Pilihan Hidup Ku

Pilihan Hidup Ku
PHK 85


__ADS_3

sudah seminggu berlalu,dan sudah seminggu pula kadavi dan Arisya tinggal bersama,kedua banyak belajar dalam mengurus buah hati mereka


Arisya" Daddy bangun ini sudah pagi,nanti kamu terlambat


kadavi menggeliat meregangkan semua otot otot nya


kadavi" selamat pagi Buna (memeluk perut Arisya) di mana jagoan Daddy apa dia sudah bangun


Arisya" bagaimana mau bangun,jika Daddy nya saja belum bangun


kadavi" (terkekeh) jika begitu aku punya kesempatan main bersama Buna nya


Arisya" dasar mesum,tidak bisa liat ada kesempatan,cepat bangun,bukan kah akan menjemput Avi di bandara


kadavi" (terkekeh) biar aku kan suami mu,lagi pula aku mesum hanya pada mu, kan ada Bara yang menjemput nya,aku ingin bersama mu dulu


kadavi mempererat pelukan nya dan kembali memejamkan mata nya,Arisya membelai kepala kadavi yang berada di atas paha nya


Arisya" Daddy ayo bangun,jika tidak aku minta Bu sari untuk membagikan pada orang lain makanan ke sukaan mu itu


kadavi" tidak apa apa,yang penting jangan kamu


Arisya" dasar Daddy bucin (terkekeh)


kadavi" gak apa apa,bucin yang penting suami kamu


Arisya" ih cepet bangun,itu dari tadi ponsel mu bunyi terus,pasti penting


kadavi" paling Bara,atau gak Daddy,oh atau mom yang mau melihat cucu nya itu biar saja,pokonya hari ini aku mau malas malasan sama kamu


Arisya" Daddy kamu mau kasih contoh gak baik ya sama anak kita ya Hem


kadavi" baik lah baik aku bangun


kadavi mengubah posisi nya menjadi duduk dengan wajah cemberut


Arisya" astaga gemoy banget sih Daddy nya faris,kalo lagi cemberut gini,jadi mau cium deh (mengelus pipi kadavi)


kadavi" (menyodorkan pipi) cepat cium aku


Arisya" ih ke pedean deh Daddy,orang Buna mau cium pipi faris maksud nya (terkekeh)


kadavi" Buna!!


kadavi langsung memeluk Arisya dan menghujami Arisya dengan ciuman


Arisya" ingat Daddy Faris belum empat puluh hari (terkekeh) aku tidak bertanggung jawab jika Daddy


Arisya menghentikan perkataan nya dan terkekeh melihat kadavi yang kembali cemberut


kadavi" astaga kapan aku bisa memiliki anak kedua jika masih seperti ini (meninggikan suara)


Arisya" besar kan dulu Faris baru fikirkan anak kedua,kamu fikir melahirkan mudah


kadavi" baik baik ibu negara,aku akan menunggu

__ADS_1


Arisya" ya sudah mandi lalu bersiap,aku tunggu di meja makan


kadavi" siap ibu negara


kadavi berjalan menuju kamar mandi dan Arisya masuk kedalam kamar putra nya untuk melihat putra kecil mereka


sementara di tempat lain,Avila sudah setengah jam menunggu jemputan nya namun tak kunjung datang,Avila sudah berkali kali menghubungi kadavi namun tidak ada jawaban dari kadavi


Avila" tahu seperti ini aku meminta uncle Abe yang menjemput (kesal)


Avila mencoba menghubungi kadavi kembali namun hasil yang ia dapat kan sama


Avila" hah sungguh aku menyerah (merasa frustasi)


Avila menyandarkan tubuhnya ke tembok karena merasa lelah


"nona Avila"


Avila membuka matanya dan menegakkan tubuhnya yang sudah lelah


Avila" iya benar,anda siapa?


pak Diman " saya Diman non,supir dari perusahaan


Avila" astaga pak kenapa baru jemput,saya sudah lama menunggu,oh ya di mana mas Davi


pak Diman" tuan Davi,meminta pak Bara,tapi pak Bara meminta saya untuk menjemput,karena pak Bara sedang sibuk


Avila" terserah yang penting sekarang antar saya,saya sudah sangat lelah


Avila berjalan lebih dulu namun dirinya menghentikan langkah nya dan kembali memundurkan langkah nya


Avila" saya lupa koper saya pak (terkekeh) dan saya juga gak tahu mobilnya di mana


pak Diman" biar saya bawakan,mari non


Avila" oh iya,trimakasih pak


Avila berlari kecil menyusul pak Diman yang berjalan lebih dulu,sepanjang perjalanan pak dimana dan Avila hanya berdiam diri,namun Avila merasa risih dengan pak Diman yang sedari tadi menatap nya melalui kaca depan


