Pilihan Hidup Ku

Pilihan Hidup Ku
PHK 2


__ADS_3

setibanya di kantor Arisya langsung di sambut dengan pekerjaan yang sudah menanti nya,Arisya fokus mengerjakan pekerjaan nya


sampai dirinya terganggu dengan perkataan yang di lontarkan kadavi pada nya


Arisya" kenapa keluarga Alicia sangat tidak suka pada ku,apa salah ku


Arisya ingat sekali saat dirinya kecil selalu ikut ayah nya bekerja


flashback


saat Arisya berusia lima tahun dirinya selalu ikut dengan ayahnya bekerja,Arisya kecil menjadi penghibur bagi cleaning service lainnya yang lelah dalam bekerja,Arisya akan berada di kantor sampai waktu makan siang dimana sang ibu sudah selesai berdagang kue di pasar


hari itu Arisya di ajak salah satu teman ayah nya untuk ikut membersihkan ruangan persdir,atau lebih tepat nya pemilik perusahaan ayah Alicia,dimana di lantai itu terdapat gudang yang harus di bersihkan


Arisya mengikuti teman ayahnya itu,Arisya membatu menyusun barang yang bisa ia bawa atau angkat,sampai sebuah bola menggelinding dan keluar dari ruangan itu,Arisya kecil mengejar bola itu


Arisya" bola tunggu aku jangan berlari


Arisya mengejar bola itu sampai iya menabrak seseorang


brug


Arsita terjatuh dan melihat seorang yang sebaya ayah nya dengan pakaian rapih di hadapan nya mengendong seorang anak sebaya dengan nya


Arisya" maaf saya tidak sengaja,saya mau mengambil bola itu


dengan polosnya Arisya mengatakan alsan nya


"astaga tuan maaf,Arisya kenapa kamu keluar"


Handry" apa ini putri mu


"maaf tuan bukan,ini putri pak Hardi,maaf tuan"


alicia" papa papa cia mau bermain bersama nya,apa boleh (Alicia menatap memohon pada papa nya)


Handry" tentu sayang boleh,lanjutkan pekerjaan mu biarkan anak ini,siapa nama mu nak?


Arisya" Arisya om (dengan polos)


"Arisya tidak sopan,memanggil seperti itu"


Handry" Arisya,tidak apa apa,lanjutkan pekerjaan mu dan biarkan mereka berdua bermain,Arisya bermain sama cia mau ya,karena om harus bekerja


Arisya" iya om,om sama kayak ayah sya ya,bekerja di sini


Handry" iya sama dengan ayah mu,baik lah kalian berdua main di sana,dan jangan. bertengkar


itu lah kali pertama Arisya bertemu Alicia dan almarhum ayah nya,ya di keluarga Alicia yang senang melihat Arisya hanya lah ayah Alicia,selain dari itu mereka tidak ada yang suka dengan Arisya

__ADS_1


flashback off


waktu makan siang sudah tiba,Arisya yang sibuk bekerja tidak menyadari jika ruangan nya sudah sepi


Tamara" woy sya kerja terus Lo,kaya juga enggak


Evan" tahu semangat bener,eh lu kerja mati matian juga yang kaya itu bos bukan lu


Lucia" bacot lu berdua,sya ayo makan,kita sengaja nungguin Lo,nih sih bencong mau traktir kita


Evan" sembarangan mulut lu ya ci,gue setaples nih


Arisya dan Tamara hanya bisa tertawa melihat kelakuan Lucia dan Evan,mereka bertiga adalah teman kantor ku bisa dibilang mereka juga sahabat ku,Evan adalah pria,namun sikap nya seperti wanita,padahal Evan adalah laki laki normal yang menyukai wanita


Tamara" cepet deh sya sebelum Uci sama Evan ngacak ngacak nih ruangan


Arisya" iya iya ayo kita makan,udah evan ayo mau traktir kita dimana


mereka berempat pergi menuju sebuah restoran Arisya adalah orang yang susah bergaul,namun tidak tahu mengapa Arisya bersama mereka merasa sangat nyaman


setelah makan siang Arisya kembali bekerja,dan melihat sebuah minuman coklat hangat berada di atas meja nya


Arisya tersenyum melihat minuman itu,dirinya tahu siapa yang meletakan minuman itu


Arisya melihat di sekitar nya


Arisya" kak Danu terimakasih coklat nya (tersenyum)


tidak terasa hari semakin sore,Arisya yang sudah menyelesaikan pekerjaan nya,langsung bergegas kembali,karena ia takut akan tertinggal bus


Lucia" sya buru buru banget


Arisya" eh Uci,iya nih nanti aku ke tinggalan bus lagi,dimana Evan ?


