
hari ini arisya sudah kembali bekerja setelah memutuskan untuk libur beberapa hari, Arisya tiba di kantor sedikit terlambat membuatnya harus terburu buru masuk ke dalam ruangan nya
Evan" sya kok telat
Arisya" macet tumben sekali
Lucia" ya udah buruan kerja sya,Lo udah baikan kan sya ?
Arisya" sangat baik,thanks sudah khawatir
Evan" syukur kalo gitu,kita kerja,liat danu dah melotot
Arisya dan Lucia terkekeh mendengar perkataan evan
Arisya dan teman teman nya kembali bekerja hingga mereka larut dan hampir melewatkan jam makan siang
Evan" kita makan siang sekarang yuk
"sudah waktu makan siang" Arisya dan Lucia terkejut
Evan" iya,cepat aku lapar
Lucia" makan aja otak Lo van
Evan" biarin wlee
Arisya" ayo aku juga lapar
Arisya,dan kedua teman nya pergi ke kantin kantor,di sana terlihat sangat ramai,Arisya merasa tidak nyaman kerena banyak mata yang melihat ke arah nya,bahkan sebagian dari mereka mulai berdesas desus membicarakan sesuatu,yang Arisya yakini dirinya nya lah yang menjadi bahan pembahasan
Arisya" aku saja yang merasa atau memang mereka sedang menatap dan membicarakan ku
Lucia dan EVan memperhatikan sekitar mereka,namun memang benar ada nya mereka tengah menatap ke arah meja mereka
Tamara dan dan Danu menghampiri Arisya dan yang lain
Tamara" sya gawat
Arisya" gawat kenapa mara ? (bingung)
Evan" duduk dulu,tarik nafas,bicara pelan pelan
Danu" sya benar kamu akan menikah,dan menjadi istri ke dua dari orang kaya
Lucia menyemburkan minuman yang berada di mulut nya dan mengenai Danu yang tepat berada di hadapan nya
Danu" bisa gak usah nyenbur ci
Lucia" maaf,maaf gak sengaja,abis Lo buat kaget
Tamara" sya apa benar begitu ?
Arisya" akan aku jawab tapi tidak disini,nanti setelah pulang bekerja,aku akan bicara pada kalian
Evan" sya
Arisya hanya tersenyum melihat ke empat orang yang ada di hadapan nya itu
setelah selsai mereka kembali bekerja tak terasa waktu pulang kantor tiba,Arisya tengah bersiap siap,untuk pulang
Tamara" sya kamu udah janji mau cerita aku tungguin kamu
Evan" eh buset mara udah sampai sini aja lo
Lucia" segitu penasaran nya nih bocah
Tamara" iya lah emang Lo enggak apa,
Arisya" kita ke taman dekat kantor saja ya,bagaiman ?
Tamara" iya,cepat
mereka berlima tiba di taman,Arisya mulai bercerita,karena menurut nya mau tidak mau mereka juga akan tahu pada akhirnya,lebih baik Arisya bercerita lebih dulu
Danu" sya kamu serius,kadavi sepupu ku,sya kamu gak lagi bercanda kan (menatap Arisya)
Arisya" iya kak Danu,pantas tadi malam uncle Abe menelpon papa lama sekali
__ADS_1
Tamara" tunggu kalian berdua tidak terkejut itu artinya kalian sudah tahu
Evan dan Lucia hanya mengangguk kan kepala
Tamara" dan kalian tidak memberi tahu ku
Evan" kami kan hanya menunggu Arisya saja
Tamara" (memeluk Arisya) sya kamu tenang saja,aku akan selalu ada untuk mu,jika sampai ada yang mengganggu mu aku yang aku maju,kamu tenang saja sya tidak akan aku biarkan orang orang itu menyakiti mu,sya tapi kenapa harus suami cia
Arisya" mara bisa lindungi aku bukan
Tamara" em tentu
Arisya" dengan tidak bertanya seperti itu,sudah melindungi aku
Danu" sya kamu yakin akan menikahi kadavi,sya dia
Arisya memotong perkataan Danu
Arisya" sya yakin,kak jangan takut sya tahu apa yang harus sya lakukan
Tamara" (memeluk Arisya) sya
Arisya" cup cup sudah jangan sedih sya gak apa apa,sya baik baik saja
ponsel Arisya berdering menandakan panggilan masuk,Arisya melihat layar ponsel nya
"cia"
Arisya langsung mengangkat panggilan itu
Arisya* iya cia
Alicia* sya apa kamu sudah pulang
Arisya* kalo dari kantor sudah,tapi aku belum pulang ke rumah ada apa cia
Alicia* oke,kamu di mana ?
