
kadavi melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi,kadavi merasa sangat khawatir mendengar teriak kesakitan Arisya
sesampainya di rumah kadavi langsung berlari menuju kamar Arisya
bruk
pintu kamar itu di buka dengan kencang oleh kadavi,membuat semua orang menoleh pada nya
Bu sari" tuan
ibu Dewi" ini
Bu sari" suami nyonya Bu
ibu Dewi menjawab dengan ber oh ria saja
kadavi" apa yang terjadi
ibu Dewi" tidak apa apa pak,sya hanya mengalami kenaikan asam lambung saja,karena makan terlalu banyak,setelah perut nya kosong,tidak perlu ada yang di khawatirkan
kadavi" anda siapa ?
ibu Dewi" perkenalkan saya Bu Dewi,tapi orang di komplek ini memanggil saya ibu haji,saya seorang bidan ,saya tinggal di sebelah
kadavi" baik lah
ibu Dewi" nah sya,lebih baik kamu beristirahat,jangan terlalu lelah,dan ingat makan perlahan jangan seperti ini lagi
Arisya" baik Bu
ibu Dewi berpamitan pergi,bu sari mengantarkan bu Dewi
Bu sari" jadi bagaimana bu,apa yang harus saya lakukan
Bu Dewi" lebih aman semua obat ibu sari simpan di tempat yang. tidak terlihat oleh orang hanya bu sari saja yang tahu,saya takut kejadian seperti ini akan terulang,apa suami sya tahu masalah ini
Bu sari" percuma tuan tahu,tuan tidak akan pernah percaya,lagi pula tuan tidak akan perduli pada nyonya
Bu Dewi" jika begitu,kita jaga sya bersama Bu,kasihan dia
Bu sari" saya benar benar berterimakasih Bu,sudah mau membantu saya,kalo tidak saya tidak tahu apa yang akan terjadi pada nyonya sya
Bu Dewi" saya memiliki alasan tersendiri Bu melakukan itu,jangan pernah sungkan meminta bantuan ku Bu,jika begitu saya permisi
Bu sari" sekali lagi terimakasih Bu
Bu Dewi pergi meninggalkan rumah Arisya
flashback
Emma" Audy saya mau kamu singkirkan bayi itu,saya tidak mau ada penghalang
ibu sari tidak sengaja mendengar percakapan Emma bersama Audy hari itu,hal itu membuat Bu sari menjadi takut,namun Bu sari berfikir jika ia takut maka Arisya tidak akan selamat
ibu sari selalu waspada,setiap kali ada tamu yang datang,dan akhirnya mau tidak mau bu sari meminta bantuan Nini
Nini" astaga Bu tega sekali mereka,kasian taun muda,masih di dalam perut saja sudah banyak berjuang
Bu sari" maka dari itu Nini kita harus membantu nyonya,kasihan nyonya
__ADS_1
Nini" iya Bu,Nini paham,Nini bakal siap dan waspada
Bu sari dan Nini membagi tugas mereka,bahkan Alicia datang pun mereka akan mencurigai nya
hari ini Audy dan nila datang ke kediaman Arisya
Nini* halo Bu sari,nenek sihir datang,siap siap Bu (berbisik)
Bu sari* baik sari,kami siap di bawah saya akan naik ke atas
Nini* baik Bu
setelah selsai melapor Nini kembali ke tempat nya ,dan Bu Sari naik ke atas,Bu sari melihat Arisya tertidur,Bu sari mencari tempat untuk bersembunyi agar dirinya bisa melihat apa saja yang di lakukan kedua orang itu
tidak menunggu lama,Audy dan nila masuk kemar arisya,dan mulai Menganti isi botol obat Arisya
setelah selsai Bu sari keluar untuk mengejutkan kedua nya,nila tidak sengaja menjatuhkan sebuah kertas,namun mereka tidak menyadarinya,setelah keduanya pergi Bu sari bergegas mengambil obat obat itu,dan kertas itu dan berlari ke rumah Bu Dewi
Bu sari" Bu haji,Bu assalamu'alaikum Bu
Bu Dewi"(membuka pintu) iya Bu sari ada apa
Bu sari" Bu haji bisa bantu saya,saya tidak tahu harus meminta bantuan pada siapa jika bukan pada ibu
Bu Dewi" ada apa Bu sari,kenapa terlihat sangat panik seperti ini Bu,mari masuk lebih dulu
