
Avila dan kadavi sudah berada di rumah,keduanya tidak ikut menjaga Aryan,karena memikirkan putra mereka
kadavi" aku merasa ada yang aneh dengan aunty Naila
Arisya" aneh bagaimana?
kadavi" tidak tahu aku hanya merasakan saja,hah hari ini sungguh melelahkan sayang
Arisya"(memeluk kadavi) kamu pasti sangat lelah,mau aku buatkan sesuatu (membelai kepala kadavi)
kadavi" (menggelengkan kepala) tidak aku mau peluk kamu aja
Arisya hanya tertawa,dan mengeratkan pelukan nya pada kadavi
kadavi" dimana jagoan itu sayang
Arisya" jagoan mu sudah tidur
kadavi mengubah posisi nya berbaring dan menjadikan paha Arisya sebagai bantal
kadavi" padahal aku mau bermain dengan nya
Arisya" besok saja,lebih baik kamu istirahat (mengelus kepala kadavi) ini juga sudah malam
kadavi" jadi begini rasanya di manjakan oleh istri (tersenyum)
Arisya" maksud mu ?
kadavi" ya di manjakan,seperti kata orang orang
Arisya" bukan nya semua semua istri pasti seperti ini
kadavi" dulu saat aku bersama Alicia tidak seperti ini,bahkan aku lebih banyak tidur sendiri
Arisya" karena Alicia sibuk,sudah sudah tidur saja
kadavi" kira kira apa kabar Alicia sekarang
Arisya" tidak tahu,aku berharap dia segera pulih dan kembali pada kita
kadavi" aku beruntung memiliki kamu,terimakasih sudah mau menerima ku,dengan semua kesalahan ku dulu
Arisya" aku juga beruntung mendapat kan mu,aku jadi banyak belajar mengenai hidup karena mu
kadavi menyembunyikan wajah nya di perut Arisya
kadavi" (melihat ke arah Arisya) sayang apa di sini tidak ada adik nya fari
Arisya" jangan ngarang kamu,g fari saja baru berusia enam bulan dan kamu sudah membicarakan adik
kadavi" tidak apa apa,lagi pula jika fari punya adik dia akan ada temen bermain nanti nya
tangan kadavi mulai menjelajah di tubuh Arisya
Arisya" jangan macam macam,Daddy
namun kadavi tidak menghiraukan perkataan istri nya mau tidak mau Arisya menerima setiap sengatan yang di berikan suami nya pada nya
hingga mereka berdua saling melepaskan diri dari panas nya gelora api cinta di antara kedua nya,dan mendapatkan kenikmatan yang luar biasa
kadavi mendekat kembali pada Arisya
kadavi" semoga kamu cepat hadir ya sayang,biar kakak fari ada teman nya (mengelus perut polos Arisya)
__ADS_1
Arisya hanya bisa pasrah saat suami nya kembali memulai aksi nya
sementara di rumah sakit,Zainab dan yang lain sudah meninggalkan rumah sakit,tersisa Avila,Naila dan juga jeremy
mereka berada dalam satu ruangan namun tidak satu pun dari mereka yang saling bicara,hingga jeremy meminta Avila untuk membersihkan diri nya
Jeremy" Avi bersih kan diri mu nak,ini baju ganti dan peralatan mandi di bawakan oleh Arisya
avila ingin menjawab namun kata katanya terhenti saat Naila lebih dulu menjawab
Naila" untuk apa kalian masih di sini,pergi dari sini,jangan mengganggu hidup ku dan putra ku lagi,pergi dari sini
Jeremy" Naila tidak kah kamu mengerti perasaan Avila,kami hanya mau bertanggung jawab di sini,tidak ada maksud lain
Naila" tanggung jawab kata mu,lihat karena perbuatan nya (melihat Avila) putra ku hampir ke hilangan nyawanya
Jeremy" apa Avila bukan putri mu Naila,apa Avila bukan darah daging mu Naila,apa kah Avila tidak pernah ada di rahim mu
Jeremy sudah mulai geram mendengar perkataan Naila yang tidak menganggap Avila putri nya
Naila" (memejamkan matanya) tidak dia bukan putri ku,dia tidak pernah aku anggap ada,karena dirinya hidup ku menderita
Avila merasakan getaran berbeda pada ucapan Naila
Avila" mama jika mama membenci Avi,Avi mohon kali ini saja biarkan Avi di sini sebagai penanggung jawab atas Aryan,Avi tidak mungkin meninggalkan orang yang berjasa menyelamatkan hidup Avi,nyonya Naila saya mohon
perkataan Avila berhasil membuat Naila menjatuhkan air mata yang sedari tadi ia tahan sekuat tenaga
