
Arisya sangat terkejut melihat pria yang berada di hadapan nya
Arisya" ma-mas Davi
Dengan cepet Arisya berdiri dan menjauh dari kadavi
kadavi" apa mata mu sudah tidak berfungsi dengan baik,hingga tidak melihat ku
Arisya" maaf,saya benar benar minta maaf,maaf kan saya
"Arisya" seseorang memanggil Arisya
Arisya" maaf mas saya harus pergi,sekali saya minta maaf,permisi
Arisya meninggalkan kadavi
Evan" siapa sya ?
Arisya" oh itu,em tidak tahu (berbohong)
Evan" ya udah ayo balik ke ruangan
Arisya dan Evan kembali ke ruangan
Evan" sya Lo sama Danu lagi ada masalah
Arisya" hah,apa ...engga kok,kenapa ?
Evan" kok Lo langsung pergi pas Danu dateng
Arisya" oh karena aku ingat laporan ku belum aku kirim,makanya buru buru (tersenyum)
Evan" oooo,ya udah kerja lagi sya
arisya" em
Arisya kembali bekerja,hari ini di lalui Arisya seperti biasa,hanya saja dirinya tak banyak berkomunikasi dengan Danu
seluruh karyawan sudah berada di luar gedung karena sudah waktu pulang
lusi" sya (melambaikan tangan)
Arisya" kakak,aku duluan ya,kakak ku sudah menunggu
Tamara" sya jangan lupa besok datang ya
Arisya" insyaallah ya Ra,aku gak janji,ya sudah aku duluan ya,Uci,Evan
"hati hati sya" bersamaan
Arisya masuk ke dalam mobil,dimana sudah ada Luci dan juga Panji
Arisya" tumben jemput sya pulang kerja
Lusi" sekalian lewat sya kakak dari dokter
Arisya" oooo
Lusi" sya tadi kakak ke temu cia di sana
Arisya" oh ya,apa dia baik baik saja
Lusi" seperti nya begitu,dia hanya bilang cek rutin saja
Arisya" oooo
Lusi" kalian benar benar sudah putus kontak sya
Arisya" begitu lah kak,ah sudah lah biarkan saja,sya lapar bisa kita beli sesuatu untuk dimakan
Panji" baiklah pak supir ini akan mengantar kan nona Arisya untuk beli sesuatu
Arisya" mas Panji yang terbaik
berbeda dengan alicia yang kini merasa bingung untuk mencari calon madu nya,belum lagi ibu mertuanya Tah Henti mendesaknya
Windy" mba kenapa kok kayak nya banyak fikiran
Alicia memperhatikan Windy yang ada di depan nya membuat windy merasa merasa tidak enak di perhatikan oleh Alicia
__ADS_1
Windy" mba ada yang salah sama penampilan Windy
"ah tidak,mas Davi tidak akan cocok sama Windy,lebih lagi Windy sama seperti ku yang tidak suka anak anak,dan Wendy juga tidak akan mau " dalam hati Alicia
Windy" mba,mba cia (melambaikan tangan di depan wajah Alicia)
Alicia" ah iya win
Windy" mba cia kenapa,kok malah ngelamun,ada yang aneh sama Windy ya
Alicia" ah tidak,em win kamu bisa bantu aku gak
Windy" apa mba
Alicia" win aku sedang mencari wanita,yang baik,dari keluarga yang baik,dan siap untuk menikah
Windy" untuk siapa mba ? mau mba jadiin asisten atau apa,tapi kenapa siap menikah?
Alicia" kamu bisa bantu aku gak ?
Windy" yang jelas mba,biar Windy enak cari nya
Alicia" anak nya harus baik,berpendidikan,cantik,menyukai anak anak,tidak neko neko,dari keluarga yang berlatar belakang baik
Windy" emang untuk apa mba
Alicia" kamu cari aja dulu,nanti kalo udah dapet kasih tahu aku ya win
Windy" iya mba,Windy cariin ya,tapi buat apa sih mba,Windy penasaran nih
Alicia" sudah cari saja,banyak tanya kamu win
"mba cia itu pak Davi sudah di depan "
Alicia" oh iya pak, Windy aku duluan ,jangan lupa Windy Carikan untuk ku
Windy" siap mba
Alicia keluar dan melihat kadavi sudah menunggunya
Alicia" Hay sayang
Alicia masuk ke dalam mobil
kadavi" kenapa kamu mengabari ku tiba tiba,bukan kah tadi pagi kamu bilang ingin di rumah saja
Alicia" ada pertemuan tadi siang aku lupa jika Windy mengirim kan nya
kadavi" baik lah kita pulang
Alicia dan kadavi kembali kerumah nya karena Alicia ingin cepat beristirahat,karena besok dirinya beberapa hari dirinya akan sibuk
seminggu kemudian,di kediaman Arisya,Arisya yang tengah bersiap siap,di kagetkan oleh Lusi,yang berteriak triak memanggil dirinya
Lusi" sya ada teman mu menjemput
Arisya yang mendengar jika ada teman nya datang langsung buru buru keluar dari kamar
Arisya" teman sya,siapa kak?
