Pilihan Hidup Ku

Pilihan Hidup Ku
PHK 77


__ADS_3

kadavi tengah berdiri didepan box bayi,memperhatikan bayi laki laki yang terlihat sangat mungil itu,dirinya masih tidak bisa mengungkapkan betapa dirinya sangat bahagia,namun dirinya harus terima kenyataan jika mungkin saja hari ini adalah hari terakhirnya melihat putra nya itu


Bu Dewi" kadavi,adzan kan putra mu,lakukan lah sekarang sebelum keluarga Arisya datang


kadavi" aku masih ingin memandang wajah putra ku,mungkin ini hari terakhir aku melihat nya


Bu Dewi" jangan putus harapan kadavi,aku yakin lambat laun amarah mereka akan memudar


kadavi" aku pantas mendapatkan itu


Bu Dewi" (menarik nafas) lakukan lah kadavi


setelah selesai berbincang kadavi mengumandangkan adzan di telinga putra nya itu,kini air mata kadavi tidak bisa di bendung lagi,rasa bahagia di hatinya tidak bisa di ungkapkan


setelah selesai kadavi meletakan kembali putranya kedalam box bayi,dan memandang wajah putranya lekat lekat


kadavi" nak jangan buat Buna mu lelah ya,selama Daddy tidak ada jangan rewel,jangan suka terbangun malam,jangan buat Buna mu terjaga ya nak,jadilah anak yang baik,jika kamu merindukan Daddy,kamu harus tahu jika Daddy,juga sangat amat merindukan mu


setelah selsai kadavi keluar ruangan itu dan menemui Abe


Abe" nak lebih baik kita kembali,Dewi bilang jika tetap di sini takut terjadi keributan dan takut jika Arisya akan kesal melihat kita,itu tidak baik untuk nya


kadavi" dad apa aku harus terpisah dengan putra ku


Abe" bersabar lah,kita akan cari jalan terbaik


kadavi" maaf kan aku,aku tidak bisa menjadi anak yang membuat Daddy bangga,aku selalu memberikan masalah pada Daddy


Abe" sudah lah nak,selama kamu bertanggung jawab dan mau belajar dari semua ini,aku sebagai Daddy mu siap membantu mu


kadavi" (memeluk) terimakasih dad


Abe dan kadavi meninggalkan rumah sakit,atas permintaan Bu Dewi


Arisya sudah berada di ruang rawat,mereka semua menunggu kedatangan bayi mungil itu


Ningrum" selamat ya nak,kamu sudah menjadi ibu sekarang,bunda sangat senang nak


Arisya" terimakasih Bun


Hardi" lani tidak sendirian lagi sekarang,sudah ada teman nya kamu,sya ayah senang setelah semua nya kini kamu dan anak mu bisa berjumpa


Lusi" sya siapa nama anak mu


belum Arisya menjawab seorang suster masuk membawa bayi Arisya


Arisya dengan senang hati menyabut buah hatinya

__ADS_1


Arisya" namanya adalah al-farisi Carl


Hardi" kenapa harus memakai nama keluarga itu


Arisya" biar bagaimana pun,anak ini juga bagian dari mereka yah,aku tidak mau anak ku tidak mengenal ayah nya


Hardi" lebih baik seperti itu,aku tidak mau cucu ku sedih karena perbuatan mereka,bukan kah mereka akan segera punya cucu lagi


Lusi" sudah lah ayah,ini hari bahagia bisa kita tidak membahas masalah ini


Panji" boleh aku mengendong nya,kita akan panggil siapa dia sya


Arisya" Fari,aku suka memanggilnya itu


Lusi" Fari assalamu'alaikum anak tampan ini mama Lusi yang sering menggoda mu dulu saat dalam perut Buna mu


Ningrum" ya ampun gantian sini bunda juga mau gendong cucu bunda


Hardi" eh tidak bisa,eyang Kakung nya dulu yang mengendong nya


mereka saling memperebutkan Fari,membuat Arisya tertawa melihat tingkah keluarga nya,tanpa menyadari seseorang tengah melihat ke bahagian itu di balik pintu


