
kadavi tengah berdiri didepan box bayi,memperhatikan bayi laki laki yang terlihat sangat mungil itu,dirinya masih tidak bisa mengungkapkan betapa dirinya sangat bahagia,namun dirinya harus terima kenyataan jika mungkin saja hari ini adalah hari terakhirnya melihat putra nya itu
Bu Dewi" kadavi,adzan kan putra mu,lakukan lah sekarang sebelum keluarga Arisya datang
kadavi" aku masih ingin memandang wajah putra ku,mungkin ini hari terakhir aku melihat nya
Bu Dewi" jangan putus harapan kadavi,aku yakin lambat laun amarah mereka akan memudar
kadavi" aku pantas mendapatkan itu
Bu Dewi" (menarik nafas) lakukan lah kadavi
setelah selesai berbincang kadavi mengumandangkan adzan di telinga putra nya itu,kini air mata kadavi tidak bisa di bendung lagi,rasa bahagia di hatinya tidak bisa di ungkapkan
setelah selesai kadavi meletakan kembali putranya kedalam box bayi,dan memandang wajah putranya lekat lekat
kadavi" nak jangan buat Buna mu lelah ya,selama Daddy tidak ada jangan rewel,jangan suka terbangun malam,jangan buat Buna mu terjaga ya nak,jadilah anak yang baik,jika kamu merindukan Daddy,kamu harus tahu jika Daddy,juga sangat amat merindukan mu
setelah selsai kadavi keluar ruangan itu dan menemui Abe
Abe" nak lebih baik kita kembali,Dewi bilang jika tetap di sini takut terjadi keributan dan takut jika Arisya akan kesal melihat kita,itu tidak baik untuk nya
kadavi" dad apa aku harus terpisah dengan putra ku
Abe" bersabar lah,kita akan cari jalan terbaik
kadavi" maaf kan aku,aku tidak bisa menjadi anak yang membuat Daddy bangga,aku selalu memberikan masalah pada Daddy
Abe" sudah lah nak,selama kamu bertanggung jawab dan mau belajar dari semua ini,aku sebagai Daddy mu siap membantu mu
kadavi" (memeluk) terimakasih dad
Abe dan kadavi meninggalkan rumah sakit,atas permintaan Bu Dewi
Arisya sudah berada di ruang rawat,mereka semua menunggu kedatangan bayi mungil itu
Ningrum" selamat ya nak,kamu sudah menjadi ibu sekarang,bunda sangat senang nak
Arisya" terimakasih Bun
Hardi" lani tidak sendirian lagi sekarang,sudah ada teman nya kamu,sya ayah senang setelah semua nya kini kamu dan anak mu bisa berjumpa
Lusi" sya siapa nama anak mu
belum Arisya menjawab seorang suster masuk membawa bayi Arisya
Arisya dengan senang hati menyabut buah hatinya
__ADS_1
Arisya" namanya adalah al-farisi Carl
Hardi" kenapa harus memakai nama keluarga itu
Arisya" biar bagaimana pun,anak ini juga bagian dari mereka yah,aku tidak mau anak ku tidak mengenal ayah nya
Hardi" lebih baik seperti itu,aku tidak mau cucu ku sedih karena perbuatan mereka,bukan kah mereka akan segera punya cucu lagi
Lusi" sudah lah ayah,ini hari bahagia bisa kita tidak membahas masalah ini
Panji" boleh aku mengendong nya,kita akan panggil siapa dia sya
Arisya" Fari,aku suka memanggilnya itu
Lusi" Fari assalamu'alaikum anak tampan ini mama Lusi yang sering menggoda mu dulu saat dalam perut Buna mu
Ningrum" ya ampun gantian sini bunda juga mau gendong cucu bunda
Hardi" eh tidak bisa,eyang Kakung nya dulu yang mengendong nya
mereka saling memperebutkan Fari,membuat Arisya tertawa melihat tingkah keluarga nya,tanpa menyadari seseorang tengah melihat ke bahagian itu di balik pintu
Abe" Davi ayo kita pergi nak,kuat kan hati mu
