Pilihan Hidup Ku

Pilihan Hidup Ku
PHK 4


__ADS_3

setibanya di cafe yang sudah di sepakati Arisya masuk kedalam cafe itu,dan melihat kadavi sudah menunggu nya di sana,Arisya berjalan menghampiri kadavi


Arisya" permisi mas


kadavi melihat Arisya yang terlihat berantakan dan tangan nya di penuhi memar


kadavi" duduk lah


Arisya mengikuti perintah kadavi,Arisya duduk di kursi yang berada di sebrang kadavi


kadavi" saya rasa,saya tidak perlu bernada basi pada mu,apa yang kamu inginkan dari Alicia


Arisya" maksud mas ? (bingung)


kadavi" jangan berpura pura bodoh,aku tahu kamu berteman dengan Alicia selama ini hanya kerena harta nya bukan,sudah lah tidak usah berpura pura di depan ku,berapa yang kamu inginkan,seratus juta,dua ratus juta,atau. satu miliar,sebut saja,tapi dengan syarat jauhi Alicia,dan tinggalkan dia jangan kamu pengaruhi istri ku


Arisya merasa sangat geram,dengan perkataan kadavi,rasanya Arisya ingin memaki kadavi yang ada di hadapan nya


Arisya" (menarik nafas) maaf mas,saya tidak butuh uang anda,dan saya bukan lah orang yang berteman dengan seseorang karena harta,dan satu lagi,tidak perlu repot repot,memikirkan apa yang saya mau dari Alicia,karena saya lebih suka mencari sendiri tanpa harus mengambil milik orang lain,jika mas mau saya menjauhi Alicia saya akan lakukan,tanpa mas bayar jika menurut mas saya bawa pengaruh buruk buat Alicia maka saya akan menjauhi Alicia,saya rasa jelas yang saya katakan


Arisya bangkit dari bangku yang membuat nya merasa sangat panas itu


Arisya" saya permisi,dan biar saya yang membayar kopi yang anda minum


Arisya pergi menuju kasir dan membayar minuman milik kadavi,dan pergi begitu saja


Arisya tidak kuat lagi Manahan air matanya,bulir bening itu kini membasahi mata dan pipi Arisya


dia ingat ini bukan kali pertama keluarga Alicia meminta nya untuk menjauhi Alicia


flashback


saat itu Arisya sudah duduk di bangku SMA,kali ini Arisya dan Alicia berada di sekolah yang berbeda namun,Alicia setiap hari terus saja menjemput dan mengantar pulang Arisya,hari itu Alicia tidak bisa menjemput Arisya karena ada urusan keluarga


Arisya merasa senang karena dirinya bisa bermain bersama teman teman nya yang lain,


"Lo benaran bisa ikut kita main sya"


Arisya" em,ayo kita mau kemana ?


"kita makan di cafe baru saja bagaimana"


Arisya" tapi tidak mahal kan


" tenang gue yang traktir"


Arisya" YESS ayo kita pergi


Arisya dan teman teman nya mau meninggalkan sekolah,sampai setiba nya di gerbang sekolah Arisya melihat aunty nila berada di sana


dengan perasaan takut Arisya menghampiri nila

__ADS_1


Arisya ingin mencium tangan nila,namun nila menarik tangan nya,seolah jijik jika Arisya menyentuh nya ,teman teman Arisya yang melihat itu terdiam dan merasa kesal melihat kesombongan nila


Arisya" aunty,em maksud saya nyonya ada perlu apa kemari


nila" saya to the poin saja ya,saya mendapat pesan dari ibu Alicia,untuk meminta mu menjauhi Alicia,jika kamu masih mendekati nya maka ayah mu akan di pecat dari pekerjaan nya,dan satu lagi jangan pernah katakan ini pada Alicia


Arisya" jangan pecat ayah,saya mohon,saya akan menjauhi Alicia,tapi jangan pecat ayah saya (menangis)


nila" bagus jika kamu tidak mau ayah mu di pecat,dan ambil ini


nila melemparkan beberapa lembar uang ke arah Arisya,hal itu membuat Arisya menjadi bahan pembicaraan anak anak di sekolah nya


ke esokan harinya Arisya pergi ke sekolah pagi pagi sekali,agar dirinya tidak bertemu Alicia,dan pulang paling belakangan agar menghindari Alicia,selama seminggu Arisya harus menghindar dan menjadi bahan perbincangan anak anak di sekolah nya


