Pilihan Hidup Ku

Pilihan Hidup Ku
PHK 105


__ADS_3

Avila dan kadavi sudah berada di rumah,keduanya tidak ikut menjaga Aryan,karena memikirkan putra mereka


kadavi" aku merasa ada yang aneh dengan aunty Naila


Arisya" aneh bagaimana?


kadavi" tidak tahu aku hanya merasakan saja,hah hari ini sungguh melelahkan sayang


Arisya"(memeluk kadavi) kamu pasti sangat lelah,mau aku buatkan sesuatu (membelai kepala kadavi)


kadavi" (menggelengkan kepala) tidak aku mau peluk kamu aja


Arisya hanya tertawa,dan mengeratkan pelukan nya pada kadavi


kadavi" dimana jagoan itu sayang


Arisya" jagoan mu sudah tidur


kadavi mengubah posisi nya berbaring dan menjadikan paha Arisya sebagai bantal


kadavi" padahal aku mau bermain dengan nya


Arisya" besok saja,lebih baik kamu istirahat (mengelus kepala kadavi) ini juga sudah malam


kadavi" jadi begini rasanya di manjakan oleh istri (tersenyum)


Arisya" maksud mu ?


kadavi" ya di manjakan,seperti kata orang orang


Arisya" bukan nya semua semua istri pasti seperti ini


kadavi" dulu saat aku bersama Alicia tidak seperti ini,bahkan aku lebih banyak tidur sendiri


Arisya" karena Alicia sibuk,sudah sudah tidur saja


kadavi" kira kira apa kabar Alicia sekarang


Arisya" tidak tahu,aku berharap dia segera pulih dan kembali pada kita


kadavi" aku beruntung memiliki kamu,terimakasih sudah mau menerima ku,dengan semua kesalahan ku dulu


Arisya" aku juga beruntung mendapat kan mu,aku jadi banyak belajar mengenai hidup karena mu


kadavi menyembunyikan wajah nya di perut Arisya


kadavi" (melihat ke arah Arisya) sayang apa di sini tidak ada adik nya fari


Arisya" jangan ngarang kamu,g fari saja baru berusia enam bulan dan kamu sudah membicarakan adik


kadavi" tidak apa apa,lagi pula jika fari punya adik dia akan ada temen bermain nanti nya


tangan kadavi mulai menjelajah di tubuh Arisya


Arisya" jangan macam macam,Daddy


namun kadavi tidak menghiraukan perkataan istri nya mau tidak mau Arisya menerima setiap sengatan yang di berikan suami nya pada nya


hingga mereka berdua saling melepaskan diri dari panas nya gelora api cinta di antara kedua nya,dan mendapatkan kenikmatan yang luar biasa


kadavi mendekat kembali pada Arisya


kadavi" semoga kamu cepat hadir ya sayang,biar kakak fari ada teman nya (mengelus perut polos Arisya)

__ADS_1


Arisya hanya bisa pasrah saat suami nya kembali memulai aksi nya


sementara di rumah sakit,Zainab dan yang lain sudah meninggalkan rumah sakit,tersisa Avila,Naila dan juga jeremy


mereka berada dalam satu ruangan namun tidak satu pun dari mereka yang saling bicara,hingga jeremy meminta Avila untuk membersihkan diri nya


Jeremy" Avi bersih kan diri mu nak,ini baju ganti dan peralatan mandi di bawakan oleh Arisya


avila ingin menjawab namun kata katanya terhenti saat Naila lebih dulu menjawab


Naila" untuk apa kalian masih di sini,pergi dari sini,jangan mengganggu hidup ku dan putra ku lagi,pergi dari sini


Jeremy" Naila tidak kah kamu mengerti perasaan Avila,kami hanya mau bertanggung jawab di sini,tidak ada maksud lain


Naila" tanggung jawab kata mu,lihat karena perbuatan nya (melihat Avila) putra ku hampir ke hilangan nyawanya


Jeremy" apa Avila bukan putri mu Naila,apa Avila bukan darah daging mu Naila,apa kah Avila tidak pernah ada di rahim mu


Jeremy sudah mulai geram mendengar perkataan Naila yang tidak menganggap Avila putri nya


Naila" (memejamkan matanya) tidak dia bukan putri ku,dia tidak pernah aku anggap ada,karena dirinya hidup ku menderita


Avila merasakan getaran berbeda pada ucapan Naila


Avila" mama jika mama membenci Avi,Avi mohon kali ini saja biarkan Avi di sini sebagai penanggung jawab atas Aryan,Avi tidak mungkin meninggalkan orang yang berjasa menyelamatkan hidup Avi,nyonya Naila saya mohon


perkataan Avila berhasil membuat Naila menjatuhkan air mata yang sedari tadi ia tahan sekuat tenaga