Arisya* di taman dekat kantor
Arisya* apa?! tapi cia aku baru saja pulang dan
Alicia* tidak masalah kita hanya makan malam,ya sudah aku jemput kamu ya
Arisya* baik lah
Alicia mengakhiri panggilannya
Lucia" ada apa sya ?
Arisya" cia akan menjemput ku
Danu" sama kadavi ?
Arisya" em,kenapa wajah kalian jadi tegang (terkekeh)
Tamara" sya (memeluk lagi)
Lucia" nih bocah dari tadi nangis aja
Evan" tahu nih
Tamara" biarin,aku kan sedih
Danu" sudah sayang,jangan sedih sya saja tidak bersedih
Arisya" sudah mara jangan sedih ya
tidak perlu menunggu lama,Alicia dan kadavi sudah tiba di taman itu
Alicia" sya ... (melambaikan tangan) loh mara kenapa ?
Lucia" lagi manja sama sya,kek nya lagi eror dia
Evan" Hay Bu model
__ADS_1
Alicia" Hay Evan,Hay Danu
Danu" mana Davi,kenapa tidak turun
Alicia" oh di mobil,sya ayo kita pergi sekarang
Arisya" em,aku duluan ya semua
"hati hati sya" bersamaan
Arisya dan Alicia meninggalkan taman menuju mobil
Lucia" sya benar benar baik,gak tega liat sya
Evan" apa lagi gue yang ada di tempat kejadian
Tamara" pengen peluk sya
Danu" gue kenal Davi,gue malah jadi takut kenapa Napa sama sya
Evan,Lucia,dan Tamara melihat ke arah Danu
"kenapa" bersamaan
Danu" Davi bukan tipe orang yang mudah percaya sama orang asing,dan dia mudah di pengaruhi,sama orang orang terdekat nya,gue jadi takut sya kenapa Napa
mereka berempat memandang Arisya yang sudah mulai menjauh dari pandangan mereka
Alicia" sya kamu di depan ya,aku duduk di belakang,soalnya aku mau ngerjain sesuatu
Arisya" tapi cia
Alicia" gak apa apa sya,latihan (tersenyum)
Alicia masuk kedalam mobil,mau tidak mau Arisya duduk di samping kadavi
melihat Arisya duduk di sebelah nya kadavi langsung protes
kadavi" sayang kenapa kamu tidak duduk didepan ,kenapa harus dia
Alicia" tidak apa apa mas,aku sedang mengerjakan sesuatu jika di depan akan sulit
Kadavi" tidak akan sulit kamu pindah
Arisya berinisiatif untuk turun namun Alicia menghentikan nya
Alicia" biar sya di depan,jika kamu masih berisik lebih abik aku turun
mendengar ucapan Arisya,kadavi langsung terdiam,dan melajukan mobilnya,sepanjang perjalanan tidak ada yang berbincang semua sibuk dengan fikiran masing masing
sesampainya di restoran Alicia turun lebih dulu,sementara Arisya masih kesulitan membuka seat belt, yang melintang di tubuh nya
Arisya terus berusaha namun tidak tahu kenapa seatbelt nya susah sekali di buka
kadavi yang melihat itu mau tidak mau membantu Arisya
kadavi" tidak pernah naik mobil mewah,atau memang sengaja ingin merusak mobil ku
clek
seatbelt itu terbuka dengan sekali tekan
Arisya" ma-maaf
setelah terbuka Arisya langsung turun dan masuk menghampiri Alicia
Arisya lebih banyak berdiam diri,Arisya hanya memperhatikan pasangan yang berada di hadapan nya,yang terlihat sangat bahagia
" mereka sangat bahagia,kenapa aku harus berada di antara mereka" dalam hati Arisya
_____________
TBC
next
jangan lupa kasih dukungan kalian buat aku,jangan lupa kasih saran dan kritik kalian buat aku,terimakasih
__ADS_1
tinggalkan jejak kalian ya guys 🤗🤗😊😊