Pilihan Hidup Ku

Pilihan Hidup Ku
PHK 79


__ADS_3

pagi ini kadavi bangun lebih awal,dirinya bersiap untuk kembali ke Indonesia bersama Daddy nya


hari ini kadavi berencana untuk menemui Arisya dan putra nya,karena ia merasa tidak tenang jika membiarkan Arisya dan Fari harus ia tinggalkan


Abe" mau ke mana kamu Davi ?


kadavi" aku mau menemui Arisya dad, aku harus melihat mereka sebelum pergi


Abe" perlu Daddy temani


kadavi" tidak usah dad,aku sendiri saja,lebih baik Daddy bersiap


Abe" baik lah


kadavi pergi meninggalkan rumah,menuju ke tempat Arisya


sesampai nya di sana kadavi masih berdiam diri di dalam mobil


kadavi" tidak apa apa jika di tolak,setidak nya aku sudah berusaha,mendengar suara mereka saja sudah cukup buat ku


setelah menguatkan hati nya kadavi turun dari mobil nya dan melihat Nini yang akan keluar dari gerbang


Nini" tuan Davi,aduh tuan ngapain ke sini,aduh bisa perang dunia


Nini menarik kadavi ke belakang mobil nya


kadavi" ada apa,aku hanya ingin berpamitan


Nini" tapi tidak untuk sekarang tuan


kadavi" tapi


Nini" ayah Hardi,susah meminta semua orang untuk menolak siapa pun keluarga tuan yang datang,bahkan ayah Hardi sudah menyiapkan kayu untuk memukul


kadavi" tidak masalah,aku sudah siap,aku hanya ingin melihat anak dan istri ku


Nini" sekarang saja tuan sebut istri,kemarin tuan ke mana aja,lebih baik tuan kembali dan fikirkan cara terbaik untuk menjelaskan semua nya pada keluarga mba sya,aku dan Bu sari sudah mengetahui cerita nya dari ibu Dewi,bahkan ibu Dewi saja. di usir oleh ayah Hardi


kadavi" aunty Dewi di usir


Nini" iya tuan,karena mengizinkan tuan mengadzan kan baby Al


kadavi" kenapa seperti itu,bukankah aunty Dewi yang menolong Arisya


Nini" nama nya orang tua tuan,pasti takut jika ada orang yang akan menyakiti anak nya lagi,lebih baik tuan pergi,tunggu suasana tenang baru bisa kami membantu


kadavi" tapi hari ini aku akan pulang ke Indonesia


Nini " besok pun mereka semua pulang,kecuali aku dan Bu Dewi


kadavi" Arisya akan pulang besok


Nini" iya tuan


kadavi diam sejenak,dan melihat ke arah Nini


kadavi" bisa kah kamu,menantu ku melihat anak ku sebenatar saja


Nini menatap kadavi


Nini" baik lah,ikut aku


Nini membawa Kadavi ke arah samping rumah itu,dan terlihat lah Arisya tengah berjemur pagi bersama dengan Fari


kadavi merasa sangat senang melihat kedua nya terlihat baik baik saja


Nini menarik kadavi karena Arisya menoleh ke arah mereka


Nini" gawat kira kira mba sya lihat kita gak ya


kadavi" Nini terimakasih mau membantu ku,aku rasa cukup aku melihat mereka

__ADS_1


Nini" Sama sama tuan,astaga aku terlambat tuan aku duluan ya,aku sudah terlambat


Nini berlari meninggalkan kadavi


sementara Arisya melihat ke arah pagar dan dirinya melihat laki laki yang berjalan menjauhi rumah itu


Arisya" kenapa pria itu seperti mas Davi,tidak mungkin mas Davi kemari,aku yakin dia sudah pergi,nah nak sekarang kita nikmati waktu kita di sini,sebelum kita pulang besok,dan kita akan memulai hari baru kita


setelah selesai kadavi meninggalkan rumah itu dan kembali ke rumah nya


Abe" kadavi kota pergi sekarang,mommy mu sudah tidak berhenti menelpon Daddy


kadavi" baik dad


kadavi dan Abe menuju bandara,di sana bara,Jeremy dan Avila sudah menunggu


Bara" udah siap bro


kadavi" (tersenyum) harus siap


Bara" sudah jangan kamu fikirkan,kita akan cari caranya


Avila" mas Davi tenang saja,Avila akan mencoba menghubungi kak sya


Jeremy" bersabar lah nak,semua akan baik baik saja


kadavi" terimakasih Avi,uncle


Abe" Jeje aku titip prusahaan,Avi jika sudah selesai kembali lah ke indo ya


Avila"baik uncle


Abe" kalo begitu kami pulang,Jeje besok kawal keluarga Arisya,dan jangan kata kan apa pun