ibu Dewi membawa Bu sari masuk kedalam rumahnya agar Bu sari sedikit lebih tenang
Bu Dewi" duduk Bu,tenang dulu,bicara perlahan Bu
Bu Dewi memberikan segelas air pada Bu sari agar Bu sari lebih tenang,setelah merasa lebih tenang Bu sari menceritakan semuanya pada Bu Dewi mengenai kejadian yang Barus saja terjadi
Bu sari" entah lah Bu,nyonya kami tidak pernah mendapat perlakuan baik dari keluarga nyonya Alicia,atau tuan padahal nyonya sya hanya membantu dan itu pun karena keinginan nyonya Alicia
Bu Dewi" tega sekali mereka,baik lah saya akan bawa ini ke laboratorium,secepat nya saya akan kabari ibu,untuk sekarang jangan bertindak gegabah,seperti biasa saja,saya rasa ini akan lebih baik
Bu sari" baik Bu,terimakasih Bu,jika begitu saya permisi,saya takut tuan dan nyonya besar akan curiga
Bu Dewi" baik lah,sore ini akan saya kabari Bu
setelah kepergian Bu sari,Bu Dewi mengambil ponsel nya dan mengirim pesan pada seseorang,setelah itu Bu Dewi pergi untuk memeriksa obat yang baru saja ia dapat kan
ibu Dewi tiba di rumah sakit,buru buru meminta petugas laboratorium mengecek obat yang ia bawa
petugas" Bu dapet dari mana obat keras ini
Bu Dewi" ada apa ?
petugas" ini obat memiliki efek yang berbahaya untuk ibu hamil dan bisa merusak rahim Bu
Bu Dewi sangat terkejut mendengar penuturan petugas itu
Bu Dewi" jika begitu urus obat obat ini,dan saya minta data detail mengenai obat ini segera
petugas" baik Bu
setelah selsai,Bu Dewi bergegas membeli obat yang sama untuk Arisya,setelah selsai Bu Dewi menghubungi bu sari untuk mengambil obat yang baru
Bu Dewi" ini Bu sari,saya mohon benar benar di jaga,kasihan Arisya,apa salah nya,dia anak yang baik
__ADS_1
Bu sari" saya juga tidak tahu Bu,sekali lagi terimakasih Bu,jika begitu saya permisi,takut nyonya Arisya curiga
Bu Dewi" iya Bu,jika ada apa apa segera panggil saya ya
Bu sari" iya Bu,saya permisi
flashback off
Arisya hanya berdiam diri melihat kadavi yang sedari tadi sibuk dengan dirinya sendiri,membuat Arisya sedikit tidak nyaman
Arisya melihat ponsel nya berdering menandakan panggilan masuk
Arisya* ada apa cia (merasa senang)
Alicia* apa mas Davi ada di sana
Arisya melihat ke arah Davi
Arisya* oh iya,mau bicara pada mas Davi,kenapa tidak menelpon mas Davi nya saja
Alicia*tidak di angkat
Arisya melihat ke arah kadavi
kadavi" ponsel ku di mobil
Arisya*akan aku berikan
Alicia* iya tapi kamu perbesar saja suara nya
Arisya* em baik lah
Arisya mengikuti kemauan Alicia
Alicia* mas Davi kapan pulang,aku sangat merindukan mu,bukan kah kamu sudah berjanji tidak akan tidur malam ini (terkekeh) aku tunggu di rumah aku sudah sangat panas (berbicara dengan manja)
kadavi* tunggu lah aku akan segera ke sana
Alicia* baik lah sayang,aku akan menunggu mu,sampai jumpa Daddy
kadavi* em
panggilan berakhir Arisya meletakan ponsel nya di atas meja
Arisya" lain kali jika ingin membicarakan hal seperti itu jangan di hadapan anak ku
Arisya langsung berbaring dan membelakangi kadavi
kadavi hanya diam menatap punggung Arisya,setelah selsai kadavi pergi meninggalkan rumah Arisya
"pergi lah tidak usah kembali,jangan pernah perduli pada ku,atau anak ku,kalian semua sama saja" dalam hati Arisya kesal
________________
TBC
next
jangan lupa setelah membaca tinggalkan jejak kalian,dan berikan dukungan apa pun untuk ku, arigatou gozaimasu 🥰🥰🥰
__ADS_1