
Arisya duduk dan menatap kedua orang tua nya itu
Hardi" jadi dulu saat Lusi baru masuk perguruan tinggi,Lusi tidak sengaja melihat Emma tengah asik berselingkuh dengan salah satu dekan di kampus itu,Emma yang mengetahui itu,langsung mengancam Lusi,tapi kamu tahu kakak kamu kan,semakin di larang akan semakin dia lakukan tanpa rasa takut,hari itu Lusi mengadukan semua nya pada tuan Henry,dan memberikan bukti bukti yang sudah di kumpulkan
Arisya" lalu
Hardi" lalu tuan Henry marah besar dan berniat akan menceraikan nyonya Emma,dan mengambil hak asuh Alicia,Emma tidak terima,dirinya selalu mencari kesalahan tuan Henry,membuat tuan Henry Asal bicara,jika dirinya akan menikahi Lusi,saat itu tuan Henry benar benar hanya asal bicara,ayah. tidak tahu jika,Emma menganggap serius hal itu
kadavi" lalu kenapa mama Emma dan papa Handry tidak jadi berpisah
Hardi" yang kami dengar karena permintaan almarhumah eyang,yang meminta tuan Henry memikirkan Alicia yang kasihan jika tumbuh tanpa sosok seorang ibu
Arisya" jadi semua itu hanya salah paham,hingga membuat mama Emma sangat membenci keluarga kita
Ningrum" benar nak,apa. yang dia perbuat pada mu selama ini nak,kenapa tidak pernah memberi tahu bunda
Arisya" (tersenyum) aku hanya mengarang saja Bun,yah agar kalian mau cerita pada ku
Hardi" Arisya (meninggikan suara) kamu ke terlaluan,kamu hampir membuat ayah serangan jantung ternyata kamu hanya bercanda,minta maaf sama kakak mu dan mas mu sana
Arisya" maaf,sya tidak bermaksud,iya sya minta maaf
Arisya menuju kamar Lusi
tok tok tok
Lusi" masuk
Arisya" kakak,sya minta maaf sudah salah paham
Lusi" apa yang di lakukan mereka pada mu sya
Arisya" Arisya hanya berbohong,agar kalian mau menjawab pertanyaan sya
Lusi" tapi Masalah kadavi
Arisya" iya itu benar,tapi jangan di bahas lagi,sya tidak mau ayah sama bunda jadi kefikiran yang tidak tidak
Lusi" kamu ini sya,sudah jelas sekarang
Arisya" em,aku akan berikan rekaman ini pada om Vero,agar mama Emma tidak berkelit lagi
Lusi" baik lah,kamu buat kakak takut sya
Arisya" maaf,ya sudah sya mau pulang,urusan sya sudah selsai,sya masih harus memberikan ini pada om Vero
Lusi" dasar anak ini,ya sudah ayo kita. temui ayah sama bunda
__ADS_1
Panji" sama mas Panji gak minta maaf gitu,mas udah mau telpon ambulance tau,pas kamu kesakitan
Arisya" maaf ya mas Panji ku yang ganteng,aduh senang sya di perhatiin
Panji" awas kamu ya,besok besok kalo kayak gini lagi mas Panji jitak kamu
Arisya" (terkekeh) iya iya maaf
setelah selsai berbincang,Arisya dan kadavi berpamitan untuk pulang,mengingat waktu juga sudah mulai sore,sebelum pulang Arisya memberikan yang di minta vero pada nya,setelah selsai mereka kembali ke rumah
sesampainya di rumah Arisya memilih membersihkan diri lebih dulu,setelah selsai Arisya melihat ponsel nya,ada beberapa panggilan tak terjawab dari Alicia,Arisya langsung menelpon kembali namun nomor Alicia kembali tidak aktif
Arisya melihat ke arah kadavi yang,tengah melihat leptop nya
Arisya" mas Davi tidak kembali ke kamar mas Davi