Alicia yang merasa bingung dengan perubahan sikap Arisya mulai mencari tahu apa yang terjadi,hingga akhirnya Alicia tahu jika aunty nila mengancam Arisya


sore itu seperti biasa,Arisya pulang setelah sekolah sudah sangat sepi,Arisya bejalan dengan terburu buru,karena merasa takut,sesampai nya di gerbang Alicia sudah menunggu Arisya


Alicia" Arisya


Arisya yang terkejut,langsung buru buru pergi seolah olah tidak mendengar penggilan Alicia


Alicia mengejar Arisya


Alicia" Arisya (menahan pundak Arisya)


Arisya" oh Alicia (berpura pura terkejut) maaf aku tidak tahu kamu memanggil ku


Arisya sangat terkejut,pasal nya dirinya tidak pernah mengatakan apa pun pada Alicia


Arisya" cia,aku mohon jangan seperti ini kasihan ayah ku,aku mohon jangan dekati aku lagi


Alicia" tidak,kamu adalah sahabat ku,aku tidak akan membuat sahabat ku terluka,kamu tenang saja semuanya akan baik baik saja,percaya pada ku


sejak hari itu Arisya kembali bersama Alicia,namun tetap saja ada saja orang orang yang meneror nya atau berusaha mencelakai nya,namun Arisya tidak ambil pusing dengan hal itu


flashback off


ponsel arisya berdering,iya melihat layar ponsel nya


"bunda" nama itu tertera di layar ponsel Arisya


Arisya menghapus air matanya dan mengangkat panggilan itu


Arisya* halo bunda


Ningrum* sya kakak mu sudah melahirkan,cucu bunda perempuan sya (terharu)


Arisya* Alhamdulillah,baik lah Bun sya segera kembali ke rumah sakit,sya mau lihat keponakan sya itu


Ningrum* cepat lah kami menunggu mu

__ADS_1


Arisya* iya Bun


Arisya mengakhiri panggilan itu,dan menyetop sebuah taksi untuk Kemabli ke rumah sakit


sesampainya di rumah sakit Arisya melihat kakak nya sudah di pindahkan ke ruang rawat,dan bayi mungil itu tengah di perebutkan oleh nenek dan kakek nya


Arisya" huaaa keponakan aunty yang cantik


Arisya berlari ke arah bundanya yang tengah mengendong bayi mungil itu


Ningrum" cuci tangan mu dulu baru boleh pegang cucu bunda ini


Arisya" (mengerucutkan bibir nya) pelit sekali,baik lah sya cuci tangan dulu


setelah selsai Arisya keluar dari kamar mandi


lusi" dek sini deh


Arisya" ada apa kakak ku


Arisya berjalan mendekati kakak nya yang berada di pembaringan


Lusi" maaf ya dek,kamu jadi memar memar karena kakak


Arisya" enak saja minta maaf,kakak harus tanggung jawab


Lusi" apa deh apa,kakak bakal tangung jawab


Arisya" kasih Arisya ongkos setiap hari selama setahun (terkekeh) tidak tidak sya bercanda,Kakak harus tanggung jawab dengan cara besarkan putri kakak menjadi wanita yang hebat seperti ibu nya,tapi jangan bawel (terkekeh)


Lusi" kamu ya (memeluk) terimakasih dek


Arisya" sama sama kakak ku yang cantik


keduanya saling berpelukan tidak asing bagi keluarga ini melihat kedua wanita ini saling ejek atau saling mengungkapkan rasa cinta mereka sebagai saudara


cklek


pintu ruangan itu terbuka


"selamat sore" keluarga Arisya seketika waspada akan kedatangan tamu yang tak mereka duga


___________________.


TBC


next


jangan lupa setelah membaca berikan komen,like dan dukungan lain nya dari kalian nya,oh iya kritik dan saran juga aku tunggu ya terimakasih


💗💗💗

__ADS_1


__ADS_2