
Arisya bekerja dengan senang,karena kini semua orang benar benar peduli pada nya,bukan karena embel embel sebagi istri bos,namun karen kebaikan Arisya selama ini pada mereka
selsai bekerja seperti biasa Arisya akan pulang bersama pak Rahmat,tidak terasa kini sudah sebulan Arisya berkerja kembali
hari ini hari Minggu Arisya berniat mengunjungi keluarga nya,karena ia sangat merindukan keluarga nya
setelah selsai bersiap Arisya melihat pantulan dirinya di kaca
Arisya" lihat nak,kamu semakin besar,perut Buna sangat besar sekali sekarang kamu sehat ya nak,Buna udah gak sabar mau ketemu kamu,gak apa apa ya nak kita berdua aja,kamu sama buna,oke
bayi di perut Arisya menendang seolah mengerti perkataan Arisya
Arisya" (mengelus perut) anak pintar,sekarang kita pergi ke rumah kakak lani ya,dia pasti senang tahu kita datang
setelah selsai,Arisya meminta pak Rahmat untuk mengantar kan dirinya ke rumah orang tuanya,sesampai nya di sana Arisya di sambut bahagia
Ningrum" kok sendiri sya,suami mu mana ?
Arisya" oh mas Davi lagi sama Alicia Bun
Ningrum" ini lah yang bunda takutkan,apa kamu baik baik saja dengan hal ini sya
Arisya"(tersenyum) baik Bun,lagi pula Arisya yang memilih jadi sya harus siap bukan,kenapa jadi sedih sih Bun,ih sya itu kesini buat senang senang bukan untuk sedih sedihan gini
Lusi" iya bunda ini,sekarang tuh waktunya senang senang,biar baby nya happy
Arisya" lani,ya ampun aunty kangen kamu bocah gembul,lihat bayi ku bergerak gerak,seperti nya dia senang bertemu lani
ketiga wanita itu tertawa bersama,setelah seharian bermain,bercerita bersama keluarga nya,kini tiba waktunya untuk Arisya kembali ke kehidupan nya yang sepi,bahkan seperti orang yang terlupakan
sesampainya di rumah Arisya melihat mobil milik kadavi,dan juga mertua nya,betapa bahagia nya Arisya melihat mobil milik mereka,rasanya Arisya saat ini ingin berlari memeluk kadavi,dan menceritakan semuanya pada mertuanya itu,namun semua itu hanya menjadi harapan Arisya,saat arisya tiba di dalam rumah,semua wajah terlihat sangat tegang,senyum di wajah Arisya seketika memudar
Arisya" a-ada apa ini ?
Alicia berjalan mendekati Arisya
Alicia" aku gak nyangka ya sya,ternyata kamu selama ini setuju untuk menjadi madu ku karena uang,ternyata mama benar,kamu hanya menginginkan harta kami saja
Arisya" apa maksud mu Alicia
kadavi berjalan mendekati Arisya dan memberikan sebuah map biru pada Arisya
kadavi" baca ini
Arisya mengambil berkas itu dan melihat ada tanda tangan nya di sana
Arisya" tidak,aku tidak pernah mendapatkan bayaran sedikit pun,sungguh aku melakukan ini hanya ingin membantu,aku mohon percaya pada ku,aku berani bersumpah
Alicia" aku tidak menyangka sya ternyata kamu seperti ini,aku kira kamu menolongku karena tulus ternyata
Fara" mommy kecewa pada mu sya,tidak seharusnya kamu melakukan itu,kenapa kamu buat mommy kecewa
kadavi" dengar aku baik baik,setelah anak itu lahir aku akan mengambil nya,dan aku akan menceraikan mu,dan satu lagi,hak asuh anak akan berada di tangan ku,dan jangan berharap sepeser saja kamu menerima uang dari ku
__ADS_1
Arisya sudah tidak sanggup bicara,kini hanya air mata kesedihan yang bisa ia keluarkan,Arisya merasa kaki nya sagat lemas membuat nya terduduk di lantai
Alicia" tidak usah berakting lagi,kami tidak akan kasihan pada mu
Alicia hendak pergi,namun langkah nya terhenti tepat di hadapan Arisya,dan Alicia jatuh pingsan
hal itu membuat semua orang terkejut,termasuk Arisya
kadavi" apa yang kamu lakukan pada istri ku (berteriak)
Arisya" aku tidak tahu,dia tiba tiba terjatuh sungguh aku tidak melakukan apa pun
tanpa banyak bicara kadavi langsung membawa Alicia ke rumah sakit,sesampai nya di rumah sakit dokter memeriksa Alicia,kadavi sangat cemas pada Alicia
setelah selsai di periksa seorang dokter keluar menemui kadavi
kadavi" bagaimana dok,apa yang terjadi?
