku,aku menangis,aku menangis bukan karena boneka itu di ambil,tapi aku tersadar jika aku sudah menjadi pencuri,dan aku menangis karena merasa bersalah pada kakak ku,akhirnya aku meminta maaf pada kakak ku,dan sejak hari itu,aku hanya bisa memandangi boneka itu dari kejauhan,karena jika aku bermain kembali dengan boneka itu maka aku takut jika aku akan serahkan,dan tidak mau mengembalikan boneka itu pada pemilik nya,(terkekeh) ya ampun aku jadi bercerita panjang lebar begini,pasti membosankan ya


Bara" (tersenyum) tidak sama sekali sya,sya dengar aku kamu melakukan hal yang benar,jika tidak kamu rawat dengan boneka itu,mungkin boneka itu akan rusak,berdebu,kotor,atau bahkan bisa hilang entah kemana,kamu bukan seorang pencuri,kamu seorang penyelamat,seharusnya kakak mu itu mengucapkan terimakasih,karena berkat diri mu,boneka yang dia punya masih tetap bagus,bersih dan tidak hilang,sya jangan pernah menganggap diri mu lemah,ketahui lah dirimu itu sangat kuat,bahkan superhero sekali pun tidak akan menandingi kekuatan mu


Arisya" (tertawa) mana ada superhero berperut buncit seperti ku


Bara" (tertawa) nah seperti ini kan terlihat cantik,sudah jangan sedih lagi,tidak perlu memikirkan boneka itu jika hanya akan menjadi beban mu,lebih baik fikirkan makanan sungguh aku sangat lapar


Arisya hanya bisa tertawa melihat Bara yang sudah mengeluh kelaparan seperti anak kecil


________________________


TBC


next


selamat menjalankan puasa Arafah bagi yang menjalankan insyaallah,pahala kita semakin bertambah dan dosa kita berkurang,aamiin

__ADS_1


jangan lupa ya setelah membaca kasih aku dukungan dalam bentuk apa pun terimakasih


__ADS_2