Naila tidak menjawab perkataan Avila,sikap diam Naila di anggap sebagai tanda setuju oleh Avila,Avila pergi mengambil baju dan alat mandi untuk membersihkan diri


Jeremy" Naila apa salah Avila,hingga kamu begitu tega padanya


Naila" dia lah kesalahan nya,diam atau aku panggil satpam untuk mengusir kalian


Jeremy meninggalkan ruangan itu,membiarkan Naila sendiri


setelah selsai membersihkan dirinya,Avila tidak menemukan Daddy nya,dirinya hanya melihat Naila yang masih setia di sebelah Aryan


Avila kembali duduk di sofa,hingga kantuk menyerang nya dan tertidur


Naila melihat ke arah Avila,yang sudah tertidur pulas,Naila meneteskan air mata melihat Avila yang tidur dengan ke adaan meringkuk


Naila" dia sama seperti ku (tersenyum)


Naila mengambil sebuah selimut dan menyelimuti Avila,Naila memberanikan diri mengelus kepala Avila,saat dirinya hendak melakukan pintu ruangan itu di buka oleh jeremy


dengan cepat Naila menarik tangan nya dan berdiri kembali


Jeremy" apa yang kamu lakukan


Naila" dia hampir terjatuh aku hanya membenarkan posisi nya saja (berbohong)


Jeremy mendekati Avila dan meletakan kepala Avila di paha nya,dan Naila kembali ke tempat nya semula


tidak terasa malam semakin larut,Naila sudah tertidur dalam ke Adana duduk,sementara Jeremy masih terbangun


Jeremy meletakan kepala Avila di bantal,dirinya mengambil sebuah selimut menutupi tubuh Naila


Jeremy" kamu masih tetap sama Naila,kamu lah alasan ku mengapa aku tidka mencari ibu untuk Avila,cinta ku pada mu semakin tumbuh,bahkan dengan perlakuan kasar atau penolakan mu


Jeremy melihat Aryan,yang terbaring


Jeremy" maafkan aku,karena putri ku kamu jadi begini,terimakasih sudah bertahan,bangunlah jangan membuat mama mu sedih

__ADS_1


Jeremy memegang tangan Aryan, Jeremy terkejut saat tangan Aryan menggenggam tangan dan mulai membuka mata nya


Jeremy" Naila,naila bangun Aryan sudah sadar


mendengar perkataan jeremy baik Naila atau pun Avila langsung terbangun


Jeremy" aku akan panggil dokter


Jeremy melepaskan pegangan Aryan


Naila" sayang (menangis) kamu membuat mama takut nak


Aryan hanya tersenyum di balik alat pernafasan itu


Avila hanya bisa menangis bahagia,melihat Aryan membuka mata nya


Jeremy kembali dengan dokter,para tim medis mengecek keadaan Aryan,setelah memastikan semua baik-baik saja,para tim medis meninggalkan ruangan itu dengan mencabut beberapa alat yang terpasang di tubuh Aryan


Naila" kamu membuat mama takut nak


Aryan" maaf ma,Aryan tidak akan meninggalkan mama,Aryan kan sudah berjanji,sudah lah jangan menangis lagi,Aryan sudah baik baik saja


Aryan melihat ke arah Avila dan Jeremy yang berada di ujung pembaringan nya


Aryan" apa wanita itu menangis untuk ku uncle (terkekeh)


Avila" diem kamu anak bodoh,bisa bisa nya kamu melakukan hal ini (tersenyum dengan air mata yang masih mengalir)


Aryan" apa aku sudah di terima


Avila" bodoh


Naila dan Jeremy melihat kedua anak itu bergantian,kedua nya merasa kan sesuatu hal yang berbeda, Jeremy merasakan mereka seperti keluarga


Naila menghentikan perdebatan kedua anak itu


Naila" hentikan,sudah cukup,kalian berdua sebaik nya pergi,bukan kah anak ku sudah bangun,kalian bisa pergi dari sini


Jeremy" tapi


Naila" tidak ada tapi,silahkan kalian pergi dari sini


Aryan" mereka tidak boleh pergi,mereka harus bertanggung jawab atas semua ini


Naila" Aryan (meninggikan suara)


Aryan" betul ma,mereka harus bertanggung jawab


Avila" baik lah aku akan bertanggung jawab,aku akan tetap di sini mengurus mu


Aryan" deal,jika kamu kabur aku akan mencari mu


Avila" deal


tanpa mereka sadari keduanya seolah mengerti satu sama lain tanpa harus di jelaskan


Naila dan Jeremy hanya bisa mengikuti keinginan kedua anak itu


__________


TBC


next

__ADS_1


__ADS_2