Pilihan Hidup Ku

Pilihan Hidup Ku
PHK 30


__ADS_3

hari ini arisya sudah kembali bekerja setelah memutuskan untuk libur beberapa hari, Arisya tiba di kantor sedikit terlambat membuatnya harus terburu buru masuk ke dalam ruangan nya


Evan" sya kok telat


Arisya" macet tumben sekali


Lucia" ya udah buruan kerja sya,Lo udah baikan kan sya ?


Arisya" sangat baik,thanks sudah khawatir


Evan" syukur kalo gitu,kita kerja,liat danu dah melotot


Arisya dan Lucia terkekeh mendengar perkataan evan


Arisya dan teman teman nya kembali bekerja hingga mereka larut dan hampir melewatkan jam makan siang


Evan" kita makan siang sekarang yuk


"sudah waktu makan siang" Arisya dan Lucia terkejut


Evan" iya,cepat aku lapar


Lucia" makan aja otak Lo van


Evan" biarin wlee


Arisya" ayo aku juga lapar


Arisya,dan kedua teman nya pergi ke kantin kantor,di sana terlihat sangat ramai,Arisya merasa tidak nyaman kerena banyak mata yang melihat ke arah nya,bahkan sebagian dari mereka mulai berdesas desus membicarakan sesuatu,yang Arisya yakini dirinya nya lah yang menjadi bahan pembahasan


Arisya" aku saja yang merasa atau memang mereka sedang menatap dan membicarakan ku


Lucia dan EVan memperhatikan sekitar mereka,namun memang benar ada nya mereka tengah menatap ke arah meja mereka


Tamara dan dan Danu menghampiri Arisya dan yang lain


Tamara" sya gawat


Arisya" gawat kenapa mara ? (bingung)


Evan" duduk dulu,tarik nafas,bicara pelan pelan


Danu" sya benar kamu akan menikah,dan menjadi istri ke dua dari orang kaya


Lucia menyemburkan minuman yang berada di mulut nya dan mengenai Danu yang tepat berada di hadapan nya


Danu" bisa gak usah nyenbur ci


Lucia" maaf,maaf gak sengaja,abis Lo buat kaget


Tamara" sya apa benar begitu ?


Arisya" akan aku jawab tapi tidak disini,nanti setelah pulang bekerja,aku akan bicara pada kalian


Evan" sya


Arisya hanya tersenyum melihat ke empat orang yang ada di hadapan nya itu


setelah selsai mereka kembali bekerja tak terasa waktu pulang kantor tiba,Arisya tengah bersiap siap,untuk pulang


Tamara" sya kamu udah janji mau cerita aku tungguin kamu


Evan" eh buset mara udah sampai sini aja lo


Lucia" segitu penasaran nya nih bocah


Tamara" iya lah emang Lo enggak apa,


Arisya" kita ke taman dekat kantor saja ya,bagaiman ?


Tamara" iya,cepat


mereka berlima tiba di taman,Arisya mulai bercerita,karena menurut nya mau tidak mau mereka juga akan tahu pada akhirnya,lebih baik Arisya bercerita lebih dulu


Danu" sya kamu serius,kadavi sepupu ku,sya kamu gak lagi bercanda kan (menatap Arisya)


Arisya" iya kak Danu,pantas tadi malam uncle Abe menelpon papa lama sekali

__ADS_1


Tamara" tunggu kalian berdua tidak terkejut itu artinya kalian sudah tahu


Evan dan Lucia hanya mengangguk kan kepala


Tamara" dan kalian tidak memberi tahu ku


Evan" kami kan hanya menunggu Arisya saja


Tamara" (memeluk Arisya) sya kamu tenang saja,aku akan selalu ada untuk mu,jika sampai ada yang mengganggu mu aku yang aku maju,kamu tenang saja sya tidak akan aku biarkan orang orang itu menyakiti mu,sya tapi kenapa harus suami cia


Arisya" mara bisa lindungi aku bukan


Tamara" em tentu


Arisya" dengan tidak bertanya seperti itu,sudah melindungi aku


Danu" sya kamu yakin akan menikahi kadavi,sya dia


Arisya memotong perkataan Danu


Arisya" sya yakin,kak jangan takut sya tahu apa yang harus sya lakukan


Tamara" (memeluk Arisya) sya


Arisya" cup cup sudah jangan sedih sya gak apa apa,sya baik baik saja


ponsel Arisya berdering menandakan panggilan masuk,Arisya melihat layar ponsel nya


"cia"


Arisya langsung mengangkat panggilan itu


Arisya* iya cia


Alicia* sya apa kamu sudah pulang


Arisya* kalo dari kantor sudah,tapi aku belum pulang ke rumah ada apa cia


Alicia* oke,kamu di mana ?


