Pilihan Hidup Ku

Pilihan Hidup Ku
PHK 103


__ADS_3

Zainab dan Naila bergegas ke rumah sakit,Zainab tidak lupa menghubungi suaminya yang tak lain Kaka ipar Naila,lebih tepat kakak dari almarhum Lian


Zainab" tenang lah Naila,Aryan bukan anak yang lemah,aku yakin dia akan baik baik saja nai


Zainab" aku tidak bisa tenang Ina,aku tidak bisa berfikir seperti itu,ketika anak ku berada bersama keluarga itu


Zainab" jangan berfikir hal buruk nai,percaya pada ku


Naila"kamu tidak tahu seperti apa mereka Ina,mereka mampu melakukan apa saja


Zainab" nai tenang kan fikiran mu


Zainab dan Naila tiba di rumah sakit dan bergegas masuk


sementara di depan IGD Avila terus menangis dalam pelukan jeremy


Jeremy" sudah lah nak,sudah jangan menangis lagi dia akan baik baik saja


Avila" aku jahat dad,tidak seharusnya aku berkata seperti itu


Jeremy" berkata apa nak?


Avila" aku-aku bilang padanya jika dia masih mengikuti maka dirinya tidak akan melihat hari esok


Jeremy" itu hanya kebetulan saja,nak percaya jika dia bukan anak yang lemah nak,dia pasti anak yang kuat


"Diaman putra ku"


seketika semua orang menoleh ke arah Naila yang sudah berderai air mata


Naila" apa yang kalian lakukan pada putra ku (menatap tajam pada semua orang)


Avila melepaskan pelukan Jeremy dirinya berjalan menuju Naila


Avila" aku yang bersalah,mereka tidak tahu apa apa


Naila menjauh dan memalingkan wajahnya


Avila" maaf kan aku,jika tidak karena menyelamatkan aku,mungkin Aryan tidak akan seperti ini


Naila" kalian memang hanya membawa penderitaan untuk ku,sudah aku katakan pada putraku jangan mendekati keluarga kalian,lihat yang terjadi


Avila" maaf kan aku,maaf kan aku


Avila terduduk dan memegang kaki Naila seraya meminta maaf


Naila" lepaskan aku,jangan pernah mendekati ku,jika terjadi sesuatu pada putraku aku tidak akan mengampuni kalian semua


seorang dokter keluar dari ruangan menemui mereka


Naila" bagaimana ke adaan putra ku dok?

__ADS_1


dokter" kamu membutuhkan donor darah untuk pasien,dan kami harus melakukan operasi pada pasien karena terdapat cairan darah di paru paru nya,kami harus bertindak segera,karena pasien hari segera di tangani


Naila" baik lah dok,aku setuju lakukan yang terbaik


dokter" tapi ibu ini membutuhkan biaya yang tidak murah,kamu memerlukan jaminan lebih dulu sebelum melakukan tindakan


Naila" berapa biaya nya dok


dokter" ibu harus membayar tiga puluh lima juta lebih dulu


Naila seketika terdiam,dirinya berfikir jika dirinya tidak memiliki uang sebanyak itu,bahkan Zainab pun tidak memiliki uang sebanyak itu


Jeremy" lakukan segera tindakan nya dok,saya akan mengurus semuanya


dokter" jika begitu mari ikut saya pak


Naila" jangan campuri urusan ku,aku bisa melakukan nya


Abe" Naila ini bukan saatnya untuk egois,putra mu butuh tindakan segera,jangan melakukan kesalahan Naila


Vero" Naila,kami tahu kamu mampu tapi ini keadaan mendesak


Zainab memegang pundak Naila,seraya memberi persetujuan pada nya


melihat Naila terdiam jeremy menganggap jika hal itu tanda setuju untuk nya, jeremy mengurus semua nya setelah selsai Aryan di pindahkan ke ruang operasi


semua orang menunggu,di depan kamar operasi


Leon tiba dengan wajah pucat kerena rasa terkejut nya


semua orang menoleh ke arah Leon yang terengah engah


Vero dan Abe saling pandang


Zainab" nanti aku ceritakan,sekarang duduk lah,kita tunggu Aryan


Jeremy terus menatap ke arah Leon yang duduk di dekat Naila,hati Jeremy merasakan sakit melihat sosok laki laki yang menjadi suami Naila,karena selama ini dirinya tidak pernah melihat nya