Avila" pak Diman maaf saya merasa terganggu dengan sikap bapak yang terus memperhatikan saya dari kaca depan itu (membulatkan mata kesal)


pak Diman" ah maaf non,saya tidak bermaksud kurang ajar,saya hanya heran non


Avila" heran ? kenapa ?


pak Diman" tadi sepanjang perjalanan saya terus berfikir bagaimana caranya berkomunikasi dengan nona,karena menurut info nona dari kantor pusat,yang artinya nona akan mengunakan bahasa Jerman,tapi perusahaan tidak memberikan saya penterjemah untuk menjemput nona,makanya saya heran non Avila sangat lancar berbahasa Indonesia


mendengar penuturan pak Diman,Avila yang tadinya marah berubah menjadi tertawa terbahak bahak


Avila" (tertawa) jadi karena hal itu bapak memperhatikan saya,astaga saya sudah berfikir buruk tentang bapak


pak Diman" maaf non,maaf saya terlalu lancang


Avila" tidak apa pak,wajar jika begitu,saya itu punya ibu orang Indonesia,dan saya sering sekali datang kemari,dan saya pernah tinggal beberapa tahun di sini,jadi saya sangat Pasih bahasa Indonesia

__ADS_1


pak Diman" ealah begitu toh non,ya ampun,beneran non saya sepanjang perjalanan terus memikirkan hal ini


Avila" jangan jangan karena hal ini juga pak Diman terlambat menjemput saya (terkekeh)


pak Diman" bisa di bilang seperti itu non,maaf sekali lagi non


setiba nya di apartemen Avila langsung merebahkan tubuh kecil nya yang sudah sangat lelah ke atas tempat tidur


brug


Avila" ah nyaman sekali,baru beberapa bulan aku meninggalkan tempat ini,aku sudah sangat rindu,aku tidak mengira akan kembali ke tempat ini secepat ini


karena merasa lelah lambat laun mata coklat mengkilap itu terpejam


sore hari Avila terbangun,karena suara ponsel nya yang begitu menganggu,dengan malas Avila mengambil ponsel nya dan mengangkat panggilan itu tanpa melihat yang menelponnya


Avila* iya halo (suara serah khas bangun tidur)


Abe* Avila!! kemana saja kamu


Avila langsung tersadar dari tidur nya dan mengubah posisinya menjadi duduk dirinya merasa terkejut


Avila* u-uncle,ada apa ?


Abe* Avila,lihat ini sudah pukul berapa,kenapa kamu tidak kekantor


Avila melihat jam di ponselnya yang menunjukan pukul lima sore


Avila* astaga sudah jam lima,ya ampun uncle Avila akan ke kantor sekarang maaf (panik)


Abe* Avi,kamu akan bertemu siapa di sana hah ?


Avila* uncle dan yang lain (bingung)


Abe* Avi jika kamu pergi sekarang maka kamu akan bertemu hantu saja di sana,ini sudah waktu pulang kantor tidak ada lagi orang di kantor


Avila* astaga,maaf kan Avi uncle,sungguh Avi tidak bermaksud begitu


Abe* (terkekeh) ya sudah Avi,dari pada kamu ke kantor lebih baik kamu ke rumah uncle,uncle tunggu untuk makan malam,uncle harap kamu tidak akan datang jam sepuluh malam Avi (terkekeh)


Avila* ah baik uncle,sekali lagi maaf uncle


Abe* ya sudah Avi sampai jumpa di rumah uncle


Avila* baik uncle


Abe mengakhiri panggilan nya dengan Avi,Avila memukul kepala nya karena kebodohan nya


Avila" astaga Avila bodoh sekali kamu,ini karena kamu memikirkan hal tidak penting,membuat mu tidak bisa tidur semalaman,astaga Avila ayolah jangan seperti orang bodoh,dia hanya mempermainkan mu,lihat hanya menjemput mu saja dia tidak bisa,apa lagi yang kamu harapkan bodoh


Avila bangkit dari tempat tidur nya dan masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan bersiap untuk memenuhi undangan Abe untuk nya


___________________


TBC

__ADS_1


next


lanjut gak,lanjut gak,kalo mau lanjut jangan lupa kasih aku dukungan dalam bentuk apa pun (like,komen,dll) biar aku makin semangat nulis nya hehe (maksa banget nih author 🤣🤣)


__ADS_2