
Lusi melihat ponsel nya yang seharian belum ia perhatikan
Lusi" banyak sekali panggilan dari Nini
Lusi mulai mengecek pesan yang sudah bertumpuk,betapa terkejutnya Lusi saat melihat pesan Nini yang mengatakan jika Arisya akan segera melahirkan
melihat pesan itu Lusi langsung menghubungi Nini
Lusi* Nini bagaimana Arisya,apa sudah melahirkan ?
Nini* masih dalam proses mba,kami juga masih menunggu
Lusi* kenapa cepat sekali,bukan kah masih seminggu lagi jadwal melahirkan nya
Nini* gak tahu mba saya juga,mohon doanya mba bilang ayah sama bunda jangan panik,di sini sudah ada yang menangani
Lusi* baik lah kabari aku jika,ada sesuatu aku akan memberi tahu ayah dan bunda
Nini* iya mba
Lusi mengakhiri panggilan nya,dan memberitahu ayah dan bunda nya
Lusi" bunda sya akan melahirkan
Ningrum" hah? apa ? bukan kah belum waktu nya
Lusi" aku juga tidak tahu
Ningrum" bagaimana ke adaan nya apa dia baik baik saja
Lusi" sya masih dalam penanganan Bun,kita doakan saja dan kita tunggu kabar nya
Arisya masih berjuang untuk melahirkan perut Arisya terasa sangat sakit
Bu Dewi" Arisya ini masih pembukaan empat,kamu harus kuat
Arisya" sangat sakit Bu,ya Allah Bu sya gak tahan Bu
Bu Dewi" sabar sya,sabar ya nak,ibu yakin kamu bisa
Arisya" iya Bu sya bisa Bu,sya bisa
Bu Dewi" tarik nafas nak yang teratur,kamu tidak boleh banyak bergerak takut air ketuban mu keluar lagi
Arisya" Bu sakit
Bu Dewi" iya nak ibu tahu,sabar nak sabar
Bu sari,Nini dan avila yang menunggu sangat cemas
ponsel Avila berdering menandakan panggilan masuk,Avila mengangkat panggilan itu tanpa melihat layar nya
Avila* ada apa,bisa tidak menganggu aku tengah menunggu orang melahirkan
Bara*siapa yang melahirkan ?
Avila* kakak ku Arisya,jangan banyak bertanya
Bara* kamu Dimana ?
Avila* rumah sakit ***************
Bara* Jerman ??
Avila baru menyadari suara orang yang berada di sebrang sana,Avila langsung mengakhiri panggilan nya
"astaga apa yang aku lakukan,bagaimana ini" kini kecemasan Avila Semakin bertambah
Bara yang baru saja menadapat informasi mengenai Arisya dan Avila langsung menghubungi kadavi
Bara* kadavi aku tahu,Dimana Arisya berada sekarang dia akan melahirkan
__ADS_1
kadavi* Dimana dia,apa kamu serius Bara
Bara* Avila memberi tahu ku
kadavi* Avila ? bukan kah dia
Bara* sudah tidak usah banyak bicara sekarang kita terbang ke Jerman istri mu akan melahirkan
tanpa banyak bicara lagi,kadavi langsung bergegas menelpon Kholik dan Daddy nya
kadavi* Kholik diapakan jet pribadi aku akan terbang ke Jerman istri ku akan melahirkan
Kholik* istri ?
kadavi* lakukan cepat
Kholik* baik lah
setelah selesai menelpon Kholik kadavi menghubungi Daddy Abe
kadavi* halo Daddy
Abe* Arisya ada di sini bukan
kadavi* Daddy sudah tahu ?
Abe* anak buah Daddy kehilangan chip nya dan baru tadi dia menghubungi kami
kadavi* dia akan melahirkan dad
Abe* Daddy sedang dalam perjalanan cepat lah kemari bawa keluarga Arisya ke mari,Daddy akan terus memberi tahu perkembangan nya pada mu
kadavi* baik dad,aku mengerti
setelah selsai,kadavi merasa bingung akan menghubungi keluarga Arisya,akhirnya kadavi berinisiatif membeli rumah milik keluarga Arisya agar bisa bertemu dengan mereka
kadavi menghubungi RT yang menangani penjualan rumah keluarga Arisya
kadavi* halo pak,saya Budi
pak RT" iya pak Budi ada apa
kadavi" saya dapat info jika bapak tengah menjual rumah
pak RT" iya pak benar,ada apa ya pak ?