Arisya* di taman dekat kantor


Arisya* apa?! tapi cia aku baru saja pulang dan


Alicia* tidak masalah kita hanya makan malam,ya sudah aku jemput kamu ya


Arisya* baik lah


Alicia mengakhiri panggilannya


Lucia" ada apa sya ?


Arisya" cia akan menjemput ku


Danu" sama kadavi ?


Arisya" em,kenapa wajah kalian jadi tegang (terkekeh)


Tamara" sya (memeluk lagi)


Lucia" nih bocah dari tadi nangis aja


Evan" tahu nih


Tamara" biarin,aku kan sedih


Danu" sudah sayang,jangan sedih sya saja tidak bersedih


Arisya" sudah mara jangan sedih ya


tidak perlu menunggu lama,Alicia dan kadavi sudah tiba di taman itu


Alicia" sya ... (melambaikan tangan) loh mara kenapa ?


Lucia" lagi manja sama sya,kek nya lagi eror dia


Evan" Hay Bu model

__ADS_1


Alicia" Hay Evan,Hay Danu


Danu" mana Davi,kenapa tidak turun


Alicia" oh di mobil,sya ayo kita pergi sekarang


Arisya" em,aku duluan ya semua


"hati hati sya" bersamaan


Arisya dan Alicia meninggalkan taman menuju mobil


Lucia" sya benar benar baik,gak tega liat sya


Evan" apa lagi gue yang ada di tempat kejadian


Tamara" pengen peluk sya


Danu" gue kenal Davi,gue malah jadi takut kenapa Napa sama sya


Evan,Lucia,dan Tamara melihat ke arah Danu


"kenapa" bersamaan


Danu" Davi bukan tipe orang yang mudah percaya sama orang asing,dan dia mudah di pengaruhi,sama orang orang terdekat nya,gue jadi takut sya kenapa Napa


mereka berempat memandang Arisya yang sudah mulai menjauh dari pandangan mereka


Alicia" sya kamu di depan ya,aku duduk di belakang,soalnya aku mau ngerjain sesuatu


Arisya" tapi cia


Alicia" gak apa apa sya,latihan (tersenyum)


Alicia masuk kedalam mobil,mau tidak mau Arisya duduk di samping kadavi


melihat Arisya duduk di sebelah nya kadavi langsung protes


kadavi" sayang kenapa kamu tidak duduk didepan ,kenapa harus dia


Alicia" tidak apa apa mas,aku sedang mengerjakan sesuatu jika di depan akan sulit


Kadavi" tidak akan sulit kamu pindah


Arisya berinisiatif untuk turun namun Alicia menghentikan nya


Alicia" biar sya di depan,jika kamu masih berisik lebih abik aku turun


mendengar ucapan Arisya,kadavi langsung terdiam,dan melajukan mobilnya,sepanjang perjalanan tidak ada yang berbincang semua sibuk dengan fikiran masing masing


sesampainya di restoran Alicia turun lebih dulu,sementara Arisya masih kesulitan membuka seat belt, yang melintang di tubuh nya


Arisya terus berusaha namun tidak tahu kenapa seatbelt nya susah sekali di buka


kadavi yang melihat itu mau tidak mau membantu Arisya


kadavi" tidak pernah naik mobil mewah,atau memang sengaja ingin merusak mobil ku


clek


seatbelt itu terbuka dengan sekali tekan


Arisya" ma-maaf


setelah terbuka Arisya langsung turun dan masuk menghampiri Alicia


Arisya lebih banyak berdiam diri,Arisya hanya memperhatikan pasangan yang berada di hadapan nya,yang terlihat sangat bahagia


" mereka sangat bahagia,kenapa aku harus berada di antara mereka" dalam hati Arisya


_____________


TBC


next


jangan lupa kasih dukungan kalian buat aku,jangan lupa kasih saran dan kritik kalian buat aku,terimakasih

__ADS_1


tinggalkan jejak kalian ya guys 🤗🤗😊😊


__ADS_2