kadavi" (tersenyum getir) baik dad
setelah beberapa hari di rumah sakit,Arisya kembali ke rumah,kini Arisya merasa sangat bahagia berbeda dengan kadavi yang lebih banyak diam dan melamun
Abe" Davi
Abe" tidak mau melihat anak mu,aku denger mereka sudah kembali
kadavi" tidak dad,aku rasa memang ini yang harus aku terima
Abe" kadavi jangan menyerah untuk anak mu,aku yakin jika masih ada harapan,bahkan nama keluarga kita saja Arisya berikan pada anak mu
kadavi" dad bisa tinggalkan aku sendiri
Abe" (menarik nafas) baik lah kadavi,bersiaplah besok kita akan pulang ke Indonesia
di tempat lain Avila tengah merasa takut,karena Daddy nya kini sangat marah pada nya
Jeremy" lihat ulah mu,kakak mu jadi seperti itu,giliran hal sepenting ini kamu tidak cerita,masalah kecil yang tidak penting selalu kamu ulang setiap hari
Avila" maaf dad,tapi sungguh aku diam karena kak sya yang meminta,bukan kah kata Daddy sebuah amat itu harus di jaga
Jeremy" (terdiam sesaat) masuk ke kamar mu,besok kamu harus bertemu utusan cabang,dan Daddy mau kamu jelaskan pada Arisya dan keluarga nya apa yang terjadi
__ADS_1
Avila" baik dad (menundukan kepala)
Jeremy meninggalkan Avila di kamar nya,Avila merasa sangat bersalah melihat kadavi yang terlihat terpukul
Avila" ini bukan salah ku bukan,bukan kah mas Davi sendiri yang membuat kak sya pergi,tapi aku juga bersalah menyembunyikan keberadaan kak sya,dan (menarik nafas) aaaaaa Avila kenapa kamu bodoh,tidak bertanya permasalahan nya
ke esokan paginya Avila terbangun dan bersiap untuk pergi bekerja,sebelum pergi Avila menyempatkan diri menghubungi Arisya
Avila* dimana Fari apa belum bangun
Arisya* sudah aunty Fari sedang berjemur bersama eyang nya
Avila* nanti pulang kerja aunty kesana ya,kan besok kalian sudah pulang ke Indonesia
Arisya* iya aunty kita tunggu ke datangan aunty
Avila* baik lah,sampai jumpa lagi ya kak sya
setelah selsai Avila melihat ponsel nya yang mendapat pesan dari Arisya,Arisya mengirimkan video Fari,Avila tertawa dan mengirimkan nya pada kadavi
Avila
semoga bisa membantu mas Davi
kadavi melihat pesan yang baru saja masuk dari Avila,kadavi membuka ponsel nya,dan melihat video Fari dan mendengar suara Arisya yang berbicara seperti anak kecil,hal itu membuat kadavi tersenyum
setelah selsai Avila pergi ke kantor mengunakan fasilitas umum,setelah sampai Avila langsung buru buri masuk ke dalam kantor karena dirinya sudah terlambat lima menit
Aiden"Fräulein Avila, Gäste aus der Filiale warten (nona Avila tamu dari kantor cabang sudah tiba)
Avila" sind sie schon lange gekommen, meine Güte, ich bin zu spät (apa mereka sudah lama tiba,astaga aku terlambat)
Aiden" Kein Miss, sie sind gerade angekommen, und hier ist Ninas Akte (tidak nona mereka baru saja tiba,dan ini berkas nya Nona)
Avila" danke Aiden, du bist sehr hilfreich (terimakasih Aiden kamu sangat membantu)
Avila langsung masuk ke ruang pertemuan,Avila tidak melihat siapa pun kecuali seorang pria yang tengah menghadap ke arah kaca
Avila" Entschuldigung, Sir, sind Sie dieser Vertreter? (maaf tuan apa anda adalah perwakilan nya)
pria itu membalikan tubuh nya dan melihat ke arah Avila
Avila" ka-kamu (terkejut)
pria itu tersenyum pada Avila yang terkejut melihat dirinya
__________________
__ADS_1
TBC
next