kadavi" begini pak saya mau membeli rumah itu,hari ini juga,bisa saya menghubungi pemilik rumah itu
pak RT" oh iya pak,baik lah saya akan mengirimkan nomor pemilik rumah nya,jika bapak mau melihat lihat bapak bisa datang ke lokasi nya
kadavi" baik lah pak,saya tunggu
kadavi mengakhiri panggilan nya,tak lama sebuah pesan masuk kadavi melihat pesan itu
kadavi langsung menghubungi nomor yang di berikan pak RT padanya,sedikit lama kadavi menunggu sampai panggilan itu di jawab
Panji*iya selamat malam
kadavi* akhirnya
Panji* kadavi ??!
Panji hendak mengakhiri panggilan nya namun kadavi lebih dulu mencegah aksi Panji itu
kadavi* tunggu sebenatar,aku mohon jangan di matikan,Arisya akan melahirkan,aku akan pergi kesana,dan aku mau mengajak kalian untuk pergi,pergi bersama aku yakin jika Arisya membutuhkan kita
Panji terdiam sejenak
kadavi*halo... mas Panji apa kamu mendengar ku
Lusi* kapan kamu akan pergi,kami akan menunggu di bandara
__ADS_1
kadavi* malam ini kak,aku akan berangkat malam ini juga
Lusi* baik lah kami akan menunggu di bandara
tanpa banyak bicara Lusi langsung mengakhiri panggilan itu
Lusi" kita pergi,dia benar Arisya butuh kita
Ningrum" tapi
Lusi" bunda,fikirkan Arisya dulu,selanjutnya kita fikirkan lagi nanti
Hardi" ayah setuju sama Lulu,kita bersiap sekarang
keluarga Arisya langsung berkemas,dan pergi ke bandara
begitu juga dengan kadavi,tanpa membawa barang kadavi langsung pergi menuju bandara
sementara Arisya masih merasakan sakit yang luar biasa
Bu sari"sya,sabar, istighfar, sya pasti kuat demi sih kecil
Nini" iya mba sya pasti kuat
Arisya" ya Allah Bu sakit sekali Bu,Arisya rasanya sudah tidak bisa mengais karena rasa sakit yang iya rasakan
Abe tiba di rumah sakit dimana Arisya berada
Abe" Avila dimana Arisya ?
Avila" sorry uncle,kak sya sedang di dalam
Abe" kita bicarakan ini nanti Avila
Avila melihat Abe dan Daddy nya yang menatap nya tajam
Avila" sorry dad
Jeremy" dasar anak nakal,kita bicarakan ini nanti
Abe tidak langsung menemui Arisya dirinya tahu jika ia menemui Arisya akan mengakibatkan hal fatal untuk Arisya
Abe" kenapa kamu lama sekali melapor
Bu Dewi" maaf Abe,aku harus mengurus semua nya sendiri,dan baru kemarin aku sempat melapor
Abe" sudah ku duga jika Arisya bersama mu
Bu Dewi" kau tahu bagaimana aku,aku tidak sanggup melihat Arisya di hina seperti itu
Abe" apa kamu sudah tahu yang terjadi
Bu Dewi" em.. Vero sudah cerita,aku tidak menyangka Alicia melakukan itu pada kita
Abe" itu salah ku,sudah lah yang pasti semua sudah selsai,bagaimana saat ini keadaan Arisya dan bayi nya
Bu Dewi" kita tunggu beberapa jam lagi,jika tidak bisa bertahan malam ini kita akan ambil tindakan operasi,jika kondisi nya memungkin kan kita akan tetap usahakan untuk melahirkan normal
Abe" tidak bisa kah menunggu besok,agar kadavi dan keluarga Arisya tiba
Bu Dewi" kita lihat nanti Abe, jika kita memaksa akan berbahaya bagi ke dua nya
Abe" lakukan apa pun yang terbaik Dewi
Bu Dewi" ini ke Alihan ku jadi percaya pada ku
Bu Dewi meninggalkan Abe yang masih terduduk diam di ruangan itu
______________________
TBC
__ADS_1
next
kita lanjut lagi guys