Pilihan Hidup Ku

Pilihan Hidup Ku
PHK 24


__ADS_3

Alicia memilih tidak pulang ke rumah nya,Alicia pergi ke rumah eyang nya yang saat ini hanya keluarga satu satunya yang mendukung keputusan nya


Tantri" cia (memeluk) masuk sayang kamu kenapa ? kamu pucat sekali


Alicia" rasanya cia ingin menyerah aunty,tapi mau bagaimana cia sangat menginginkan mas Davi punya ke turunan


Tantri" duduk lah dulu,biar aunty buat kan minum oke


Alicia" cia temui eyang saja aunty


tantri" ya sudah


Alicia menuju kamar eyang nya,untuk melihat ke adaan eyang nya yang baru saja kembali dari rumah sakit


Alicia menatap wajah eyang nya yang terlihat tengah tertidur pulas


eyang" cia kemari lagi


Alicia" maaf eyang apa cia membangunkan eyang


eyang" tidak nak,eyang memang belum tidur,kemari lah eyang mau memeluk mu


Alicia tersenyum dan memeluk eyang nya itu


Alicia" cia juga kangen eyang,eyang Arisya dan mas Davi belum juga membuka hati mereka,cia rasanya ingin menyerah


eyang" nak jika memang kamu sudah tidak menemukan jalan nya lagi,dan kamu merasa lelah,menyerah lah tidak apa apa,tapi kamu tidak boleh menyesal dengan keputusan mu itu,eyang tahu bagaimana rasanya ingin memiliki seorang malaikat kecil di dalam rumah,tapi jika Tuhan menginginkan berbeda kita tidak bisa berbuat apa pun,Alicia eyang ini sudah tua,eyang hanya bisa memberi dukungan pada mu,mungkin besok atau lusa eyang akan pergi,eyang mau saat eyang pergi kamu bisa menata hidup mu tanpa harus mendengarkan apa kata orang lain nak,sudah cukup hidup mu di atur oleh orang lain selama ini (meneteskan air mata)


Alicia" eyang gak boleh ngomong gitu,eyang pasti sehat,eyang harus temenin Alicia gak boleh pergi cukup papa yang tinggalin cia


eyang" eyang mu ini sudah tua,sudah tidak seharusnya lagi berada di bumi ini,eyang hanya bisa menyusahkan kalian saja,oh iya cia tolong ambilkan kotak di dalam lemari eyang nak


Alicia berjalan mengambil sebuah kotak di lemari itu


Alicia" ini eyang


eyang" buka nak


Alicia membuka kotak yang berada di tangan nya,melihat perhiasan dan sebuah surat

__ADS_1


Alicia" ini apa eyang


eyang" (tersenyum) eyang membeli kan perhiasan itu dengan maksud untuk anak mu kelak,tapi takdir berkata lain,cia siapa pun nanti yang membantu mu mendapatkan momongan berikan ini pada nya,itu sebagai rasa terimakasih eyang padanya tapi eyang berharap orang itu adalah Arisya,tapi siapa pun dia eyang yakin jika dia orang baik


Alicia" eyang bicara apa sih,eyang akan mengucapkan terimakasih itu sendiri,tidak perlu surat dan kotak ini


eyang" tidak sayang,eyang takut saat hal itu terjadi eyang sudah di panggil oleh Allah


Alicia" eyang ngomong apa sih,eyang akan sehat terus cia akan merawat eyang


eyang hanya bisa tersenyum mendengar perkataan cucu nya itu,tidak terasa hari semakin malam,kini eyang sudah tertidur Alicia keluar dari kamar itu dan melihat Tantri masih membersihkan rumah


Tantri adalah adik dari papa Hendry,yang hingga kini masih melajang,karena satu hal yang Alicia sendiri tidak tahu,walau begitu sifat dan perilaku Tantri sangat amat penyayang,membuat cia atau sya sangat senang setiap kali bertemu dirinya


Alicia" aunty masih beres beres


Tantri" em mumpung eyang tidur


Alicia" aunty eyang kenapa sih kok bicara nya kayak gitu bikin cia takut


Tantri" maklum cia namanya eyang sudah tua,lagi pula cia meninggal itu suatu hal yang pasti,jadi semua manusi pasti meninggal,sudah jangan kamu fikirkan,doakan saja yang terbaik buat eyang,kamu mau menginap di sini kan