Jeremy" baik aku tahu


kadavi,Abe,dan Jeremy pergi menuju pesawat


Bara" tidak ada kah yang ingin kamu kata kan pada ku,anak kecil


Avila hendak pergi namun bara menahan tangan Avila


Avila" lepaskan tangan ku,jangan main main,aku tidak suka


Bara" maaf untuk tadi malam,aku tidak ada maksud apa pun (terkekeh) kamu saja yang percaya diri,memikirkan sejauh itu


Avila" (menginjak kaki Bara) menyebalkan


Bara mengaduh kesakitan


Avila hendak pergi Bara namun dengan cepat Bara menarik nya kembali


Bara" Avila


perkataan bara tidak dapat di dengar Avila,karena suara bising pesawat


Avila" apa,apa,hah


Bara merasa kesal,bara hendak bicara lagi,namun kadavi memanggil Bara


kadavi" Bara cepat!!!


Bara" astaga ( kesal) cepat lah kembali,akan aku beritahu nanti


Avila" terserah


Bara" jangan ,berani dekati laki laki lain ingat


Avila" apa hak mu,terserah aku


Bara menarik Avila lebih dekat lagi

__ADS_1


kadavi" (menggelengkan kepala) dasar Bara(masuk ke dalam pesawat)


Bara mencium kening Avila,hal itu membuat Avila terkejut


Bara" hanya ini yang bisa aku lakukan,dan ingat hangat nya pelukan ku,mengerti (mengedipkan sebelah matanya)


Bara berlari masuk kedalam pesawat meninggalkan Avila yang masih terkejut


Jeremy" Avi,Avi astaga anak ini,Avi !!!


Avila" iya dad


Jeremy" mundur Avila


Avila" hah iya


Abe,kadavi,dan Bara pergi meninggalkan Jerman


sementara di tempat lain Fary tidak henti menangis


Ningrum" ya Allah kenapa kamu nak,astaga Arisya apa yang terjadi kenapa dia menangis seperti ini


Arisya" sya juga gak tahu Bu,tadi baik baik saja


Lusi" ada apa,kenapa Fari menangis sekencang ini


Arisya" sya juga gak tahu kak,tadi dia tidur tiba tiba terbangun dan menangis


Lusi" coba kemarikan biar Lulu yang menenangkan nya


bunda Ningrum mengambil lani,dan memberikan Fari


Lusi" cup cup sayang ada apa nak,apa ada yang sakit kenapa sayang


Arisya" biar sya telpon Bu Dewi


Ningrum" jangan sya nanti ayah mu marah


Arisya" tapi Bun


lani" Daddy,Daddy atu auk Daddy


seketika Fari diam saat lani memanggil Daddy


lani" Daddy,Daddy


lani memberontak dari gendongan bunda Ningrum ingin bersama Panji


Lusi" anak ini merindukan Daddy nya (menatap Ningrum dan Arisya)


Arisya" dia begitu dekat dengan Daddy nya,bahkan setiap ingin tidur harus mendengar suara Daddy nya (menunduk sedih) tapi sekarang Daddy nya tidak menginginkan nya karena sudah bahagia bersama Alicia


Ningrum" tapi nak,tidak kah kamu berfikir untuk apa kadavi jauh jauh datang ke mari bahkan membawa kami,jika tidak perduli pada anak nya


Arisya" aku tidak mau egois Bun,lagi pula kami akan segera bercerai


Lusi" kakak rasa tidak begitu,anak ini juga anak nya,dia tidak boleh lepas tangan,lihat baru beberapa hari anak ini sudah merindukan nya


Arisya" aku akan menghubungi nya,nanti dan bicara masalah ini


"tidak usah hubungi dia,biarkan saja nanti anak mu juga terbiasa" Ningrum,Lusi,dan Arisya melihat ke arah pintu dimana Hardi sudah berdiri dengan wajah serius


Ningrum" tapi yah cucu kita


Hardi langsung memotong perkataan Ningrum


Hardi" stop cucu kita tidak butuh orang seperti merkea,aku tidak mau cucu dan anak ku di sakiti lagi dan di perlakukan seperti barang oleh mereka,jika aku bilang tidak ya tidak,jangan ada yang membantah


Hardi pergi meninggalkan kamar itu,ketiga wanita itu hanya bisa terdiam


_________________

__ADS_1


TBC


next


__ADS_2