Abe" Davi ayo kita pergi nak,kuat kan hati mu


kadavi" (tersenyum getir) baik dad


setelah beberapa hari di rumah sakit,Arisya kembali ke rumah,kini Arisya merasa sangat bahagia berbeda dengan kadavi yang lebih banyak diam dan melamun


Abe" Davi


Abe" tidak mau melihat anak mu,aku denger mereka sudah kembali


kadavi" tidak dad,aku rasa memang ini yang harus aku terima


Abe" kadavi jangan menyerah untuk anak mu,aku yakin jika masih ada harapan,bahkan nama keluarga kita saja Arisya berikan pada anak mu


kadavi" dad bisa tinggalkan aku sendiri


Abe" (menarik nafas) baik lah kadavi,bersiaplah besok kita akan pulang ke Indonesia


di tempat lain Avila tengah merasa takut,karena Daddy nya kini sangat marah pada nya


Jeremy" lihat ulah mu,kakak mu jadi seperti itu,giliran hal sepenting ini kamu tidak cerita,masalah kecil yang tidak penting selalu kamu ulang setiap hari


Avila" maaf dad,tapi sungguh aku diam karena kak sya yang meminta,bukan kah kata Daddy sebuah amat itu harus di jaga


Jeremy" (terdiam sesaat) masuk ke kamar mu,besok kamu harus bertemu utusan cabang,dan Daddy mau kamu jelaskan pada Arisya dan keluarga nya apa yang terjadi

__ADS_1


Avila" baik dad (menundukan kepala)


Jeremy meninggalkan Avila di kamar nya,Avila merasa sangat bersalah melihat kadavi yang terlihat terpukul


Avila" ini bukan salah ku bukan,bukan kah mas Davi sendiri yang membuat kak sya pergi,tapi aku juga bersalah menyembunyikan keberadaan kak sya,dan (menarik nafas) aaaaaa Avila kenapa kamu bodoh,tidak bertanya permasalahan nya


ke esokan paginya Avila terbangun dan bersiap untuk pergi bekerja,sebelum pergi Avila menyempatkan diri menghubungi Arisya


Avila* dimana Fari apa belum bangun


Arisya* sudah aunty Fari sedang berjemur bersama eyang nya


Avila* nanti pulang kerja aunty kesana ya,kan besok kalian sudah pulang ke Indonesia


Arisya* iya aunty kita tunggu ke datangan aunty


Avila* baik lah,sampai jumpa lagi ya kak sya


setelah selsai Avila melihat ponsel nya yang mendapat pesan dari Arisya,Arisya mengirimkan video Fari,Avila tertawa dan mengirimkan nya pada kadavi


Avila


semoga bisa membantu mas Davi


kadavi melihat pesan yang baru saja masuk dari Avila,kadavi membuka ponsel nya,dan melihat video Fari dan mendengar suara Arisya yang berbicara seperti anak kecil,hal itu membuat kadavi tersenyum


setelah selsai Avila pergi ke kantor mengunakan fasilitas umum,setelah sampai Avila langsung buru buri masuk ke dalam kantor karena dirinya sudah terlambat lima menit


Aiden"Fräulein Avila, Gäste aus der Filiale warten (nona Avila tamu dari kantor cabang sudah tiba)


Avila" sind sie schon lange gekommen, meine Güte, ich bin zu spät (apa mereka sudah lama tiba,astaga aku terlambat)


Aiden" Kein Miss, sie sind gerade angekommen, und hier ist Ninas Akte (tidak nona mereka baru saja tiba,dan ini berkas nya Nona)


Avila" danke Aiden, du bist sehr hilfreich (terimakasih Aiden kamu sangat membantu)


Avila langsung masuk ke ruang pertemuan,Avila tidak melihat siapa pun kecuali seorang pria yang tengah menghadap ke arah kaca


Avila" Entschuldigung, Sir, sind Sie dieser Vertreter? (maaf tuan apa anda adalah perwakilan nya)


pria itu membalikan tubuh nya dan melihat ke arah Avila


Avila" ka-kamu (terkejut)


pria itu tersenyum pada Avila yang terkejut melihat dirinya


__________________

__ADS_1


TBC


next


__ADS_2