Pilihan Hidup Ku

Pilihan Hidup Ku
PHK 28


__ADS_3

sudah beberapa hari ini Arisya tidak masuk bekerja di karena kan kondisi nya yang tidak memungkin kan untuk bekerja ,pagi in i Arisya terbangun namun ia merasa tubuh nya sangat tidak enak,kepalnya sedikit pusing,Arisya memutuskan untuk tidak bekerja kembali ,karena dirinya takut akan terjadi sesuatu jika dirinya masuk bekerja


sudah beberapa hari ini Ningrum mau pun Lusi seolah tidak perduli pada Arisya,hal itu membuat ke dua pria itu semakin kasihan pada Arisya,pagi ini Ningrum terus melihat pintu kamar putrinya yang sudah beberapa hari ini tidak terbuka


pukul tujuh tepat,Ningrum merasa heran karena putri bungsunya belum juga keluar dari kamar nya


Ningrum" lu coba lihat adik mu,dari kemarin kemarin tidak keluar kamar


Lusi" biar saja Bu,paling juga bentar lagi dia keluar


pukul delapan pagi Arisya tidak juga keluar dari kamar,lusi dan Ningrum merasa khawatir,namun mereka masih merasa marah pada sya


Panji" mama aku pergi kerja ya


Lusi" oh iya pa


Panji" loh bunda sama kamu ngapain di sini


Lusi menutup mulut Panji dengan tangannya


Lusi" jangan kenceng kenceng,kita lagi mau dengerin sya,dari tadi dia gak keluar keluar (berbisik)


Panji" loh sya gak kerja lagi,masih demam dia


Lusi"ssssstttt kamu ya di bilangin jangan kenceng kenceng


Panji" ya apa salah nya kamu sama bunda masuk,tanya ke sya,dari pada depan pintu kek mau maling,mama inget ini jalan hidup sya kita hanya perlu mendukung nya,tidak perlu marah,sya sedang butuh kita,sudah papa bilang kita sebagai keluarga hanya bisa menasehati dan mendukung nya bukan nya memojokan sya seperti ini,aku tahu kita semua ingin sya mendapat kan yang terbaik,namun jika ini sudah pilihan sya kita bisa apa,kita hanya bisa berada di samping nya karena itu yang sya butuh kan sekarang,masuk dan lihat ke adaan nya,aku tidak mau melihat mu menjadi kakak yang seperti ini,ingat sya adik mu,hanya kamu kakak yang sya punya masuk lah


Lusi"(menarik nafas) baik lah mas aku ngerti,maaf


Panji" tidak minta maaf,masuk dan lihat ke adaan sya


Lusi" iya sayang,bawel deh kamu,makasih ya mas


Lusi memeluk suami nya itu,ia merasa beruntung sekali memiliki suami seperti panji


Hardi" lihat Bun,orang lain yang bahkan bukan hubungan darah dengan sya saja paham fungsi keluarga,Bun aku tahu kita sebagai orang tua mau anak anak kita memiliki jalan yang baik,jika takdir tuhan seperti ini kita sebagai manusia bisa apa,dia putri mu,dia sedang membutuhkan pelukan mu,dia sedang menunggu mu menenangkan hati nya,masuk dan lihat dia


Ningrum yang merasa bersalah meneteskan air mata


Ningrum" aku orang tua macam apa sih yah,malah memarahi putri ku seperti ini,seharusnya aku ada untuk nya yah


Hardi" masuk lah,temui dia


Ningrum dan Lusi masuk kedalam kamar Arisya dan melihat betapa berantakan kamar Arisya,dimana tisu berserakan,pakaian kotor di lantai

__ADS_1


Ningrum dan Lusi saling pandang,mereka berfikir jika ini bukan lah Arisya,jika Arisya sudah seperti ini itu tanda nya dirinya sangat tertekan


Lusi" astaga kamar anak gadis kok kotor banget sih,lihat Bun sudah jam segini masih tidur


Lusi memungut pakaian kotor kotor,dan meletakan dalam. keranjang,dan memungut tisu tisu berserakan itu


Ningrum" sya Bagun nak ini sudah siang,ayam pak haji Saja sudah berkeliaran


Ningrum membuka gorden dan jendela kamar arisya,Arisya yang merasa terganggu mau tidak mau membuka matanya,dirinya mengira jika saat ini dirinya sedang bermimpi


Lusi duduk di tepian tempat tidur Arisya


Lusi" hueek astag sya sudah berapa hari kamu tidak mandi, kamu bau sekali


mendengar suara Lusi Arisya langsung duduk dan melihat ke arah kedua wanita yang ada di hadapan nya


