
Zainab dan Naila bergegas ke rumah sakit,Zainab tidak lupa menghubungi suaminya yang tak lain Kaka ipar Naila,lebih tepat kakak dari almarhum Lian
Zainab" tenang lah Naila,Aryan bukan anak yang lemah,aku yakin dia akan baik baik saja nai
Zainab" aku tidak bisa tenang Ina,aku tidak bisa berfikir seperti itu,ketika anak ku berada bersama keluarga itu
Zainab" jangan berfikir hal buruk nai,percaya pada ku
Naila"kamu tidak tahu seperti apa mereka Ina,mereka mampu melakukan apa saja
Zainab" nai tenang kan fikiran mu
Zainab dan Naila tiba di rumah sakit dan bergegas masuk
sementara di depan IGD Avila terus menangis dalam pelukan jeremy
Jeremy" sudah lah nak,sudah jangan menangis lagi dia akan baik baik saja
Avila" aku jahat dad,tidak seharusnya aku berkata seperti itu
Jeremy" berkata apa nak?
Avila" aku-aku bilang padanya jika dia masih mengikuti maka dirinya tidak akan melihat hari esok
Jeremy" itu hanya kebetulan saja,nak percaya jika dia bukan anak yang lemah nak,dia pasti anak yang kuat
"Diaman putra ku"
seketika semua orang menoleh ke arah Naila yang sudah berderai air mata
Naila" apa yang kalian lakukan pada putra ku (menatap tajam pada semua orang)
Avila melepaskan pelukan Jeremy dirinya berjalan menuju Naila
Avila" aku yang bersalah,mereka tidak tahu apa apa
Naila menjauh dan memalingkan wajahnya
Avila" maaf kan aku,jika tidak karena menyelamatkan aku,mungkin Aryan tidak akan seperti ini
Naila" kalian memang hanya membawa penderitaan untuk ku,sudah aku katakan pada putraku jangan mendekati keluarga kalian,lihat yang terjadi
Avila" maaf kan aku,maaf kan aku
Avila terduduk dan memegang kaki Naila seraya meminta maaf
Naila" lepaskan aku,jangan pernah mendekati ku,jika terjadi sesuatu pada putraku aku tidak akan mengampuni kalian semua
seorang dokter keluar dari ruangan menemui mereka
Naila" bagaimana ke adaan putra ku dok?
__ADS_1
dokter" kamu membutuhkan donor darah untuk pasien,dan kami harus melakukan operasi pada pasien karena terdapat cairan darah di paru paru nya,kami harus bertindak segera,karena pasien hari segera di tangani
Naila" baik lah dok,aku setuju lakukan yang terbaik
dokter" tapi ibu ini membutuhkan biaya yang tidak murah,kamu memerlukan jaminan lebih dulu sebelum melakukan tindakan
Naila" berapa biaya nya dok
dokter" ibu harus membayar tiga puluh lima juta lebih dulu
Naila seketika terdiam,dirinya berfikir jika dirinya tidak memiliki uang sebanyak itu,bahkan Zainab pun tidak memiliki uang sebanyak itu
Jeremy" lakukan segera tindakan nya dok,saya akan mengurus semuanya
dokter" jika begitu mari ikut saya pak
Naila" jangan campuri urusan ku,aku bisa melakukan nya
Abe" Naila ini bukan saatnya untuk egois,putra mu butuh tindakan segera,jangan melakukan kesalahan Naila
Vero" Naila,kami tahu kamu mampu tapi ini keadaan mendesak
Zainab memegang pundak Naila,seraya memberi persetujuan pada nya
melihat Naila terdiam jeremy menganggap jika hal itu tanda setuju untuk nya, jeremy mengurus semua nya setelah selsai Aryan di pindahkan ke ruang operasi
semua orang menunggu,di depan kamar operasi
Leon tiba dengan wajah pucat kerena rasa terkejut nya
semua orang menoleh ke arah Leon yang terengah engah
Vero dan Abe saling pandang
Zainab" nanti aku ceritakan,sekarang duduk lah,kita tunggu Aryan
