Pilihan Hidup Ku

Pilihan Hidup Ku
PHK 117


__ADS_3

Alicia mulai membaca kertas kertas yang kini ada di hadapan nya,dirinya sama sekali tidak mengerti dengan semua tulisan yang ada di dalam kertas kertas itu,hal itu membuat nya sedikit frustasi


Alicia" kenapa dulu aku tidak pernah berfikir untuk belajar hal seperti ini,lihat sekarang aku seperti orang bodoh


Alicia meletakan kepalanya di atas meja sambil memandang selembar kertas yang kini ia pegang


Alicia" ayolah kepala ku bekerja sama lah sedikit,agar kita bisa menyelesaikan semua ini,lihat tidak ada satu pun kertas di sini yang aku mengerti


seseorang tengah memperhatikan Alicia,yang terlihat lucu di mata nya,yang membuat orang itu tidak ingin melepas pandangan nya dari Alicia


Dirly" pak Mario,apa nona Alicia tidak mau kita bantu


Mario merasa terkejut melihat Dirly yang sudah ada di belakang nya


Mario" maksud mu ?


Dirly" kenapa pak Mario tidak masuk,bukan kah kita akan mengajarkan nona Alicia,apa nona Alicia menolak ?


Mario" tidak,aku belum masuk kedalam


memutar mata malas dan membelakangi Dirly


tok tok tok


mendengar suara ketukan pintu,Alicia dengan cepat membereskan beberapa kertas yang berserakan di meja kerja nya


Alicia" se-sebentar,astaga memalukan sekali


dengan cepat Alicia membereskan meja kerja nya


Alicia" silahkan masuk


Mario dan Dirly masuk kedalam ruangan Alicia,setelah mendapat izin Alicia


Alicia berusaha menelan selivah nya,karena ia tidak tahu mengapa merasakan tubuh nya sangat kaku saat ini


Mario" apa sudah ada yang kamu kerjakan


Alicia diam tidak menjawab pertanyaan Mario,mata nya masih tertuju ke arah pintu


Mario yang melihat itu mengikuti pandangan Alicia,setelah itu melambaikan tangan nya di depan wajah Alicia yang masih memandang ke arah pintu


Mario" nona Alicia (melambaikan tangan)


Alicia" (terkejut) oh iya,astaga maaf


Mario" apa anda baik baik saja


Alicia" ya saya baik baik saja,ada apa kemari,em tidak maksud saya ada apa bapak kemari


Mario rasanya ingin tertawa melihat tingkah gugup Alicia,Mario hendak menjawab namun Dirly lebih dulu menjawab pertanyaan Alicia


Dirly" jadi begini nona,kami di sini untuk membantu nona Alicia belajar mengenai kontrak kontrak itu


Mario mantap tajam ke arah Dirly yang kini menundukan kepala nya,mendapat tatapan maut dari atasannya itu


Alicia" ah iya,maaf jadi merepotkan,tapi sungguh aku benar benar tidak mengerti,semua yang ada di dalam sini,aku bahkan hampir frustasi melihat nya


Mario" bagian mana yang kamu tida mengerti


Alicia" semua nya (menundukan kepala nya)

__ADS_1


melihat Alicia yang merasa sedih Mario tidak tega melihat nya


Mario" Duduk lah,biar aku beri tahu


Alicia duduk di kursi nya,dengan sigap Dirly pun mengambil kursi untuk Mario,Mario dan Alicia mulai membahas setiap dokumen yang ada di hadapan mereka


sementara di tempat lain,Avila dan Aryan tengah sibuk memilih gaun untuk Avila


Avila" bagaimana bagus tidak yang ini


Aryan memutar mata malas,pasal nya dirinya dan Avila sudah tiga jam berkeliling mall untuk mencari baju


Aryan" kakak,ini sudah toko yang entah ke berapa kita kunjungi,dan sudah beberapa baju yang kakak coba,setiap aku berkata bagus kakak akan bilang tidak,astaga kakak kita hanya akan makan malam dengan keluarga Kaka Bara,kenapa harus seheboh ini


Avila" kamu lelah,sorry tapi kakak mau tampil bagus di hadapan mereka,walau kakak tahu mereka sudah mengenal kakak,tapi


perkataan Avila terhenti,karena Aryan lebih dulu memotong


Aryan" kakak tidak perlu menunjukan atau mengenakan sesuatu yang bagus,seseorang terlihat baik itu di mulai dari hati dan sikap nya kak,percaya pada ku,lagi pula om Vero dan keluarga sudah mengenal Kakak dengan baik,kalian bersama bahkan saat kakak masih kecil,aku rasa mereka tahu kakak sepeti apa