Leon menggenggam tangan Naila


Leon" Aryan akan baik baik saja,dia berjanji pada ku


Naila" aku sangat berharap


Avila masih terdiam,begitu pula dengan Bara


Arisya tiba dengan membawa minuman dan makanan,karena kadavi memintanya


Arisya" apa sudah selsai operasi nya


semua menoleh pada Arisya

__ADS_1


kadavi menghampiri istrinya itu dan membantu Arisya membawa barang bawaan Naila


Avila" kak sya (memeluk)


Arisya" tenang sayang,semua akan baik baik,saja percaya pada ku,Aryan bukan laki laki lemah


Avila" ini semau karena aku kak


Arisya" jangan salahkan diri mu Avi,semua ini karena Allah percaya pada ku,berdoa lah agar Aryan kembali pada kita


Arisya membawa Avila untuk duduk,dan dirinya memberikan minum dan makanan ringan pada semua orang


Naila" tidak terimakasih aku tidak mau


Naila menolak pemberian Arisya


Arisya"(tersenyum)aunty pasti aunty ibu dari Aryan,aku langsung mengenali nya,karena aunty sangat cantik seperti Avila,kenalkan aku Arisya istri dari kadavi,aunty jika aunty tidak makan atau minum bagaimana aunty bisa menjaga Aryan,aunty jika aunty sakit bagiamana dengan Aryan,aunty tahu Aryan selalu bilang pada ku jika ibu nya itu wanita yang kuat,wanita yang penyayang,wanita yang sangat perhatian,bahkan dia bilang jika ibunya adalah orang yang sangat bawel jika dirinya tidak makan


Naila memperhatikan Arisya,yang mengatakan hak yang selalu di katakan Aryan padanya


Arisya" bahkan aunty akan menelpon Aryan dan memperingatkan nya jika dirinya tidak memakan bekal maka aunty akan mengunci pintu untuknya


Naila" bagaimana kamu tahu hal itu (menatap tajam Arisya)


Arisya" aku akan beri tahu jika aunty makan dan minum,aku berjanji


Naila menerima makanan yang di berikan Arisya padanya


cukup lama menunggu namun tidak ada tanda tanda jika operasi itu telah selsai,dari sore berganti malam tapi ruangan itu belum juga terbuka semua orang menunggu dengan perasaan was was,merkea terus berdoa pada Tuhan agar Aryan bisa kembali pada mereka


tiba tiba mereka terkejut mendengar suara keributan dari orang orang yang berlari menuju ruang operasi


seketika semua orang menegang,kini merkea tidak bisa berfikir jernih melihat semua orang berlarian masuk dan keluar dari ruangan itu


Bara menghentikan seorang tenaga medis yang melintas di depan nya


Bara" ada apa ini


suster" pasien kehilangan detak jantung nya


mendengar perkataan suster itu seketika Naila jatuh dan tidak sadarkan diri,Avila berteriak histeris,suasana berubah mencekam,kini semua orang tidak bisa berfikir dengan baik,Bara dan kadavi membawa Naila ke IGD


Leon"(mendekati Jeremy) jika sesuatu terjadi pada Aryan aku tidak perduli siapa kalian dan ahrus berapa harta yang harus aku keluarkan,aku akan menuntut kalian sampai aku mati,aku tidak akan melapangkan kalian (mencengkram kerah baju Jeremy)


Zainab" sudah hentikan sayang,hentikan jangan seperti ini,lepaskan dia,lebih baik kita temui Naila


Leon melepaskan cengkraman nya,Avila kini hanya bisa menangis


"aku tidak akan bisa memaafkan diriku jika terjadi hal buruk pada nya" dalam hati Avila


_____________

__ADS_1


TBC


next


__ADS_2