Tantri" aunty sudah siapkan kamar nya (tersenyum)


Alicia" terimakasih aunty


Tantri" istirahat lah cia,kamu pasti lelah


Alicia memilih untuk beristirahat,karena hari ini dirinya benar bena merasa lelah


sementara di kediaman kadavi,Fara yang baru saja tiba dari jerman tengah menunggu kepulangan menantu dan juga putranya,suara mobil milik kadavi ye dengar memasuki rumah besar itu


Fara" Hay sayang (memeluk kadavi)


kadavi" mommy sudah kembali


Fara" tentu mommy kan mau melihat calon mu,dimana cia


kadavi" sedang berada di rumah eyang nya,besok saja mom ke mari

__ADS_1


Fara" (merasa kesal) pasti dia mau menghindari mommy kan


kadavi" tidak mom,dia mau menjenguk eyang nya yang sakit


Fara" baik lah kalo begitu besok mommy akan menemui nya dan menanyakan calon menantu mommy


kadavi" mommy sungguh tidak berperasaan


kadavi meninggalkan Fara yang masih terdiam di tempat nya


Fara" dasar anak itu ya,aku belum selsai bicara dia sudah pergi saja,liat saja besok aku kan ke sini lagi dan melihat pilihan Alicia


Fara pergi meninggalkan rumah kadavi,kadavi yang berada di kamar melihat foto dirinya dan Alicia yang terpajang di sana,dimana Alicia terlihat bahagia di hari pernikahan mereka


kadavi" kamu dulu terlihat sangat bahagia,kenapa kini kamu terlihat berbeda bahkan senyum saja tidak pernah lagi,apa ini semua salah ku,cia aku merindukan mu


kadavi membaringkan dirinya di tempat tidur sambil terus memandang wajah Alicia


sementara di rumah lain,Arisya yang sedang membereskan barang nya kerena Baru saja tiba di rumah,Arisya membereskan baju baju dan beberapa barang miliknya,Arisya mengembalikan baju milik nya ke dalam lemari,saat sedang membereskan Arisya melihat kotak pemberian dari eyang alicia


Arisya membuka kotak itu kembali dan melihat giok yang di berikan pada nya,Arisya mengingat perkataan dari eyang Arisya yang sudah menganggapnya cucu


Arisya tidak mungkin aku melakukan hal itu,eyang pasti kecewa pada ku,karena mau menjadi madu dari Arisya,lagi pula standar dari nyonya Fara pasti sangat tinggi mengenai calon menantunya tidak masalah semua akan baik baik saja sya,Alicia akan menyerah dan kalian akan kembali seperti semula iya benar


Arisya meletakan kembali kotak itu,dan kembali melanjutkan aktivitasnya,setelah selsai Arisya memilih membersihkan diri,setelah selsai Arisya merebahkan tubuh nya yang terasa sangat lelah


ponsel Arisya berdering,namun Arisya tidak perduli,iya yakin jika itu adalah Alicia mengunakan nomor baru,Arisya mengabaikan panggilan itu,Arisya kembali mengingat perkataan ibunya,yang masih tidak terima dengan permintaan Alicia,hal itu membuat Arisya semakin bimbang antara hati dan fikiran nya sendiri


di lain sisi hatinya menyuruhnya untuk membantu di lain sisi fikiran nya tidak mengizinkan nya untuk melakukan hal itu,dimana banyak hati yang akan dirinya lukai jika sampai dirinya melakukan kan itu,belum lagi kadavi yang tidak segan melakukan apa saja untuk menghancurkan Arisya


ponsel Arisya kembali berdering kali ini bukan nomor baru tidak lain aunty Tantri


Tantri*halo sya ...


ponsel Arisya terjatuh dan seketika tubuh Arisya terasa lemas,Arisya berusaha untuk bangkit,setelah berhasil,Arisya langsung menghampiri keluarganya


_______________


TBC

__ADS_1


next


__ADS_2