dokter" selamat pak,nyonya Alicia sekarang tengah mengandung
perkataan dokter itu sontak membuat Fara dan kadavi sangat terkejut,mereka tahu jika Alicia sudah di vonis tidak akan bisa mempunyai anak
kadavi" dokter anda tidak bercanda kan,istri saya sudah di vonis tidak bisa memiliki anak dok
dokter" (tersenyum) saya tidak bercanda pak,ini namanya kuasa Tuhan apa pun bisa terjadi
Fara" ja-jadi menantu saya kini tengah hamil dok ?
kadavi dan Fara sangat gembira bukan main,mereka berdua tidak sabar untuk bertemu Alicia
dokter" silahkan temui pasien,sedari tadi pasien menangis haru
setelah mendapat izin dokter kadavi dan Fara langsung masuk menemui Alicia yang sedang menangis
kadavi" sayang (memeluk) sungguh ini keajaiban sayang,aku juga sangat terharu,jangan menangis sayang nanti bayi kita akan sedih
Fara" Alicia,selamat nak mommy sangat senang mendengar nya
Alicia masih terus menangis
" sialan Mario sudah ku katakan pakai Pengan,lihat apa yang tejadi,anak ini akan menghalangi karier ku,sialan jika begini. apa yang harus aku lakukan" dalam hati alicia
kadavi dan Fara terlihat sangat senang,namun tidak dengan Alicia
Arisya sangat cemas menunggu kabar Alicia,dirinya benar benar takut terjadi sesuatu pada sahabat nya itu
ponsel Arisya be dering menandakan panggilan masuk dari pak Rahmat,Arisya segera mengangkat panggilan itu
Arisya* halo pak bagaimana
pak Rahmat* nyonya,em begini nyonya
Arisya* ada apa pak,apa yang terjadi ? cepat kata Kan
__ADS_1
pak Rahmat* nyonya,nyonya Alicia sekarang tengah mengandung
Arisya*(sangat terkejut) a-apa benar itu pak ?
pak Rahmat* iya nyonya,nyonya jangan sedih ya
Arisya* (tersenyum) aku tidak sedih pak, sungguh aku sangat bahagia mendengar kabar ini,itu artinya mas Davi akan sangat bahagia
pak Rahmat* nyonya anda sangat baik
Arisya* ya sudah pak,kembali lah, terimakasih telah membantu
Arisya mengakhiri panggilan nya,Bu sari dan Nini menatap Arisya
Bu sari" bagaimana nyonya
Arisya" Alicia hamil Bu,mereka akan mempunyai anak (tersenyum bahagia)
Bu sari" apa nyonya baik baik saja
Arisya" aku baik baik saja,aku justru senang
Nini" jika nyonya Alicia hamil,itu artinya anak nyonya tidak akan di anggap oleh tuan dan keluarga nya,kasihan tuan kecil
dengan polos Nini mengatakan hal itu membuat senyum Arisya seketika memudar
Bu sari yang menyadari hal itu langsung melihat tajam ke arah Nini
Arisya" tidak Nini,jangan berfikir begitu,ya sudah aku kemar ku dulu,aku mau memberi tahu keluarga ku (tersenyum)
Arisya meninggalkan Bu sari dan Nini
Bu sari" Nini kamu ya,nyonya jadi sedih kan
Nini" Nini kan bilang yang benar Bu,belum apa apa saja mereka sudah meninggalkan nyonya begitu saja
Bu sari" tapi tidak harus kamu katakan di depan nyonya Nini
Nini" maaf Nini lupa
Bu sari" hih kamu ini
Arisya tengah duduk di pinggiran tempat tidur nya sambil mengelus perut nya
"seandainya,Alicia menunggu dan bersabar,seandainya aku tidak mendengarkan perkataan mama Emma,mungkin saat ini aku tidak akan sesedih ini,dan anak ku,mungkin tidak perlu merasakan penderitaan seperti ini" tak terasa air mata Arisya kembali mengalir
_____________________
TBC
next
selamat membaca ya semua,jangan sedih ya bacanya,soalnya aku yang nulis nya aja nangis 😢😢😢,jangan lupa kasih dukungan apa pun buat aku ya semua oke 😘😘😘
__ADS_1