
tidak terasa sudah dia hari para pria itu tidak pergi ke kantor karena fikiran mereka yang sama sama sedang kacau
sementara para wanita tidak ada juga yang menghubungi mereka
hal itu membuat Kholik kewalahan bukan main di buatnya
Kholik" ingin rasanya aku membanting semua dokumen ini (mendengus kesal)
Kholik berjalan mendekati kedua pria yang tengah sibuk dnegan fikiran nya masing masing
Kholik" baik lah jika kalian tidak ada yang mau menandatangani dokumen ini, baik lah aku akan meminta tanda tangan tuan Abe dan juga pak Vero
mendengar ucapan Kholik seketika kadavi dan Bara bangkit dari duduk nya mengambil dokumen yang berada di tangan Kholik tanpa bertanya
kedua membaca dokumen itu
kadavi" Bara ini dokumen mu,itu punya ku
Bara" kau benar kedua saling menukar dokumen
Kholik menghela nafas panjang
Kholik" kalian yang punya masalah aku yang repot (bergumam)
"bicara sesuatu Kholik" bersamaan
Kholik" tidak (kesal)
kadavi" Kholik bagaimana ke adaan istri dan anak ku
Kholik" tuan saya sudah menjawab nya tadi,mereka baik
kadavi terdiam,kini giliran Bara yang bertanya
Bara" Kholik apa Avila ke kantor
Kholik" (menghela nafas panjang) tuan tuan yang terhormat sudah berapa kali kalian bertanya dalam beberapa menit,dan sudah beberapa kali juga aku menjawab,astaga kalian memiliki ponsel kenapa tidak gunakan ponsel kalian,hah (kesal)
kadavi dan Bara saling pandang melihat Kholik yang terlihat kesal, ekspresi wajah yang tidak pernah di perlihatkan Kholik selama bekerja bersama kadavi
Bara" Kholik kamu marah
Kholik" tidak aku sedang melawak (kesal)
kadavi" maaf Kholik,apa ada kabar tentang Alicia
Kholik" (menghela nafas) Dean masih berusaha
kadavi" baik lah
Kholik menggelengkan kepalanya melihat kedua pria itu kembali melamun
Kholik" untung saya tidak sebucin kalian
Bara" apa Kholik
Kholik" tidak,saya mengatakan jika saya akan pergi kekantor karena dari kemarin lali laki yang mencari nona Avila terus berada di kantor dan itu menambah beban saya
__ADS_1
mendengar perkataan Kholik seketika Bara bangkit dari duduk nya
Bara" tunggu aku,aku akan ke kantor
kholik" dengar begitu saja,cepat
setelah selesai bersiap Kholik dan Bara pergi meninggalkan kadavi sendiri di apartemen itu
sesampainya di kantor Kholik tidak melihat pria yang selalu berada di lobi kantor itu
Bara" mana laki laki itu
Kholik" tidak ada,mungkin dia menyerah
Bara" tidak bisa di biarkan,aku akan menemui Avila jika begitu
Kholik" terserah anda pak
Bara berjalan tanpa menangapi perkataan Kholik
sesampainya di depan ruangan Avila,Bara mendengar suara Avila tengah berbicara dengan seseorang melalui telpon
Avila" ja lieb(ya sayang) ,aku tahu tapi tidak mungkin untuk ku menerima nya,du weißt, Baby,(kamu tahu itu sayang ) Nein lieb (tidak sayang) aku tidak bisa,sekeras apa pun dia berusaha aku tidak mau,kamu tahu aku hanya mencintai mu Lieb,dia hanya orang asing bagiku,aku tidak akan menerima apa pun yang bersangkutan dengan nya
mendengar percakapan Avila hati Bara sangat terbakar,dirinya yakin jika Avila tengah bicara pada pria yang ada di buku harian nya,yang membuat Avila menolak lamaran nya dan menolak memberi tahu hubungan mereka,dengan geram Bara membuka pintu itu dan menghampiri Avila yang masih berbicara dengan orang di sebrang panggilan itu,tanpa banyak bicara Bara langsung menarik Avila kedalam pelukan nya dan melu*mat bibir Avila dengan kasar
Avila sangat terkejut mendapat perlakuan seperti itu dari Bara dengan sekuat tenaga Avila mencoba melepaskan diri namun usaha nya gagak Cengkaraman Bara pada tubuh nya sangat kuat
