
sudah beberapa hari ini Arisya tidak masuk bekerja di karena kan kondisi nya yang tidak memungkin kan untuk bekerja ,pagi in i Arisya terbangun namun ia merasa tubuh nya sangat tidak enak,kepalnya sedikit pusing,Arisya memutuskan untuk tidak bekerja kembali ,karena dirinya takut akan terjadi sesuatu jika dirinya masuk bekerja
sudah beberapa hari ini Ningrum mau pun Lusi seolah tidak perduli pada Arisya,hal itu membuat ke dua pria itu semakin kasihan pada Arisya,pagi ini Ningrum terus melihat pintu kamar putrinya yang sudah beberapa hari ini tidak terbuka
pukul tujuh tepat,Ningrum merasa heran karena putri bungsunya belum juga keluar dari kamar nya
Ningrum" lu coba lihat adik mu,dari kemarin kemarin tidak keluar kamar
Lusi" biar saja Bu,paling juga bentar lagi dia keluar
pukul delapan pagi Arisya tidak juga keluar dari kamar,lusi dan Ningrum merasa khawatir,namun mereka masih merasa marah pada sya
Panji" mama aku pergi kerja ya
Lusi" oh iya pa
Panji" loh bunda sama kamu ngapain di sini
Lusi menutup mulut Panji dengan tangannya
Lusi" jangan kenceng kenceng,kita lagi mau dengerin sya,dari tadi dia gak keluar keluar (berbisik)
Panji" loh sya gak kerja lagi,masih demam dia
Lusi"ssssstttt kamu ya di bilangin jangan kenceng kenceng
Panji" ya apa salah nya kamu sama bunda masuk,tanya ke sya,dari pada depan pintu kek mau maling,mama inget ini jalan hidup sya kita hanya perlu mendukung nya,tidak perlu marah,sya sedang butuh kita,sudah papa bilang kita sebagai keluarga hanya bisa menasehati dan mendukung nya bukan nya memojokan sya seperti ini,aku tahu kita semua ingin sya mendapat kan yang terbaik,namun jika ini sudah pilihan sya kita bisa apa,kita hanya bisa berada di samping nya karena itu yang sya butuh kan sekarang,masuk dan lihat ke adaan nya,aku tidak mau melihat mu menjadi kakak yang seperti ini,ingat sya adik mu,hanya kamu kakak yang sya punya masuk lah
Lusi"(menarik nafas) baik lah mas aku ngerti,maaf
Panji" tidak minta maaf,masuk dan lihat ke adaan sya
Lusi" iya sayang,bawel deh kamu,makasih ya mas
Lusi memeluk suami nya itu,ia merasa beruntung sekali memiliki suami seperti panji
Hardi" lihat Bun,orang lain yang bahkan bukan hubungan darah dengan sya saja paham fungsi keluarga,Bun aku tahu kita sebagai orang tua mau anak anak kita memiliki jalan yang baik,jika takdir tuhan seperti ini kita sebagai manusia bisa apa,dia putri mu,dia sedang membutuhkan pelukan mu,dia sedang menunggu mu menenangkan hati nya,masuk dan lihat dia
Ningrum yang merasa bersalah meneteskan air mata
Ningrum" aku orang tua macam apa sih yah,malah memarahi putri ku seperti ini,seharusnya aku ada untuk nya yah
Hardi" masuk lah,temui dia
Ningrum dan Lusi masuk kedalam kamar Arisya dan melihat betapa berantakan kamar Arisya,dimana tisu berserakan,pakaian kotor di lantai
__ADS_1
Ningrum dan Lusi saling pandang,mereka berfikir jika ini bukan lah Arisya,jika Arisya sudah seperti ini itu tanda nya dirinya sangat tertekan
Lusi" astaga kamar anak gadis kok kotor banget sih,lihat Bun sudah jam segini masih tidur
Lusi memungut pakaian kotor kotor,dan meletakan dalam. keranjang,dan memungut tisu tisu berserakan itu
Ningrum" sya Bagun nak ini sudah siang,ayam pak haji Saja sudah berkeliaran
Ningrum membuka gorden dan jendela kamar arisya,Arisya yang merasa terganggu mau tidak mau membuka matanya,dirinya mengira jika saat ini dirinya sedang bermimpi
Lusi duduk di tepian tempat tidur Arisya
Lusi" hueek astag sya sudah berapa hari kamu tidak mandi, kamu bau sekali
mendengar suara Lusi Arisya langsung duduk dan melihat ke arah kedua wanita yang ada di hadapan nya
Arisya" ini sya gak lagi mimpi kan