Jeremy terus menatap ke arah Leon yang duduk di dekat Naila,hati Jeremy merasakan sakit melihat sosok laki laki yang menjadi suami Naila,karena selama ini dirinya tidak pernah melihat nya
Leon menggenggam tangan Naila
Leon" Aryan akan baik baik saja,dia berjanji pada ku
Naila" aku sangat berharap
Avila masih terdiam,begitu pula dengan Bara
Arisya tiba dengan membawa minuman dan makanan,karena kadavi memintanya
Arisya" apa sudah selsai operasi nya
semua menoleh pada Arisya
__ADS_1
kadavi menghampiri istrinya itu dan membantu Arisya membawa barang bawaan Naila
Avila" kak sya (memeluk)
Arisya" tenang sayang,semua akan baik baik,saja percaya pada ku,Aryan bukan laki laki lemah
Avila" ini semau karena aku kak
Arisya" jangan salahkan diri mu Avi,semua ini karena Allah percaya pada ku,berdoa lah agar Aryan kembali pada kita
Arisya membawa Avila untuk duduk,dan dirinya memberikan minum dan makanan ringan pada semua orang
Naila" tidak terimakasih aku tidak mau
Naila menolak pemberian Arisya
Arisya"(tersenyum)aunty pasti aunty ibu dari Aryan,aku langsung mengenali nya,karena aunty sangat cantik seperti Avila,kenalkan aku Arisya istri dari kadavi,aunty jika aunty tidak makan atau minum bagaimana aunty bisa menjaga Aryan,aunty jika aunty sakit bagiamana dengan Aryan,aunty tahu Aryan selalu bilang pada ku jika ibu nya itu wanita yang kuat,wanita yang penyayang,wanita yang sangat perhatian,bahkan dia bilang jika ibunya adalah orang yang sangat bawel jika dirinya tidak makan
Naila memperhatikan Arisya,yang mengatakan hak yang selalu di katakan Aryan padanya
Arisya" bahkan aunty akan menelpon Aryan dan memperingatkan nya jika dirinya tidak memakan bekal maka aunty akan mengunci pintu untuknya
Naila" bagaimana kamu tahu hal itu (menatap tajam Arisya)
Arisya" aku akan beri tahu jika aunty makan dan minum,aku berjanji
Naila menerima makanan yang di berikan Arisya padanya
cukup lama menunggu namun tidak ada tanda tanda jika operasi itu telah selsai,dari sore berganti malam tapi ruangan itu belum juga terbuka semua orang menunggu dengan perasaan was was,merkea terus berdoa pada Tuhan agar Aryan bisa kembali pada mereka
tiba tiba mereka terkejut mendengar suara keributan dari orang orang yang berlari menuju ruang operasi
seketika semua orang menegang,kini merkea tidak bisa berfikir jernih melihat semua orang berlarian masuk dan keluar dari ruangan itu
Bara menghentikan seorang tenaga medis yang melintas di depan nya
Bara" ada apa ini
suster" pasien kehilangan detak jantung nya
mendengar perkataan suster itu seketika Naila jatuh dan tidak sadarkan diri,Avila berteriak histeris,suasana berubah mencekam,kini semua orang tidak bisa berfikir dengan baik,Bara dan kadavi membawa Naila ke IGD
Leon"(mendekati Jeremy) jika sesuatu terjadi pada Aryan aku tidak perduli siapa kalian dan ahrus berapa harta yang harus aku keluarkan,aku akan menuntut kalian sampai aku mati,aku tidak akan melapangkan kalian (mencengkram kerah baju Jeremy)
Zainab" sudah hentikan sayang,hentikan jangan seperti ini,lepaskan dia,lebih baik kita temui Naila
Leon melepaskan cengkraman nya,Avila kini hanya bisa menangis
"aku tidak akan bisa memaafkan diriku jika terjadi hal buruk pada nya" dalam hati Avila
_____________
__ADS_1
TBC
next