
setibanya di kantor Arisya langsung mengerjakan tugas nya,walau kini fikiran nya tengah kacau balau,namun dirinya berusaha bersikap profesional mengerjakan tugas nya
Evan memperhatikan Arisya,begitu juga Lucia yang merasa heran akan sikap Arisya yang tiba tiba merasa kesal
Arisya" aarrghh (menusukan kepalanya)
diam diam Arisya menangis tanpa suara,rasanya ingin sekali dirinya berlari sejauh mungkin dan berteriak untuk menenangkan fikiran nya
Lucia" sya kenapa perasaan hari ini tender besar nya berhasil
Evan" panjang ceritanya
Lucia" Lo sama sya dari mana tadi ?
Evan" gue bilang diem ci,bisa gak
Lucia" gak usah ngegas ngapa heh,lu berdua pada kenapa sih ke sambet ya
Arisya yang melihat Lucia di hadapan nya langsung memeluk Lucia,dan menangis,hal itu semakin membuat Lucia semakin bingung
Lucia" kenapa (memberi kode pada Evan)
Evan" peluk aja (membalas kode)
Lucia mengerti langsung memeluk Arisya dan berusaha menenangkan Arisya
Evan,Lucia,dan Arisya hanya berdiam diri sampai waktu pulang kerja tiba
lucia" sya sudah lebih baik,pulang nya gue anter aja yuk
Arisya" tidak udah ci,aku naik bus saja
ponsel Arisya berdering menandakan panggilan masuk,Arisya menatap layar ponselnya,dan melihat nama Alicia di sana,Arisya menarik nafas lalu mengangkat panggilan itu
Arisya* iya cia (tersenyum)
Alicia*kamu sudah pulang
Arisya*baru mau pulang ada apa cia ?
Alicia*mommy dan mama ku mau bertemu kamu
Arisya* hah ?! apa ?! bertemu sekarang ?
Alicia* em aku sudah menceritakan pada mereka,dan mommy sangat senang,mereka ingin bertemu kamu
Arisya* cia jika sekarang tidak bisa,aku sudah ada janji dengan Uci,lagi pula aku belum beri tahu orang rumah,biar aku beri tahu mereka dulu,setelah itu kita atur pertemuan
Alicia* kamu benar,mau pergi sama Uci kemana
Arisya memberi kode pada Lucia
Lucia*oh mau belanja keperluan mu,tidak enak jika pergi sendiri
Alicia* em baik lah jika begitu,hati hati sya
__ADS_1
Arisya* iya cia,kamu jangan lupa makan dan minum obat ya
Alicia* baik lah
Arisya menutup panggilan itu
Arisya" thanks ci
Lucia" kenapa harus bohong sih
Arisya" mau pulang sama aku kan,nanti aku ceritain oke,Van kita duluan,oh ya Van sekali lagi terimakasih
Arisya terus berfikir dan mencari cara bagaimana memberi tahu keluarga nya karena ia tahu jika ibu nya akan marah
sesampainya di depan rumah Arisya
Lucia" sya Lo masih hutang cerita ke gue,tapi apa pun itu gue harap akan berakhir dengan baik
Arisya" terimakasih Uci (memeluk) hati hati ya ci
Lucia meninggalkan rumah Arisya,Arisya berjalan masuk ke dalam rumah nya,kini jantung nya sudah tidak karuan
Arisya" assalamualaikum
"Wa'alaikumsalam" bersamaan
Arisya terkejut melihat nyonya Fara sudah berada di rumah nya
Arisya" nyo-nyonya Fara
Fara mendekati Arisya yang masih berdiri di depan pintu
Fara" aku senang mendengar jika kamu yang akan menjadi menantu kedua ku, terimakasih Arisya
Arisya tidak bisa berkata kata lagi,kini pandangan nya tertuju pada bunda dan kakak perempuan nya itu,yang terlihat marah,kecewa padanya
Fara" Arisya jangan panggil aku nyonya lagi,belajar dari sekarang panggil aku mommy ya nak,oh iya ini ada perhiasan turun temurun yang di berikan Oma nya kadavi,ini ada gelang sang kalung
Arisya" tidak bisa sya tidak bisa menerima ini,ini Alicia lebih pantas
Fara" Alicia sudah mendapatkan nya dari ibu ku,dan ini dari keluarga Daddy kadavi,ambil lah ini juga hak mu