Lusi"(memukul kening Arisya) mimpi kok pagi pagi gini,liat Bun dia bau sekali
Ningrum yang tak sanggup menahan air matanya melihat putri bungsunya itu yang terlihat kurs dan pucat,langsung memeluk arisya
Ningrum"maaf kan bunda nak,tidak seharusnya bunda berbuat begini,bunda bukan orang tua yang baik,seharusnya bunda menjaga mu bukan nya malah marah pada mu
Arisya" bunda gak salah,sya yang salah,harusnya sya menanyakan hal ini dulu pada kalian,seharusnya sya tidak mengambil keputusan sendirian
Arisya" bunda jangan bilang begitu,bunda tidak salah,sya yang salah
arisya dan Ningrum saling menangis membuat Lusi tidak sanggup menahan air matanya
Lusi"sudah sudah Bun,lebih baik wanita ini mandi,dan bebenah dirinya,karena nanti sore mereka akan datang ke mari,kalo mereka melihat arisya seperti ini,kakak yakin Alicia akan mengurungkan niat nya (terkekeh)
Arisya" kakak
Arisya Hendak memeluk namun lusi menghindar
Lusi" enak saja,mandi sana kamu bau,oh iya kakak sudah buat makanan ke sukaan mu,setelah mandi makan lah dan minum obat,setelah itu jaga lani, kakak mau pergi ke pasar bersama bunda
Arisya" baik ibu bos
pusing,demam,yang tadi di rasakan Arisya kini sudah tidak dirinya rasakan lagi,semuanya seperti hilang begitu saja,dan rasa gundah di hati Arisya kini sudah berkurang
setelah selsai Arisya melakukan perintah Lusi,Lusi dan bunda Ningrum pergi ke pasar,sementara Arisya menjaga lani
karena merasa bosan Arisya memilih mengajak lani main di depan rumah,untuk berjemur
__ADS_1
arisya sedang asik mengajak lani bermain,sampai dirinya mendapat tamu tidak di duga
"selamat pagi calon pelakor"
mendapat sapaan seperti itu arisya sontak menoleh ke arah wanita yang tak asing baginya
Arisya" aunty audy (terkejut) maaf aunty bisa jaga ucapan aunty
Audy" ups maaf,aku fikir wanita seperti mu memang cocok mengambil gelar seperti itu
Arisya" aunty jika ke datangan aunty kemari hanya untuk menghina lebih baik pergi karena sya tidak mau bersikap kurang ajar pada aunty
Audy" wah hebat sekali kamu,oh aku lupa kamu akan menjadi bagian keluarga Carl ya,jadi sekarang berani bersikap sombong
Arisya" (menutup matanya) aunty silahkan pergi
Audy" aku tidak akan kemari jika Emma tidak menyuruhku ke sini,ini kamu tandatangani surat ini
memberikan sebuah map pada Arisya
Arisya" apa ini ?
Audy" Arisya kamu jangan pura pura bodoh,aku tahu wanita seperti mu akan memiliki segala macam cara untuk mengeruk harta,jadi untuk berjaga jaga kami mau kamu menadatangani surat ini,jika suatu hari kamu berpisah dengan kadavi,maka kamu tidak akan mendapat harta sedikit pun
Arisya" sya tidak perlu menandatangi surat ini,karena sya tidak akan mengambil harta siapa pun
Audy"sya aku rasa kamu masih menyayangi keluarga mu bukan
Audy memperlihat kan foto Lusi dan bunda nya,dimana seseorang sudah siap menembak ke arah mereka yang tengah berjalan di pasar
Arisya" aunty kenapa kalian senang sekali mengusik ku,aku tidak akan mengambil harta siapa pun,kalian bisa percaya itu,aku tidak akan mau mengambil harta siapa pun,tolong jangan ganggu keluarga ku aku mohon
Audy" jika begitu kamu tanda tangani surat surat ini,dan jangan beritahu pada siapa pun,jika kamu masih mau melihat keponakan kecil mu ini memiliki keluarga utuh
Arisya dengan terpaksa menandatangani surat surat itu,setelah selsai Arisya menyerahkan pada Audy kembali
Audy" anak pintar,jika begitu aunty permisi,dan salam untuk ibu mu
Arisya merasa kesal,marah ,jijik namun apa daya dirinya tak bisa berbuat apa pun,dirinya tidak mau hanya karena dirinya keluarga nya menanggung resiko
"anak bodoh,lihat saja,kalian semua akan menderita setelah ini" dalam hati Audy
______________________
TBC
__ADS_1
next