
sudah seminggu berlalu,dan sudah seminggu pula kadavi dan Arisya tinggal bersama,kedua banyak belajar dalam mengurus buah hati mereka
Arisya" Daddy bangun ini sudah pagi,nanti kamu terlambat
kadavi menggeliat meregangkan semua otot otot nya
kadavi" selamat pagi Buna (memeluk perut Arisya) di mana jagoan Daddy apa dia sudah bangun
Arisya" bagaimana mau bangun,jika Daddy nya saja belum bangun
kadavi" (terkekeh) jika begitu aku punya kesempatan main bersama Buna nya
Arisya" dasar mesum,tidak bisa liat ada kesempatan,cepat bangun,bukan kah akan menjemput Avi di bandara
kadavi" (terkekeh) biar aku kan suami mu,lagi pula aku mesum hanya pada mu, kan ada Bara yang menjemput nya,aku ingin bersama mu dulu
kadavi mempererat pelukan nya dan kembali memejamkan mata nya,Arisya membelai kepala kadavi yang berada di atas paha nya
Arisya" Daddy ayo bangun,jika tidak aku minta Bu sari untuk membagikan pada orang lain makanan ke sukaan mu itu
kadavi" tidak apa apa,yang penting jangan kamu
Arisya" dasar Daddy bucin (terkekeh)
kadavi" gak apa apa,bucin yang penting suami kamu
Arisya" ih cepet bangun,itu dari tadi ponsel mu bunyi terus,pasti penting
kadavi" paling Bara,atau gak Daddy,oh atau mom yang mau melihat cucu nya itu biar saja,pokonya hari ini aku mau malas malasan sama kamu
Arisya" Daddy kamu mau kasih contoh gak baik ya sama anak kita ya Hem
kadavi" baik lah baik aku bangun
kadavi mengubah posisi nya menjadi duduk dengan wajah cemberut
Arisya" astaga gemoy banget sih Daddy nya faris,kalo lagi cemberut gini,jadi mau cium deh (mengelus pipi kadavi)
kadavi" (menyodorkan pipi) cepat cium aku
Arisya" ih ke pedean deh Daddy,orang Buna mau cium pipi faris maksud nya (terkekeh)
kadavi" Buna!!
kadavi langsung memeluk Arisya dan menghujami Arisya dengan ciuman
Arisya" ingat Daddy Faris belum empat puluh hari (terkekeh) aku tidak bertanggung jawab jika Daddy
Arisya menghentikan perkataan nya dan terkekeh melihat kadavi yang kembali cemberut
kadavi" astaga kapan aku bisa memiliki anak kedua jika masih seperti ini (meninggikan suara)
Arisya" besar kan dulu Faris baru fikirkan anak kedua,kamu fikir melahirkan mudah
kadavi" baik baik ibu negara,aku akan menunggu
__ADS_1
Arisya" ya sudah mandi lalu bersiap,aku tunggu di meja makan
kadavi" siap ibu negara
kadavi berjalan menuju kamar mandi dan Arisya masuk kedalam kamar putra nya untuk melihat putra kecil mereka
sementara di tempat lain,Avila sudah setengah jam menunggu jemputan nya namun tak kunjung datang,Avila sudah berkali kali menghubungi kadavi namun tidak ada jawaban dari kadavi
Avila" tahu seperti ini aku meminta uncle Abe yang menjemput (kesal)
Avila mencoba menghubungi kadavi kembali namun hasil yang ia dapat kan sama
Avila" hah sungguh aku menyerah (merasa frustasi)
Avila menyandarkan tubuhnya ke tembok karena merasa lelah
"nona Avila"
Avila membuka matanya dan menegakkan tubuhnya yang sudah lelah
Avila" iya benar,anda siapa?
pak Diman " saya Diman non,supir dari perusahaan
Avila" astaga pak kenapa baru jemput,saya sudah lama menunggu,oh ya di mana mas Davi
pak Diman" tuan Davi,meminta pak Bara,tapi pak Bara meminta saya untuk menjemput,karena pak Bara sedang sibuk
Avila" terserah yang penting sekarang antar saya,saya sudah sangat lelah
Avila berjalan lebih dulu namun dirinya menghentikan langkah nya dan kembali memundurkan langkah nya
Avila" saya lupa koper saya pak (terkekeh) dan saya juga gak tahu mobilnya di mana
pak Diman" biar saya bawakan,mari non
Avila" oh iya,trimakasih pak
Avila berlari kecil menyusul pak Diman yang berjalan lebih dulu,sepanjang perjalanan pak dimana dan Avila hanya berdiam diri,namun Avila merasa risih dengan pak Diman yang sedari tadi menatap nya melalui kaca depan
Avila" pak Diman maaf saya merasa terganggu dengan sikap bapak yang terus memperhatikan saya dari kaca depan itu (membulatkan mata kesal)
pak Diman" ah maaf non,saya tidak bermaksud kurang ajar,saya hanya heran non
Avila" heran ? kenapa ?