Arisya" nanti saja jika sya sudah resmi
Fara" di mata mommy kamu sudah resmi,ambil ini,jangan kecewakan mommy
Arisya mengambil kotak itu dengan ragu ragu
Fara" mommy rasa masih banyak yang harus mommy lakukan,jadi pak Hardi,dan Bu Ningrum,dan semua nya aku pamit,terimakasih kalian mau memberikan Arisya pada ku
Hardi" kami belum menyerahkan nya,semua keputusan akan kami berikan tiga hari lagi
Fara" aku akan menunggu dan aku yakin jika kalian tidak akan mengecewakan ku,kalo begitu aku permisi
setelah berpamitan Fara pergi meninggalkan kediaman Hardi,Ningrum dan Lulu langsung berdiri hendak meninggalkan tempat itu
__ADS_1
Arisya" bunda,kakak sya bisa jelasin,bunda (menangis)
Ningrum" apa yang mau kamu jelaskan,bukan kah semua sudah jelas,kamu sudah tidak buruh keluarga mu lagi bukan
Arisya" Arisya hanya ingin menyelamatkan Alicia bunda,sya juga tidak tahu harus melakukan apa (menangis) sya sungguh tidak ada maksud apa pun,sya hanya ingin menyelamatkan Alicia itu saja
Lusi" apa menyelamatkan orang harus mengorbankan dirimu,iya harus seperti itu sya,kakak sangat kecewa pada mu sya,kamu benar benar bukan Arisya yang kakak kenal,apa karena uang,atau perhiasan itu hah (menangis)
Arisya" sumpah demi Allah sya tidak pernah berfikir seperti itu,sya hanya berniat menyelamat kan nya saja,sya juga takut,sya juga sedih,sya juga kecewa,sya juga tidak tahu harus berbuat apa,tolong sya Bun
Arisya jatuh ke lantai Arisya menangis sejadi jadi nya,Hardi mendekati Arisya dan memeluk putrinya
Hardi" kita bahas masalah ini besok,masuk lah ke kamar mu,bangun lah nak,Panji bawa Lulu ke kamar,kasian lani menunggu,bunda masuk lah ke kamar
semua nya menuruti perkataan Hardi,dan meninggalkan sya
Hardi" bangun nak,kita kemar mu,ayah bantu
Arisya" sya takut yah
Hardi" ayah tahu nak,bangun lah
Hardi membawa Arisya ke kamar nya
Hardi" sya apa,sya yakin mengambil ke putusan ini,apa sya sudah menjalankan salat malam yang ayah minta
Arisya" (mengangguk) iya yah
Hardi" apa ini jawaban nya
Arisya" sya tidak tahu,tapi hati sya sangat ingin membantu Alicia,tapi fikiran sya menolak
Hardi" lakukan lagi,mantapkan hati dan fikiran mu,ini langkah besar,nasi sudah menjadi bubur nak,mau di apakan saja tidak akan kembali menjadi beras,keluarga besar kadavi sudah mengetahui ini,dan jika kamu sudah mendapat jawaban nya,ayah akan mengatakan pada mereka kita hadapi bersama nak,jangan takut ayah ada untuk mu
Arisya memeluk Hardi
Arisya" apa sya membuat ayah kecewa
Hardi" ayah mana yang tidak kecewa melihat putri nya harus menjadi istri kedua,tapi sya jika ini sudah jalan mu,ayah akan mendukung mu dan ayah akan melindungi mu
Arisya" ayah sya minta maaf,sya. akan lakukan perintah ayah,tapi yah kakak dan bunda sangat marah pad sya
Hardi" lakukan tugas mu,urusan bunda dan kakak biar ayah,sya tolong minta petunjuk nya dengan sungguh sungguh agar tidak jadi penyesalan nanti nya
Arisya" iya yah,sya paham,ayah terimakasih tidak marah pada sya dan maaf sudah membuat ayah kecewa
Hardi" bersihkan diri mu,dan beristirahat
Hardi meninggalkan kamar putrinya,ia merasa kecewa dengan arisya,namun mau bagaimana lagi,Hardi tahu betul bagaimana keluarga kadavi,dan Alicia,berita ini pasti sudah sampai di telinga keluarga besar mereka
"ya Allah aku mohon berikan jalan yang terbaik untuk putri ku" dalam hati Hardi
_____________________
TBC
__ADS_1
next