
pagi ini kadavi bangun lebih awal,dirinya bersiap untuk kembali ke Indonesia bersama Daddy nya
hari ini kadavi berencana untuk menemui Arisya dan putra nya,karena ia merasa tidak tenang jika membiarkan Arisya dan Fari harus ia tinggalkan
Abe" mau ke mana kamu Davi ?
kadavi" aku mau menemui Arisya dad, aku harus melihat mereka sebelum pergi
Abe" perlu Daddy temani
kadavi" tidak usah dad,aku sendiri saja,lebih baik Daddy bersiap
Abe" baik lah
kadavi pergi meninggalkan rumah,menuju ke tempat Arisya
sesampai nya di sana kadavi masih berdiam diri di dalam mobil
kadavi" tidak apa apa jika di tolak,setidak nya aku sudah berusaha,mendengar suara mereka saja sudah cukup buat ku
setelah menguatkan hati nya kadavi turun dari mobil nya dan melihat Nini yang akan keluar dari gerbang
Nini" tuan Davi,aduh tuan ngapain ke sini,aduh bisa perang dunia
Nini menarik kadavi ke belakang mobil nya
kadavi" ada apa,aku hanya ingin berpamitan
Nini" tapi tidak untuk sekarang tuan
kadavi" tapi
Nini" ayah Hardi,susah meminta semua orang untuk menolak siapa pun keluarga tuan yang datang,bahkan ayah Hardi sudah menyiapkan kayu untuk memukul
kadavi" tidak masalah,aku sudah siap,aku hanya ingin melihat anak dan istri ku
Nini" sekarang saja tuan sebut istri,kemarin tuan ke mana aja,lebih baik tuan kembali dan fikirkan cara terbaik untuk menjelaskan semua nya pada keluarga mba sya,aku dan Bu sari sudah mengetahui cerita nya dari ibu Dewi,bahkan ibu Dewi saja. di usir oleh ayah Hardi
kadavi" aunty Dewi di usir
Nini" iya tuan,karena mengizinkan tuan mengadzan kan baby Al
kadavi" kenapa seperti itu,bukankah aunty Dewi yang menolong Arisya
Nini" nama nya orang tua tuan,pasti takut jika ada orang yang akan menyakiti anak nya lagi,lebih baik tuan pergi,tunggu suasana tenang baru bisa kami membantu
kadavi" tapi hari ini aku akan pulang ke Indonesia
Nini " besok pun mereka semua pulang,kecuali aku dan Bu Dewi
kadavi" Arisya akan pulang besok
Nini" iya tuan
kadavi diam sejenak,dan melihat ke arah Nini
kadavi" bisa kah kamu,menantu ku melihat anak ku sebenatar saja
Nini menatap kadavi
Nini" baik lah,ikut aku
Nini membawa Kadavi ke arah samping rumah itu,dan terlihat lah Arisya tengah berjemur pagi bersama dengan Fari
kadavi merasa sangat senang melihat kedua nya terlihat baik baik saja
Nini menarik kadavi karena Arisya menoleh ke arah mereka
Nini" gawat kira kira mba sya lihat kita gak ya
kadavi" Nini terimakasih mau membantu ku,aku rasa cukup aku melihat mereka
__ADS_1
Nini" Sama sama tuan,astaga aku terlambat tuan aku duluan ya,aku sudah terlambat
Nini berlari meninggalkan kadavi
sementara Arisya melihat ke arah pagar dan dirinya melihat laki laki yang berjalan menjauhi rumah itu
Arisya" kenapa pria itu seperti mas Davi,tidak mungkin mas Davi kemari,aku yakin dia sudah pergi,nah nak sekarang kita nikmati waktu kita di sini,sebelum kita pulang besok,dan kita akan memulai hari baru kita
setelah selesai kadavi meninggalkan rumah itu dan kembali ke rumah nya
Abe" kadavi kota pergi sekarang,mommy mu sudah tidak berhenti menelpon Daddy
kadavi" baik dad
kadavi dan Abe menuju bandara,di sana bara,Jeremy dan Avila sudah menunggu
Bara" udah siap bro
kadavi" (tersenyum) harus siap
Bara" sudah jangan kamu fikirkan,kita akan cari caranya
Avila" mas Davi tenang saja,Avila akan mencoba menghubungi kak sya
Jeremy" bersabar lah nak,semua akan baik baik saja
kadavi" terimakasih Avi,uncle
Abe" Jeje aku titip prusahaan,Avi jika sudah selesai kembali lah ke indo ya
Avila"baik uncle
Abe" kalo begitu kami pulang,Jeje besok kawal keluarga Arisya,dan jangan kata kan apa pun
Jeremy" baik aku tahu
kadavi,Abe,dan Jeremy pergi menuju pesawat
Bara" tidak ada kah yang ingin kamu kata kan pada ku,anak kecil
Avila hendak pergi namun bara menahan tangan Avila
Avila" lepaskan tangan ku,jangan main main,aku tidak suka
Bara" maaf untuk tadi malam,aku tidak ada maksud apa pun (terkekeh) kamu saja yang percaya diri,memikirkan sejauh itu
Avila" (menginjak kaki Bara) menyebalkan
Bara mengaduh kesakitan
Avila hendak pergi Bara namun dengan cepat Bara menarik nya kembali
Bara" Avila
perkataan bara tidak dapat di dengar Avila,karena suara bising pesawat
Avila" apa,apa,hah
Bara merasa kesal,bara hendak bicara lagi,namun kadavi memanggil Bara
kadavi" Bara cepat!!!