Lusi" Danu,dia didepan bersama mas Panji
Arisya" Danu
"mau apa dia kemari,ah bagaimana ini" dalam hati Arisya
Lusi" udah sana sya,nanti kamu terlambat kerja
Arisya" oh iya kak
Arisya masuk kembali ke kamar mengambil barang barang nya
Arisya" bunda sya pergi,kak sya pergi, bye bye ponakan aunty yang cantik
Arisya langsung berlari ke depan untuk menemui Danu
Panji" nah ini dia sya,sudah mau berangkat sya
Arisya" iya mas,kak Danu ayo pergi
__ADS_1
Arisya menarik tangan Danu agar cepat pergi
di dalam mobil Arisya hanya diam saja,membuat Danu bertanya tanya
Danu" kamu sariawan sya
Arisya" tidak
Danu" tumben sekali diam saja
Arisya" sya lagi malas bicara
Danu" sya ... aku tahu kamu dsn Davi
mendengar nama kadavi Arisya yakin jika kadavi sudah bercerita yang tidak tidak tentang diri nya,Arisya langsung menyela perkataan Danu
Arisya" terserah kak Danu mau mikir sya ini seperti apa tapi sya mohon jangan pernah hina keluarga sya,karena apa yang di bilang oleh kadavi itu tidak lah benar,itu hanya ke salah pahaman saja,yang tidak pernah di perbaiki,lebih baik kak Danu turun kan sya saja di depan
Danu" sya emang siapa yang mau turunin kamu (tertawa) sya aku gak percaya dengan yang bilang kadavi,terlebih lagi aku sangat mengenal mu,jadi aku tidak akan percaya oleh kata kata kadavi,dan satu lagi tidak mungkin aku tega melihat mu terlambat (mengelus kepala Arisya)
Arisya" ja-jadi kak Danu gak mikir yang aneh aneh tentang sya
Danu" enggak Arisya,
Arisya" hah lega,sya sudah takut
Danu" oh jadi ini alasan kenapa kamu,menghindari ku beberapa hari ini
Arisya" hah,oh itu,em tidak bukan gitu
Danu" kamu sangat lucu sya
Danu kembali mengelus kepala Arisya,dengan lembut membuat Arisya malu dan senang
sesampai nya di kantor Arisya terus tersenyum karena kini diri nya dan Danu sudah berbaikan
Evan" pagi cantik,wah abis menang undian Lo ya sya,senang banget
Arisya" lebih dari itu
Lucia" sya, Lo kok waktu pesta Tamara gak Dateng
Arisya" ah itu,bunda tiba tiba sakit,jadi aku menjaga bunda
Tamara" pagi semua
Evan dan Lucia saling pandang saat melihat Tamara datang
Tamara" sya ih jahat gak datang ke pesta ku,dua hari lagi kalo kamu buat pesta aku juga gak dateng (pura pura kesal)
Arisya" maaf,karena bunda sakit jadi aku menjaga nya,maaf Tamara,jangan marah dong (memeluk)
Tamara" tidak apa apa sya aku mengerti (tersenyum)
Arisya melihat leher Tamara di mana terlihat kalung yang sama persis seperti yang di beli Danu saat hari itu,gelang dan cincin yang sama
Arisya memperhatikan sejenak,kemudian Arisya melihat kedua teman nya sedari tadi terdiam
Arisya" Uci sama Evan lagi sakit tumben diam
Luca" ah gue lupa belum kirim email ke produser
Evan" gue ke pantry dulu mau buat kopi
Evan dan lucia pergi meninggalkan Tamara dan Arisya
Tamara" kenapa tuh bocah
Arisya" gak tahu
Arisya masih menatap gelang yang berada di tangan Tamara
"kenapa sama dengan yang aku pilihkan waktu itu,atau hanya mirip saja,atau... astaga tidak tidak Arisya tidak boleh berfikir seperti itu" dalam hati Arisya
_________________
TBC
next
__ADS_1