
semakin hari Arisya semakin menjadi bahan perbincangan di kantor,tidak tahu dari mana berita itu tersebar,hal itu membuat sahabat sahabat Arisya kehilangan kesabaran karena mendengar perkataan orang orang di kantor
"iya kan dia mau jadi istri ke dua karena dapet duit, di bayar,kan kata nya denger denger cowok nya itu orang kaya,ih gila sih gue mah gak nyangka kalem kalem ternyata pelakor" Tamara dan Lucia sudah mulai geram mendengar perkataan orang orang berada di belakang mereka
Tamara" heh kalo Lo berani sini ngomong depan gue jangan pada bisik bisik,Lo kalo gak tahu dengan apa yang Lo omongin mending diem deh,itu bisa jadi fitnah
Lucia" mending Lo pada urusin hidup Lo deh,dari pada ngurusin hidup orang lain,hidup Lo aja dosa nya masih bertebaran udah ngurusin orang
"heh emang kenyataan kan temen Lo itu pelakor,jadi istri kedua orang,apa lagi kalo gak karena duit"
Lucia dan Tamara sangat geram keduanya langsung menyerang keempat wanita yang ada di hadapan mereka
suasana kantor menjadi heboh kerena peekalahian mereka
Evan dan Danu yang mendapati Tamara dan Lucia tengah bertengkar langsung berusaha melerai namun mereka kewalahan di buat para wanita itu,dengan bantuan satpam akhirnya pertikaian itu terhenti
Danu" kamu apa apain sih kenapa jadi berantem udah kayak anak kecil saja (kesal)
Evan" Lo juga ci kenapa jadi ikut ikutan ribut
Lucia" mereka duluan yang mulai,mereka fitnah sya,bilang sya plakor,bilang sya wanita bayaran siapa yang gak emosi
Tamara" mereka duluan yang cari gara gara
Danu" gak harus berkelahi kayak gini kan
Evan" kalo sya bakal sedih
baru berhenti bicara Evan,Arisya sudah muncul di hadapan mereka
Arisya" astagfirulla,Uci,mara,kalian kenapa bisa kayak gini,Evan ke klinik minta obat merah dan plester buat mereka,ya Allah kalian
Evan" ayo dan temenin gue ke klinik
Evan dan Danu meninggalkan ketiga wanita itu
mereka mengira jika Arisya tidak tahu permasalahan nya,mereka merasa lega
Arisya" lain kali jika ada orang,yang mengatai ku seperti itu lebih baik kalian diam saja,jangan kalian ladeni,lihat kalian jadi terluka,dan gosip itu juga tidak akan berhenti,nama kalian juga ikut rusak
"sya" Tamara dan Lucia berkaca kaca
Arisya" sya tahu kalian berniat baik,mau membantu tapi sya tidak tega jika kalian harus terluka seperti ini,biarkan saja mereka mau bicara apa,yang penting kalian selalu ada buat aku dan gak ninggalin aku itu sudah cukup (menangis)
"sya" Tamara dan Lucia memeluk Arisya yang berada di hadapan mereka
__ADS_1
Arisya" sudah jangan bersedih lagi,ingat jangan ulangi hal seperti ini,asal kalian tahu aku tidak sedih atau marah mendengar orang di luar sana menggosipkan ku,tapi aku sedih jika melihat kalian seperti ini,janji kalian tidak boleh mengulangi hal seperti ini
Tamara" sya kamu terlalu baik sya,awas saja sampai kadavi dan Alicia mensia-siakan mu,aku akan hajar merkea
Lucia" kamu terlalu baik sya,beruntung mereka mendapatkan wanita seperti mu
Arisya" aku tidak baik,aku hanya mencoba menyikapi semuanya dengan baik,itu saja (tersenyum) Evan dan kak Danu kenapa lama sekali
Lucia" ini Evan pasti gangguin perawat nya dulu nih,mana mau perawat nya sama Evan yang lentur begitu (tertawa)
melihat Lucia tertawa Tamara dan Arisya ikut tertawa
sore hari di tempat lain,Ningrum tengah berbelanja ke di warung,sama seperti di kantor Arisya para warga juga mulai berdesas desus mengenai pernikahan Arisya
"Bu Ningrum emang bener ya,anak bungsu ibu jadi pelakor,dan hamil duluan,biar di nikahin sama orang gedongan" Ningrum yang mendengar itu merasa sakit hati,namun ia memilih diam,dan cepat cepat meninggalkan warung tersebut
"lihat tuh kan,pasti benar deh buktinya tuh lihat,ibu Ningrum diam saja,tidak menjawab" para warga mulai berdesas desus kembali
setiba nya di rumah Ningrum langsung melempar belanjaan nya,membuat anak,suami dan menantunya terkejut
Lusi" bunda kenapa? kok marah ?