Bara" astaga ( kesal) cepat lah kembali,akan aku beritahu nanti
Avila" terserah
Bara" jangan ,berani dekati laki laki lain ingat
Avila" apa hak mu,terserah aku
Bara menarik Avila lebih dekat lagi
__ADS_1
kadavi" (menggelengkan kepala) dasar Bara(masuk ke dalam pesawat)
Bara mencium kening Avila,hal itu membuat Avila terkejut
Bara" hanya ini yang bisa aku lakukan,dan ingat hangat nya pelukan ku,mengerti (mengedipkan sebelah matanya)
Bara berlari masuk kedalam pesawat meninggalkan Avila yang masih terkejut
Jeremy" Avi,Avi astaga anak ini,Avi !!!
Avila" iya dad
Jeremy" mundur Avila
Avila" hah iya
Abe,kadavi,dan Bara pergi meninggalkan Jerman
sementara di tempat lain Fary tidak henti menangis
Ningrum" ya Allah kenapa kamu nak,astaga Arisya apa yang terjadi kenapa dia menangis seperti ini
Arisya" sya juga gak tahu Bu,tadi baik baik saja
Lusi" ada apa,kenapa Fari menangis sekencang ini
Arisya" sya juga gak tahu kak,tadi dia tidur tiba tiba terbangun dan menangis
Lusi" coba kemarikan biar Lulu yang menenangkan nya
bunda Ningrum mengambil lani,dan memberikan Fari
Lusi" cup cup sayang ada apa nak,apa ada yang sakit kenapa sayang
Arisya" biar sya telpon Bu Dewi
Ningrum" jangan sya nanti ayah mu marah
Arisya" tapi Bun
lani" Daddy,Daddy atu auk Daddy
seketika Fari diam saat lani memanggil Daddy
lani" Daddy,Daddy
lani memberontak dari gendongan bunda Ningrum ingin bersama Panji
Lusi" anak ini merindukan Daddy nya (menatap Ningrum dan Arisya)
Arisya" dia begitu dekat dengan Daddy nya,bahkan setiap ingin tidur harus mendengar suara Daddy nya (menunduk sedih) tapi sekarang Daddy nya tidak menginginkan nya karena sudah bahagia bersama Alicia
Ningrum" tapi nak,tidak kah kamu berfikir untuk apa kadavi jauh jauh datang ke mari bahkan membawa kami,jika tidak perduli pada anak nya
Arisya" aku tidak mau egois Bun,lagi pula kami akan segera bercerai
Lusi" kakak rasa tidak begitu,anak ini juga anak nya,dia tidak boleh lepas tangan,lihat baru beberapa hari anak ini sudah merindukan nya
Arisya" aku akan menghubungi nya,nanti dan bicara masalah ini
"tidak usah hubungi dia,biarkan saja nanti anak mu juga terbiasa" Ningrum,Lusi,dan Arisya melihat ke arah pintu dimana Hardi sudah berdiri dengan wajah serius
Ningrum" tapi yah cucu kita
Hardi langsung memotong perkataan Ningrum
Hardi" stop cucu kita tidak butuh orang seperti merkea,aku tidak mau cucu dan anak ku di sakiti lagi dan di perlakukan seperti barang oleh mereka,jika aku bilang tidak ya tidak,jangan ada yang membantah
Hardi pergi meninggalkan kamar itu,ketiga wanita itu hanya bisa terdiam
_________________
__ADS_1
TBC
next