kadavi" kenapa ? ini kamar ku juga bukan
Arisya" baik lah,jika begitu aku yang akan tidur di sofa
kadavi bangkit dari duduk nya,dan menarik tangan Arisya menuju tempat tidur
kadavi" tidur lah di sini,apa masalah nya jika kita tidur bersama,kita suami dan istri,lagi pula aku sudah melakukan nya,buktinya anak ku ada di perut mu,tidak usah takut jadi
Arisya sedikit tersipu mendengar perkataan kadavi
kadavi" hanya apa,sudah tidur lah,besok kita akan kembali bekerja
Arisya" em mas,besok boleh aku meminta izin,ini pertama kali nya aku mengikuti kelas bayi dan orang tua,om angkasa yang menyarankan,kata om angkasa jika bisa ibu dan ayah harus ikut,aku tahu mas Davi pasti sibuk
kadavi" baik lah,tidur lah sudah malam,tidak usah banyak bicara
Arisya mulai memejamkan matanya,sementara kadavi masih asik dengan leptop nya
ke esokan paginya,seperti biasa kadavi sudah siap untuk pergi ke kekantor bersama Arisya,sesampainya di kantor Arisya bertemu Avila,namun Avila masih tidak mau berbicara pada Arisya
kadavi" apa Avila marah pada mu
Arisya" aku juga tidak tahu,nanti akan aku tanyakan padanya
kadavi" baik lah
Arisya mulai bekerja,sementara kadavi pergi tidak tahu kemana
Arisya" pak Kholik ini sudah waktu makan siang,dan mas Davi belum juga kembali,aku harus pergi,nanti jika mas Davi datang beritahu pada nya jika aku pergi ke ke tempat pertemuan
Kholik" oh mau belajar mengurus bayi ya nona
__ADS_1
Arisya" em,kalo begitu aku pergi dulu ya pak
Kholik" baik lah nona,hati hati
Arisya sampai di lobi namun langkah nya terhenti saat tiba tiba Avila memeluk nya
Avila" maafin Avi,Avi marah sama kakak karena mikir kalo kak Bara mulai ada rasa sama kakak,maafin Avi yang selalu gak percaya sama kakak
Arisya" Avi ada apa (tersenyum) kamu gak salah,sudah tidak usah menangis,lihat kakak,jangan menangis lagi,Bara akan mengejek mu jika seperti ini,sudah ya
Avila" maaf kak,gak seharusnya Avi kayak gitu ke kakak,maaf
Arisya" avi,lain kali tanya sama kakak,jangan langsung marah,kamu jadi sedih sekarang kan,sudah Avi nanti lagi kita bicara kakak harus pergi
Arisya hendak pergi namun langkah nya lagi lagi terhenti
Bara" sya ayo aku temani ke pertemuan itu bukan kah membutuhkan ibu dan ayah,agar aku bisa belajar
Avila" ah benar,agar nanti kalo kak Bara punya istri sudah siap siaga
Bara" diam kamu anak kecil
Arisya" tidak usah bara biar aku sendiri saja,tidak apa apa
Avila" tidak apa apa kak biar kami temani,hitung hitung menghindari pekerjaan
Bara" biar aku temani
"tidak usah,bayi itu ayah nya masih hidup"
Arisya,Bara dan Avila melihat ke arah belakang
Arisya" mas Davi
kadavi" tidak usah kau temani istri ku,karena bayi ini ayah nya masih ada,jadi aku yang akan mengantar nya
Arisya" mas Davi (tidak menyangka)
kadavi" ayo pergi bukankah sudah terlambat
Arisya" ah Iya iya mas
kadavi dan Arisya pergi meninggalkan kantor,di tempat pertemuan itu kadavi sangat antusias mengikuti pelajaran,yang di berikan Arisya merasa sangat bahagia melihat kadavi yang sekarang
____________________
TBC
__ADS_1
next