Arisya" ini sya gak lagi mimpi kan


Lusi"(memukul kening Arisya) mimpi kok pagi pagi gini,liat Bun dia bau sekali


Ningrum yang tak sanggup menahan air matanya melihat putri bungsunya itu yang terlihat kurs dan pucat,langsung memeluk arisya


Ningrum"maaf kan bunda nak,tidak seharusnya bunda berbuat begini,bunda bukan orang tua yang baik,seharusnya bunda menjaga mu bukan nya malah marah pada mu


Arisya" bunda gak salah,sya yang salah,harusnya sya menanyakan hal ini dulu pada kalian,seharusnya sya tidak mengambil keputusan sendirian


Arisya" bunda jangan bilang begitu,bunda tidak salah,sya yang salah


arisya dan Ningrum saling menangis membuat Lusi tidak sanggup menahan air matanya


Lusi"sudah sudah Bun,lebih baik wanita ini mandi,dan bebenah dirinya,karena nanti sore mereka akan datang ke mari,kalo mereka melihat arisya seperti ini,kakak yakin Alicia akan mengurungkan niat nya (terkekeh)


Arisya" kakak


Arisya Hendak memeluk namun lusi menghindar


Lusi" enak saja,mandi sana kamu bau,oh iya kakak sudah buat makanan ke sukaan mu,setelah mandi makan lah dan minum obat,setelah itu jaga lani, kakak mau pergi ke pasar bersama bunda


Arisya" baik ibu bos


pusing,demam,yang tadi di rasakan Arisya kini sudah tidak dirinya rasakan lagi,semuanya seperti hilang begitu saja,dan rasa gundah di hati Arisya kini sudah berkurang


setelah selsai Arisya melakukan perintah Lusi,Lusi dan bunda Ningrum pergi ke pasar,sementara Arisya menjaga lani


karena merasa bosan Arisya memilih mengajak lani main di depan rumah,untuk berjemur

__ADS_1


arisya sedang asik mengajak lani bermain,sampai dirinya mendapat tamu tidak di duga


"selamat pagi calon pelakor"


mendapat sapaan seperti itu arisya sontak menoleh ke arah wanita yang tak asing baginya


Arisya" aunty audy (terkejut) maaf aunty bisa jaga ucapan aunty


Audy" ups maaf,aku fikir wanita seperti mu memang cocok mengambil gelar seperti itu


Arisya" aunty jika ke datangan aunty kemari hanya untuk menghina lebih baik pergi karena sya tidak mau bersikap kurang ajar pada aunty


Audy" wah hebat sekali kamu,oh aku lupa kamu akan menjadi bagian keluarga Carl ya,jadi sekarang berani bersikap sombong


Arisya" (menutup matanya) aunty silahkan pergi


Audy" aku tidak akan kemari jika Emma tidak menyuruhku ke sini,ini kamu tandatangani surat ini


memberikan sebuah map pada Arisya


Arisya" apa ini ?


Audy" Arisya kamu jangan pura pura bodoh,aku tahu wanita seperti mu akan memiliki segala macam cara untuk mengeruk harta,jadi untuk berjaga jaga kami mau kamu menadatangani surat ini,jika suatu hari kamu berpisah dengan kadavi,maka kamu tidak akan mendapat harta sedikit pun


Arisya" sya tidak perlu menandatangi surat ini,karena sya tidak akan mengambil harta siapa pun


Audy"sya aku rasa kamu masih menyayangi keluarga mu bukan


Audy memperlihat kan foto Lusi dan bunda nya,dimana seseorang sudah siap menembak ke arah mereka yang tengah berjalan di pasar


Arisya" aunty kenapa kalian senang sekali mengusik ku,aku tidak akan mengambil harta siapa pun,kalian bisa percaya itu,aku tidak akan mau mengambil harta siapa pun,tolong jangan ganggu keluarga ku aku mohon


Audy" jika begitu kamu tanda tangani surat surat ini,dan jangan beritahu pada siapa pun,jika kamu masih mau melihat keponakan kecil mu ini memiliki keluarga utuh


Arisya dengan terpaksa menandatangani surat surat itu,setelah selsai Arisya menyerahkan pada Audy kembali


Audy" anak pintar,jika begitu aunty permisi,dan salam untuk ibu mu


Arisya merasa kesal,marah ,jijik namun apa daya dirinya tak bisa berbuat apa pun,dirinya tidak mau hanya karena dirinya keluarga nya menanggung resiko


"anak bodoh,lihat saja,kalian semua akan menderita setelah ini" dalam hati Audy


______________________


TBC

__ADS_1


next


__ADS_2