Pilihan Hidup Ku

Pilihan Hidup Ku
PHK 14


__ADS_3

Arisya sangat terkejut melihat pria yang berada di hadapan nya


Arisya" ma-mas Davi


Dengan cepet Arisya berdiri dan menjauh dari kadavi


kadavi" apa mata mu sudah tidak berfungsi dengan baik,hingga tidak melihat ku


Arisya" maaf,saya benar benar minta maaf,maaf kan saya


"Arisya" seseorang memanggil Arisya


Arisya" maaf mas saya harus pergi,sekali saya minta maaf,permisi


Arisya meninggalkan kadavi


Evan" siapa sya ?


Arisya" oh itu,em tidak tahu (berbohong)


Evan" ya udah ayo balik ke ruangan


Arisya dan Evan kembali ke ruangan


Evan" sya Lo sama Danu lagi ada masalah


Arisya" hah,apa ...engga kok,kenapa ?


Evan" kok Lo langsung pergi pas Danu dateng


Arisya" oh karena aku ingat laporan ku belum aku kirim,makanya buru buru (tersenyum)


Evan" oooo,ya udah kerja lagi sya


arisya" em


Arisya kembali bekerja,hari ini di lalui Arisya seperti biasa,hanya saja dirinya tak banyak berkomunikasi dengan Danu


seluruh karyawan sudah berada di luar gedung karena sudah waktu pulang


lusi" sya (melambaikan tangan)


Arisya" kakak,aku duluan ya,kakak ku sudah menunggu


Tamara" sya jangan lupa besok datang ya


Arisya" insyaallah ya Ra,aku gak janji,ya sudah aku duluan ya,Uci,Evan


"hati hati sya" bersamaan


Arisya masuk ke dalam mobil,dimana sudah ada Luci dan juga Panji


Arisya" tumben jemput sya pulang kerja


Lusi" sekalian lewat sya kakak dari dokter


Arisya" oooo


Lusi" sya tadi kakak ke temu cia di sana


Arisya" oh ya,apa dia baik baik saja


Lusi" seperti nya begitu,dia hanya bilang cek rutin saja


Arisya" oooo


Lusi" kalian benar benar sudah putus kontak sya


Arisya" begitu lah kak,ah sudah lah biarkan saja,sya lapar bisa kita beli sesuatu untuk dimakan


Panji" baiklah pak supir ini akan mengantar kan nona Arisya untuk beli sesuatu


Arisya" mas Panji yang terbaik


berbeda dengan alicia yang kini merasa bingung untuk mencari calon madu nya,belum lagi ibu mertuanya Tah Henti mendesaknya


Windy" mba kenapa kok kayak nya banyak fikiran


Alicia memperhatikan Windy yang ada di depan nya membuat windy merasa merasa tidak enak di perhatikan oleh Alicia

__ADS_1


Windy" mba ada yang salah sama penampilan Windy


"ah tidak,mas Davi tidak akan cocok sama Windy,lebih lagi Windy sama seperti ku yang tidak suka anak anak,dan Wendy juga tidak akan mau " dalam hati Alicia


Windy" mba,mba cia (melambaikan tangan di depan wajah Alicia)


Alicia" ah iya win


Windy" mba cia kenapa,kok malah ngelamun,ada yang aneh sama Windy ya


Alicia" ah tidak,em win kamu bisa bantu aku gak


Windy" apa mba


Alicia" win aku sedang mencari wanita,yang baik,dari keluarga yang baik,dan siap untuk menikah


Windy" untuk siapa mba ? mau mba jadiin asisten atau apa,tapi kenapa siap menikah?


Alicia" kamu bisa bantu aku gak ?


Windy" yang jelas mba,biar Windy enak cari nya


Alicia" anak nya harus baik,berpendidikan,cantik,menyukai anak anak,tidak neko neko,dari keluarga yang berlatar belakang baik


Windy" emang untuk apa mba


Alicia" kamu cari aja dulu,nanti kalo udah dapet kasih tahu aku ya win


Windy" iya mba,Windy cariin ya,tapi buat apa sih mba,Windy penasaran nih


Alicia" sudah cari saja,banyak tanya kamu win


"mba cia itu pak Davi sudah di depan "


Alicia" oh iya pak, Windy aku duluan ,jangan lupa Windy Carikan untuk ku


Windy" siap mba


Alicia keluar dan melihat kadavi sudah menunggunya


Alicia" Hay sayang


Alicia masuk ke dalam mobil


kadavi" kenapa kamu mengabari ku tiba tiba,bukan kah tadi pagi kamu bilang ingin di rumah saja


Alicia" ada pertemuan tadi siang aku lupa jika Windy mengirim kan nya


kadavi" baik lah kita pulang


Alicia dan kadavi kembali kerumah nya karena Alicia ingin cepat beristirahat,karena besok dirinya beberapa hari dirinya akan sibuk


seminggu kemudian,di kediaman Arisya,Arisya yang tengah bersiap siap,di kagetkan oleh Lusi,yang berteriak triak memanggil dirinya


Lusi" sya ada teman mu menjemput


Arisya yang mendengar jika ada teman nya datang langsung buru buru keluar dari kamar


Arisya" teman sya,siapa kak?