Avila menatap adik nya itu


Avila" astaga aku baru sadar jika adik ku ini sudah besar,bahkan bisa menceramahi kakak nya (terkekeh) baik lah adikku yang ganteng,kakak akan mengambil baju ini (tersenyum)


Aryan" cepat lah sedikit aku sudah lapar, aku bisa mati kelaparan nanti


Aryan kembali duduk di kursi


Avila hanya bisa tertawa melihat adik nya itu,sementara di tempat lain Arisya tengah berusaha memajukan baju pada putra nya yang semakin hari semakin aktif


Arisya" Faris,al-farisi astaga Faris cepat kemari pakai baju dulu nak


Fari" kejai atu Buna,kejai


Arisya merasa sangat kewalahan melihat putranya yang sangat aktif itu


Arisya" Fari cukup sayang,Buna lelah nak,cepat sini pakai baju nya,kita mau pergi ke rumah eyang sama mommy,jika Fari tidak memakai baju,Buna akan tinggalkan Fari di rumah


mendengar akan pergi ke rumah orang tua Arisya bocah kecil itu seketika langsung menggantikan langkahnya,dan berbalik menatap ke arah Arisya yang tengah duduk di sofa


Fari" eyang (menatap Arisya penuh tanya)


Arisya" iya rumah eyang,seperti nya Fari tidak mau ikut,ya sudah Buna saja yang pergi


Arisya sengaja hendak pergi karena iya yakin jika putranya akan memeluk nya agar dirinya tidak pergi


"satu dua tiga" dalam hati Arisya


brag


benar saja sebuah tangan kecil memeluk kaki Arisya


Fari" Buna,ai itut


Arisya" Buna tidak mau ajak Fari,habis kamu tidak mau mendengarkan bunda


Fari" Buna solli,ai calah,Buna angan mayah ai ya


Arisya"(tersenyum) anak baik,(Arisya merendahkan dirinya agar sejajar dengan putranya)tidak sayang Buna tidak marah pada Fari,Buna kan sayang Fari hug Buna sayang


Fari langsung memeluk Arisya,dengan erat

__ADS_1


Arisya" sekarang Fari pakai baju,setelah itu kita telpon mommy bilang jika Fari sudah menunggu


Fari dengan girang menyambut perkataan Arisya,setelah selsai mengurus putranya Arisya menghubungi Alicia


Alicia* iya sya


Arisya* cia ini sudah pukul setengah lima dan kamu belum memberi kabar pada ku


Alicia* maaf,maaf Buna nya Fari sungguh aku lupa,lihat lah pekerjaan ku


Alicia mengarahkan ponsel nya pada tumpukan kertas di meja


Arisya* astaga banyak sekali itu cia,jika begitu besok saja,kamu akan lelah jika harus pergi lagi nanti


Alicia* tidak apa apa sya, ini sudah mau selsai kok,tumpukan kertas itu sudah sesuai aku baca


Arisya" kamu tidak berbohong


Alicia* tidak Buna,ya sudah matikan panggilan ini,agar aku bisa cepat selesai aku tahu anak kecil itu pasti sudah tidak sabar untuk pergi


Arisya* mommy tepat sekali,ya sudah cia aku tunggu di rumah bunda ya


Alicia* iya Buna


panggilan berakhir,Mario melihat ke arah Arisya yang kembali bekerja


"sepanjang hari ini,aku baru melihat senyum nya setelah menerima panggilan dari Arisya" dalam hati Mario


Alicia" akhirnya aku selsai


Mario sedikit terkejut mendengar suara Alicia yang tiba tiba sedikit berteriak


Alicia" Dirly ini,yang terakhir,dan besok kamu ajari aku cara membuat laporan nya oke


Dirly" baik lah nona cia,anda sudah bekerja keras hari ini


Alicia* aku tidak bekerja sendiri,ada kamu yang membantuku terimakasih


Mario merasa kesal karena sejak tadi diri nya seperti tidak di anggap oleh Alicia,dirinya seperti tidak terlihat oleh Alicia


Mario" Hem,Hem,seperti ada yang terlupakan apa ya


mendengar suara Mario Dirly langsung mendekat pada Mario


namun tidak dengan Alicia dirinya memilih merapihkan barang barang nya dan bersiap untuk pulang


Alicia" aku pulang dulu ya semua,sampai jumpa besok


Alicia dengan cepat keluar dari ruangan itu


Mario" Dirly apa aku tidak terlihat di mata nya,kenapa dia hanya berterimakasih pada mu,padahal yang mengajarkan nya aku bukan kamu


Dirly" saya tidak tahu pak


Mario merasa sangat kesal melihat sikap Alicia pada nya hari ini


___________________


TBC


next

__ADS_1


__ADS_2