Naila tidak menjawab perkataan Avila,sikap diam Naila di anggap sebagai tanda setuju oleh Avila,Avila pergi mengambil baju dan alat mandi untuk membersihkan diri
Jeremy" Naila apa salah Avila,hingga kamu begitu tega padanya
Naila" dia lah kesalahan nya,diam atau aku panggil satpam untuk mengusir kalian
Jeremy meninggalkan ruangan itu,membiarkan Naila sendiri
setelah selsai membersihkan dirinya,Avila tidak menemukan Daddy nya,dirinya hanya melihat Naila yang masih setia di sebelah Aryan
Avila kembali duduk di sofa,hingga kantuk menyerang nya dan tertidur
Naila melihat ke arah Avila,yang sudah tertidur pulas,Naila meneteskan air mata melihat Avila yang tidur dengan ke adaan meringkuk
Naila" dia sama seperti ku (tersenyum)
Naila mengambil sebuah selimut dan menyelimuti Avila,Naila memberanikan diri mengelus kepala Avila,saat dirinya hendak melakukan pintu ruangan itu di buka oleh jeremy
dengan cepat Naila menarik tangan nya dan berdiri kembali
Jeremy" apa yang kamu lakukan
Naila" dia hampir terjatuh aku hanya membenarkan posisi nya saja (berbohong)
Jeremy mendekati Avila dan meletakan kepala Avila di paha nya,dan Naila kembali ke tempat nya semula
tidak terasa malam semakin larut,Naila sudah tertidur dalam ke Adana duduk,sementara Jeremy masih terbangun
Jeremy meletakan kepala Avila di bantal,dirinya mengambil sebuah selimut menutupi tubuh Naila
Jeremy" kamu masih tetap sama Naila,kamu lah alasan ku mengapa aku tidka mencari ibu untuk Avila,cinta ku pada mu semakin tumbuh,bahkan dengan perlakuan kasar atau penolakan mu
Jeremy melihat Aryan,yang terbaring
Jeremy" maafkan aku,karena putri ku kamu jadi begini,terimakasih sudah bertahan,bangunlah jangan membuat mama mu sedih
__ADS_1
Jeremy memegang tangan Aryan, Jeremy terkejut saat tangan Aryan menggenggam tangan dan mulai membuka mata nya
Jeremy" Naila,naila bangun Aryan sudah sadar
mendengar perkataan jeremy baik Naila atau pun Avila langsung terbangun
Jeremy" aku akan panggil dokter
Jeremy melepaskan pegangan Aryan
Naila" sayang (menangis) kamu membuat mama takut nak
Aryan hanya tersenyum di balik alat pernafasan itu
Avila hanya bisa menangis bahagia,melihat Aryan membuka mata nya
Jeremy kembali dengan dokter,para tim medis mengecek keadaan Aryan,setelah memastikan semua baik-baik saja,para tim medis meninggalkan ruangan itu dengan mencabut beberapa alat yang terpasang di tubuh Aryan
Naila" kamu membuat mama takut nak
Aryan" maaf ma,Aryan tidak akan meninggalkan mama,Aryan kan sudah berjanji,sudah lah jangan menangis lagi,Aryan sudah baik baik saja
Aryan melihat ke arah Avila dan Jeremy yang berada di ujung pembaringan nya
Aryan" apa wanita itu menangis untuk ku uncle (terkekeh)
Avila" diem kamu anak bodoh,bisa bisa nya kamu melakukan hal ini (tersenyum dengan air mata yang masih mengalir)
Aryan" apa aku sudah di terima
Avila" bodoh
Naila dan Jeremy melihat kedua anak itu bergantian,kedua nya merasa kan sesuatu hal yang berbeda, Jeremy merasakan mereka seperti keluarga
Naila menghentikan perdebatan kedua anak itu
Naila" hentikan,sudah cukup,kalian berdua sebaik nya pergi,bukan kah anak ku sudah bangun,kalian bisa pergi dari sini
Jeremy" tapi
Naila" tidak ada tapi,silahkan kalian pergi dari sini
Aryan" mereka tidak boleh pergi,mereka harus bertanggung jawab atas semua ini
Naila" Aryan (meninggikan suara)
Aryan" betul ma,mereka harus bertanggung jawab
Avila" baik lah aku akan bertanggung jawab,aku akan tetap di sini mengurus mu
Aryan" deal,jika kamu kabur aku akan mencari mu
Avila" deal
tanpa mereka sadari keduanya seolah mengerti satu sama lain tanpa harus di jelaskan
Naila dan Jeremy hanya bisa mengikuti keinginan kedua anak itu
__________
TBC
next
__ADS_1