Lucia" dia lagi nyari artis yang cocok buat konsep iklan yang Lo buat sya


Arisya" oooo,ya ampun kenapa aku jadi ngobrol sama kamu,ya sudah aku duluan ci


Lucia" (tertawa) ya lu pake segala nanya,ya udah hati hati


Arisya masuk kedalam lift setiba nya di lobi Arisya melihat Alicia sahabat nya sudah berdiri di meja resepsionis


Arisya" cia


Alicia" sya (melambaikan tangan) terimakasih mba


Alicia menghampiri Arisya yang juga sedang berjalan mendekati nya


Arisya" tumben sekali kamu kemari,ada urusan kah ?

__ADS_1


Alicia" tidak,gue memang mau menjemput lo


Arisya" menjemput ku,tidak biasanya kamu menjemput ku,turun dari mobil,dan kenapa tidak memberi tahu ku ?


Alicia" gue kan mau kasih surprise buat sahabat gue ini


Arisya" em baik lah


Alicia" ya sudah ayo kita let's go


Alicia dan Arisya meninggalkan kantor,menuju pusat perbelanjaan


Arisya melihat Alicia tidak seperti biasanya,ia tahu jika sahabat nya itu tidak dalam ke adaan baik baik saja,karena kebiasaan Alicia jika dirinya sedang merasa tidak baik baik saja,ia akan mencari hiburan ke tempat yang Ramai,kini mereka tengah duduk di sebuah cafe yang terlihat ramai


Arisya" cia ada apa ?


Alicia" (tersenyum) ada apa,gue baik baik saja


Arisya" cia kamu fikir aku anak kecil yang mudah di bohongi Hem,ada masalah apa


Alicia tidak kuat menahan rasa sedih nya lagi,di hadapan Arisya,yang selalu paham akan ke adaan nya


Alicia" (memeluk) gue,gue (sesegukan) gue halangan sya,gue gagal lagi


Arisya mengelus pundak alicia agar ia merasa lebih baik


Arisya" sudah sudah cia,mungkin Allah belum melihat usaha mu cia,mungkin Allah mau kamu dan mas Davi,berusaha lebih kuat lagi


Alicia" usaha lebih keras bagai mana,ini sudah delapan tahun gue menikah tapi lihat,belum juga mendapat momongan,dan mertua gue mereka bahkan terus menuntut,dan tidak perduli dengan perasaan gue,mereka fikir gue gak kefikiran dengan semua ucapan mereka,gue gak usaha apa (kesal)


Arisya" sabar cia,mungkin mereka merasa mereka sudah tua dan ingin segera mendapat cucu dari mas Davi,cia kamu jangan seperti ini,cia yang aku kenal adalah wanita yang kuat,wanita tegar,dan wanita baik yang sangat perduli pada sesama,cia wajar saja jika orang tua mas Davi menginginkan ke turunan dari mas Davi,karena mereka hanya memiliki mas Davi,walau sebenar nya kamu juga anak satu satunya,mungkin itu hanya ke khawatiran orang tua saja


Alicia" terimakasih sya,Lo emang ngerti gue banget,ya gue mikir mungkin mereka mau juga punya penerus dari mas Davi,secara mas Davi adalah anak laki laki,tapi gimana gue udah usaha dan hasil nya tetap sama


Arisya" cia kenapa tidak coba ke dokter untuk mengecek ke adaan kalian,bukan kah kamu belum pernah melakukan itu


Alicia" gue takut sya,gue takut kalo gue bakal kecewa lihat hasilnya


Arisya" bagaimana jika sebalik nya,tidak ada salah nya di coba cia,aku rasa mas Davi juga akan setuju


Alicia" apa kah harus ? (menatap Arisya)


Arisya" tidak ada salah nya di coba cia,aku rasa dokter bisa membantu mencari solusi


Alicia" (memeluk) Lo emang temen gue yang paling the best sya,Lo memang yang paling ngerti gue,makasih ya udah mau sering sering gue susahin


kedua wanita itu saling berpelukan,dengan senyum yang mengembang di wajah ke duanya


________________

__ADS_1


TBC


next


__ADS_2