Hardi" kamu kenapa bun?
Lusi" ada apa Bun coba bicara yang jelas jangan marah marah seperti itu
Ningrum" bunda kesel,mendengar ibu ibu di warung bergosip tentang sya,masa mereka bilang sya hamil duluan,sya hamil biar di nikahi orang kaya,gimana bunda gak kesel denger nya
Panji" astagfirulla,perasan lamaran sya Masih beberapa hari lagi,tapi kenapa warga di sini sudah banyak yang tahu
Hardi" perasaan ayah hanya bicara sama pak RT aja,dan Bu rt bukan lah tipe orang yang suka bergosip,ah kenapa jadi memikirkan hal ini,sudah Bun tidak usah kesal,biar saja orang di luar sana mau bicara apa yang pasti,kita tahu anak kita,dan kita tahu sya kenapa melakukan itu,dan satu lagi jangan sampai sya tahu mengenai hal ini,kasihan sya akan merasa bersalah
Lusi" Lulu setuju sama ayah,biarkan saja mereka semua mau berkata apa,yang penting semua itu tidak benar
Panji" karena mau kita jelaskan bagaimana pun,mereka tidak akan mengerti malah akan menimbulkan masalah baru untuk sya
Ningrum" kalian benar,tapi bunda masih emosi mendengar perkataan mereka
"emosi kenapa sih bund" mereka menengok ke arah suara yang tak lain Arisya
Lusi" sya tumben sudah pulang
Arisya" hari ini pekerjaan sya sedikit,dan Evan sedang baik hati mau mengantarkan sya pulang
Ningrum" mana Evan nya,gak mampir dulu
__ADS_1
Arisya" tidak,dia buru buru,mau kencan katanya
Hardi" ealah kencan apa malam jumat begini
Panji" jangan jangan kencan dengan
Lusi" dengan siapa Hem
Panji" dengan pak kiyai loh,pengajian ih kamu ini
Arisya" ih kenapa jadi bahas Evan sih,kasian nanti kuping panas kita bicarain (terkekeh) bunda emosi sama siapa sih
Ningrum" emosi sama tukang bunga sya,masa bunda pesan bibit mawar yang di kasih bibit anggrek kan kesel
Arisya" (tersenyum) ya udah Bun gak apa apa,besok beli lagi ya,kan duit kakak masih banyak,liat udah di kasih Cuti tiga bulan,di gaji full Hem apa gak makan gaji buta
Lusi" ealah anak ini malah,ngatain kakak,makanya jadi PNS sya biar ngerasain gaji buta (terkekeh)
Arisya" kalo gitu traktir sya jajan ya
Lusi" enak aja,pakai uang mu sendiri
Arisya" bunda liat kakak pelit
Ningrum"yang satu udah punya anak,yang satu sebentar lagi di lamar orang,tapi kelakuan nya pada kayak bocah (tersenyum)
Hardi" mereka kan emang bocah bocah nya ayah,sampai kapan pun mereka tetap putri putri kecil ayah
panji" bocah mengahasilkan bocah ya yah (terkekeh)
Lusi" lah kamu yang buat aku jadi punya bocah,inget kamu juga investasi (tertawa)
mereka hanya tertawa melihat Lusi dan juga Panji yang saling berdebat
"maaf jika sya membuat kalian menjadi,sedih,dan menjadi bahan pembicaraan tetangga,sya janji mulai detik ini hanya senyum dan tawa yang akan sya berikan pada kalian,maaf kan sya" dalam hati Arisya,yang tidak sengaja mendengar percakapan keluarga nya tadi
________________
TBC
next
jangan lupa tinggalkan jejak kalian di cerita ku ya,dan di tunggu kritik dan saran dari kalian
terimakasih
__ADS_1