Bara melepaskan pang*utan nya dan beralih ke leher jenjang Avila,Avila terus meronta mendapat serangan bertubi tubi dari bara
Bara" aku akan membuat mu menjadi miliki dan tidak ada pria yang bisa mengambil mu dari ku
Avila" lepaskan aku
dengan tubuh gemetar Avila mendorong Bara dengan segenap tenaga nya akhirnya Bara terjatuh
Avila" baji*Ngan
Avila berlari sambil menangis meninggalkan Bara,sesampainya di lobi Avila menjadi bahan tontonan karena rambut acak acakan dan beberapa bercak merah di lehernya
Avila tidak memperdulikan semua itu,sesampainya di mobil Avila melihat ponsel nya di mana Daddy nya memanggilnya
Jeremy* die,die Bist du noch da die (sayang,sayang,apa kamu masih di sana sayang)
Avila menarik nafas dalam dalam dan kembali bicara pada ayah nya
Avila* ja Daddy (mengelap air mata)
Jeremy* Amore Mio (cinta ku ,Italia) semua baik baik saja
Avila*fine love,dad i really Miss you
jeremy*ja die Ich vermiss Dich auch(ya sayang aku pun merindukan mu)
Avila* aku benci di sini,aku mau pulang,di sini hanya membuat ku sakit saja,tidak ada yang tulus pada ku dad,hanya diri mu semua di sini bereng*sek
Jeremy* die,kamu sedang tidak baik baik saja die,aku akan menjemput mu ke sana die
__ADS_1
Jeremy tahu jika putri semata wayang nya dalam ke adaan yang tidak baik,hal itu membuat nya takut,mengingat Avila adalah putri satu satunya yang ia miliki
setelah mengatakan hal itu Jeremy mengakhiri panggilan nya dengan Avila,Avila menundukan kepalnya dan bertumpu pada ke dua tangan nya yang berada di setir mobil,air mata Avila tidak bisa di bendung lagi bulir bening itu mengalir deras membasahi pipi Avila
tok tok tok
suara ketukan kaca membuat Avila terkejut dan melihat ke arah jendela dimana Bara berada di sana
Bara" Avila buka pintunya,aku mohon maaf kan aku,Avi aku mohon buka pintunya maaf kan aku
bug
Bara terjatuh karena mendapat pukulan dari seseorang,melihat hal itu Avila buru buru keluar
Bara" siapa kamu,berani nya kamu memukul ku
Aryan" harus nya aku yang bertanya,siapa kamu membuat kakak ku menangis
mendengar perkataan Aryan Bara merasa bingung
Bara" kakak ? (menatap Aryan dan Avila bergantian mencari jawaban)
Avila" hentikan semua ini,kamu (menunjuk Aryan) sudah berapa kali aku katakan,pergi dan jangan pernah menemui mu,karena aku sudah menganggap wanita itu sudah tiada jadi (menyeka air matanya) lebih baik pergi dan jangan pernah menganggu atau mencampuri urusan ku
Aryan" tapi kak
Avila" pergi aku bilang
Avila memekik dengan keras membuat tubuhnya bergetar hebat
melihat keadaan itu Aryan pergi,dirinya tidak mau membuat Avila semakin marah dan membencinya
Bara mendekati Avila dan memegang pundak Avila namun Avila menghindar dirinya merasa takut pada Bara saat ini
Avila" jangan sentuh aku
tubuh Avila Semakin bergetar
Bara" maaf kan aku,aku bisa jelaskan pada mu
Avila" aku tidak mau dengar apa pun,pergi tinggalkan aku,aku sangat membenci mu
Avila melangkahkan kaki nya perlahan berjalan meninggalkan Bara namun kepalanya terasa berat
brug
Avila tidak sadarkan diri,dengan sigap Bara menagkap tubuh mungil Avila yang sudah tidak berdaya,dan memasukan nya ke dalam mobil
__________________
TBC
next
ya ampun bara jadi orang kok cemburuan,bucin banget sih,xixixi, jangan suka emosi nanti cepet tua Bara (hahaha)
jika kalian menyukai cerita di atas jangan lupa berikan dukungan kalian dalam bentuk apa pun ya guys 🥰🥰🥰
__ADS_1