Lusi" Danu,dia didepan bersama mas Panji


Arisya" Danu


"mau apa dia kemari,ah bagaimana ini" dalam hati Arisya


Lusi" udah sana sya,nanti kamu terlambat kerja


Arisya" oh iya kak


Arisya masuk kembali ke kamar mengambil barang barang nya


Arisya" bunda sya pergi,kak sya pergi, bye bye ponakan aunty yang cantik


Arisya langsung berlari ke depan untuk menemui Danu


Panji" nah ini dia sya,sudah mau berangkat sya


Arisya" iya mas,kak Danu ayo pergi

__ADS_1


Arisya menarik tangan Danu agar cepat pergi


di dalam mobil Arisya hanya diam saja,membuat Danu bertanya tanya


Danu" kamu sariawan sya


Arisya" tidak


Danu" tumben sekali diam saja


Arisya" sya lagi malas bicara


Danu" sya ... aku tahu kamu dsn Davi


mendengar nama kadavi Arisya yakin jika kadavi sudah bercerita yang tidak tidak tentang diri nya,Arisya langsung menyela perkataan Danu


Arisya" terserah kak Danu mau mikir sya ini seperti apa tapi sya mohon jangan pernah hina keluarga sya,karena apa yang di bilang oleh kadavi itu tidak lah benar,itu hanya ke salah pahaman saja,yang tidak pernah di perbaiki,lebih baik kak Danu turun kan sya saja di depan


Danu" sya emang siapa yang mau turunin kamu (tertawa) sya aku gak percaya dengan yang bilang kadavi,terlebih lagi aku sangat mengenal mu,jadi aku tidak akan percaya oleh kata kata kadavi,dan satu lagi tidak mungkin aku tega melihat mu terlambat (mengelus kepala Arisya)


Arisya" ja-jadi kak Danu gak mikir yang aneh aneh tentang sya


Danu" enggak Arisya,


Arisya" hah lega,sya sudah takut


Danu" oh jadi ini alasan kenapa kamu,menghindari ku beberapa hari ini


Arisya" hah,oh itu,em tidak bukan gitu


Danu" kamu sangat lucu sya


Danu kembali mengelus kepala Arisya,dengan lembut membuat Arisya malu dan senang


sesampai nya di kantor Arisya terus tersenyum karena kini diri nya dan Danu sudah berbaikan


Evan" pagi cantik,wah abis menang undian Lo ya sya,senang banget


Arisya" lebih dari itu


Lucia" sya, Lo kok waktu pesta Tamara gak Dateng


Arisya" ah itu,bunda tiba tiba sakit,jadi aku menjaga bunda


Tamara" pagi semua


Evan dan Lucia saling pandang saat melihat Tamara datang


Tamara" sya ih jahat gak datang ke pesta ku,dua hari lagi kalo kamu buat pesta aku juga gak dateng (pura pura kesal)


Arisya" maaf,karena bunda sakit jadi aku menjaga nya,maaf Tamara,jangan marah dong (memeluk)


Tamara" tidak apa apa sya aku mengerti (tersenyum)


Arisya melihat leher Tamara di mana terlihat kalung yang sama persis seperti yang di beli Danu saat hari itu,gelang dan cincin yang sama


Arisya memperhatikan sejenak,kemudian Arisya melihat kedua teman nya sedari tadi terdiam


Arisya" Uci sama Evan lagi sakit tumben diam


Luca" ah gue lupa belum kirim email ke produser


Evan" gue ke pantry dulu mau buat kopi


Evan dan lucia pergi meninggalkan Tamara dan Arisya


Tamara" kenapa tuh bocah


Arisya" gak tahu


Arisya masih menatap gelang yang berada di tangan Tamara


"kenapa sama dengan yang aku pilihkan waktu itu,atau hanya mirip saja,atau... astaga tidak tidak Arisya tidak boleh berfikir seperti itu" dalam hati Arisya


_________________


TBC


next

__ADS_1


__ADS_2