pak Diman" tadi sepanjang perjalanan saya terus berfikir bagaimana caranya berkomunikasi dengan nona,karena menurut info nona dari kantor pusat,yang artinya nona akan mengunakan bahasa Jerman,tapi perusahaan tidak memberikan saya penterjemah untuk menjemput nona,makanya saya heran non Avila sangat lancar berbahasa Indonesia
mendengar penuturan pak Diman,Avila yang tadinya marah berubah menjadi tertawa terbahak bahak
Avila" (tertawa) jadi karena hal itu bapak memperhatikan saya,astaga saya sudah berfikir buruk tentang bapak
pak Diman" maaf non,maaf saya terlalu lancang
Avila" tidak apa pak,wajar jika begitu,saya itu punya ibu orang Indonesia,dan saya sering sekali datang kemari,dan saya pernah tinggal beberapa tahun di sini,jadi saya sangat Pasih bahasa Indonesia
__ADS_1
pak Diman" ealah begitu toh non,ya ampun,beneran non saya sepanjang perjalanan terus memikirkan hal ini
Avila" jangan jangan karena hal ini juga pak Diman terlambat menjemput saya (terkekeh)
pak Diman" bisa di bilang seperti itu non,maaf sekali lagi non
setiba nya di apartemen Avila langsung merebahkan tubuh kecil nya yang sudah sangat lelah ke atas tempat tidur
brug
Avila" ah nyaman sekali,baru beberapa bulan aku meninggalkan tempat ini,aku sudah sangat rindu,aku tidak mengira akan kembali ke tempat ini secepat ini
karena merasa lelah lambat laun mata coklat mengkilap itu terpejam
sore hari Avila terbangun,karena suara ponsel nya yang begitu menganggu,dengan malas Avila mengambil ponsel nya dan mengangkat panggilan itu tanpa melihat yang menelponnya
Avila* iya halo (suara serah khas bangun tidur)
Abe* Avila!! kemana saja kamu
Avila langsung tersadar dari tidur nya dan mengubah posisinya menjadi duduk dirinya merasa terkejut
Avila* u-uncle,ada apa ?
Abe* Avila,lihat ini sudah pukul berapa,kenapa kamu tidak kekantor
Avila melihat jam di ponselnya yang menunjukan pukul lima sore
Avila* astaga sudah jam lima,ya ampun uncle Avila akan ke kantor sekarang maaf (panik)
Abe* Avi,kamu akan bertemu siapa di sana hah ?
Avila* uncle dan yang lain (bingung)
Abe* Avi jika kamu pergi sekarang maka kamu akan bertemu hantu saja di sana,ini sudah waktu pulang kantor tidak ada lagi orang di kantor
Avila* astaga,maaf kan Avi uncle,sungguh Avi tidak bermaksud begitu
Abe* (terkekeh) ya sudah Avi,dari pada kamu ke kantor lebih baik kamu ke rumah uncle,uncle tunggu untuk makan malam,uncle harap kamu tidak akan datang jam sepuluh malam Avi (terkekeh)
Avila* ah baik uncle,sekali lagi maaf uncle
Abe* ya sudah Avi sampai jumpa di rumah uncle
Avila* baik uncle
Abe mengakhiri panggilan nya dengan Avi,Avila memukul kepala nya karena kebodohan nya
Avila" astaga Avila bodoh sekali kamu,ini karena kamu memikirkan hal tidak penting,membuat mu tidak bisa tidur semalaman,astaga Avila ayolah jangan seperti orang bodoh,dia hanya mempermainkan mu,lihat hanya menjemput mu saja dia tidak bisa,apa lagi yang kamu harapkan bodoh
Avila bangkit dari tempat tidur nya dan masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan bersiap untuk memenuhi undangan Abe untuk nya
___________________
TBC
__ADS_1
next
lanjut gak,lanjut gak,kalo mau lanjut jangan lupa kasih aku dukungan dalam bentuk apa pun (like,komen,dll) biar aku makin semangat nulis nya hehe (maksa banget nih author 🤣🤣)